Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POTENSI REMINERALISASI PADA PASTA GIGI BERFLORIDA DAN TIDAK BERFLORIDA Zulsantritus, Zulsantritus; Edrizal, Edrizal; Busman, Busman
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.657 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.70

Abstract

Pasta gigi berflorida dan tidak berflorida merupakan bahan yang dapat memperkuat dan meremineralisasi gigi serta membantu mencegah karies gigi. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang aplikasi dari pasta gigi berflorida dan tidak berflorida untuk mendapatkan potensi perbandingan dalam remineralisasi gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratori dengan menggunakan penelitian analytic experimental pretest and postest design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah gigi premolar yang telah diekstraksi dengan teknik selected sampling. Penelitian ini terdiri dari 2 perlakuan. Dimana pada perlakuan kelompok 1 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan pada perlakuan kelompok 2 menggunakan 15 gigi dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi tidak berflorida. Hasil penelitian menunjukan berat gigi sebelum dan sesudah dilakukan perendaman pada larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida 1, 2, 3, 4 dan 5 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05) antara berat gigi sebelum dan setelah dilakukan perendaman. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu perendaman gigi didalam larutan saliva buatan dengan pasta gigi berflorida dan tidak berflorida maka semakin tingginya penambahan berat gigi.
PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI DENGAN MEDIA VIDEO PADA MURID SDN 6 KAMPUNG PANSUR Warman, Anses; Arnetty, Arnetty; Ifitri, Ika; Eriyati, Eriyati; Edrizal, Edrizal; Sari, Putri Minas; Novera, Milya; Ajani, Anggra Trisna; Yessi, Hilma
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2576

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut perlu diperhatikan untuk meningkatan derajat kesehatan yang optimal, salah satunya dengan menyikat gigi. Media video bermanfaat dalam penyuluhan karena dapat menampilkan gambar bergerak yang esensial untuk pembelajaran. Tujuan penelitian ini mengatahui pengetahuan menyikat gigi sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media video pada murid di SDN 06 Kampung Pansur  Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu praeksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Rancangan one group pretest posttest hasil perlakuan dibandingkan dengan sebelum diberi perlakuan. Populasi penelitian murid berumur 10-14 tahun. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi. Pengumpulan data dengan membagikan kuesioner pengetahuan menyikat gigi dan video penyuluhan menyikat gigi. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil penelitian pengetahuan menyikat gigi sebelum penyuluhan dengan media video didapatkan kriteria baik 32,8%, kriteria cukup 45,9% dan kriteria kurang 21,3%. Sesudah penyuluhan dengan media video didapatkan hasil kriteria baik 95,1%, kriteria cukup 4,9% dan tidak ada untuk kriteria kurang. Kesimpulan penelitian menunjukan perbedaan pengetahuan menyikat gigi lebih baik setelah diberikan penyuluhan dengan media video. Disarankan responden dengan kriteria cukup untuk meningkatkan pengetahuan menyikat gigi, bentuk sikat, pasta gigi, teknik menyikat gigi dan mengaplikasikan pengetahuan  menyikat gigi di kehidupan sehari-hari.Kata kunci : Pengetahuan, intervensi kesehatan ; gigi dan mulut ; menyikat gigi
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK BROKOLI (Brassica oleracea var italica) DENGAN EKSTRAK BUAH JERNANG (Daemonorops) TERHADAP PENINGKATAN OSTEOKLAS DAN OSTEOBLAS REMODELING TULANG ALVEOLAR TIKUS PUTIH WISTAR JANTAN Edrizal, Edrizal; Desnita, Eka; Putri, Andhini Nadilah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12 No 2 (December 2025)
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v12i2.1548

Abstract

Latar Belakang : ekstraksi merupakan suatu tindakan mengeluarkan gigi dari soket tulang alveolar yang menyebabkan kerusakan tulang kemudian diikuti proses remodeling tulang dengan melibatkan osteoklas dan osteoblas. Kadar kalsium dipercaya dapat meningkatkan proliferasi kedua sel ini. Kadar kalsium brokoli cukup tinggi sehingga diharapkan mampu mempercepat proliferasi kedua sel tersebut. Tujuan penelitian : mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak brokoli (Brassica oleracea var italica) dengan ekstrak buah jernang (Daemonorops) terhadap jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang tikus putih wistar jantan (Rattus norvegicus). Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental laboratoris dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Sampel penelitian hewan percobaan berupa tikus putih wistar jantan (Rattus norvegicus), dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel sebanyak 30 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok perlakuan (brokoli) dengan 3 konsentrasi yaitu 10%,30%, dan 60%, kontrol negatif (aquades), kelompok positif (jernang) kemudian diamati pada hari ke-7, 14 dan 21 pasca ekstraksi gigi selanjutnya pembuatan preparat histologis dengan pengecatan hematoxylin eosin dan pengamatan mikroskopis. Hasil : uji One Way Anova menunjukan efektivitas ekstrak brokoli terhadap peningkatan jumlah osteoklas dan osteoblas. Uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada hari ke-7, 14 dan 21 antara kelompok perlakuan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Kesimpulan : terdapat efektivitas ekstrak brokoli terhadap peningkatan jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang alveolar tikus putih wistar jantan. Ekstrak brokoli konsentrasi 10% lebih efektif meningkatkan jumlah osteoklas dan osteoblas remodeling tulang alveolar tikus putih wistar jantan daripada ekstrak buah jernang konsentrasi 10%
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Brokoli (Brassica Oleracea Var. Italica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas Gingivalis: Eksperimental Laboratoris Edrizal, Edrizal; Nasri, Muhammad Harits; Kornialia, Kornialia
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 38, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v38i1.63679

Abstract

Introduction: Broccoli may serve as a potential antibacterial agent due to its bioactive compounds, including flavonoids, saponins, quinones, tannins, terpenoids, polyphenols, and glucosinolates. These compounds may contribute to antibacterial activity and could provide a natural alternative to conventional antibacterial agents. This study aimed to determine the inhibitory effect of broccoli (Brassica oleracea var. italica) extract on the growth of Porphyromonas gingivalis. Methods: This study employed a laboratory experimental design. Broccoli was extracted using the maceration method with ethanol as the solvent. Antibacterial activity was evaluated using Mueller–Hinton Agar (MHA) medium and the disk diffusion method. The treatment groups consisted of 10%, 30%, and 60% broccoli extract concentrations, with metronidazole as the positive control and dimethyl sulfoxide (DMSO) as the negative control. Antibacterial activity was determined based on the diameter of the inhibition zones. The data were analyzed descriptively and presented in tables. Results: The 10% broccoli extract exhibited weak antibacterial activity, with an inhibition zone of 3.8 mm. The 30% extract showed moderate antibacterial activity, with an inhibition zone of 4.75 mm, while the 60% extract demonstrated strong antibacterial activity, with an inhibition zone of 7.6 mm. The positive control, metronidazole, produced strong inhibition zones at all tested concentrations. Conclusion: All tested concentrations of ethanolic broccoli extract exhibited antibacterial activity against Porphyromonas gingivalis, ranging from weak to strong inhibition. However, the antibacterial activity of the broccoli extract was lower than that of metronidazole.Uji daya hambat ekstrak brokoli (Brassica oleracea var. Italica) terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis: studi eksperimenPendahuluan: Brokoli dapat menjadi alternatif antibakteri sebab kandungan di senyawa seperti flavonoid, saponin, kuinon, tanin, terpenoid, polifenol, serta glukosinolat. Brokoli ini berfungsi sebagai antibakteri alami tanpa menyebabkan resistensi apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui daya hambat ekstrak brokoli (Brassica oleracea var. italica) terhadap pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. Metode: Penelitian yang digunakan yakni eksperimental laboratoris. Teknik ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi dengan zat pelarut etanol. Aktivitas antibakteri dengan media Mueller Hinton Agar (MHA) dievaluasi berdasarkan zona hambat memakai metode difusi cakram bersama kelompok perlakuan ekstraksi brokoli 10%, 30%, 60%, kontrol positif metronidazol, dan kontrol negatif DMSO. Uji analisis data dilakukan dengan Rumus perhitungan diameter zona hambat. Hasil: Zona hambat antibakteri ekstrak brokoli kategori lemah pada konsentrasi 10% (3,8 mm), konsentrasi 30% (4,75 mm), dan kategori sedang pada konsentrasi 60% (7,6 mm). Seluruh konsentrasi pada kontrol positif didapatkan zona hambat dalam kategori kuat. Simpulan: Semua konsentrasi ekstrak etanol brokoli yang diuji memiliki efek antibakteri terhadap Porphyromonas gingivalis dengan kategori ringan sampai sedang, namun efeknya belum setara dengan metronidazol.