Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERSIH GIGI TIRUAN DENGAN REBUSAN DAUN SIRIH 25% DAN 50% TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans PADA LEMPENG RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Rahayu, Indah; Fadriyanti, Okmes; Edrizal, Edrizal
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.854 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.28

Abstract

Candida albicans merupakan bagian flora normal rongga mulut pada 30-50% populasi. Organisme ini dapat menimbulkan infeksi oportunis di rongga mulut jika terdapat faktor-faktor predisposisi yang mendukung. Pasien pengguna gigi tiruan disarankan membersihkan gigi tiruan dengan larutan pembersih. Daun sirih (Familia piperaceae) memiliki nama binomial Piper betle Linn, merupakan salah satu tanaman yang diketahui berkhasiat sebagai antiseptik dan desinfektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas larutan tablet pembersih gigi tiruan dan rebusan daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans pada lempeng resin akrilik polimerisasi panas. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post test control group design. Sampel penelitian dikelompokkan dalam 3 kelompok perlakuan. Hasil uji statistik diperoleh p=0,000 yang berarti diketahui adanya perbedaan yang signifikan (p<0,05) pada masing-masing kelompok sampel. Rebusan daun sirih 50% lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans pada lempeng resin akrilik polimerisasi panas.
POTENSI REMINERALISASI PADA PASTA GIGI BERFLORIDA DAN TIDAK BERFLORIDA Zulsantritus, Zulsantritus; Edrizal, Edrizal; Busman, Busman
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.657 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.70

Abstract

Pasta gigi berflorida dan tidak berflorida merupakan bahan yang dapat memperkuat dan meremineralisasi gigi serta membantu mencegah karies gigi. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang aplikasi dari pasta gigi berflorida dan tidak berflorida untuk mendapatkan potensi perbandingan dalam remineralisasi gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratori dengan menggunakan penelitian analytic experimental pretest and postest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah gigi premolar yang telah diekstraksi dengan teknik selected sampling. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan. Dimana pada perlakuan kelompok 1 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan pada perlakuan kelompok 2 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi tidak berflorida. Hasil penelitian menunjukan berat gigi sebelum dan sesudah dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida 1, 2, 3, 4 dan 5 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) antara berat gigi sebelum dan setelah dilakukan perendaman. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman gigi didalam larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida maka semakin tingginya penambahan berat gigi.
PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI DENGAN MEDIA VIDEO PADA MURID SDN 6 KAMPUNG PANSUR Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Ifitri, Ika; Eriyati, Eriyati; Edrizal, Edrizal; Sari, Putri Minas; Novera, Milya; Ajani, Anggra Trisna; Yessi, Hilma
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2576

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut perlu diperhatikan untuk meningkatan derajat kesehatan yang optimal, salah satunya dengan menyikat gigi. Media video bermanfaat dalam penyuluhan karena dapat menampilkan gambar bergerak yang esensial untuk pembelajaran. Tujuan penelitian ini mengatahui pengetahuan menyikat gigi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media video pada murid di SDN 06 Kampung Pansur  Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu praeksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Rancangan one group pretest posttest hasil perlakuan dibandingkan dengan sebelum diberi perlakuan. Populasi penelitian murid berumur 10-14 tahun. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi. Pengumpulan data dengan membagikan kuesioner pengetahuan menyikat gigi dan video penyuluhan menyikat gigi. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian pengetahuan menyikat gigi sebelum penyuluhan dengan media video didapatkan kriteria baik 32,8%, kriteria cukup 45,9% dan kriteria kurang 21,3%. Sesudah penyuluhan dengan media video didapatkan hasil kriteria baik 95,1%, kriteria cukup 4,9% dan tidak ada untuk kriteria kurang. Kesimpulan penelitian menunjukan perbedaan pengetahuan menyikat gigi lebih baik setelah diberikan penyuluhan dengan media video. Disarankan responden dengan kriteria cukup untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi, bentuk sikat, pasta gigi, teknik menyikat gigi dan mengaplikasikan pengetahuan  menyikat gigi di kehidupan sehari-hari.Kata kunci : Pengetahuan, intervensi kesehatan ; gigi dan mulut ; menyikat gigi
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea var italica) DENGAN EKSTRAK BUAH JERNANG (Daemonorops) TERHADAP PENINGKATAN OSTEOKLAS DAN OSTEOBLAS REMODELING TULANG ALVEOLAR TIKUS PUTIH WISTAR JANTAN Edrizal, Edrizal; Desnita, Eka; Putri, Andhini Nadilah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12 No 2 (December 2025)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v12i2.1548

Abstract

Latar Belakang : ekstraksi merupakan suatu tindakan mengeluarkan gigi dari soket tulang alveolar yang menyebabkan kerusakan tulang kemudian diikuti proses remodeling tulang dengan melibatkan osteoklas dan osteoblas. Kadar kalsium dipercaya dapat meningkatkan proliferasi kedua sel ini. Kadar kalsium brokoli cukup tinggi sehingga diharapkan mampu mempercepat proliferasi kedua sel tersebut. Tujuan penelitian : mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak brokoli (Brassica oleracea var italica) dengan ekstrak buah jernang (Daemonorops) terhadap jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang tikus putih wistar jantan (Rattus norvegicus). Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental laboratoris dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian hewan percobaan berupa tikus putih wistar jantan (Rattus norvegicus), dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok perlakuan (brokoli) dengan 3 konsentrasi yaitu 10%,30%, dan 60%, kontrol negatif (aquades), kelompok positif (jernang) kemudian diamati pada hari ke-7, 14 dan 21 pasca ekstraksi gigi selanjutnya pembuatan preparat histologis dengan pengecatan hematoxylin eosin dan pengamatan mikroskopis. Hasil : uji One Way Anova menunjukan efektivitas ekstrak brokoli terhadap peningkatan jumlah osteoklas dan osteoblas. Uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada hari ke-7, 14 dan 21 antara kelompok perlakuan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Kesimpulan : terdapat efektivitas ekstrak brokoli terhadap peningkatan jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang alveolar tikus putih wistar jantan. Ekstrak brokoli konsentrasi 10% lebih efektif meningkatkan jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang alveolar tikus putih wistar jantan daripada ekstrak buah jernang konsentrasi 10%