Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KETERKAITAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DENGAN KEBERADAAN SAMPAH PLASTIK DI SUNGAI MAHAKAM, KECAMATAN MUARA KAMAN Muhammad Arif Kurniawan; Searphin Nugroho; Fahrizal Adnan; Febrina Zulya
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.10822

Abstract

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran ≤ 5 mm dan temasuk ke dalam limbah berbahaya dikarenakan memiliki sifat persisten, mengandung senyawa kimia toksik, dan bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara keberadaan sampah plastik dengan kandungan mikroplastik yang terdapat pada air Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Kaman. Analisis sampel air dimulai dengan tahap penyaringan awal menggunakan plankton net, sampel kemudian ditambahkan NaCl dan didiamkan selama 12 jam. Setelah 12 jam sampel pada bagian atas wadah diambil dan ditambahkan Fe(II) (0,05 M) dan H2O2 30% dan dipanaskan menggunakan magnetic stirrer selama 30 menit, sampel kemudian disaring menggunakan kertas saring dan dikeringkan menggunakan oven selama 1 jam untuk selanjutnya diamati menggunakan mikroskop. Sampel kemudian diuji menggunakan FTIR. Sampel sampah diambil mengacu pada metode CSIRO. Sampel sampah yang diperoleh dikelompokkan sesuai dengan kode plastik yang tertera dan dihitung persentasenya. Hasil analisis ditemukan nilai kelimpahan mikroplastik terbesar yakni 14 partikel/L, kemudian uji FTIR menunjukkan pendugaan terdapatnya plastik jenis Nylon dan PTFE. Sampah plastik yang ditemukan didominasi jenis PET, dan korelasi antara keberadaan sampah plastik dengan kelimpahan mikroplastik menunjukan nilai fluktuatif dikarenakan beberapa faktor seperti aktivitas warga sekitar, waktu yang dibutuhkan untuk proses degradasi sampah plastik menjadi mikroplastik, serta persebaran mikroplastik yang dipengaruhi aliran sungai.
ANALISIS KETERKAITAN KELIMPAHAN MIKROPLASTIK DENGAN SAMPAH PLASTIK PADA SUNGAI MAHAKAM DI DESA SEBULU MODERN KECAMATAN SEBULU Nadhifah Husnalia; Searphin Nugroho; Fahrizal Adnan
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i2.10827

Abstract

Salah satu permasalahan sampah nasional yaitu adanya sampah plastik yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan diperparah dengan pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Akumulasi sampah plastik dalam waktu lama menyebabkan plastik tersebut terurai menjadi kepingan partikel dengan ukuran yang lebih kecil dan tak kasat mata atau biasa disebut mikroplastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bentuk mikroplastik dan jenis sampah plastik, mengetahui jenis polimer, serta mengetahui korelasi antara kelimpahan mikroplastik dengan jenis sampah plastik. Identifikasi mikroplastik dilakukan dengan penyaringan menggunakan plankton net dan kertas saring kemudian dianalisis secara visual menggunakan mikroskop serta instrumen FTIR. Pendataan jenis sampah dilakukan dengan metode monitoring yang dikembangkan oleh CSIRO.  Hasil analisis ditemukan mikroplastik dengan bentuk fiber, fragmen dan film dengan kelimpahan bentuk terbanyak yaitu fiber sebanyak 21 partikel/L. Jenis polimer yang ditemukan berdasarkan hasil analisis FTIR yaitu nylon dan politetraflouoroetilena (PTFE). Kelimpahan sampah plastik yang ditemukan yaitu PET, PVC, PP, LDPE, HDPE dan Other. Jenis sampah plastik yang paling mendominasi adalah LDPE sebesar 85,48%. Korelasi antara jenis sampah plastik dan kelimpahan bentuk mikroplastik yaitu adanya fluktuasi naik dan turun yang dipengaruhi oleh kegiatan masyarakat sekitar Sungai Mahakam selain itu dipengaruhi oleh proses degradasi yang lama dan waktu retensi yang rendah pada sungai sehingga kelimpahan yang ditemukan sedikit dibanding jenis sampah yang ditemukan.
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DI KABUPATEN KUTAI BARAT BERDASARKAN PERBANDINGAN KETERSEDIAAN SERTA KEBUTUHAN AIR Wendy Edinata; Ika Meicahayanti; Fahrizal Adnan; Febrina Zulya; Searphin Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i2.16413

Abstract

Beberapa potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Kutai Barat yang tampak nyata di antaranya adalah batu bara, hasil kayu, dan perkebunan kelapa sawit yang perlu adanya daya dukung lingkungan untuk pembagian ruang dalam menentukan ketersediaan serta kebutuhan air yang ada di daerah Kutai Barat. Daya dukung lingkungan di suatu wilayah dapat dinilai dari beberapa pendekatan ataupun aspek, salah satu dari pendekatannya adalah ketersediaan air di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kebutuhan dan ketersediaan air di wilayah Kabupaten Kutai Barat, dan mengetahui status daya dukung lingkungan berdasarkan ketersediaan dan kebutuhan air di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Kebutuhan air di Kabupaten Kutai Barat meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, hingga tahun 2032 dengan jumlah penduduk 188.474 jiwa kebutuhan air di Kabupaten Kutai Barat sebesar 301.558.431,02 m3/tahun. Hasil penelitian dan perhitungan mengenai ketersediaan air pada tahun 2022 sebesar 6.548.271.434,03 m3/tahun. Status daya dukung air yang diperoleh dari perbandingan antara ketersediaan air dan kebutuhan air yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan dengan proyeksi dari tahun 2022 sampai dengan tahun 2032 maka ketersediaan air di Kabupaten Kutai Barat dalam Kondisi Surplus atau masih mencukupi kebutuhan air yang ada hingga tahun 2032.
PERENCANAAN KAPASITAS TPA DI KECAMATAN KEMBANG JANGGUT DAN KECAMATAN KENOHAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Firmansyah Firmansyah; Fahrizal Adnan; Searphin Nugroho
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v8i1.10931

Abstract

Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kenohan merupakan salah satu Kecamatan yang belum memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal ini dikarenakan TPA Bekotok yang berada di Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah mengalami overload dan banyaknnya pemukiman penduduk di sekitar TPA tersebut, sehingga dinilai sudah tidak layak lagi untuk dijadikan TPA sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi jumlah penduduk, proyeksi jumlah timbulah sampah dan kebutuhan lahan yang diperlukan sampai dengan tahun 2042 untuk perencanaan kapasitas dan pemilihan lokasi TPA di Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Kenohan. Analisa proyeksi penduduk dilakukan dengan metode aritmatik dan penentuan lokasi TPA juga memperhatikan kebutuhan luas lahan serta kriteria-kriteria yang diperoleh dari studi literatur. Kriteria tersebut kemudian dibobotkan serta dianalisis menggunakan metode SIG dengan melakukan overlay dan buffering pada peta-peta tematik untuk mendapatkan lokasi yang sesuai dengan standar tahap regional pemlihan lokasi TPA. Hasil dari proyeksi penduduk pada tahun 2042 adalah 113.910 jiwa dengan proyeksi jumlah timbulan sampah pada tahun 2042 adalah 525,13 m3/hari dan kebutuhan luas lahan yang diperlukan adalah 2,08 Ha dengan kapasitas daya tampung 191.765 m3. Pemilihan lokasi TPA berdasarkan tahap regional diperoleh hasil lahan yang tidak sesuai seluas 261.309,9 Ha, lahan kurang sesuai seluas 25.787,4 Ha, lahan yang sesuai seluas 46.307,5 Ha dan lahan yang sangat sesuai seluas 12.880,4 Ha.
Edukasi pengelolaan sampah dan pengadaan tempat sampah pintar di SDN 005 Muara Badak Natanael Primus Lung; Lidia Aprilia Putri; Sabrina Nur Fahriana; Hesti Marwah Haerunnisa; Rypki Setiawan; Alif Fadlan Badali; Tessa Maria Ekklesia Aritonang; Dinda Nur Aini; Siti Rahmah; Marnia Toding; Muhammad Fajrin Mirsad; Searphin Nugroho
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3351

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan serta membiasakan perilaku pengelolaan sampah pada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Muara Badak. Program ini mengombinasikan edukasi pengelolaan sampah dengan pengadaan inovasi berupa tempat sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT). Peralatan utama dalam program ini mencakup dua unit tempat sampah pintar berkapasitas 60 liter yang dilengkapi sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi keberadaan sampah serta servo motor SG90 untuk mengontrol penutup secara otomatis. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 yang diprogram menggunakan Arduino IDE sehingga memudahkan pengoperasian dan pemantauan secara real-time. Metode pelaksanaan meliputi tahapan identifikasi masalah di lingkungan sekolah, survei lapangan untuk mengukur tingkat pemahaman dan ketersediaan fasilitas, perancangan dan pembuatan alat dengan desain ergonomis sesuai kebutuhan siswa, hingga pelaksanaan sosialisasi edukatif. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui media presentasi dan praktik langsung penggunaan prototipe untuk mengenalkan pemilahan sampah organik dan anorganik secara tepat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa serta peningkatan kemampuan dalam membedakan jenis sampah. Hal ini menunjukkan keberhasilan program dalam menanamkan kesadaran pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah sejak dini, serta berpotensi direplikasi di sekolah lain.
Integrated Planning for Sustainable Clean Water and Sanitation at Mulawarman University Fahrizal Adnan; Febrina Zulya; Searphin Nugroho; Rahmahtriananda Faradilla; Aulia Fauziyah Luayi; Rizqi Nadhirawati; Budi Nining Widiarti; Ibrahim Ibrahim
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v6i1.1888

Abstract

Clean water and sanitation are essential components of a healthy, safe, and sustainable campus environment. At Mulawarman University, increasing numbers of students, lecturers, staff, and other academic community members require adequate water supply and sanitation infrastructure to support educational, administrative, and daily activities. This study aims to develop a long-term plan for clean water provision and sanitation facilities based on projected population growth through 2048. The methodology includes population projection analysis, estimation of clean water demand, assessment of sanitation facility requirements, and planning for solid and liquid waste management. The results indicate that demand for clean water and sanitation infrastructure will increase consistently with the growth of the university population. At the end of the sixth planning period in 2048, the projected served population reaches 64,458 people. This population requires a clean water production capacity of 966.88 m³/day to meet projected demand. Solid-waste management requirements include ten temporary waste-storage facilities (TPS), three dump-truck fleets, and one integrated waste-treatment facility (TPST) with an estimated required area of 1,129.38 m². Meanwhile, wastewater management must accommodate a potential black-water discharge of 96.69 m³/day and grey-water discharge of 676.81 m³/day. Based on these projections, the study recommends developing an integrated clean-water distribution network, improving solid-waste collection and treatment facilities, and establishing an integrated wastewater-management system capable of accommodating future demand. The proposed planning framework is expected to support Mulawarman University in improving environmental quality, strengthening campus sanitation services, and achieving more sustainable infrastructure development. Furthermore, the findings provide a quantitative basis for phased infrastructure investment and long-term campus environmental management through 2048