Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kemudi

SUMBER DAYA ALAM DALAM PUSARAN PILKADA SERENTAK Semuel Risal; Abner Herry Bajari; Putri Hergianasari
Kemudi Vol 6 No 02 (2022): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.741 KB) | DOI: 10.31629/kemudi.v6i02.3948

Abstract

Demokrasi di Indonesia telah berkembang menjadi “industri politik” yang membutuhkan biaya yang sangat besar untuk berinvestasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi tingginya biaya Pilkada langsung yang harus di keluarkan oleh kandidat untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada, sehingga menjadi pintu masuk para cukong politik untuk mencari rente melalui Pilkada. Temuan kami menunjukkan bahwa Pilkada telah menjadi arena “pertempuran” antar cukong, dan daerah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah menjadi rebutan cukong lokal dan nasional. Mereka bertarung melalui pendanaan dan pembiayaan semua kebutuhan kampanye kandidat. Sehingga pada lokus ini, mereka menguasai sumber daya alam dan merekalah yang menentukan siapa yang akan menjadi bupati, gubernur hingga siapa yang menjadi presiden. Penekanan pada SDA, khususnya tambang batu bara, sebagai salah satu sumber utama pendanaan untuk menggerakkan mesin politik, membawa dampak buruk pada tata kelola sumber daya alam dan lingkungan. Sehingga, isu SDA perlu menjadi agenda dalam setiap proses politik lokal dan nasional dan memutus mata rantai cukong politik dengan penguasa SDA yang transaksional.
The Degradation of Meritocratic Democracy: Political Determination of Gibran Rakabuming's Nomination Dynasty in the 2020 Solo Regional Head Elections Hergianasari, Putri; Tabun, Diana S.A.N; Risal, Semuel
Kemudi Vol 8 No 2 (2024): Kemudi: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/kemudi.v8i2.4720

Abstract

This paper discusses the erosion of the meritocratic system in the victory of Gibran, Jokowi's son, who does not yet have sufficient political experience but advanced and won in the 2020 Solo regional head election by PDIP Party. The research aims to analyze the merit system in Gibran's candidacy and the embryonic political dynasty that Jokowi is trying to build. This study used descriptive qualitative method. data sources were obtained from literature and online data searches. This research uses the theory of Meritocracy Stephen J. McNamee and the concept of a political dynasty. This research results that the degradation of democracy comes from the inconsistency of Gibran's speech and behavior, this is a problem of political ethics. Gibran's advancement in the 2020 Solo contest shows the degradation of democracy in the institutional structure of the PDIP party because the phenomenon of Gibran's candidacy ignores meritocracy. The correlation between political parties, prospective candidates and constituents must be based on a merit system. In conclusion, Gibran's victory in the 2020 Solo Mayoral Election ignores meritocracy and is a degradation of democracy. The correlation between political parties, candidates and constituents is a mutually influential relationship to the practice of merit which is the basis for political contestation.