Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Uji Ketahanan Bakteri Asam Laktat Hasil Fermentasi Kubis Merah ( Brassica oleracea L.) Pada pH 3 Bawole, Kevin V.; Umboh, Stella D.; Tallei, Trina E.
Jurnal MIPA Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.7.2.2018.20624

Abstract

Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Sebagian besar bakteri asam laktat merupakan bakteri probiotik. Untuk dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi tubuh, salah satu kriteria yang harus dipenuhi yaitu mampu bertahan hidup pada kondisi pH yang rendah. Hal ini dikarenakan bakteri probiotik akan menghadapi kondisi pH rendah yang terdapat di lambung. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan isolat BAL hasil fermentasi kubis merah untuk bertahan hidup pada pH 3. Bakteri asam laktat ditumbuhkan pada media MRS agar yang ditambahkan 1% CaCO3 dengan menggunakan metode sebar (spread) dan dimurnikan menggunakan metode gores (streak). Uji ketahanan asam dilakukan dengan cara isolat diinkubasi pada kondisi pH 3 dalam media NB kemudian ditumbuhkan kembali pada media NA dengan menggunakan metode spread. Uji dilakukan juga untuk mengamati aktivitas enzim katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh dari hasil fermentasi kubis merah mampu bertahan pada pH 3.Probiotics is a livinng microorganism that if consumed in the right amount can provide  benefits to the body. Most lactic acid bacteria are probiotic bacteria. To be able to provide maximum benefits for the body, one of the criteria that must be met is able to survive at low pH. This is because probiotic bacteria will face low pH conditions found in the stomach. This study aims to test the effectiveness of BAL isolates from red cabbage fermentation to survie at pH 3.  Lactic acid bacteria grown on MRSA media added 1% CaCO3 by using spread method and purified by using streak method. The acid resistance test was performed by isolate incubated at pH 3 condition in NB medium by using spread method. Test were also conducted to observe the activity of catalase enzymes. The result showed that isolates obtained from red cabbage fermentation were able to survive at pH 3.
Efek Paparan Musik Bambu dan K-Pop terhadap Konsentrasi Klorofil dan Karotenoid Tanaman Gedi Merah (Abelmoschus manihot L.) Patrycia Saskia Laurita Supit; Song Ai Nio; Stella Deiby Umboh
Jurnal MIPA Vol. 13 No. 1 (2024): Artikel
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.v13i1.50044

Abstract

Gedi merah (Abelmoschus manihot L.) merupakan tumbuhan tropis dari famili Malvaceae yang mempunyai aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes dan kaya akan nutrisi, seperti protein, vitamin (A, B1, B2, B3, C), dan mineral. Pemanfaatan gedi merah terus meningkat, tetapi belum diikuti dengan informasi mengenai budidaya yang tepat. Teknologi sonic bloom dengan menggunakan musik sebagai jenis suara merupakan salah satu inovasi dalam budidaya tanaman gedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi klorofil dan karotenoid daun gedi merah sebagai respon terhadap paparan musik bambu dan k-pop. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu kontrol, musik bambu, dan musik k-pop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan musik bambu dan k-pop selama 7 hari menurunkan konsentrasi karotenoid masing-masing sebesar 35,80% dan 36,83%. Konsentrasi klorofil b juga menurun 36,74% akibat paparan musik bambu selama 7 hari, tetapi paparan musik k-pop tidak menyebabkan perbedaan konsentrasi klorofil yang signifikan.