Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Analisis Margin Saluran Pemasaran Hasil Tangkapan Nelayan Soma Pajeko di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Sambouw, Kevin R.; Sondakh, Srie J.; Suhaeni, Siti; Pangemanan, Jeannette F.; Rantung, Steelma V.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.56148

Abstract

Abstract Tumbak Village is one of the coastal villages in Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Most of the people of Tumbak Village work as fishermen, one of the fishing gear used by fishermen in Tumbak Village is Soma pajeko which is the term for purse seine. The objectives of the study were (1) to find out the number of marketing channels for the catches of soma pajeko fishermen in Tumbak Village, (2) to find out the marketing margin for the catches of soma pajeko fishermen in Tumbak Village. The basic method that will be used in this study is a survey. The population in this study are fishermen who own soma pajeko in Tumbak Village and the traders who market them. Data collection used Snowball Sampling with a sample size of 13 people. The data collected consisted of primary data and secondary data. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews guided by a questionnaire. The data obtained were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively Based on the results of the study, it is known that the marketing channels for the catches of Soma Pajeko fishermen in Tumbak Village are only two marketing channels, namely: from fishermen to intermediary traders to retailers and finally to consumers; from fishermen to retailers directly to consumers. The results of the margin analysis carried out on the two marketing channels for fish caught by Soma Pajeko fishermen in Tumbak Village showed that the marketing margin on both marketing channels was the same, namely IDR 10,000 or 47.62%. The length of the marketing channel for fish caught by fishermen in Tumbak Village does not affect the level of income of fishermen, but it greatly affects the profits of traders. The shorter the marketing channel, the more profitable it is for retailers, but the margin or price difference received by fishermen and paid by consumers remains the same, namely IDR 10,000.  Keywords: marketing; marketing system; Tumbak Village   Abstrak Desa Tumbak merupakan salah satu desapesisir yang ada di Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Masyarakat Desa Tumbak sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan,salah satu alat tangkap yang digunakan nelayan Desa Tumbak adalah Soma pajeko yang merupakan istilah pukat cincin atau purse seine. Tujuan penelitian adalah (1) Mengetahui banyaknya rantai saluran pemasaran hasil tangkapan nelayan soma pajeko yang ada di Desa Tumbak, (2) Mengetahui Margin pemasaran hasil tangkapan nelayan soma pajeko yang ada di Desa Tumbak. Metode dasar yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu survei. Popolasi dalam penelian ini adalah nelayan pemilik soma pajeko di Desa Tumbak dan para pedagang yang memasarkannya. Pengambilan data menggunakan Snowball Sampling dengan jumah sampel 13 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa saluran pemasaran hasil tangkapan nelayan Soma Pajeko di Desa Tumbak hanya ada dua saluran pemasaran yaitu: dari nelayan ke pedagang perantara ke pedagang pengecer terakhir ke konsumen; dari nelayan ke   pedagang pengecer   langsung ke   konsumen. Hasil analisis margin yang dilakukan pada kedua saluran pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan soma pajeko di Desa Tumbak diketahui bahwa margin pemasaran pada kedua saluran pemasaran itu sama yaitu Rp10.000 atau 47,62%. Panjang pendeknya saluran pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan di Desa Tumbak tidak mempengaruhi tingkat pendapatan nelayan, namun sangat berpengaruh terhadap keuntungan para pedagang. Semakin pendek saluran pemasaran semakin menguntungkan bagi pedagang pengecer, namun margin atau beda harga yang diterima nelayan dengan yang dibayarkan konsumen tetap sama yaitu Rp10.000. Kata kunci: pemasaran; sistem pemasaran; Desa Tumbak
Analisis Finansial Usaha Alat Tangkap Soma Pajeko di Desa Likupang Kampung Ambong Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara Mangaluk, Anastasya S.; Tambani, Grace O.; Durand, Swenekhe S.; Manoppo, Victoria E.N.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57424

Abstract

Abstrak Perikanan dan Kelautan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang menunjang peningkatan ekonomi Nasional. Sumberdaya perikanan yang sangat melimpah merupakan keuntungan yang dimiliki negara sehingga perlu dilakukan upaya untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan. Upaya tersebut melibatkan banyak pihak yang selanjutnya terlibat dalam pembangunan perikanan Nasional. Alat tangkap yang tepat digunakan nelayan adalah alat tangkap yang dianggap berhasil memberikan kemampuan kerja yang baik ketika dioperasikan sehingga dapat mendukung pemenuhan keberlanjutan perikanan. Soma pajeko (purse seine) dalam bahasa daerah di Sulawesi Utara yaitu salah satu alat tangkap yang aktif dan sering digunakan masyarakat tradisional yang tinggal di pesisir pantai, jenis ikan yang di tangkap sangat bervariasi seperti ikan kembung (rastrelliger), tongkol (euthynnus affinis), cakalang (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) dan lain sebagainya. Soma pajeko biasa dioperasikan di berbagai daerah perairan laut Indonesia, selain itu soma pajeko juga adalah nama lokal dari daerah Sulawesi utara, Gorontalo, Maluku Utara dan sekitarnya. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam hal pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Usaha alat tangkap soma pajeko yang ada di Desa Likupang Kampung Ambong yang akan dianalisis adalah Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Rentabilitas, dan Break even point. Hasil penelitian menyatakan bahwa Operating profit sebesar Rp. 1.402.800.000, Net profit sebesar Rp. 1.278.577.500, Profit rate 2,31% artinya usaha yang dijalankan cukup menguntungkan. Nilai Benefit cost ratio 3,31 yang artinya usaha ini layak untuk dijalankan karena nilai BCR >1. Nilai dari rentabilitas 99,72%, dan nilai penjualan BEP adalah Rp.47.591.616. Kata Kunci : Analisis Finansial, Soma Pajeko, Desa Likupang   Abstract Fisheries and Maritime Affairs in Indonesia is one of the sectors that supports the improvement of the national economy. The abundance of fishery resources is an advantage that the country has, so efforts need to be made to utilize fishery resources. This effort involves many parties who are then involved in fisheries development National. The appropriate fishing gear used by fishermen is fishing gear that is considered successful in providing good working capabilities when operated so that it can support the fulfillment of fisheries sustainability. Soma pajeko (purse seine) in the regional language of North Sulawesi is an active fishing tool and is often used by traditional communities living on the coast. The types of fish caught vary greatly, such as mackerel (rastrelliger), tuna (euthynnus affinis), skipjack tuna (katsuwonus pelamis), lemuru (sardinella lemuru) and so on. Soma pajeko is usually operated in various areas of Indonesian sea waters, apart from that, soma pajeko is also the local name for the areas of North Sulawesi, Gorontalo, North Maluku and surrounding areas. Financial analysis aims to find out estimates in terms of funding and cash flow, so that it can be seen whether the business being run is feasible or not. The soma pajeko fishing gear business in Likupang Village, Kampung Ambong that will be analyzed is Operating profit, Net profit, Profit rate, Benefit cost ratio, Profitability, and Break even point. The research results stated that the operating profit was IDR. 1,402.800.000, Net profit of Rp. 1,278.577.500, Profit rate 2,31%, meaning the business being run is quite profitable. The benefit cost ratio value is 3,31, which means this business is feasible to run because the BCR value is >1. The value of profitability is 99,72%, and the BEP sales value is IDR 47.591.616. Keywords: Financial Analysis, Soma Pajeko, Likupang Village
Kontribusi Perempuan Petibo terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Sundah, Renaldy B.; Longdong, Florence V.; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.; Durand, Swenekhe S.
AKULTURASI Vol. 12 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i1.57425

Abstract

Abstract Indonesia is climatologically and geographically a potential region with a variety of abundant natural resources. Climatologically, Indonesia has a tropical climate with 17,504 islands with a land area of ​​1,922,570 km2 and a water area of ​​3,257,483 km2. Indonesia has very large and diverse marine and fisheries potential, both renewable and non-renewable, in the form of regional potential, natural resources, and marine services. Jiko Village is one of the villages in Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency which is located on the coast. In general, most of the residents of Jiko Village work as fishermen. Many women who are housewives also contribute to their livelihoods by selling fish or commonly called petibo, and opening stalls. Petibo refers to commercial businesses related to fish, ranging from local traders to large-scale businesses in the fish supply chain. This region utilizes fisheries potential as its main source of income. The data analysis used in this study is qualitative and quantitative descriptive analysis. Qualitative data will be explained descriptively qualitatively such as the condition of the respondent's family and quantitative data will be explained descriptively quantitatively regarding how much income petibo women have and their contribution to family income. Based on the results of the study, it can be concluded as follows: 1) the average income of petibo women in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency is Rp25,913,333 per year; and 2) the contribution of petibo women's income to family income in Jiko Village, Motongkad District, East Bolaang Mongondow Regency is 38.34%.  Keywords: women, petibo, income, contribution   Abstrak Indonesia secara klimatologis dan geografis merupakan wilayah potensial dengan berbagai macam kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Secara klimatologis, Indonesia memiliki iklim tropis dengan jumlah pulau 17.504 dengan luas daratan 1.922.570 km2 dan luas perairan 3.257.483 km2. Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dan beragam, baik yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui, berupa potensi wilayah, SDA, dan jasa-jasa kelautan. Desa Jiko merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yang terletak di pesisir pantai. Pada umumnya sebagian penduduk Desa Jiko bermata pencaharian sebagai nelayan. Banyaknya para perempuan yang sebagai ibu rumah tangga juga berkontribusi dalam pencaharian berupa menjual ikan atau biasa disebut dengan petibo, dan membuka warung. Petibo merujuk pada bisnis komersial yang terkait dengan ikan, mulai dari pedagang lokal hingga bisnis skala besar dalam rantai pasokan ikan. Wilayah ini memanfaatkan potensi perikanan sebagai sumber utama penghasilan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif akan dijelaskan secara deskriptif kualitatif seperti kondisi keluarga responden dan data kuantitatif akan dijelaskan secara deskriptif kuantitatif terkait berapa besar pendapatan perempuan petibo dan kontribusinya dalam pendapatan keluarga.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) pendapatan rata-rata perempuan petibo di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar Rp25.913.333 per tahun; dan 2) kontribusi pendapatan perempuan petibo terhadap pendapatan keluarga di Desa Jiko Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur sebesar 38,34%. Kata kunci: perempuan; petibo; pendapatan; kontribusi
Persepsi Masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap Usaha Ekowisata Dive Into Lembeh Resort di Kasawari Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Kolompoy, Debora E.; Andaki, Jardie A.; Suhaeni, Siti; Longdong, Florence V.; Aling, Djuwita R.R.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57701

Abstract

Abstract North Sulawesi has great tourism potential in Indonesia. This potential is also a door to business in various fields, including accommodation. The existence of lodging such as resorts can be found in various tourist destinations. One of them is in Bitung City, precisely in Kasawari Village, Aertembaga District, namely Dive Into Lembeh Resort. Travel time from Manado City Center (Zero Point) to Kasawari Village is around 1 hour 10 minutes. Kasawari Village is known for having the potential for marine beauty as an object and tourist attraction. The views or perceptions of the surrounding community regarding the existence of Dive Into Lembeh Resort are very diverse and different. All of this depends on how the community recognizes, remembers, marks everything they see, hear, and feel about Dive Into Lembeh Resort. The population in this study were people who live around the resort and heads of families who know about the existence of Dive Into Lembeh Resort. The purpose of this study was to determine the public's perception of Dive Into Lembeh Resort. This research method is a survey method. The number of samples taken was 32 people, using the sampling method. Sampling using the purposive sampling method. The data collected were primary data and secondary data. Primary data is data collected directly by researchers, which is done by observation and interviews guided by a questionnaire. Secondary data is data collected through a second party, in the form of evidence, notes or reports obtained from the Kasawari Village office and Dive Into Lembeh Resort Data analysis to determine the perception of fishermen using the Likert scale. Based on the results of the Likert scale analysis carried out to determine the perception of the Kasawari Village community towards the Dive Into Lembeh resort which was assessed based on 10 dimensions, the result was 3.68 or rounded up to 3.7 which means that the community has a good perception of Dive Into Lembeh Resort. There are even several question indicators that have a very good perception or very agree and very positive from the community. Keywords: Perception, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari Abstrak Sulawesi Utara memiliki potensi wisata yang besar di Indonesia. Potensi ini juga menjadi pintu usaha di berbagai bidang, termasuk bidang akomodasi. Adanya penginapan seperti resort dapat di jumpai di berbagai destinasi wisata. Salah satunya yang berada di Kota Bitung, tepatnya di Kelurahan Kasawari Kecamatan Aertembaga yaitu Dive Into Lembeh Resort. Waktu tempuh dari pusat kota Manado (Zero Point) sampai ke Kelurahan Kasawari sekitar 1 jam 10 menit. Kelurahan Kasawari dikenal karena mempunyai potensi keindahan bahari sebagai objek dan daya tarik wisatawan. Pandangan atau persepsi masyarakat sekitar terhadap adanya Dive Into Lembeh Resort sangatlah bermacam-macam dan berbeda-beda. Semua ini tergantung dari cara masyarakat mengenal, mengingat, menandai segala sesuatu yang dia lihat, dengar, dan rasakan terhadap Dive Into Lembeh Resort. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili sekitar resort dan kepala keluarga yang mengetahui keberadaan Dive Into Lembeh resort. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Dive Into Lembeh resort. Metode penelitian ini adalah metode survey. Jumlah sample yang di ambil sebanyak 32 orang, dengan menggunakan metode sampling. Pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti, yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuisioner. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan melalui pihak kedua, berupa bukti, catatan atau laporan yang diperoleh dari kantor Kelurahan Kasawari dan Dive Into Lembeh Resort Analisis data untuk mengetahui persepsi nelayan menggunakan skala Likert. Berdasarkan hasil analisis skala Likert yang dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Kasawari terhadap resort Dive Into Lembeh yang dinilai berdasarkan 10 dimensi diperoleh hasil 3,68 atau dibulatkan menjadi 3,7 yang berarti bahwa masyarakat mempunyai persepsi yang baik terhadap Dive Into Lembeh Resort. Bahkan ada beberapa indikator pertanyaan yang mempunyai persepsi yang sangat baik atau sangat setuju dan sangat positif dari masyarakat. Kata kunci: Persepsi, Dive Into Lembeh Resort, Kasawari
Kontribusi Nelayan Perempuan terhadap Pendapatan Keluarga di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga Kota Bitung Kokodju, Alia M.; Rantung, Steelma V.; Suhaeni, Siti; Sondakh, Srie J.; Pangemanan, Jeannette F.; Tambani, Grace O.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.57702

Abstract

Abstract The purpose of this study was to determine the income of female fishermen and family income and to determine how much contribution female fishermen make to family income in Tandurusa Village. The method used in this study was the survey method. The population in this study were female fishermen who were married in Tandurusa Village. There were 18 female fishermen in Tandurusa Village. The data collection method used in this study used the census method, namely taking all elements of the population as respondents. The data collected in this study were primary data and secondary data. Primary data in this study were collected by means of observation and direct interviews with respondents guided by a questionnaire. Secondary data were obtained by quoting from existing data at the Tandurusa Village Office or from previous studies. Based on this study, it can be concluded that: The income of female fishermen in Tandurusa Village is IDR 34,144,400 per year, which comes from female fishermen pulling soma dampar of IDR 25,944,400 and from other jobs of IDR 8,200,000 per year. The family income of female fishermen in Tandurusa Village is IDR 67,564,400 per year, which comes from the respondent's income of IDR 34,144,400 and from the husband of IDR 16,711,100 and the child's income of IDR 16,708,900. The contribution of the income of female fishermen in Tandurusa Village to family income is 50.54%, which means that more than half of the family income is the contribution of female fishermen in meeting the needs of their families  Keywords: contribution; female fishermen; family income; Tandurusa   Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan nelayan perempuan dan pendapatan keluarga serta mengetahui seberapa besar kontribusi nelayan perempuan terhadap pendapatan keluarga di Kelurahan Tandurusa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan perempuan yang sudah berkeluargaa di Kelurahan Tandurusa. Nelayan perempuan di Kelurahan Tandurusa berjumlah 18 orang. Metode pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode sensus, yaitu mengambil seluruh elemen populasi dijadikan responden. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara langsung dengan responden yang dipandu dengan kuesioner. Data sekunder di peroleh dengan cara mengutip dari data yang sudah ada pada Kantor Kelurahan Tandurusa ataupun dari penelitian-penelitian yang terdahulu. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pendapatan Nelayan Perempuan di Kelurahan Tandurusa adalah Rp34.144.400 per tahun, yang bersumber sebagai nelayan perempuan penarik soma dampar sebesar Rp25.944.400 dan dari pekerjaan lain sebesar Rp8.200.000 per tahun. Pendapatan keluarga Nelayan Perempuan di Kelurahan Tandurusa adalah Rp67.564.400 per tahun, yang bersumber dari pendapatan responden sebesar Rp34.144.400 dan dari suami sebesar Rp16.711.100 serta pendapatan anak sebesar Rp16.708.900. Kontribusi pendapatan Nelayan Perempuan di Kelurahan Tandurusa terhadap pendapatan keluarga, 50,54%, yang berarti bahwa lebih dari separuh pendapatan keluarga adalah sumbangan nelayan perempuan dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya Kata kunci: kontribusi; nelayan perempuan; pendapatan keluarga; Tandurusa
Analysis of the Empowerment Level of Smoked Fish Processors Tandipang (Dussumieria acuta) Sondakh, Srie J.; Suhaeni, Siti; Rantung, Steelma
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.60676

Abstract

The method used in this study is the case study method. Data were collected from two sources, namely primary data and secondary data. The population in this study consists of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict. Data collection was done using the census method, where the entire population was selected as respondents, with 14 smoked Tandipang fish processors chosen as the sample. The data collected include primary and secondary data. Primary data was gathered through observations and interviews guided by a questionnaire, while the data obtained were analyzed using both quantitative and qualitative descriptive analysis. Family welfare was measured based on objective and subjective welfare. The analysis concluded that the average annual income of smoked Tandipang fish processors in Tumpaan Subdistrict is IDR 88,168,000, earned from working as fish processors and side jobs. The fishermen’s family expenditures consist of food and non-food expenses, with 85.68% of their total income spent solely on food. The empowerment level of traditional fishermen in Belang Subdistrict is still considered low from both economic and non-economic aspects. Economically, more than 50% of fishermen’s income is used to meet food needs only. From all non-economic aspects, the community of smoked Tandipang fish processors in the Tumpaan Subdistrict is also still categorized as lacking empowerment. Keywords: Hygienic, industry, sanitation, fiber. Abstrak Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Data yang dikumpulkan melalui dua sumber yaitu data primer dan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode sensus, yaitu seluruh populasi akan diambil sebagai responden dan dipilih sebanyak 14 responden pengolah ikan tandipang asap. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dengan observasi dan wawancara yang dipandu dengan kuesioner, sedangkan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Kesejahteraan keluarga diukur berdasarkan kesejahteraan objektif dan kesejahteraan subjektif. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan keluarga pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan per tahun adalah Rp.88.168.000 yang diperoleh dari bekerja sebagai pengolah ikan dan pekerjaan sampingan. Pengeluaran keluarga nelayan terdiri dari pengeluaran untuk pangan dan non pangan, 85,68% dari total pendapatan nelayan hanya untuk memenuhi kebutuhan makanan saja. Tingkat keberdayaan nelayan tradisional di Kecamatan Belang masih termasuk rendah dilihat dari aspek ekonomi maupun non ekonomi. Secara ekonomi karena sebagian besar atau lebih dari 50% pendapatan nelayan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja. Dilihat dari semua aspek non ekonomi masyarakat pengolah ikan Tandipang asap yang ada di Kecamatan Tumpaan juga masih dikategorikan kurang berdaya Kata kunci: Higienis, industri, sanitasi, serat.
Kontribusi Hasil Perikanan Tangkap Soma Dampar (Beach Seine) terhadap Pendapatan Keluarga Nelayan di Desa Kumu Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara Palangi, Ester A.; Pangemanan, Jeannette F.; Kotambunan, Olvie V.; Andaki, Jardie A.; Sondakh, Srie J.; Longdong, Florence V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60749

Abstract

AbstractThe aim of this research is to find out how much the contribution of soma dampar (Beach Seine) fishing results is tothe income of fishing families in Kumu Village, Tombariri District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province.The basic method used in this research is the survey method. The data collection method used in this research is thecensus method. Data analysis used in research after obtaining primary data and secondary data is quantitative andqualitative descriptive analysis.Based on the results of the research, it can be concluded that the total income of the soma dampar fishing family inKumu Village is IDR. 486,200,000 per year, which comes from the income of soma dampar fishermen and family sideincome. The income contribution of soma dampar fishermen to the family is 85,97%. This means that soma damparfishermen have a large contribution to the family economy.Key words: contribution, beach seine, family income, Desa KumuAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi hasil perikanan tangkap soma dampar(Beach Seine) terhadap pendapatan keluarga nelayan di Desa Kumu Kecamatan Tombariri Kabupaten MinahasaProvinsi Sulawesi Utara.Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode pengumpulan data yang digunakandalam penelitian ini adalah metode sensus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian setelah mendapatkan dataprimer dan data sekunder yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa total pendapatan keluarga nelayan soma dampar di Desa Kumuadalah Rp486.200.000 per tahun, yang bersumber dari pendapatan nelayan soma dampar dan pendapatansampingan keluarga. Kontribusi pendapatan nelayan soma dampar terhadap keluarga adalah sebesar 85,97%.Artinya, nelayan soma dampar memiliki kontribusi yang besar dalam perekonomian keluarga.Kata kunci: kontribusi, soma dampar, pendapatan keluarga, Desa Kumu
Analisis Finansial Usaha Perikanan Perahu Lampu di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Walalangi, Hizkia N.; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.; Sondakh, Srie J.; Kotambunan, Olvie V.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60750

Abstract

AbstractTumbak Village is one of the villages in Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Most of the Tumbak villagecommunity work as fishermen. This is certainly very realistic because North Sulawesi has very large maritime resourcepotential and has coastal villages that are used as economic aspects that support the lives of the community, especiallyfishermen. One of the coastal villages that has fishermen is Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast MinahasaRegency. The purpose of this study is to determine the profile and financial feasibility of the lamp boat fishing businessin Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency. Based on the results of the study, it can beconcluded that the lamp boat fishermen in Tumbak Village, Pusomaen District, number 3 respondents. The ages ofthe three respondents vary, namely R1 44 years, R2 51 years and R3 55 years with elementary and junior high schooleducation levels. The average number of family dependents from the 3 respondents is 3 people. Based on the FinancialAnalysis conducted in Tumbak Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency, the lamp boat business hasan Operating Profit of Rp586,900,000, Net Profit of Rp575,394,000, Profit Rate of 890%, Benefit Cost Ratio of 9.90.Keywords: financial analysis, light boat, Tumbak VillageAbstrakDesa Tumbak merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Masyarakat desa tumbak sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini tentunya sangat realistiskarena Sulawesi Utara memiliki potensi sumberdaya kemaritiman yang sangat besar serta memiliki desa pantai yangdijadikan sebagai aspek ekonomi yang menunjang kehidupan masyarakat khususnya masyarakat nelayan. Salah satudesa pantai yang memiliki nelayan yaitu Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara.Adapun tujuan penelitian ini, yaitu: mengetahui profil dan kelayakan finansial usaha nelayan usaha perahu lampu didesa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian maka dapatdisimpulkan bahwa nelayan perahu lampu yang ada di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen berjumlah 3 responden.usia dari ketiga responden berbeda-beda yaitu R1 44 tahun, R2 51 tahun dan R3 55 tahun dengan tingkat pendidikanSD dan SMP. Jumlah tanggungan keluarga dari 3 responden rata-rata adalah 3 orang. Berdasarkan Analisis Finansialyang dilakukan di Desa Tumbak Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara, usaha perahu lampu memilikiOperating Profit sebesar Rp586.900.000, Net Profit sebesar Rp575.394.000, Profit Rate sebesar 890%, Benefit CostRatio 9,90.Kata kunci: analisis finansial, perahu lampu, Desa Tumbak
Analisis Nilai Tukar Nelayan Jubi di Kelurahan Batulubang Kecamatan Lembeh Selatan Kota Bitung Untu, Cristalla; Manoppo, Victoria E.N.; Tambani, Grace O.; Aling, Djuwita R.R.; Kotambunan, Olvie V.; Sondakh, Srie J.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60751

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the fishermen's exchange rate (NTN) for jubi fishing gear (arrows) inBatulubang Village, South Lembeh District. The method used was the survey method, the sampling technique usedpurposive sampling technique, qualitative descriptive analysis and quantitative analysis. The results of this study canbe concluded: NTN obtained a value of 1.99, meaning that the total income of traditional fishermen using jubi fishinggear can cover the subsistence needs (basic needs) of fishermen's families, and fishermen's income can cover thecosts of fishermen's businesses with an NTN of 0.46. Observations and calculations in November 2023 and December2023 did not experience an increase or decrease in NTN, with an NTN index value (iNTN) of 100.Keywords: Fishermen's Exchange Rate, jubi, income, BatulubangAbstrakTujuan penelitian ini yaitu menentukan nilai tukar nelayan (NTN) alat tangkap jubi (panah) yang ada di KelurahanBatulubang Kecamatan Lembeh Selatan. Metode yang dgunakan yaitu metode survey, teknik pengambilan sampelmenggunakan teknik purposive sampling, analiais deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini, dapatdisimpulkan : NTN diperoleh nilai 1,99, artinyapendapatan total nelayan tradisional menggunakan alat tangkap jubidapat menutupi kebutuhan subsisten (kebutuhan dasar) keluarga nelayan, dan pendapatan nelayan dapat menutupibiaya usaha nelayan dengan NTN sebesar 0,46. Pengamatan dan perhitungan pada bulan November 2023 dan bulanDesember 2023 tidak mengalami kenaikan dan penurunan NTN, dengan nilai indeks NTN (iNTN) sebesar 100.Kata kunci: Nilai Tukar Nelayan, jubi, pendapatan, Batulubang
Analisis Finansial Usaha Penangkapan Cumi di Kelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Arif, Erika; Longdong, Florence V.; Sondakh, Srie J.; Aling, Djuwita R.R.; Manoppo, Victoria E.N.
AKULTURASI Vol. 12 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/akulturasi.v12i2.60752

Abstract

AbstractPosokan Village, North Lembeh Subdistrict, located at the north end of Bitung City, North Sulawesi Province, is famousbecause the majority of the population works as fishermen, fishermen in Posokan Village are still classified as traditionalfishermen, one of which is squid fishermen. the fishing gear used is sambi (fishing rod) to catch squid, catchingoperations are carried out starting from 17.00. Based on the background, the problem formulation is as follows: Whatis the Profile of Squid Fishermen in Posokan Village, North Lembeh District, Bitung City? How is the Feasibility of SquidCatching Business in Posokan Village, North Lembeh District, Bitung City? The method used is survey method,sampling technique using purposive sampling technique, qualitative descriptive analysis and quantitative analysis.Based on the results and discussion of this research, it can be concluded: Financial analysis of squid catching businessin Posokan Village, North Lembeh Subdistrict can be obtained, namely: Operating Profit Rp. 42,345,455, Net Profit Rp.39,948,866, Profit Rate 109%, Benefit Cost Ratio 2.97 or >1 which means the business is feasible to run, BEP SalesRp. 4,279,623, BEP Unit 342 Kg.Keywords: financial analysis, squid catching, Posokan VillageAbstrakKelurahan Posokan Kecamatan Lembeh Utara, terletak diujung utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara, terkenalkarena mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, nelayan di Kelurahan Posokan masih tergolong nelayannelayan tradisional salah satunya adalah nelayan penangkap cumi. alat tangkap yang digunakan adalah sambi(pancing) untuk menangkap cumi, Operasional penangkapan di lakukan mulai dari pukul 17.00 sampai 00.00 WITA.Berdasarkan latar belakang, maka perumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana Profil Nelayan Cumi di KelurahanPosokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung? Bagaimana Kelayakan Usaha Penangkapan Cumi di KelurahanPosokan Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung? Metode yang dgunakan yaitu metode survey, teknik pengambilansampel menggunakan teknik purposive sampling, analiais deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Berdasarkan hasildan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan: Analisis Finansial usaha penangkapan cumi di Kelurahan PosokanKecamatan Lembeh Utara dapat diperoleh hasil yaitu: Operating Profit Rp. 42.345.455, Net Profit Rp. 39.948.866,Profit Rate 109%, Benefit Cost Ratio 2,97 atau >1 yang artinya usaha tersebut layak untuk dijalankan, BEP PenjualanRp. 4.279.623, BEP Satuan 342 Kg.Kata kunci: Analisis Finansial, Penangkapan Cumi, Kelurahan Posokan