Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Perubahan Garis Pantai Berbasis Model Numerik Di Pantai Batu Putih Kecamatan Ranowulu Kota Bitung Biasa, Jenifer; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.66438

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor hidrodinamika laut, seperti gelombang, pasang surut, dan transport sedimen, yang dapat menyebabkan abrasi maupun akresi pantai. Pantai Batu Putih Atas di Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, merupakan kawasan pesisir yang mengalami perubahan garis pantai dan berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan serta pemanfaatan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai dan mengidentifikasi besaran area abrasi dan akresi menggunakan pendekatan model numerik. Metode yang digunakan adalah pemodelan perubahan garis pantai berbasis one-line theory dengan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi data angin untuk hindcasting gelombang, data pasang surut, batimetri, serta peta garis pantai. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun, yaitu dari tahun 2025 hingga 2035. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di lokasi penelitian bersifat tidak seragam, dengan kecenderungan abrasi pada beberapa segmen pantai dan akresi pada segmen lainnya. Pola perubahan tersebut terutama dipengaruhi oleh karakteristik gelombang dominan dan distribusi transport sedimen sejajar pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pengelolaan dan perlindungan pantai secara berkelanjutan di pantai Batu Putih Atas, Kota Bitung. Kata kunci: perubahan garis pantai, model numerik, CEDAS NEMOS, abrasi, akresi, pantai Batu Putih
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Mokupa Kabupaten Minahasa Wenur, Rafael C.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66956

Abstract

Pantai Mokupa di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, merupakan kawasan strategis yang dilalui Jalan Trans Sulawesi serta dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas perikanan nelayan. Kedekatan infrastruktur jalan dengan garis pantai menyebabkan kawasan ini rentan terhadap dinamika pesisir, terutama abrasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Perubahan garis pantai yang terus mengarah ke daratan menunjukkan perlunya perencanaan bangunan pengaman yang mampu mengendalikan pergerakan sedimen sesuai karakteristik hidrodinamika setempat. Penelitian ini bertujuan merencanakan bangunan pengaman pantai berupa groin tipe T sebagai upaya menstabilkan garis pantai dan mengurangi dampak abrasi di Pantai Mokupa. Metode penelitian meliputi analisis gelombang rencana, pasang surut, serta perhitungan transport sedimen sejajar pantai sebagai dasar penentuan dimensi dan tata letak bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa transport sedimen sejajar pantai mencapai 5689,428 m³/tahun, yang mengindikasikan dominasi pergerakan material sepanjang pantai sehingga pendekatan pengendalian menggunakan groin tipe T dinilai paling sesuai. Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh dimensi groin tipe T dengan elevasi mercu 7,4 m, lebar puncak 4,6 m, lebar toe protection 7,84 m, dan tinggi toe protection 3,217 m. Dimensi tersebut dirancang untuk mampu menahan perpindahan sedimen dan mendorong terbentuknya akumulasi material di sekitar bangunan. Penerapan groin tipe T diharapkan dapat meningkatkan stabilitas garis pantai, melindungi keberadaan Jalan Trans Sulawesi, serta mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat pesisir di Pantai Mokupa. Kata kunci: groin tipe T, abrasi pantai, transport sedimen sejajar pantai, stabilitas garis pantai, bangunan pengaman pantai
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Labuo Kecamatan Bolang Itang Timur Nadeak, Alvin G.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67029

Abstract

Garis pantai merupakan batas dinamis antara daratan dan lautan yang terus mengalami perubahan akibat pengaruh gelombang, arus, dan transport sedimen. Perubahan ini dapat menyebabkan abrasi maupun akresi yang berdampak pada lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memprediksi perubahan garis pantai menggunakan model numerik CEDAS dengan modul NEMOS. Lokasi penelitian berada di Pantai Tanjung Labuo, Kecamatan Bolang Itang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data yang digunakan meliputi data angin, gelombang, pasang surut, topografi, dan batimetri. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh proses akresi dengan nilai maksimum 10,04 m dan rata-rata perubahan sebesar 6,28 m. Tidak ditemukan indikasi abrasi signifikan pada periode simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian cenderung mengalami penambahan daratan akibat proses sedimentasi, sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, akresi, abrasi, CEDAS NEMOS, GENESIS
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pesisir Desa Paret Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Supit, Raja M. P.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67058

Abstract

Pantai Paret yang berada di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman desa serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Menurut informasi warga, bangunan pengaman pantai yang ada di Lokasi tidak melindungi seluruh pemukiman karena perkembangan desa sehingga sebagian dicapai limpasan gelombang laut. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanaan pengaman pantai yang tepat di pesisir desa paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Perencanaan pengaman Pantai dengan mengumpulkan data sekunder dari website ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dan juga SRGI, berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai Revetment dengan lapis pelindung 1 kubus beton, dan lapis pelindung 2 batu boulder, dengan Tinggi Mercu 3,63 m, Lebar puncak 1,8 m, kemiringan 1:3, tinggi toe protection 1,29 m, dan lebar toe protection 3,43 m. Kata kunci: Pantai Paret, gelombang, pengaman pantai, revetment
Simulasi Perubahan Garis Pantai Matani Satu Kabupaten Minahasa Selatan Koessoehardiman, Nadya; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67074

Abstract

Pantai Matani Satu di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, merupakan kawasan pesisir yang memiliki nilai strategis secara lingkungan dan sosial ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat abrasi yang dipengaruhi oleh dinamika gelombang dan proses hidrodinamika pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai serta menentukan nilai maksimum abrasi dan akresi menggunakan perangkat lunak Coastal Engineering Design and Analysis System (CEDAS) modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi angin periode 2020–2024, gelombang dari ECMWF Copernicus, pasang surut, batimetri, serta data garis pantai hasil digitalisasi. Analisis pasang surut dilakukan dengan metode Admiralty untuk memperoleh parameter elevasi muka air, sedangkan data gelombang dianalisis melalui transformasi gelombang yang mencakup refraksi, shoaling, dan gelombang pecah sebelum digunakan sebagai input model. Simulasi perubahan garis pantai dilakukan melalui pembentukan grid, pemodelan propagasi gelombang, dan eksekusi model GENESIS untuk periode prediksi 2025–2035. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pasang surut tergolong semi-diurnal (F < 0,25). Simulasi numerik mengindikasikan terjadinya abrasi pada segmen pantai yang terpapar gelombang dominan dengan fetch efektif besar, serta akresi pada area yang relatif terlindung. Studi ini memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan perlindungan pantai dan pengelolaan pesisir berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, abrasi, akresi, pemodelan numerik, CEDAS, Pantai Matani Satu
Perencanaan Pengaman Pantai Di Pantai Biontong Kecamatan Bolangitang Timur Hursepuny, Ariel A.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67095

Abstract

Pantai Biontong berada di Kecamatan Bolangitang Timur, Bolaang Mongondow Utara, adalah salah satu pantai yang kawasannya rawan abrasi pantai dan masuk dalam zona rawan banjir. Umumnya perkembangan daerah pantai lebih pesat dibandingkan dengan daerah pedalaman, namun beriringan dengan perkembangan ada pula masalah yang terjadi. Menurut informasi warga, sejak dulu tidak ada bangunan pengaman pantai yang terpasang di daerah tersebut sehingga apabila gelombang pasang datang sebagian rumah warga tergenang air laut, saat tertentu pula faktor alam berupa tinggi gelombang cukup besar pada daerah pantai ini menyebabkan Abrasi serta dapat mengakibatkan mundurnya garis pantai yang berdampak di Kawasan pemukiman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanaan pengaman pantai yang tepat di pantai Biontong, Kecamatan Bolangitang Timur. Perencanaan pengaman pantai direncanakan dengan mengumpulkan data sekunder yang didapatkan dari Website yaitu ERA 5 dan juga SRGI, berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Data tersebut di analisis agar mendapatkan desain dari pengaman pantai yang diperlukan. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai tipe (Hard) jenis Groin mengunakan Batu Pecah, dengan Tinggi Mercu 3,1 m, Lebar Puncak 2.89 m, dengan Kemiringan Pengaman 1:2, Lebar Toe Protection 3,044 m, serta Tinggi Toe Protection 2,89 m Kata kunci: Pantai Biontong, gelombang, abrasi, pengaman pantai, groin
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Lumintang Kecamatan Pusomaen Kabupaten Minahasa Tenggara Suoth, Aprilia; Jasin, Muhammad I.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.; Dundu, Ariestides K. T.; Thambas, Arthur H.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67166

Abstract

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi faktor alam seperti gelombang, arus, pasang surut, dan angin, serta aktivitas manusia. Pantai Lumintang di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara mengalami perubahan garis pantai yang signifikan berupa abrasi dan akresi yang berpotensi mengancam keberlanjutan lingkungan dan sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai serta menentukan besaran area abrasi dan akresi menggunakan model numerik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemodelan menggunakan perangkat lunak CEDAS modul NEMOS. Data yang digunakan meliputi data angin selama 5 tahun (2020–2024), data pasang surut, peta lokasi, dan data batimetri. Analisis dilakukan melalui proses hindcasting gelombang, transformasi gelombang, serta simulasi perubahan garis pantai selama periode 10 tahun (2025–2035). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai di Pantai Lumintang dipengaruhi oleh dinamika gelombang dan transport sedimen sepanjang pantai. Tipe pasang surut yang terjadi termasuk tipe harian ganda (semi diurnal). Hasil pemodelan menunjukkan adanya area yang mengalami abrasi dan akresi dengan pola yang berbeda di sepanjang garis pantai. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir serta upaya mitigasi terhadap dampak perubahan garis pantai secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, abrasi, akresi, pemodelan numerik , CEDAS , Pantai Lumintang
Pola Sedimentasi Di Muara Sungai Sosoan Atep Oki Damopolii, Olivia; Jasin, Muhammad I.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67171

Abstract

Muara sungai merupakan wilayah peralihan antara daratan dan laut yang memiliki dinamika tinggi akibat pengaruh proses hidrodinamika. Muara Sungai Sosoan Atep Oki yang berada di Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, menunjukkan adanya permasalahan sedimentasi yang ditandai oleh pendangkalan muara serta perubahan bentuk morfologi kawasan pantai. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola sedimentasi yang terjadi di Muara Sungai Sosoan Atep Oki serta mengidentifikasi faktor-faktor hidrodinamika yang berperan, meliputi gelombang, pasang surut, dan arus sungai. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis data angin untuk peramalan gelombang menggunakan Sverdrup-Munk-Bretschneider (SMB), analisis karakteristik gelombang pecah, serta perhitungan angkutan sedimen sejajar pantai dengan metode CERC. Data yang dianalisis merupakan dan sekunder pada tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses sedimentasi di muara sungai lebih dominan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang laut, terutama gelombang yang datang dengan arah membentuk sudut terhadap garis pantai sehingga menghasilkan transport sedimen sejajar pantai. Kondisi tersebut memicu terbentuknya endapan berupa lidah pasir (sand spit) dan pasir gosong (sand bar) di sekitar muara, yang berpotensi menyebabkan penutupan alur muara searah dengan arah dominan pergerakan sedimen. Pengaruh pasang surut dan arus sungai relative lebih kecil dibandingkan pengaruh gelombang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan kawasan pesisir dan penanganan permasalahan sedimentasi di Muara Sungai Sosoan Atep Oki. Kata kunci: sedimentasi, muara sungai Sosoan Atep Oki, gelombang, transport sedimen