Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : tekno

Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Biontong Kecamatan Bolangitang Timur Hursepuny, Ariel A.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67095

Abstract

Pantai Biontong berada di Kecamatan Bolangitang Timur, Bolaang Mongondow Utara, adalah salah satu pantai yang kawasannya rawan abrasi pantai dan masuk dalam zona rawan banjir. Umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut, saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di Kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanaan pengaman pantai yang tepat di pantai Biontong, Kecamatan Bolangitang Timur. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari Website yaitu ERA 5 dan juga SRGI, berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Groin mengunakan Batu Pecah, dengan Tinggi Mercu 3,1 m, Lebar Puncak 2.89 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:2, Lebar Toe Protection 3,044 m, serta Tinggi Toe Protection 2,89 m Kata kunci: Pantai Biontong, gelombang, abrasi, pengaman pantai, groin
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Lumintang Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Suoth, Aprilia; Jasin, Muhammad I.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67166

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor alam seperti gelombang, arus, pasang surut, dan angin, serta aktivitas manusia. Pantai Lumintang di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara mengalami perubahan garis pantai yang signifikan berupa abrasi dan akresi yang berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan dan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai serta menentukan besaran area abrasi dan akresi menggunakan model numerik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi data angin selama 5 tahun (2020–2024), data pasang surut, peta lokasi, dan data batimetri. Analisis dilakukan melalui proses hindcasting gelombang, transformasi gelombang, serta simulasi perubahan garis pantai selama periode 10 tahun (2025–2035). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di Pantai Lumintang dipengaruhi oleh dinamika gelombang dan transport sedimen sepanjang pantai. Tipe pasang surut yang terjadi termasuk tipe harian ganda (semi diurnal). Hasil pemodelan menunjukkan adanya area yang mengalami abrasi dan akresi dengan pola yang berbeda di sepanjang garis pantai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir serta upaya mitigasi terhadap dampak perubahan garis pantai secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, abrasi, akresi, pemodelan numerik , CEDAS , Pantai Lumintang
Pola Sedimentasi Di Muara Sungai Sosoan Atep Oki Damopolii, Olivia; Jasin, Muhammad I.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67171

Abstract

Muara sungai merupakan wilayah peralihan antara daratan dan laut yang memiliki dinamika tinggi akibat pengaruh proses hidrodinamika. Muara Sungai Sosoan Atep Oki yang berada di Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, menunjukkan adanya permasalahan sedimentasi yang ditandai oleh pendangkalan muara serta perubahan bentuk morfologi kawasan pantai. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola sedimentasi yang terjadi di Muara Sungai Sosoan Atep Oki serta mengidentifikasi faktor-faktor hidrodinamika yang berperan, meliputi gelombang, pasang surut, dan arus sungai. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis data angin untuk peramalan gelombang menggunakan Sverdrup-Munk-Bretschneider (SMB), analisis karakteristik gelombang pecah, serta perhitungan angkutan sedimen sejajar pantai dengan metode CERC. Data yang dianalisis merupakan dan sekunder pada tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses sedimentasi di muara sungai lebih dominan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang laut, terutama gelombang yang datang dengan arah membentuk sudut terhadap garis pantai sehingga menghasilkan transport sedimen sejajar pantai. Kondisi tersebut memicu terbentuknya endapan berupa lidah pasir (sand spit) dan pasir gosong (sand bar) di sekitar muara, yang berpotensi menyebabkan penutupan alur muara searah dengan arah dominan pergerakan sedimen. Pengaruh pasang surut dan arus sungai relative lebih kecil dibandingkan pengaruh gelombang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan kawasan pesisir dan penanganan permasalahan sedimentasi di Muara Sungai Sosoan Atep Oki. Kata kunci: sedimentasi, muara sungai Sosoan Atep Oki, gelombang, transport sedimen
Analisis Data Pasang Surut Di Pelabuhan Torosik Bolaang Mongondow Selatan Menggunakan Metode Least Square Otay, Gloria N.; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.; Jasin, Muhammad I.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67526

Abstract

Pelabuhan Torosik adalah aset pemerintah pusat yang berada di wilayah Bolsel. Direncanakan peresmian pelabuhan dibuka langsung oleh Bupati Hi Herson Mayulu (H2M). Kehadiran transportasi laut akan meningkatkan perekonomian rakyat, dimana seluruh masyarakat akan dipermudah melakukan perjalan laut. Selain itu terinformasi dengan beroperasinya Pelabuhan Torosik, kedepan Pemerintah Pusat lewat Kementrian Perhubungan (Kemenhub), setelah beroperasinya pelabuhan yang selesai di bangun pada tahun 2014 ini, akan memberikan manfaat bagi daerah, terlebih khusus bagi masyarakat. Apalagi beroperasinya pelabuhan tersebut sudah dinanti lama oleh masyarakat Bolsel. Pelabuhan Torosik dibangun lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sejak tahun 2011. Proses penganggaran dilakukan secara bertahap selama tiga tahun sampai 2014.Pelabuhan Torosik secara resmi telah dihibahkan Pemkab Bolsel kepada Pemerintah Pusat. Kata kunci: pasang surut, Metode Least square, Pelabuhan Torosik
Analisis Data Pasang Surut Menggunakan Metode Least Square Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Tanamal, Jonathan I.; Jasin, Muhammad I.; Supit, Cindy J.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67777

Abstract

Permukaan air laut yang berbatasan dengan pantai tidak pernah memiliki nilai ketinggian yang tetap melainkan bergerak naik turun dengan periode siklus yang berbeda. Hal ini disebabkan pengaruh gaya tarik benda-benda langit terutama gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi. Meskipun massa matahari jauh lebih besar dari massa bulan, namun gaya pembangkit yang dihasilkan bulan jauh lebih besar, yakni sebesar 53% dari total gaya keseluruhan sebagai akibat jaraknya yang lebih dekat. Faktor non astronomi seperti bentuk garis pantai dan topografi dasar perairan juga menentukan jenis pasang surut disuatu perairan. Secara administratif daerah pantai Batu Putih berada pada koordinat 1°34'29.1" N - 125°09'42.5" E, dengan Kecamatan Ranowulu. Keterbatasan informasi terkait pasang surut di perairan Batu Putih dapat dipenuhi menggunakan metode least square dalam hal penentuan karakteristik pasang surut seperti mencari tipe pasang surut, elevasi muka air laut dan peramalan pasang surut yang ada di sekitar perairan Ranowulu. Penelitian ini menggunakan data pasang surut selama 15 hari yaitu pada bulan Mei tahun 2025 dari website Badan Informasi Geospasial. Dengan menguraikan 10 komponen harmonik pasang surut menggunakan program MOD-LSQ (metode least square) akan di dapat amplitudo, elevasi muka air laut dan mencari bilangan formzahl untuk menentukan tipe pasang surut. Hasil penelitian mendapatkan elevasi muka air dengan nilai HHWL (11.60), MHWS (8.60), MHWL (3.54), MSL (0.0032), MLWL (-3.46), MLWS (-7.00), LLWL (-12.50). Nilai F dalam penelitian ini yaitu 0,123 dimana hal ini memenuhi klasifikasi pasang surut F<=0.25 yang menunjukan bahwa Pantai Batut Putih memiliki tipe pasang surut Pasang harian ganda (semi diurnal). Yakni Dalam 1 hari terjadi 2 kali air pasang dan 2 kali air surut dengan ketinggian yang hampir sama dan terjadi berurutan secara teratur. Periode pasang surut rata-rata adalah 12 jam24 menit. Kata kunci: pasang surut, Perairan Batu Putih, Metode Least Square
Pemodelan Numerik Alternatif Bangunan Pengaman Pantai Dalam Pengendalian Abrasi Di Pantai Mahembang Kaunang, Daniel I.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67807

Abstract

Pantai Mahembang yang terletak di Desa Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, mengalami permasalahan abrasi yang signifikan akibat paparan energi gelombang tinggi dari perairan Laut Maluku. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrodinamika dan pola transport sedimen di Pantai Mahembang melalui pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak MIKE21, serta merumuskan rekomendasi alternatif bangunan pengaman pantai yang efektif. Simulasi dilakukan menggunakan tiga modul utama MIKE21, yaitu Flow Model (FM), Spectral Wave (SW), dan Sand Transport (ST), dengan data input berupa batimetri dari BATNAS, pasang surut dari Badan Informasi Geospasial, dan data angin dari NASA POWER periode Februari 2020. Hasil simulasi gelombang kondisi eksisting menunjukkan tinggi gelombang signifikan (Hs) berkisar 1,6-1,7 m di perairan lepas dan turun hingga 0,4 m di zona dangkal. Kecepatan arus eksisting mencapai lebih dari 0,90 m/s dengan arah dominan menuju barat daya, menyebabkan defisit sedimen masif dan penurunan elevasi dasar laut hingga -0,56 m. Berdasarkan analisis tersebut, struktur Breakwater direkomendasikan sebagai solusi mitigasi, karena mampu mereduksi Hs hingga 0,4-0,7 m di area terlindung, menurunkan kecepatan arus sebesar 66-90%, serta mendorong akresi sedimen hingga +0,24 m. Struktur ini juga tidak mengganggu estetika kawasan wisata karena posisinya di bawah permukaan air. Kata kunci: abrasi pantai, MIKE21, pemodelan numerik, bangunan pengaman, transport sedimen