Mukhtar Iskandar Pinem
Department Of Agrotechnology, Faculty Of Agriculture, Universitas Sumatera Utara

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Enkapsulasi Beberapa Jenis Trichoderma. sp. pada Benih Kedelai untuk Mengendalikan Penyakit Sclerotium rolfsii Sacc. Eli Saputri; Lisnawita Lisnawita; Mukhtar Iskandar Pinem
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.475 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i3.10972

Abstract

Encapsulation of Some Trichoderma sp. on Soybean Seed to Control Sclerotium rolfsii Sacc. The research aimed was to get species of Trichoderma which mixed alginat or tapioca encapsulated soybean seed to inhibiting S. rolfsii. This research was conducted in Laboratory of Plant Disease, Faculty of Agriculture, University of Sumatera Utara, use Randomized Block Design 3 factors and sixteen treatments : alginate, tapioca, alginate + S. rolfsii, tapioca + S. rolfsii, alginate + T. harzianum, tapioca + T. harzianum, alginate + T. koningii, tapioca + T. koningii, alginate + T. viridae, tapioca + T. viridae, alginate + T. harzianum + S. rolfsii, tapioca + T. harzianum + S. rolfsii, alginate + T. koningii + S. rolfsii, tapioca + T. koningii + S. rolfsii, alginate + T. viridae + S . rolfsii, tapioca + T. viridae + S. rolfsi, respectively with four replications. The result showed that all of Trichoderma sp. isolates which mixed alginat or tapioca have high viability in inhibiting S. rolfsii. All of Trichoderma isolates enabled to reduce damping off on soybean seed. The treatments alginate + T. harzianum + S. rolfsii, tapioca + T. harzianum + S. rolfsii, alginate + T. koningii + S. rolfsii have high viability in inhibiting damping off by 100 % and followed tapioca + T. viridae + S. rolfsi and alginate + T. viridae + S . rolfsii (75%) and tapioca + T. koningii + S. rolfsii (50%).Key words: encapsulated, damping off, Sclerotium rolfsii, Trichoderma sp.
Interaksi Tropik Jenis Serangga di atas Permukaan Tanah (Yellow Trap) dan pada Permukaan Tanah (Pitfall Trap) pada Tanaman Terung Belanda (Solanum betaceum Cav.) di Lapangan Antji Aryoudi; Mukhtar Iskandar Pinem; Marheni Marheni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 3, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.054 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v3i4.11646

Abstract

Tropic interaction of insect on soil surface and above soil surface on tamarillo (Solanum betaceum Cav.) in the field. The aim of the research were to knew interaction of insect on soil surface and above soil surface on tamarillo in the field and determined kinds of natural enemies and important pests. The research was conducted at Marubun Village Purba Subdistrict Simalungun Regency and Pest Laboratory Faculty of Agriculture University of Sumatera Utara Medan from November 2014 to January 2015. The traps used. were yellow trap and pitfal trap. The result showed that there were 1.544 insects caught in yellow trap (10 ordos and 35 families) and 187 insects caught in pitfall trap 8 ordos and 18 families. The highest relative density of insects in yellow trap was 57.44% and the lowest valve was 0.13%. Where as, the highest relative density of pitfall trap was 39.57% and the lowest valve was 0.53%. Biodiversity a index of Shanon-Weiner (H’) of yellow trap was 1.76 (medium) and the valve of biodiversity index of pitfall trap was 1.85 (medium).Keywords : interaction, pest, Solanum betaceum, trap
Hubungan antara Anatomi Daun dengan Ketahanan Penyakit Gugur Daun pada Tanaman Karet (Hevea brassiliensis Muell. Arg) Rini Junita; Lahmuddin Lubis; Mukhtar Iskandar Pinem; Cici Indriani Dalimunthe
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.678 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i1.14191

Abstract

Penyakit gugur daun merupakan penyakit yang penting pada tanaman karet. Penyakit daun tersebut dapat menyerang di pembibitan, tanaman muda, tanaman menghasilkan, tanaman tua dan di tanaman entress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anatomi daun dengan ketahanan klon karet anjuran terhadap penyakit gugur daun pada tanaman karet. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Silang dan Laboratorium Proteksi Tanaman Balai Penelitian Sungei Putih. Penelitian di lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial untuk menentukan intensitas serangan sedangkan penelitian di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial untuk menentukan anatomi daun dengan 2 faktor yakni faktor 1 terdiri dari 14 klon ( RRIC 100, PB 260, IRR 112, IRR 118, IRR 104, IRR 5, IRR 220, IRR 230, IRR 119, PB 330, PB 340, BPM 24, GT-1, dan AVROS 2037)   dan faktor 2 terdiri dari 3 penyakit gugur daun (Oidium heveae, Colletotrichum gloeosporioides dan Corynespora casiicola) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  intensitas serangan dari ketiga penyakit gugur daun yang tertinggi pada klon BPM 24 sebesar 0,72%, O. heveae yang banyak menyerang klon karet sebesar 1,04%, interaksi antara klon dan penyakit gugur daun tidak berpengaruh nyata, stomata yang terbanyak yakni pada klon RRIC 100 sebesar 1772,85, kutikula yang paling tebal terdapat pada klon RRIC 100 sebesar 4,611 µm, antara intensitas serangan, jumlah stomata dan ketebalan kutikula tidak ada korelasi.
Kemampuan Cendawan Tanah Supresif terhadap Ganoderma boninense pada Kebun Kelapa Sawit Arif Tri Wahyudi; Mukhtar Iskandar Pinem; Yuswani Pangestiningsih; Agus Eko Prasetyo
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.915 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16359

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian di Indonesia. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas dan kualitas kelapa sawit yang disebabkan oleh G. boninense. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan cendawan yang terdapat pada tanah supresif terhadap G. boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel tanah terinfestasi G. boninense dan tanah supresif disekitar tanaman kelapa sawit untuk dianalisis keanekaragaman dan kelimpahan cendawan. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode pengenceran pada tingkat pengenceran 10-3 hingga 10-5 pada media PDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah supresif mengandung cendawan yang mampu menghambat pertumbuhan patogen tular tanah. Keanekaragaman dan kelimpahan cendawan pada tanah supresif lebih tinggi daripada keanekaragaman dan kelimpahan cendawan pada tanah terinfestasi G. boninense. Total isolat yang diperoleh dari tanah supresif sebanyak 8 isolat dan total isolat yang diperoleh dari tanah terinfestasi sebanyak 4 isolat.
Hubungan Antara Populasi Kutu Kebul (Bemisia tabaciGenn.) dan Kejadian Penyakit Kuning pada Tanaman Cabai (Capsicum annumL.) monica angela singarimbun; Mukhtar Iskandar Pinem; Syahrial Oemry
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.041 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16447

Abstract

Penyakit kuning merupakan salah satu penyakit yang terdapat pada tanaman cabai            (Capsicum annum) yang disebabkan oleh vektor hama kutu kebul (Bemisia tabaci). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara populasi kutu kebul dengan kejadian penyakit kuning pada tanaman cabai di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi kutu kebul berpengaruh sangat kuat terhadap persentase kejadian penyakit kuning dengan nilai korelasi 0,866. Rata-rata persentase kejadian penyakit kuning di dataran rendah adalah 86,17 %. Persentase kejadian penyakit tertinggi yaitu di desa Suka Rende sebesar 94,3 % diikuti Desa Suka Ramai 85 % dan persentase terendah di desa  Sei. Semayang sebesar 79,2 % Kata Kunci : Bemisia tabaci Genn, penyakit kuning, populasi, cabai
Resistance test of rice (Oryza sativa) varieties by Paraeucosmetus pallicornis Dallas. (Hemiptera: Lygaedae) in the screen house cici khairi gusnarsih; cyccu - tobing; mukhtar iskandar pinem
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 2,April (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.349 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i2,April.20279

Abstract

The research was aimed to determine the resistance of rice plant varieties against Paraeucosmetus pallicornis in screen house. This research was conducted in the screen house of Universitas Sumatera Utara from July until November 2017 using factorial randomized block design (RBD)  with two factors and four replications. The first factor was the time of introduction (4, 6, 8, 10 weeks after planting) and the second factor was rice varieties (Ciherang, Inpari 32, Mekongga, dan Mapan P-05). The results showed that all of varieties was classified as scale 1 (resistant) against P. pallicornis. The highest ratio the intensity of attack tested based on time introduction  was 10, 4 , 8, and 6 wap respectively.   Key words : Paraeucosmetus pallicornis, rice,  plant resistance, variety
Pengujian bakteri endofit asal cabai dalam menekan pertumbuhan F. oxysporum f.sp. capsici penyebab penyakit layu fusarium pada cabai Irma Handayani Sihombing; Mukhtar Iskandar Pinem; Irda Safni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 2,April (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.388 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i2,April.21839

Abstract

ABSTRACTEndophytic bacteria are bacteria in plant tissues that do not cause disturbance in plants and can increase plant resistance to pests and pathogens as well increase plant growth. This study was aimed to determine the ability of endophytic bacteria isolated from chili plants in suppressing the development of fusarium wilt disease caused by F. oxysporum f.sp. capsici and utilize the capability of several carriers as a medium for growing endophytic bacteria to be stored, transported and applied. Endophytic bacteria are bacteria in plant tissues that do not cause disturbance in plants and can increase plant resistance to pests and pathogens and increase plant growth. This study was aimed to determine the ability of endophytic bacteria isolated from chili plants in suppressing the development of fusarium wilt disease caused by fungus F. oxysporum f.sp. capsici. The in vitro antagonistic test results showed that  the most effective endophytic bacteria againts isolate of  F. oxysporum f.sp. capsici was BE 12 isolate (20.41%). Isolate BE 12 which reacts positively to the fluorescence test has an effect in inhibiting the growth of mycelium from fungus F. oxysporum f.sp. capsici because the endophytic bacteria belong to P. fluorescens produces pyoluteorin and pyrrolnitrin compounds that are toxic to pathogen. The characteristic of morphology of all endophytic bacterial isolate a were circular colony with white colour,and flat elevation and undulate margin. Isolates of BE 2, BE 4 and BE 12 were Gram negative, while the other were Gram positive.
Indeks kerapatan mutlak , kerapatan relatif, frekuensi mutlak dan frekuensi relatif serangga pada tanaman Padi (Oryza sativa L.) fase vegetatif dan fase generatif di Percut, Sumatera Utara Tika Ihtisari; Ameilia Zuliyanti Siregar; Mukhtar Iskandar Pinem
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 2,April (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.843 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i2,April.23453

Abstract

Produktivitas tanaman padi dipengaruhi oleh Organisme Pengganggu Tanaman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kerapatan mutlak,kerapatan relatif,frekuensi mutlak dan frekuensi relatif serangga pada tanaman padi (Oryza sativa L.) fase vegetatif dan fase generatif di Percut,Sumatera Utara.Penelitian menggunakan 3 alat,yaitu jaring serangga,perangkap kuning dan perangkap tanah sebanyak 6 kali pada fase vegetatif dan generatif.Analisis data dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial.Hasil penelitian menunjukkan pada fase vegetatif nilai Kerapatan Mutlak tertinggi terdapat pada genus : Agriocnemis (284),yang memiliki Kerapatan Relatif : 23,39 %,Frekuensi Mutlak : 6 dan Frekuensi Relatif: 4,20%.Sedangkan nilai Kerapatan Mutlak terendah terdapat pada genus: Discladispa,Riptortus,Chilo,Nymphula,Musca, Thomisius,dan Tachnidae (1),yang memiliki Kerapatan Relatif:  0,08%,Frekuensi Mutlak : 1 dan Frekuensi Relatif 0,70%.  Pada fase generatif nilai kerapatan mutlak tertinggi terdapat pada genus : Leptocorisa (263),yang memiliki Kerapatan Relatif : 19,69 %,Frekuensi Mutlak : 6 dan Frekuensi Relatif: 4,08%.Sedangkan nilai Kerapatan Mutlak terendah terdapat pada genus: Leptispa,Apis, Trichoma,Eucyrtus,dan Conocephalus (1),yang memiliki  Kerapatan Relatif : 0,07%,Frekuensi Mutlak : 1 dan Frekuensi Relatif: 0,68%. Kata Kunci :Serangga,fase vegetatif,fase generatif,Percut
Spread of bacterial wilt disease on potato in three villages in Silimakuta District, Simalungun, North Sumatra, Indonesia Nahrisa Rahmadhani; Mukhtar Iskandar Pinem; Irda Safni
Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika Vol. 22 No. 2 (2022): SEPTEMBER, JURNAL HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN TROPIKA: JOURNAL OF TROPICAL PLAN
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhptt.222162-167

Abstract

Bacterial wilt disease caused by Ralstonia syzygii subsp. indonesiensis is an important disease in potatoes. This disease is a soil-borne pathogen that is difficult to control and becomes an obstacle in potato production. This study aimed to determine the distribution of bacterial wilt disease in potatoes caused by R. syzygii subsp indonesiensis in three villages in Silimakuta District, Simalungun Regency, North Sumatra. This research was exploratory research that was conducted using a survey method by calculating the incidence of disease in potatoes in 9 locations from three villages. The results showed that the intensity of bacterial wilt occurred with different percentages of disease incidence. The highest disease incidence of 100% was in Sibangun Meriah Village Location 2 and the lowest disease incidence of 22,5% was in Saribu Dolok Village Location 1.