Articles
Kajian Preferensi Angkutan Umum di Kota Kediri dengan Pendekatan IPA (Importance Performance Analysis)
Dyah Ayu Retnoningtyas;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55453
Angkutan umum merupakan bagian dari insfrastruktur transportasi yang berfungsi sebagai alat penunjang pergerakan orang maupun barang. Lyn A merupakan salah satu angkutan umum Kota Kediri dengan rute terpanjang dan melalui beberapa daerah strategis seperti kawasan perdagangan dan jasa, pendidikan, serta pemerintahan, namun nilai load factor untuk angkutan ini masih di bawah standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor dan penggunaan kendaraan pribadi membuat kondisi jalan semakin padat, serta kondisi pelayanan angkutan umum membuat minat masyarakat Kota Kediri terhadap angkutan ini menurun.Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, meningkatkan minat penggunaan angkutan umum, serta mencapai pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan maka diperlukan penelitian mengenai preferensi pengguna terhadap kinerja angkutan umum. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pengguna angkutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Importance Performance Analysis yang menggunakan preferensi pengguna untuk menilai kinerja pelayanan angkutan umum. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang termasuk dalam kuadran prioritas untuk ditingkatkan adalah waktu tunggu, keteraturan, dan ketersediaan moda. Selain itu terdapat faktor-faktor pelayanan yang perlu dipertahankan kinerjanya antara lain keamanan, keselamatan, kenyamanan, kenyamanan, ketepatam waktu, informasi, dan keterjangkauan tarif.
Arahan Jenis Kegiatan Berdasarkan Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan
Sahriyal Okta Panca Sakti;
Sardjito Sardjito;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55769
Koridor Jalan Trunojoyo terletak di Kawasan Perkotaan Kabupaten Pamekasan dan merupakan salah satu koridor yang sedang mengalami perubahan guna lahan kearah kegiatan perdagangan dan jasa. Hal tersebut akan berpotensi menimbulkan dampak pada pertambahan jumlah lalu lintas pada Jalan Trunojoyo, dan dengan kapasitas jalan yang tetap, maka akan terjadi penurunan pelayanan jalan serta kinerja Jalan Trunojoyo. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan jenis kegiatan berdasarkan tingkat pelayanan jalan di Koridor Jalan Trunojoyo, Kabupaten Pamekasan. Berdasarkan hasil pengaruh bangkitan lalu lintas kegiatan terhadap intensitas pelayanan jalan pada segmen 1 memiliki nilai sebesar 0,83 yang melebihi nilai intensitas pelayanan jalan ideal (0,8) dan dari hasil perhitungan simulasi justru melebihi nilai intensitas pelayanan jalan pada kondisi eksisting (0,83). Dari hasil tersebut, sangat sulit untuk lahan/bangunan kosong dan perumahan dapat dirubah dan dikembangkan menjadi kegiatan perdagangan dan jasa yang diizinkan. Sedangkan hasil pengaruh bangkitan lalu lintas kegiatan terhadap intensitas pelayanan jalan pada segmen 2 memiliki nilai sebesar 0,69 dan segmen 3 sebesar 0,53. Kedua segmen tersebut memiliki hasil perhitungan simulasi yang masih dibawah intensitas pelayanan jalan ideal (0,8), sehingga lahan/bangunan kosong dan perumahan pada kedua segmen tersebut masih dapat dirubah dan dikembangkan menjadi kegiatan perdagangan dan jasa yang diizinkan seperti pertokoan, pertokoan lokal, dan bisnis/jasa lainnya.
Evaluasi Park and Ride Mayjen Sungkono Sebagai Fasilitas Perpindahan Moda di Kota Surabaya
Fitria Alifia Rosa Asnawi;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67593
Salah satu strategi RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021 untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi adalah pembangunan dan pengembangan prasarana perpindahan moda/park and ride (PnR). PnR Mayjen Sungkono diselenggarakan untuk mengatasi parkir on-street dan kemacetan di Jalan Mayjen Sungkono. Dalam penyelenggaraannya, penggunaan PnR Mayjen Sungkono masih belum optimal. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya pengguna kendaraan pribadi (97,9%) dibandingkan dengan kendaraan umum (1%) di Jalan Mayjen Sungkono. Oleh karena itu, studi mengenai evaluasi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermodal perlu dilakukan. Metode analisis yang digunakan adalah metode Delphi untuk mengetahui kriteria-kriteria yang sesuai bagi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermodal. Selanjutnya metode analisis Skoring digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas alih moda. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat dua puluh kriteria yang menjadi dasar evaluasi PnR Mayjen Sungkono sebagai fasilitas intermoda. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat tujuh kriteria yang telah sesuai, sepuluh kriteria yang termasuk cukup sesuai, dan tiga kriteria yang tidak sesuai. Secara keseluruhan, PnR Mayjen Sungkono menunjukkan kesesuaian pada kriteria yang berkaitan dengan aspek lokasi dan atribut fasilitas.
Pengaruh Skenario Congestion Pricing terhadap Peluang Pengalihan Moda di Kota Surabaya
I Dewa Ayu Agung Gitasari;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.74040
Surabaya merupakan pusat bisnis dan komersial, sehingga Permintaan pergerakan di Kota Surabaya sangat tinggi akibatnya sering terjadi kemacetan pada jam-jam tertentu. Salah satu upaya pemerintah untuk menangani masalah ini adalah membangun transportasi umum massal Suroboyo Bus. Rencana penerapan congestion pricing diharapkan mampu berfungsi sebagai faktor pendorong pengguna jalan untuk berpindah moda ke angkutan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis probabilitas perpindahan moda kendaraan pribadi ke angkutan umum Suroboyo Bus akibat penerapan congestion pricing di Jalan Raya Darmo, Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Basuki Rahmat. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis binomial logit selisih dengan pendekatan stated preference berdasarkan selisih biaya perjalanan dan selisih waktu perjalanan. Hasil studi menunjukkan bahwa pengguna kendaraan roda dua lebih mementingkan penghematan biaya, sedangkan pengguna kendaraan roda empat lebih mementingkan penghematan waktu untuk berpeluang mengalihkan penggunaan modanya ke angkutan umum Suroboyo Bus.
Analisis Preferensi Pengguna terhadap Penggunaan Bus City Tour Jakarta Pasca Pandemi Covid-19 Dengan Metode IPA
Carissa Dian Shakila;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.75853
Bus tingkat wisata City Tour Jakarta merupakan salah satu strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung sektor pariwisata. Bus tersebut tidak hanya menjadi moda angkutan umum khusus wisata, tetapi juga menjadi atraksi wisata melalui pelayanan tur berkeliling kota Jakarta. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pengoperasian Bus City Tour Jakarta terlihat sepi peminat. Kurang optimalnya kinerja beberapa atribut pelayanan Bus City Tour Jakarta dan masa adaptasi baru masa pandemi Covid-19 merupakan faktor penyebab terjadinya penurunan jumlah pengguna Bus City Tour Jakarta dari tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi pengguna bus terhadap penggunaan Bus City Tour Jakarta pada masa pasca pandemi Covid-19. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Metode analisis yang digunakan dalam studi penelitian ini adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk membandingkan preferensi pengguna bus terhadap tingkat kinerja dan kepentingan atribut pelayanan Bus City Tour Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 atribut pelayanan Bus City Tour Jakarta yang memiliki tingkat kinerja yang rendah namun memiliki tingkat kepentingan yang tinggi. Prioritas atribut yang berkaitan dengan aspek kesehatan untuk merespon pandemi Covid-19 adalah ketersediaan hand sanitizer, pengguna bus saling menjaga jarak aman, peran petugas dalam menghimbau penumpang untuk menjaga jarak dan penggunaan disinfektan pada bus secara berkala.
Kajian Optimalisasi Rute Trayek Angkutan Umum Pedesaan di WP Ploso Kabupaten Jombang
Dessy Anggraini Luckytasari Sutoyo;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.78250
Kabupaten Jombang semakin tahun semakin meningkat tak terkecuali di Wilayah Perencanaan (WP) Ploso. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan pembangunan beberapa kawasan di Wilayah Perencanaan (WP) Ploso. Tingginya tingkat pembangunan berdampak pada kebutuhan akan fasilitas transportasi. Secara eksisting, trayek angkutan umum pedesaan yang melayani Wilayah Perencanaan (WP) Ploso belum mencakup keseluruhan wilayah WP, selain itu beberapa trayek sudah tidak beroperasi karena tingginya penggunaan kendaraan pribadi, sehingga menyebabkan beberapa wilayah belum terakomodasi oleh sarana transportasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rute angkutan umum pedesaan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan masyarakat WP Ploso. Metode analisis yang digunakan pada studi ini adalah analisis statistik deskriptif dan MAT (Matriks Asal-Tujuan), AHP (Analytical Hierarcy Process), dan penentuan rute terbaik dengan software Tranetsim (Transport Network Simulator). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-fsktor penentu rute angkutan pedesaan meliputi penggunaan lahan, permintaan perjalanan, dan karakteristik jaringan jalan. Hasil analisis perumusan rute angkutan umum pedesaan menunjukkan bahwa terdapat 7 rute treyek optimal angkutan umum pedesaan di WP Ploso Kabupaten Jombang.
Strategi Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan di Kecamatan Bulak Melalui Pendekatan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL)
Nimas Asriningputri;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33116
Kecamatan Bulak memiliki potensi sumber daya perikanan yang menjadi sektor basis dan lapangan usaha yang berkembang melalui subsektor perikanan. Namun potensi ini belum dapat dikembangkan secara optimal karena terdapat permasalahan dimana masyarakat pelaku usaha belum memanfaatkan keberadaan bangunan pusat pemasaran dan bangunan tempat pengolahan produk karena adanya perbedaan persepsi antar stakeholder yang disebabkan oleh pendekatan yang kurang melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan hingga penyediaan infrastruktur pendukung pengolahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan strategi prioritas pengembangan industri pengolahan hasil perikanan berbasis pengembangan ekonomi lokal di Kecamatan Bulak. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah statistik deskriptif, analisis konten, IFAS EFAS, dan analisis SWOT. Terdapat lima strategi prioritas pengembangan meningkatkan nilai jual produk melalui pemberian label pada kemasan produk kerupuk serta ikan asin dan pemberian kemasan vacuum pada produk ikan asap, menerapkan sistem penyortiran bahan baku dan pemasaran hasil produk secara terpusat di SIB, memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran hasil produk olahan, memperluas jangkauan pemasaran melalui kegiatan pameran dan pengadaan kemitraan dengan toko oleh-oleh khas Surabaya, dan meningkatkan kerjasama pemerintah dan pelaku usaha terkait pengembangan kualitas tenaga kerja dalam pengolahan produk dan pengelolaan modal.
The Correlation between Residential Density and Greenhouse Gas Emissions in Surabaya City
Rulli Pratiwi Setiawan;
Ema Umilia;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (343.59 KB)
|
DOI: 10.14710/ijpd.1.1.29-34
Population growth is happening in cities, including Surabaya as the second largest metropolitan region in Indonesia. The population growth has an impact to the residential density, whereas residential is usually the largest part of land use in urban areas. In urabaya, residential use covers more than 60% of the total area. The intensive use of residential area has impacts on the environment. One significant issue is the consumption of energy that produces greenhouse gas emissions. This study is aimed at explaining the relationships between residential density and greenhouse gas emissions in Surabaya City, Indonesia. The residential density will be divided into three categories, i.e. low, medium and high density. The category of density is taken from the Identification Report of Surabaya Spatial Plan. The results of this study indicate that there are significant differences in the electrical energy consumption for the household sector in each residential density. These differences are mainly influenced by variables such as car ownership, ventilation system, the use of electrical power, cooking fuel and the way to use the home appliances. The highest total energy consumption per month exists in high density type. Although the average smallest energy consumption per household exists in medium density, the total energy consumption in medium density is much greater than that in the low density because the number of households in medium density is greater. The final result shows that the correlation between the total production of GHG emissions (CO2) and density has a direct or positive relationship, which means that the greater the density, the higher the production rate of GHG emissions (CO2).
PENERAPAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN JEMBATAN MERAH SURABAYA
Alethea Jihan Masyithah;
Sardjito -;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/desa-kota.v3i2.43892.148-161
Kawasan Jembatan Merah Surabaya merupakan kawasan Kota Lama Surabaya yang masih mempunyai banyak bangunan cagar budaya. Fungsi utama kawasan ini adalah perdagangan dan jasa, serta akan direncanakan menjadi salah satu kawasan pariwisata sejarah di Kota Surabaya. Kawasan ini memiliki titik transit berupa terminal yang melayani moda transportasi angkutan kota (lyn) dan bus kota untuk tujuan dalam maupun luar kota Surabaya. Dalam kebijakan transportasi Surabaya, kawasan ini akan dijadikan sebagai satu dari beberapa kawasan yang akan dikembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pengembangan Kawasan Jembatan Merah Surabaya berdasarkan konsep TOD dengan mempertimbangkan kesesuaian karakteristik kawasan sebagai kawasan Kota Lama Surabaya. Tujuan tersebut dilakukan melalui tiga sasaran. Pertama, menentukan kriteria, indikator dan variabel konsep TOD sesuai dengan karakteristik kawasan Jembatan Merah Surabaya dengan analisis Delphi. Kedua, menentukan prioritas pengembangan kawasan Jembatan Merah berdasarkan konsep TOD dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Ketiga, identifikasi karakteristik kawasan Jembatan Merah Surabaya sesuai dengan kriteria kawasan TOD menggunakan analisis deskriptif statistik. Adapun output dari penelitian ini adalah Prioritas Pengembangan Kawasan Jembatan Merah Surabaya berdasarkan Konsep TOD. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh sebelas variabel yang berpengaruh terhadap pembentukan kawasan Jembatan Merah Surabaya berdasarkan konsep TOD. Urutan variabel berpengaruh menurut prioritas pengembangannya, yakni: Penggunaan Lahan Non-Residensial; Ketersediaan Jalur Pedestrian; Kondisi Jalur Pedestrian; Kondisi Bangunan; Konektivitas Jalur Pedestrian; Dimensi Jalur Pedestrian; Ketersediaan Penyebrangan Pedestrian; KLB (Koefisien Lantai Bangunan); KDB (Koefisien Dasar Bangunan); Kepadatan Bangunan dan Penggunaan Lahan Residensial. Dengan mengacu pada hasil tersebut, diidentifikasi pula tingkat kesesuaian dari karakteristik kawasan Jembatan Merah Surabaya dengan kriteria TOD.
Pola Spasial Tingkat Aksesibilitas Suroboyo Bus dengan Metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) di Kota Surabaya
Syahrul Fathoni;
Ketut Dewi Martha Erli Handayeni
Jurnal Teknik ITS Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373539.v11i2.97645
Pemerintah Kota Surabaya meresmikan layanan moda transportasi massal berbasis bus dengan nama “Suroboyo Bus” pada tanggal 7 April 2018. Pada tahun 2022 terdapat 4 rute yang melayani masyarakat Kota Surabaya. Rute Suroboyo Bus tersebut diantaranya yaitu Terminal Purabaya - Rajawali (PP), Gunung Anyar – Kenjeran Park (PP), Terminal Intermoda Joyoboyo – Jono Soewojo (PP), dan Terminal Purabaya – Tembaan (PP). Namun, pemanfaatan Suroboyo Bus sebagai moda transportasi utama belum optimal dilihat dari rata-rata angka keterisian (load factor) kurang dari 50% pada Tahun 2021 - 2022. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor penting seperti kondisi aksesibilitas dan pola spasial terkait keterjangkauan jarak tempuh dengan berjalan kaki yang masih cukup terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus di Kota Surabaya. Metode analisis yang digunakan adalah metode PTAL (Public Transport Accessibility Levels) untuk mengukur tingkat aksesibilitas Suroboyo Bus berdasarkan indeks Accessibility Levels di Kota Surabaya. Setelah mengetahui nilai indeks aksesibilitas tersebut, dilanjutkan dengan menganalisis pola spasial dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW), selanjutnya dikaitkan dengan sistem kegiatan melalui metode overlay peta penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 93,34% dari luas Kota Surabaya tidak terjangkau (worst accessibility) layanan Suroboyo Bus berdasarkan jarak tempuh berjalan kaki secara ideal sejauh 400 meter dari halte dan 85,46% tidak terjangkau berdasarkan jarak tempuh maksimal dengan berjalan kaki 800 meter dari halte. Selain itu, 6 – 15% area lainnya mempunyai tingkat aksesibilitas dengan kategori sangat kurang terjangkau dan kurang terjangkau. Jika dikaitkan dengan sistem kegiatan, penggunaan lahan untuk fasilitas umum, perdagangan dan jasa, perkantoran serta perumahan memiliki kategori aksesibilitas yang tidak terjangkau mencapai 60 – 95% dari luas total setiap penggunaan lahan tersebut. Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas Suroboyo Bus sangat diperlukan melalui integrasi sistem jaringan angkutan umum dengan sistem kegiatan untuk meningkatkan pola mobilitas berbasis transit di Kota Surabaya.