Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemeriksaan Urine Dengan Gambaran Kebersihan Personal Pada Pekerja Seksual di Sidoarjo Charisma, Acivrida Mega; Negara, Yohanes Abdi Kapri; Anwari, Farida
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v6i2.264

Abstract

Penyakit ISK (Infeksi Saluran Kemih) sering terjadi pada wanita dibanding laki-laki. Pada usia 16-35 tahun sebanyak 10% mengalami setiap tahun dan 60% mengalami kejadian yang berulang. Beberapa wanita ada yang mengalami lebih dari 3 kali lipat. Mengingat letak anatomi vagina berdekatan dengan lubang perkemihan. Jika salah dalam cara membersihkan maka menimbulkan gangguan seperti keputihan, iritasi, peradangan, infeksi alat reproduksi dan bisa menyebabkan kanker. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan dan pemeriksaan urine kepada wanita pekerja seksual dengan memperhatikan gambaran kebersihan personal. Pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyuluhan dan pemeriksaan. Metode pemeriksaan urine dilakukan dengan carik celup test dan mikroskopis. Hasil kegiatan menunujukkan sebanyak 59% responden tidak mengetahui penyakit ISK. Hasil pemeriksaan urine dijumpai hasil abnormal paling banyak pemeriksaan kimia pada parameter protein (64,7%) sedangkan pemeriksaan mikroskopis sedimen dijumpai hasil abnormal paling banyak pada parameter eritrosit (53%); leukosit (70,6%), dan kristal 70,6%. Kesimpulan dalam kegiatan ini yaitu banyaknya responden yang tida mengetahui ISK dan adanya peningkatan jumlah protein pada pemeriksaan kimia urine dan peningkatan jumlah eritrosit, leukosit, dan kristal pada pemeriksaan mikroskopis sedimen urine.
HASIL PEMERIKSAAN TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH MENGGUNAKAN CAMPURAN PEWARNA ALAMI DARI DAUN MIANA DAN KULIT BUAH NAGA charisma, acivrida mega; Prasetyo, Rio
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v12i1.4098

Abstract

The simplest method for checking worm eggs is by a native technique using a 2% eosin reagent. Eosin itself has properties that are not easily decomposed, causing hazardous and easily flammable waste. Hence, an alternative staining method is needed, environmentally friendly, using natural materials, such as natural dye substances. This research aims to understand the depiction of results in examining Soil Transmitted Helminth (STH) eggs using mint leaves and dragon fruit skin as alternative reagents. The research method involves examining feces using a direct method (wet preparation) to detect worm eggs in feces directly using a 2% Eosin solution. The comparison results between dragon fruit peel extract concentration using aquadest, tested with SPSS analysis version 20 using the Kruskal-Wallis method with a significance value of 0.09 ≥ 0.05, indicating significantly different research outcomes. Thus, it can be concluded that there is no difference in staining quality compared to the control. The conclusion drawn from this study is that there's no difference in staining worm egg suspensions using mint leaf extract. This is evident as when observing the worm egg suspension using mint leaf extract, the worm eggs were not clearer, unlike with dragon fruit skin and miana.
Pencegahan Trichomoniasis melalui Edukasi Kesehatan Organ Kewanitaan dan Pemeriksaan Urin di SMK BIM PPMU Mojosari Charisma, Acivrida Mega; Negara, Yohanes Ardian Kapri; Anwari, Farida
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 02 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i02.2417

Abstract

Gaya hidup perilaku remaja yang kurang  baik dapat berpengaruh terhadap kesehatan terutama kebersihan daerah kewanitaan karena dapat terinfeksi salah satunya Trichomonas vaginalis. Trikomoniasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh protozoa Thricomonas vaginalis dan merupakan infeksi menular seksual non-virus paling umum ditemukan diseluruh dunia. Kegiatan ini dilaksanakan bulan Agustus dan sebanyak dua kali. Sampel dari kegiatan ini yaitu siswi SMK BIM PPMU Mojosari sebanyak 15 orang. Adapun metode dalam kegiatan ini yaitu ceramah dan pemeriksaan urine. Hasil kegiatan ini yaitu sebanyak 46,67% responden diikuti oleh berumur 15 tahun; 80% responden memiliki perilaku menjaga kebersihan organ kewanitaan dengan baik; 53,3% responden mengerti cara membasuh organ kewanitaan; 66,67% responden memiliki perilaku menjaga kesehatan organ kewanitaan dengan baik sehingga hasil pemeriksaan urine tidak ditemukan adanya Trichomonas vaginalis sebanyak 100%. Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu sebagian besar siswi SMK BIM PPMU memiliki pola hidup dalam menjaga kebesihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan baik sehingga dalam tidak ditemukan adanya infeksi parasit tersebut.
PENYULUHAN KESEHATAN PENYAKIT DEGENERATIF, PENYAKIT MENULAR (ISPA) DAN KEBIASAAN MENGONSUMSI MAKANAN TINGGI PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT DI DESA KALIANGET KABUPATEN SUMENEP Charisma, Acivrida Mega; Mulyani, Sri
Jurnal Bakti untuk Negeri Vol 4 No 2 (2024): JBN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jbn.v4i2.2168

Abstract

Based on demographic conditions, the majority of residents in this village earn their living as farmers, pedicab drivers, traders, fishermen and civil servants. So that diseases arise that often occur in people, most of the diseases that disturb in this area are: gout, diabetes mellitus, and pneumonia. The research provides a comprehensive analytical review on the impact of soft drinks on human health. Consumption of soft drinks containing high amounts of sugar, not only impairs the fine control of blood sugar but also adds other complications such as overweight and obesity. The availability of calorie-dense fast food or junk food also contributes to the problem of diabetes or the emergence of type 2 obesity. Implementation method in the Community Health Development Program in East Kalianget Village, Kalianget District, Sumenep Regency, East Java Province. The methods used were counseling, distributing questionnaires and distributing leaflets. From the results of the 15 questionnaires that I have distributed, the dangers of consuming foods high in purine in gout sufferers, the side effects and long-term effects of consuming junk food, soft drinks and obesity, as many as 85% understand the counseling that has been presented. However, 15% did not understand the counseling. 
Studi Literatur: Gambaran Klinis dan Prosedur Diagnostik Onikomikosis Rohmah, Mahbubatur; Charisma, Acivrida Mega
The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research Vol. 2 No. 4 (2024): December : The Journal General Health and Pharmaceutical Sciences Research
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/tjghpsr.v2i4.275

Abstract

Onikomikosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh jamur yang menyerang kuku. Jamur penyakit kuku dapat disebabkan oleh jamur dermatofit, maupun non dermatofit. Jamur golongan dermatofit terdiri dari 3 genus saja yaitu Tricophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Semua genus tersebut memiliki enzim keratinase yang menjadi penentu termasuk jamur dermatofita, dengan penyakit yang diderita biasanya disebut Tinea unguium. Adapun jamur lain yang dapat menyebabkan onikomikosis yang bukan termasuk 3 Genus tersebut, maka dikelompokkan paada jamur non dermatofita. Gejala yang ditimbulkan onikomikosis bervariasi bergantung gejala yang diderita penderita, diantaranya perubahan warna pada lempeng kuku, onikolisis, dan hiperkeratosis subungual yang dapat menyebabkan penebalan lempeng kuku. Prevalensi onikomikosis di Indonesia menunjukkan angka 3,5-4,7%, dan 80-90% diantaranya merupakan kasus onikomikosis yang disebabkan oleh jamur Trichophyton rubrum dan Tricophyton mentagrophytes. Banyaknya kasus onikomikosis tersebut, membuat perlu diadakan kajian dalam penyampaian pencegahan onikomikosis. Dalam jurnal ini dibahas mengenai gembaran klinis serta prosedur diagnosis onikomisis, dan pengobatan yang dilakukan dalam mengurangi infeksi onikomikosis yang dapat dilakukan dengan pengobatan topikal maupun oral. Obat yang biasa digunakan untuk pengobatan onikomikosis diantaranya ciclopirox, eficonazole, dan Amorolfine.
Studi Literatur: Faktor Risiko dan Strategi Pengendalian Fasciolosis di Indonesia Charisma, Acivrida Mega; Ekawasti, Fitrine; Wahyuningrum, Arina; Naisali, Walburga F. F.; Syawaludin, Moch. Fardha; Auralya, Theresia Feby; Vebiayanti, Saski Dwi; Maisaroh, Maisaroh; Rukmana, Dinda Herdiana; Alfani, Moh.; Afkarina, Zida Kamalia
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v12i2.19337

Abstract

Fasciola hepatica is the main species found infecting livestock. Fasciolosis is a significant animal health and public health problem, causing major economic losses. Epidemiological studies of fasciolosis in dairy cattle in Indonesia are still few and existing reports only focus on prevalence. Fasciolosis is an endemic parasitic disease in Indonesia and causes considerable economic losses. Efforts that can be made to prevent disease are vector eradication, namely eradicating snails through biological means, for example by raising ducks. Raising ducks biologically can reduce the worm population. Several simple techniques for controlling worm infections in cattle can be done by regulating feeding, timing grass cutting and making compost to break the life cycle of Fasciola sp. In general, dairy cattle in Indonesia are raised more intensively compared to beef cattle farms, which explains the difference in prevalence rates. In intensive farming systems, animals are housed permanently, limiting their exposure to parasite-contaminated grass compared to pastured animals.
Elimination of Schistosoma japonica in Central Sulawesi, Indonesia Intermediate Snail Control and Utilization Medicinal Plants Charisma, Acivrida Mega; Naftalia, Anjelline; Ramadhan, Alfian Anwar Putra; Aulia, Rasyida Salma; Solikhah, Ferdina Amalia; Muasyaroh, Husnul; Maslakha, Vina Lailatul; Hikmah, Nurul; Belina, Ken Dyah Ayu; Adinda, Hilda; Wulandari, Siska
Journal of Parasite Science Vol. 9 No. 1 (2025): Journal of Parasite Science
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jops.v9i1.62395

Abstract

Schistosomiasis is a zoonotic health problem caused by infection with the schistosoma class parasite, which lives in human blood vessels and around the intestines and bladder. Intermediate hosts in the form of snails and definitive hosts in animals and humans can be influenced by physical, chemical and biological environmental conditions. Schistosomiasis in Indonesia is caused by the trematode worm Schistosoma japonica (S. japonicum) with the intermediate host being the snail Oncomelania hupensis lindoensis. Schistosomiasis is still a public health problem in endemic areas. In Indonesia, schistosomiasis is only found in Central Sulawesi Province, namely the Napu Plateau and Bada Plateau, Poso Regency and Lindu Plateau, Sigi Regency. S. japonica is currently endemic in three very remote areas in Central Sulawesi Province, Indonesia. An integrated schistosomiasis control program has been implemented, however, the reported prevalence data shows a trend of increasing schistosomiasis prevalence in three endemic areas in Central Sulawesi. Eliminating schistosomiasis in Indonesia is not easy. This review will examine several challenges hindering the implementation and sustainability of schistosomiasis elimination programs, including the S. japonica intermediate snail control program and the use of medicinal plants for the treatment of schistosomiasis.
(SIKAGE) SISTIM KEAMANAN DEMAM BERDARAH DENGUE DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DI DESA KREMBANGAN, KECAMATAN TAMAN, SIDOARJO Charisma, Acivrida Mega; Arisanti, Ardhia; Azifah, Shinta Nur Yaumil; Wardani, Anna Widyah
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 2 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i2.4262

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih ada setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksin untuk penanggulangan DBD. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama dua minggu di bulan Agustus 2022. Adapun metode yang dilakukan dalam kegiatan ini terdiri dari tahap persiapan dan pelaksanaan. Pada tahap persiapan ini berisi tentang kegiatan pra-pelaksanaan dalam penetapan permasalahan mitra sasaran mulai dari survei tempat, mempersiapkan pendataan, sarana penunjang, dan kebutuhan lainnya. Kemudian pada tahap pelaksanaan seperti kegiatan edukasi, pelaksanaan pencegahan penanggulangan, dan monitoring serta evaluasi. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu pamflet, brosur, bubuk larvasida (abate), tanaman pengusir nyamuk, media sosial, dan peralatan kebersihan. Kegiatan Sikage di desa Krembangan dapat terlaksana dengan baik di mana masyarakat sangat antusias. Kegiatan ini menerapkan Sikage (Sistem Keamanan dalam Pencegahan dan Penanggulangan DBD) kepada masyarakat. Pertama kami melakukan edukasi jumantik di mana edukasi tersebut dilakukan dengan metode ceramah door to door karena terdapat kendala yaitu minimnya kehadiran masyarakat. Sebanyak 95% masyarakat memahami dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan DBD.
Efektivitas Penggunaan Pewarna Giemsa sebagai Substitusi Harris Hematoksilin dalam Pewarnaan Papanicolaou pada Sitologi Cairan Asites Charisma, Acivrida Mega; Indrawati, Reni; Kapri, Yohanes Ardian
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sitologi pada cairan asites dapat menggunakan pewarnaan papanicolaou, yaitu metode pengecatan polikromatis dengan kombinasi pengecatan hematoksilin untuk mewarnai inti sel dan sitoplasma pada bagian pewarna lainnya. Pewarna utama dalam metode papanicolaou adalah Harris hematoksilin, sedangkan Orange G dan eosin digunakan sebagai pewarna pembanding. Penggunaan Harris hematoksilin sering mengalami kendala, seperti nukleus yang tampak terlalu pucat, sehingga hasil sulit dibaca di mikroskop. Sebagai alternatif, digunakan larutan Giemsa dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas penggunaan pewarna giemsa dalam pewarnaan papanicolaou. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Patologi Anatomi Universitas Anwar Medika pada bulan Juli 2024. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu kuantitatif dengan desain penelitian eksperimental. Sampel pada penelitian ini adalah 6 cairan asites dengan volume tiap sampel sebanyak 100 ml, yang dibuat menjadi 24 sediaan preparat, berasal dari 6 sediaan preparat kontrol, 6 sediaan preparat giemsa 5%, 6 sediaan preparat giemsa 10%, dan 6 sediaan preparat giemsa 15%. Parameter penelitian ini menggunakan penilaian skor dari kualitas sediaan pewarnaan papanicolaou. Berdasarkan kualitas penilaian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi giemsa 5% lebih baik dari pada konsentrasi 10% dan 15% dikarenakan hasil sitoplasma terlihat baik, inti sel terlihat jelas dengan struktur sel masih dapat diidentifikasi. Berdasarkan hasil nilai uji kruskal wallis, di dapatkan nilai Asymp. Sig yaitu 0,02 yang mana ketiganya bernilai <0,05 artinya terdapat perbedaan antara giemsa 5%, 10%, dan 15% sebagai pewarna pengganti harris hematoksilin.
Studi Literatur: Efektivitas Deteksi Malaria Menggunakan Pemeriksaan Mikroskopis Apusan Darah Charisma, Acivrida Mega; Ekawasti, Fitrine; Azis, Mutiara Zakhilah; Sari, Adela Permata; Suci, Azlin Eva; Putra R, Rafi; Putri, Sintia Cahyani; Sugiarto, Agus Bambang
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jkupr.v13i1.17393

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by the parasites Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, Plasmodium, falciparum, Plasmodium ovale, and Plasmodium knowlesi. The purpose of the literature review is to determine the effectiveness of malaria detection microscopically using blood smears. This research method uses data from scientific publications sourced from PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Malaria cases in 2019-2021 have increased worldwide. Deaths from malaria that occurred worldwide in 2019-2020 increased by 12%. Indonesia contributes the second largest number of malaria cases in the Asian region after India, especially in the eastern region including Papua Province, West Papua Province, East Nusa Tenggara Province, and Maluku Province. Mortality rates from malaria still occur in several provinces in Indonesia. The purpose of this study is to determine the effectiveness of malaria detection using microscopic examination of blood smears. This research method is a literature review of the description of research results that have been conducted by others. Searches on the Google Scholar and Science Direct search engines use boolean techniques. This journal review was taken because the detection of malaria using blood smear microscopic tests is one of the most commonly used common methods, and can help improve professional competence in diagnosing and planning appropriate treatment for malaria sufferers, so it is relevant for doctors, analysts, and health researchers. Blood smear microscopy is the main way to detect malaria using thick blood preparations, this test can find Plasmodium malariae, Plasmodium vivax, Plasmodium, falciparum, Plasmodium ovale, Plasmodium knowlesi even in small amounts. Thin blood preparations help identify parasite species accurately.