Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Effectiveness of Using Methylene Blue Dyes in Papanicolaou Staining in Cytology of Ascites Fluid Charisma, Acivrida Mega; Permatasari, Melati Indah; Negara, Yohanes Ardian Kapri
jitek Vol 12 No 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jitek.v12i2.1803

Abstract

Papanicolaou staining is routinely used in staining ascitic fluid to identify malignant cells. However, pale nucleus arise as a problem associated with Harris hematoxylin, causing the sample to be hard to see under microscope. Methylene blue can be an alternative stain targeting nucleus in fluid sample. This study aims to evaluate the effectiveness of methylene blue in Papanicolaou staining for the cytology of ascitic fluid. The research uses an experimental approach by preparing four smears from each of 6 ascitic fluid samples obtained from the Laboratory of the Faculty of Medicine, at Airlangga University. The four smears were stained differently, consisting of Papanicolaou staining as control, and methylene blue replacing Harris hematoxylin with concentration of 5%, 10% and 15%. Slides were graded for its morphology with quality scores of 1,2,3 and 4, followed by statistical analysis. Based on the results of the Kruskal-Wallis test, the Sig value was 0.001, which was <0.005, showing difference between control and experimental group. Quality assessment revealed slides stained with 5% methylene blue solution to have clear shape of the cell nucleus, cytoplasm and the shape of the cell compared with slides stained with 10% and 15%. Hence, it can be concluded that 5% methylene blue solution can be used as an alternative solution.
Gasik: Gerakan Edukasi Siswa Anti Narkoba Dalam Upaya Menciptakan Pengetahuan Generasi Muda Berbasis Teknologi Charisma, Acivrida Mega; Octifani, Amellya; Prajawanti, Kadeq Novita; Anwari, Farida; Negara, Yohanes Ardi Kapri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i2.458

Abstract

Narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang atau yang biasa disebut dengan narkoba di bidang kesehatan memberikan manfaat yang cukup besar bagi penyembuhan dan keselamatan manusia. Tujuan dilakukannya kegiatan gerakan edukasi siswa anti narkoba dalam upaya menciptakan pengetahuan generasi muda berbasis teknologi di SMAN 1 Kedamean agar peserta didik sebagai target kegiatan sosialisasi dapat memahami dampak yang ditimbulkan.  Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan penyuluhan disekolah sasaran. Kegiatan penyuluhan untuk menciptakan Pengetahuan Generasi Muda Berbasis Teknologi di adakan di SMAN 1 Kedamean Kabupaten Gresik  pada Hari Rabu, 14 Agustus 2024 dengan peserta yaitu seluruh siswa SMAN 1 Kedamean dengan total peserta setidaknya 58 anak dari kelas XII. Jalanya kegiatan sosialisasi dilakukan melalui tiga tahap, yang pertama adalah pemutaran video mengenai video profil, pembagian kuisioner, sesi kedua sosialisasi materi, upaya pencegahan HIV, dan sesi yang terakhir sosialisasi gerakan edukasi siswa anti narkoba. Kemudian dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan siswa tentang pendidikan moral, narkoba, dan dampak penyalahgunaan narkoba dari sudut pandang kesehatan, sosial, dan hukum. Peningkatan pemahaman siswa-siswi akan bermuara pada terciptanya sikap dan perilaku bebas narkoba. Diharapkan kedepannya remaja terutama siswa-siswi SMA yang merupakan bagian dari generasi muda Indonesia menjadi generasi milenial yang bebas narkoba. Hasil dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran bagi para peserta kegiatan mengenai bahaya penggunaan narkoba. Informasi yang disampaiakan melalui kegiatan ini menjadi wawasan yang membuat peserta semakin sadar dan waspada bahwa penggunaan narkoba dengan berbagai bentuknya sangat berbahaya dan merugikan.
PENYULUHAN EDUKASI PHBS(PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT) DAN PENCEGAHAN DBD(DEMAM BERDARAH DENGUE) MELALUI UPAYA 3M DILINGKUNGAN MASYARAKAT DESA PEDAGANGAN KECAMATAN WRINGINANOM Adinda, Hilda; Auralya, Theresia Feby; Solikhah, Ferdina Amalia; Charisma, Acivrida Mega
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.35120

Abstract

Pembangunan kesehatan merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, pihak swasta maupun pemerintah, dan akademis. Sosialisasi ini yang berada dilokasi di Desa Pedagangan merupakan desa yang berada dikecamatan Wringinanom , kabupaten Gresik dan Desa Pedagangan dibagi dalam 4 Dusun, 12 RT, dan 4 RW, Desa Pedagangan memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.337 jiwa pada tahun 2024. Praktek Pembangunan kesehatan masyarakat dilaksanakan mulai tanggal 12 Agustus - 26 Agustus 2024. Penyuluhan ini berkaitan dengan edukasi Program Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Upaya 3M dilingkungan masyarakat Desa Pedagangan Kecamatan Wiringanom. Setelah dilaksanakan kegiatan akan meEvaluasi ini bertujuan untuk melihat perkembangan program yang dilaksanakan, untuk mengetahui kendala yang ada, cara menanganinya sehingga Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan benar-benar efektif dan maksimal. Evaluasi yang terakhir yaitu berupa laporan kegiatan Program Pembangunan Kesehatan Masyarakat (PPKM). Hasil pengabdian program kerja pembangunan kepada masyarakat mengenai penyuluhan edukasi PHBS dan pencegahan DBD melalui upaya 3M di lingkungan masyarakat desa pedagangan kecamatan wringinanom berupa kuisioner Pre test sebanyak 20,00% dari 15 responden dan kuisioner Post test hanya sebanyak 33,33% dari 15 responden masyarakat di lingkungan rumah tangga yang mengetahui perihal Upaya PHBS dan Pencegahan DBD dengan langkah 3M. penyuluhan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat tentang edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dan upaya pencegahan DBD dengan langkah 3M. Pengetahuan Masyarakat tentang PHBS dan Pencegahan DBD dengan Upaya 3M meningkat dari 20% menjadi 33%.
Balanced diet and its impact on blood pressure and blood sugar in type 2 diabetes: a socio-behavioral literature review Anwari, Farida; Citra, Ananta; Charisma, Acivrida Mega; Ningsih, Arista Wahyu; Amarullah, Adinugraha; Rohmah, Martina Kurnia
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1172000

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) represents a major global health burden, characterized by insulin resistance, chronic hyperglycemia, and a high risk of cardiovascular complications. Among various modifiable risk factors, dietary patterns play a central role in regulating both glycemic control and blood pressure. This literature review explores the impact of balanced diets—particularly the Mediterranean diet, the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet, and plant-based diets—on metabolic outcomes in T2DM while integrating socio-behavioral perspectives. The review employed a qualitative literature review approach, systematically analyzing peer-reviewed studies published within the last five years from databases such as PubMed, Scopus, and Google Scholar. Content analysis was used to identify recurring themes, evaluate consistency across findings, and compare both physiological and behavioral aspects of dietary adherence. Findings consistently demonstrate that balanced diets significantly improve HbA1c levels, enhance insulin sensitivity, and lower systolic and diastolic blood pressure in T2DM patients. Among dietary models, the Mediterranean diet shows the strongest evidence for metabolic benefits, followed closely by DASH. However, dietary adherence is profoundly shaped by socio-behavioral determinants including cultural eating practices, family support, economic constraints, and patient motivation. Technological interventions, such as mobile health applications, offer promising strategies to strengthen adherence, although accessibility issues remain. In conclusion, balanced dietary interventions are effective non-pharmacological strategies for T2DM management but require socio-behavioral integration to achieve sustainable outcomes. Future programs must combine nutritional education with cultural adaptation, behavioral reinforcement, and equitable access to healthy foods.