Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Transforming Islamic religious counselors into agents of mosque-based community economic empowerment in Pesawaran Regency Asmaria, Asmaria; Noviarita, Heni; Wakhid, Ali Abdul; Setiawati, Rini
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol12.iss1.art6

Abstract

IntroductionIslamic religious counselors have traditionally focused on spiritual guidance, yet evolving socio-economic demands have expanded their role into community economic empowerment. Mosques and religious institutions now serve as hubs for entrepreneurship development, sharia-based financial literacy, halal certification assistance, and digital outreach. However, empirical studies examining how this role transformation unfolds at the local level, particularly in Indonesia, remain limited.ObjectivesThis study analyzes the transformation of Islamic religious counselors in Pesawaran Regency into agents of community economic empowerment. It identifies the strategies they employ, the enabling and constraining factors that shape their work, and the wider implications for community welfare, institutional development, and faith-based economic initiatives.MethodUsing a qualitative descriptive design, the study collected data through in-depth interviews, participant observations, and document analysis. Informants included counselors, local religious leaders, microenterprise actors, and community members selected purposively to ensure relevance and depth. Data were analyzed using thematic techniques to capture patterns of practice, challenges, and perceived outcomes.ResultsFindings indicate that counselors have integrated da‘wah with economic facilitation through mosque-based mentoring, financial literacy education, halal certification support, and digital tools. These efforts strengthened business skills, increased market access, and enhanced economic confidence among microenterprises. Structural constraints—such as limited counselor capacity, weak interagency coordination, and insufficient evaluation mechanisms—restricted program scalability, yet community trust and cross-sector partnerships enhanced effectiveness.ImplicationsThe study highlights the potential of counselor-led, mosque-centered empowerment as a culturally grounded model for community development. Strengthening governance, digital capacity, and evaluation systems is essential for sustaining impact and expanding inclusion.Originality/NoveltyThis research provides one of the most detailed qualitative accounts of counselor-led economic empowerment in an Indonesian locality, offering conceptual, practical, and policy insights into the alignment of da‘wah, Islamic economic principles, and community development.
Rekonstruksi Kebijakan Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Kapasitas Lulusan Universitas Swasta dalam Mendukung Pembangunan Inklusif: Studi Kasus di Provinsi Lampung Miranda, Zesty; Asmaria, Asmaria; Amallia, Neysa
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1149-1160

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan universitas swasta serta mengkaji penguatan kapasitas lulusan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan inklusif di Provinsi Lampung. Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu strategi pembangunan yang menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan sosial. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung kebijakan tersebut melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang berfokus pada universitas swasta di Provinsi Lampung serta masyarakat sekitar kampus yang menjadi objek kegiatan pemberdayaan. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi yang berkaitan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis, sementara keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode.Hasil penelitian menunjukkan bahwa universitas swasta memiliki kontribusi penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan pelatihan, pengembangan kewirausahaan, serta pendampingan sosial yang melibatkan lulusan perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial. Program pemberdayaan tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, penguatan literasi sosial, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan pembangunan lokal. Penelitian ini juga merekomendasikan rekonstruksi kebijakan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan peran pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam kerangka pembangunan yang lebih kolaboratif dan berkelanjutanainable development framework.