Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Influence of Soil Conditioning on Soil Infiltration Rate in Urban Facilities Searphin Nugroho; Wahyono Hadi
Geosfera Indonesia Vol. 6 No. 2 (2021): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v6i2.24646

Abstract

Several attempts have been made to increase the permeable area in the cities, which include the building of green facilities such as parks and urban forests. Since these areas were built with soil compaction, the potential for infiltrating water differs compared with the natural green area. Therefore, this research aims to analyze the influence of soil conditioning on the constant infiltration rate using variables such as soil compaction, texture, and the presence of vegetation cover in urban facilities. The data used were obtained through field infiltration measurement using a single ring infiltrometer. In this research, the analysis carried out includes soil texture, Horton equation, the difference between conditioned soils and control plots, and USDA hydrologic soil classifications. The results showed that all variables (soil compaction, the presence of vegetation cover, and soil texture) have a significant effect on the constant infiltration rate. Based on the soil conditioning, the infiltration rate is increased on the vegetated plots and decreased on the plots with the combination of vegetation and compaction, as well as the compacted plots. Furthermore, the effect of vegetation cover is more significant in silt loam textured soil, while the influence of compaction is more on clay textured soil. The potential constant infiltration rate on the plots of similar characteristics with green urban areas are on K2 and L2 with 2.698 mm/h and 1.525 mm/h, respectively. Therefore, these plots have a moderate runoff potential based on USDA hydrologic soil classification. Keywords: Compaction; Infiltration; Soil conditioning; Urban facilities Copyright (c) 2021 Geosfera Indonesia and Department of Geography Education, University of Jember This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
Perencanaan Pengelolaan Sampah Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur: Waste Management Planning for Sangkima Village, South Sangatta District, East Kutai Regency Zuhroh, Syawalliyah Siti; Nugroho, Searphin; Meicahayanti, Ika; Adnan, Fahrizal; Zulya, Febrina
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2357

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Desa Sangkima telah mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, yang berdampak langsung pada peningkatan timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang target pengurangan dan penanganan sampah serta menghitung kebutuhan fasilitas tempat penampungan sementara (TPS) dalam periode perencanaan 2023–2042. Data dikumpulkan melalui pengambilan sampel sampah sektor perumahan dan non-perumahan berdasarkan SNI 19-3964-1994, dan dianalisis secara tabulatif dengan merujuk pada Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Kutai Timur 2019 serta Permendagri No. 7 tahun 2021. Hasil jangka pendek hingga panjang ditarget mencapai 100% pengelolaan sampah, dengan kontribusi pengurangan oleh masyarakat sebesar 30% dan penanganan oleh pemerintah sebesar 70% pada jangka menengah dan panjang. Kebutuhan TPS diproyeksikan sebanyak empat unit pada tahap awal hingga menengah, dan meningkat menjadi lima unit pada jangka panjang. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan strategis dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan perdesaan.
Effect of Voltage and Electrode Pair Variation on Acid Mine Drainage Effluent Using Electrocoagulation Method Ibrahim, Ibrahim; Maulia, Dessy; Nugroho, Searphin; Waryati, Waryati
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal mining activities can produce acid mine drainage (AMD) from open pit mining activities and will impact soil and groundwater quality. One method for treating AMD is electrocoagulation, which is considered more environmentally friendly. This research was conducted on a laboratory scale by analyzing the effect of voltage variations of 20, 22, and 24 V and the type of electrode pair on the electrocoagulation method with Al—Al and Al—C plates to determine its effectiveness in purifying AMD. The results obtained are all test variations show good efficiency, where TSS, Fe, and Mn are around 89-99%, along with the increase of pH from acidic to neutral conditions. The study also shows that Al on the cathode tends to show less optimal results when compared to the kind of plate that uses C on the cathode. The effect of voltage from the electrocoagulation method to determine how fast or slow a floc will form, the greater the voltage produced, the faster the processing results will be formed, and vice versa.
Edukasi dan penyediaan tempat sampah ergonomis sebagai pencegahan MSDs dan media pembelajaran pemilahan sampah pada anak Gunawan, Suwardi; Fathimahhayati, Lina Dianati; Meicahayanti, Ika; Nugroho, Searphin; Wijaya, Muhammad Farhanuddin
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): November
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i4.1755

Abstract

Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah perlu dilakukan, diantaranya siswa Taman Kanak-Kanak (TK), dimana pembentukan perilaku sangat penting pada jenjang ini. Di TK ABA 10 Samarinda, tempat sampah yang tersedia lebih rendah dari rerata tinggi siswa TK, sehingga terdapat potensi nyeri pada sendi tubuh mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk merancang tempat sampah ergonomis bagi siswa TK serta melakukan sosialisasi pemilahan sampah di TK ABA 10. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan dan pengumpulan literatur sebagai dasar dalam perancangan desain tempat sampah ergonomis, yang kemudian diberikan ke TK ABA 10 serta melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada siswa TK tersebut. Dalam kegiatan ini, dihasilkan 2 tempat sampah ergonomis untuk sampah organik dan anorganik masing-masing berkapasitas 50 L dengan tampilan yang menarik. Tinggi lubang tempat sampah disesuaikan berdasarkan tinggi bahu berdiri anak-anak yaitu 74 cm. Adapun dalam kegiatan sosialisasi pemilahan sampah, terjadi peningkatan pengetahuan dari siswa TK berkaitan dengan jenis sampah serta dalam membuang sampah sesuai dengan tempat sampah yang tersedia dari sebesar 10% menjadi 60%.
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN JENIS PASANGAN ELEKTRODA DALAM PROSES ELEKTROKOAGULASI TERHADAP pH dan TSS AIR ASAM TAMBANG Nugroho, Searphin; Meicahayanti, Ika; Putri, Andini Adi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v12i1.37-49

Abstract

Sebagai salah satu limbah dari aktifitas pertambangan batu bara, air asam tambang (AAT) berpotensi membahayakan lingkungan di sekitarnya dikarenakan oleh karakteristiknya seperti nilai pH yang rendah serta mengandung logam-logam berat. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untukAAT ialah elektrokoagulasi, dimana terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas kinerja metode ini dalam mengolah limbah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel jenis plat dan waktu kontak terhadap kemampuan elektrokoagulasi dalam menetralkan pH dan menurunkan TSS pada AAT. Percobaan pengolahan AAT dilakukan dengan metode elektrokoagulasi dalam skala laboratorium menggunakan variasi plat Al-Al dan plat Al-Fe serta variasi waktu kontak 0, 45, 90, 120, 150, dan 180 menit, dimana setiap variasi plat dilakukan 2 kali pengulangan. Hasil penelitian yang didapatkan ialah baik variasi plat Al-Al maupun Al-Fe mampu menaikkan nilai pH dari keadaan asam menuju kondisi netral, serta mampu menyisihkan parameter TSS dengan sebesar 98% untuk variasi plat Al-Al dan sebesar 95% untuk plat Al-Fe. Untuk pengaruh waktu kontak terhadap nilai pH ialah berupa tren meningkat hingga 120 menit dan selanjutnya terjadi fluktuasi yang rendah, sedangkan pada parameter TSS didapatkan tren penurunan konsentrasi seiring waktu berjalan.
Edukasi pengelolaan sampah dan pengadaan tempat sampah pintar di SDN 005 Muara Badak Lung, Natanael Primus; Putri, Lidia Aprilia; Fahriana, Sabrina Nur; Haerunnisa, Hesti Marwah; Setiawan, Rypki; Badali, Alif Fadlan; Aritonang, Tessa Maria Ekklesia; Aini, Dinda Nur; Rahmah, Siti; Toding, Marnia; Mirsad, Muhammad Fajrin; Nugroho, Searphin
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3351

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan serta membiasakan perilaku pengelolaan sampah pada siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Muara Badak. Program ini mengombinasikan edukasi pengelolaan sampah dengan pengadaan inovasi berupa tempat sampah pintar berbasis Internet of Things (IoT). Peralatan utama dalam program ini mencakup dua unit tempat sampah pintar berkapasitas 60 liter yang dilengkapi sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi keberadaan sampah serta servo motor SG90 untuk mengontrol penutup secara otomatis. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ESP32 yang diprogram menggunakan Arduino IDE sehingga memudahkan pengoperasian dan pemantauan secara real-time. Metode pelaksanaan meliputi tahapan identifikasi masalah di lingkungan sekolah, survei lapangan untuk mengukur tingkat pemahaman dan ketersediaan fasilitas, perancangan dan pembuatan alat dengan desain ergonomis sesuai kebutuhan siswa, hingga pelaksanaan sosialisasi edukatif. Kegiatan sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui media presentasi dan praktik langsung penggunaan prototipe untuk mengenalkan pemilahan sampah organik dan anorganik secara tepat. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa serta peningkatan kemampuan dalam membedakan jenis sampah. Hal ini menunjukkan keberhasilan program dalam menanamkan kesadaran pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah sejak dini, serta berpotensi direplikasi di sekolah lain.