Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN ES KRIM SAYUR DAN BUAH BAGI REMAJA Paramastuti, Ratih; Rizkaprilisa, Windy; Hapsari, Martina Widhi; Dewi, Lusiawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.23878

Abstract

Remaja rentan terhadap defisiensi mikronutrien karena kebutuhan zat gizinya yang tinggi untuk pertumbuhan, gaya hidup dan pola konsumsinya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai defisiensi mikronutrien, memberikan pelatihan pembuatan inovasi pangan yang memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi, meningkatkan minat remaja untuk konsumsi sayur dan buah, dan menumbuhkan jiwa wirausaha agar siswa dapat melihat potensi bahan pangan lokal. Produk yang dibuat adalah es krim daun kelor dan es krim mangga. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli di SMK Kristen Terang Bangsa Semarang. Kegiatan ini terbagi menjadi pre-test, edukasi, praktik pembuatan es krim sayur dan buah, dan post-test. Peserta kegiatan sebanyak 18 orang yang terdiri dari 10 orang remaja putri dan 8 orang remaja putra yang mempunyai usia dalam rentang 15-18 tahun. Frekuensi konsumsi sayur responden yang termasuk dalam kategori kurang sebesar 89%, sedangkan frekuensi konsumsi buah yang termasuk kategori kurang sebanyak 94%. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 83%. Kepuasan peserta pengabdian terhadap topik, materi yang disampaikan, dan kesan mengikuti kegiatan adalah responden merasa bahwa kegiatan yang dilakukan bermanfaat. Kesan responden setelah mengikuti kegiatan antara lain penjelasan mudah dipahami, acara menarik, kegiatannya seru, materi mudah dicerna, acara bermanfaat, menyenangkan, dan menambah wawasan.
TEMPE “SUPER FOOD” UNTUK KALANGAN ANAK-ANAK TK DI SALATIGA DAN SEMARANG Dewi, Lusiawati; Paramastuti, Ratih; Rizkaprilisa, Windy
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.27136

Abstract

Tempe merupakan pangan fermentasi dengan bahan dasar kedelai, difermentasi dengan starter dari kapang Rhizopus spp., dan merupakan pangan fermentasi asli dari Indonesia. Dalam rangka memperkenalkan tempe kepada generasi muda atau usia dini, maka tempe dapat dibuat berbagai olahan pangan berupa makanan dan minuman. Sosialisasi dan pelatihan dilakukan di KB TK Bethany Salatiga dan KB TK Karangturi Semarang.  Untuk di Salatiga, anak anak semua diajak untuk membuat bola coklat tempe dan pizza tempe. Sedangkan di Semarang dilakukan pelatihan terhadap guru-guru KB TK berupa burger tempe, sate tempe mayo, dan susu tempe. Selanjutnya guru-guru tersebut akan melakukan pelatihan ke ibu-ibu PKK di lingkungan masing masing.  Peserta merasa senang dan merasa sangat bermanfaat karena jenis pangan olahan tersebut belum pernah dikenal sebelumnya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan inovasi pengolahan tempe. Diversifikasi olahan tempe diharapkan dapat meningkatkan jumlah konsumsi tempe. Melalui kegiatan ini, para siswa dan guru dikenalkan dengan berbagai produk inovasi berbahan dasar tempe sehingga dapat meningkatkan ketertarikan dalam mengonsumsi tempe.
The Paradox of Knowledge and Practice: Nutritional Status and Diet Quality Among Indonesian Food and Nutrition Science Students Ratih Paramastuti; Yasmin Aulia Rachma; Rafli Zulfa Kamil
Journal of Applied Food Technology Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17728/jaft.26985

Abstract

Nutritional status and dietary adequacy are fundamental to health and well-being, particularly among university students who often struggle to maintain balanced diets due to academic pressures and lifestyle constraints. Paradoxically, students enrolled in food and nutrition science programs, despite their academic exposure, may still exhibit suboptimal dietary behaviours. This study aimed to evaluate Indonesian undergraduate students' nutritional status and macronutrient adequacy in food and nutrition science. A descriptive cross-sectional survey was conducted involving 130 participants. Anthropometric measurements were collected to calculate Body Mass Index (BMI), and dietary intake was assessed using self-reported food records. Nutrient intakes were analyzed and compared against individual estimated requirements to determine adequacy. The BMI data showed that 17% of students were underweight, 45% had a normal weight, and 38% were overweight or obese. Mean energy intake (1287.66 ± 429.38 kcal) was substantially below the estimated requirement (1830 ± 323 kcal), with only 72.07% adequacy. Carbohydrate intake was critically low, meeting just 53.90% of the requirement, with 86% of students consuming inadequate amounts. Protein intake reached moderate adequacy (81.36%), while fat intake exceeded recommended levels in over half of the respondents (110.87% adequacy). Furthermore, 65% of students had inadequate energy intake and 55% consumed excess fat. These findings reveal the coexistence of undernutrition and overnutrition, reflecting a double burden of malnutrition in a population expected to possess greater nutritional awareness. The disconnect between knowledge and practice underscores the urgent need for strengthened nutrition education and campus-based interventions to foster healthier dietary habits and mitigate long-term health risks.
Feasibility and Preliminary Effects of a Multimodal Non-Hormonal Intervention for Women With Early Menopause: A Mixed-Methods Study Ratih Kumala Dewi; Luluk Khusnul Dwihestie; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ratih Paramastuti; Emilia Boavida De Araujo
An Idea Health Journal Vol 6 No 03 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i03.730

Abstract

Background: Early menopause is characterized by hormonal decline, sleep disturbances, psychological distress, and diminished quality of life. Aim this study is developed and evaluated the feasibility and preliminary outcomes of an integrated intervention comprising phytoestrogen-based nutrition, Damask rose aromatherapy, and self-efficacy–based psychological support for women experiencing early menopause. Methods: An exploratory sequential mixed-methods design was implemented in Boyolali Regency, Central Java, Indonesia, from July to September 2025. The research process included needs assessment, intervention development, expert validation, pilot testing, and qualitative evaluation. Thirty-two women with early menopause participated in a four- week, one-group pretest–posttest intervention. Quantitative data were analyzed using paired t-tests or Wilcoxon signed-rank tests, and qualitative data were examined through inductive thematic analysis. The intervention was associated with improvements in several physiological and psychological outcomes. Result: Estradiol levels increased significantly (p = 0.021), HDL levels improved (p = 0.046), and fasting blood glucose decreased (p = 0.012). Significant improvements were also observed in sleep quality (p = 0.002), psychological distress (p < 0.05), menopause-related quality of life (p = 0.019), and menopause self-efficacy (p = 0.001). Conclusion: Qualitative findings demonstrated high acceptability of the intervention and identified perceived benefits, including relaxation, improved sleep, emotional adaptation, and increased confidence in managing menopausal symptoms. These pilot results indicate that an integrated intervention combining phytoestrogen-based nutrition, Damask rose aromatherapy, and self-efficacy–based psychological support is feasible and associated with improvements in hormonal, metabolic, sleep-related, and psychological outcomes among women with early menopause.
Multimodal non-hormonal intervention with phytoestrogen nutrition and Damask rose aromatherapy improves quality of life in early menopausal women: a quasi-experimental study Putri Dewi Anggraini; Ratih Kumala Dewi; Luluk Khusnul Dwihestie; Benedicta Audrey Putri Trisnadewi; Ratih Paramastuti
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 3: September 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i3.27078

Abstract

Early menopause and perimenopause are increasingly recognized as critical women’s health issues due to their substantial hormonal instability, heightened symptom burden, and negative impact on quality of life. Safe non-hormonal interventions remain limited, particularly in community settings, despite growing evidence supporting phytoestrogens and mind body therapies. This study aimed to evaluate the effectiveness of a 12-week holistic intervention integrating phytoestrogen nutrition, Damask rose aromatherapy, and guided relaxation on hormonal regulation, metabolic markers, menopausal symptoms, and quality of life among early menopausal and perimenopausal women. Using a quasi-experimental design, 44 participants received soy-based dietary supplementation, nightly aromatherapy, and structured relaxation practices, with pre-post assessments of estradiol, lipid profile, fasting glucose, Menopausal Rating Scale (MRS), and Menopause-Specific Quality of Life Questionnaire (MENQOL). The intervention produced significant improvements across all domains, including increased estradiol (p < 0.001), reduced low-density lipoprotein (LDL) and fasting glucose (p = 0.001-0.003), and substantial reductions in menopausal symptoms and psychological distress (p < 0.001). Early menopausal women exhibited greater improvements, reflecting their higher biological sensitivity to multimodal interventions. These findings demonstrate the potential of integrated, non-hormonal strategies to address complex menopausal changes, with practical implications for community-based women’s health programs. Study limitations include the modest sample size and quasi-experimental design, highlighting the need for larger controlled trials.