Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendampingan Penguatan Materi Matematika Menjelang UNBK SMK Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah; Octavina Rizky Utami Putri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.696 KB) | DOI: 10.30999/jpkm.v9i2.563

Abstract

Kemampuan bidang kejuruan merupakan hal yang diunggulkan ada pada siswa SMK. Namun, bidang akademik menjadi aspek yang sangat perlu diperhatikan oleh siswa SMK saat ini. Siswa cenderung tidak mementingkan dan kurang persiapan dalam menghadapi tes bidang akademik khususnya Matematika. Padahal bidang akademik juga memiliki peran penting untuk mengembangkan kemampuan bernalar, kreatif, dan karakter siswa. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan penguatan materi matematika UNBK tahun ajaran 2018/2019 pada siswa SMK. Pendampingan ini meliputi kegiatan (1) persiapan, (2) bimbingan materi matematika, (3) try out, dan (4) evaluasi. Tim pengabdian masyarakat bersama guru menganalisis kisi-kisi UNBK dan soal UN 3 tahun terakhir, serta menyusun worksheet untuk memudahkan pelaksanaan bimbingan. Bimbingan pemantapan materi dilasanakan dengan pengerjaan soal-soal pada worksheet dan dilanjutkan dengan pembahasan penyelesaian. Try out dilakukan untuk mengevaluasi bimbingan penguatan materi. Hasil evaluasi UNBK lebih baik dibandingkan hasil try out. Kegiatan evaluasi ini dilanjutkan dengan mengembangkan worksheet menjadi modul yang dapat digunakan untuk persiapan UNBK tahun ajaran 2019/2020
REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MENGKOMUNIKASIKAN IDE PENYELESAIAN SOAL TERBUKA Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah; Octavina Rizky Utami Putri
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 7, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v7i1.6739

Abstract

Analisis kemampuan representasi matematis peserta didik masih perlu dilakukan untuk merencanakan perbaikan permbelajaran mengingat masih rendahnya kemampuan representasi matematis peserta didik. Penelitian ini mendeskripsikan representasi matematis peserta didik dalam menyampaikan gagasan pemecahan masalah terbuka pada materi Aljabar Linier dan Matriks. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan kualitatif-kuantitatif. Penelitian diawali dengan mengamati pembelajaran dan menilai hasil belajar peserta didik. Langkah kedua dilakukan studi pustaka untuk mengumpulkan informasi terkait kemampuan yang dibutuhkan peserta didik dalam menyampaikan pemecahan masalah dan jenis pertanyaan terbuka. Setelah instrumen tes dinyatakan valid, diberikan dua pertanyaan kepada 144 peserta didik. Peserta didik mengumpulkan pekerjaannya melalui sistem manajemen pembelajaran. Hasil kerja peserta didik dianalisis dengan melakukan rekapitulasi indikator representasi matematis yang telah ditentukan dan indikator komunikasi matematis. Data kuantitatif diperoleh dari rekapitulasi indikator yang dipadukan dengan data kualitatif dari temuan/catatan hasil kerja peserta didik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa lebih dari 80% peserta didik merepresentasikan simbol matematika dengan benar dalam menyampaikan ide pemecahan masalah terbuka untuk setiap soal. Sedangkan representasi matematis berupa penjelasan/alasan verbal secara benar dan memadai dalam menyampaikan ide pemecahan masalah hanya dapat dilakukan oleh 65% peserta didik pada pertanyaan pertama dan 5% peserta didik pada pertanyaan kedua. Representasi matematis yang kurang tepat disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap materi dan kesalahan dalam memahami soal.
PROSES TRANSLASI PERMASALAHAN REALISTIK MENJADI REPRESENTASI MATEMATIS MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA Octavina Rizky Utami Putri; Zukhrufurrohmah Zukhrufurrohmah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.34 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i2.4856

Abstract

Representasi matematis diperlukan dalam menyelesaikan masalah realistik, yakni sebagai mediator penyelesaian permasalahan sehari-hari. Translasi representasi dari suatu permasalahan realistik menjadi model matematis diperlukan sebagai pemahaman terhadap permasalahan yang diberikan untuk ditentukan solusi permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses translasi permasalahan realistik menjadi representasi matematis pada Mahasiswa Teknik Informatika. Penugasan penyelesaian masalah realistik dan tanya jawab pada perkuliahan Aljabar Linear dan Matriks digunakan untuk memperoleh deskripsi proses translasi. Data dianalisis berdasarkan tahapan translasi representasi matematis yaitu mengeksplorasi sumber, menyusun pengetahuan awal, membangun target representasi, dan menentukan kesesuaian hasil representasi dengan sumber. Hasilnya adalah mahasiswa mengeksplorasi sumber dengan membaca informasi sumber, selanjutnya menguraikan informasi sumber dengan bahasa alami, membuat kode berdasarkan informasi sumber dan mengaitkannya dengan konsep matematika, mengaitkan konsep matematika dari representasi sumber ke representasi target, serta mengevaluasi representasi target. Temuan-temuan ini dapat digunakan dosen sebagai dasar mendesain pembelajaran pada mahasiswa non-program studi matematika guna mengurangi peluang kesalahan dalam menyelesaikan masalah realistik. Kata kunci: Masalah realistik; representasi matematis; translasi.Mathematical representation is needed in solving realistic problems, namely as a mediator in solving realistic problems. Mathematical representation translation of a realistic problem into a mathematical model that is needed as an understanding of the given problem to determine the problem solution. This study aims to describe the process of translation of realistic problems into mathematical representations for Informatics Engineering Students. Realistic problem solving assignments and interviews in Linear Algebra and Matrix lecture is used to obtain a description of the translation process. Data were analyzed based on the stages of translation of mathematical representations, namely unpacking the source, preliminary coordination, constructing the target, and determining equivalence. The result is that students unpacking the source by reading source information, then describe source information in natural language, code based on source information and relate it to mathematical concepts, link mathematical concepts from source representation to target representation, and evaluate target representations. These findings can be used by lecturers as a basis for designing learning for students non-departement of Mathematics in order to reduce the chance of errors in solving realistic problems. Keywords: Mathematical representation; realistic problem; translation
PENGEMBANGAN BUKU SISWA BERCIRIKAN OPEN ENDED MATHEMATICS PROBLEM UNTUK MEMBANGUN BERPIKIR KREATIF Octavina Rizky Utami Putri
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.815 KB) | DOI: 10.24269/js.v2i1.502

Abstract

The aim of this research and development is to produce a students book characterized with open ended mathematics problem to build creative thinking. The specification of this students book lies in the given problem is loading open problems that can be completed providing with many answers. This research and development uses 4D model by Thiagarajan, et al. (1974), that is define, design, and develop. Instruments and RPP were also developed to support students book development. This students book has met the valid, practical, and effective criteria and can build students' creative thinking. This is demonstrated by more than 70% of students have met the minimal creative category, so that students' creative thinking has been awakened. Keywords: student book, open ended problem, creative thinking
LITERASI DIGITAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN MEDIA SPACE GEOMETRY FLIPBOOK (SGF) Yus Mochamad Cholily; Siti Nur Hasanah; Moh. Mahfud Effendi; Octavina Rizky Utami Putri
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.997 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v10i3.3898

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis literasi digital siswa dalam pembelajaran matematika dengan berbantuan media Space Geometri Flipbook (SGF). Untuk memperoleh data tentang literasi digital siswa menggunakan angket, lembar observasi serta wawancara secara mendalam. Angket di berikan kepada 3 siswa kelas IX SMP yang telah mengoperasikan media SGF. Untuk keabsahan data dilakukan wawancara secara mendalam terhadap siswa. Data dianalisis dengan mereduksi data pada tabel angket, lembar observasi serta wawancara. Kemudian menyajikannya dalam bentuk naratif, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi digital siswa dalam pembelajaran matematika dengan  berbantuan media SGF masuk kategori tinggi. Oleh karena itu pembelajaran matematika berbantuan media SGF perlu dikembangkan dan diterapkan agar literasi digital siswa meningkat.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN APLIKASI MAPLE Nadlifah, Minatun; Putri, Octavina Rizky Utami
CERMIN: Jurnal Penelitian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/cermin_unars.v7i1.2887

Abstract

Penggunaan teknologi dalam pembelajaran mempengaruhi kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Menganalisis level kemampuan komunikasi matematis mahasiswa menjadi penting untuk dikaji sebagai implikasi penerapan pembelajaran berbasis masalah berbantuan aplikasi Maple. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif-kuantitatif. Data dikumpulkan dari hasil kinerja 111 mahasiswa Pendidikan Matematika yang telah menyelesaikan permasalahan matematika menggunakan bantuan aplikasi Maple. Adapun level kemampuan komunikasi matematis dianalisis berdasarkan dua aspek komunikasi tertulis, yakni kemampuan (1) mengekspresikan ide matematis melalui manipulasi aljabar maupun gambar grafis, dan (2) menginterpretasi output pada aplikasi Maple. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 36% mahasiswa berada di level 4. Mahasiswa pada level ini telah memenuhi kedua aspek komunikasi tertulis secara tepat. Di sisi lain, sebanyak 35% mahasiswa berada di level 3, 18% mahasiswa berada di level 2 dan 11% mahasiswa lainnya berada di level 1. Hasil ini menunjukkan tingginya prosentase hasil kinerja mahasiswa yang tidak memenuhi aspek komunikasi matematis. Dengan kata lain, mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan penyelesaian masalah matematika berbantuan aplikasi Maple.
Implementation of Problem Based Learning (PBL) Model Using Maple Software in Solving a Trigonometry Material Problem Ni’mah, Dewi Nailin; Inganah, Siti; Putri, Octavina Rizky Utami
Mathematics Education Journal Vol. 8 No. 1 (2024): MEJ Vol 8 No.1
Publisher : Department of Mathematics Education University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/mej.v8i1.28344

Abstract

This study aims to investigate the implementation and effectiveness of the PBL learning model with Maple Software in solving Trigonometry problems during mathematics lessons. It is descriptive research with a quantitative approach. The participants were 20 tenth-grade students from an vocational school in the second semester of the 2022/2023 academic year. Data were collected through student questionnaires and written tests. The questionnaires assessed student understanding in solving Trigonometry problems with Maple Software, while the tests included 5 questions to evaluate problem-solving skills using the software. The findings indicate that: (1) The PBL model with Maple Software enhances student engagement and effectively solves Trigonometry problems. (2) The PBL model using Maple Software is effective in improving students' problem-solving abilities in Trigonometry.
The Growth of Students' Function Limit Concepts Understanding in Solving Controversial Problems Based on Pirie Kieren's Theory Susiswo, Susiswo; Parameswari, Pradina; Putri, Octavina Rizky Utami; Lanya, Harfin; Utami, Anita Dewi; Murniasih, Tatik Retno
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 7, No 4 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v7i4.16835

Abstract

Almost all students understand the limit of a function only up to an intuitive definition and have difficulty understanding the concept of a limit function formally. This study aims to describe the growth of student understanding of functions limit concept in solving controversial problems based on Pirie Kieren's theory. There were twelve Calculus class students in the short semester as participants.   The students selected were those who had taken calculus courses. Students are given the task of solving controversial problems to understand the concept of limit functions. There was only one student who showed a growing understanding of the concept of the limit of a function and was interviewed for further exploration. This research is a qualitative descriptive research. Therefore, the researchers analyzed the results of students' work through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result shows that through controversial problems, students' understanding grows to an inventising level. However, students did ‘fold back’ at the observing level. At this level, students look at or re-read their notebooks to recall previously owned concepts.   For further research it is suggested that researchers can design a learning process that can help grow student understanding through controversial problems.
Pelatihan dan pendampingan pengembangan modul ajar dalam menyiapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada guru MI Muhammadiyah 02 Pendil Probolinggo Zukhrufurrohmah, Zukhrufurrohmah; Putri, Octavina Rizky Utami; Deviana, Tyas
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22277

Abstract

AbstrakKurikulum Merdeka belum dikenal dengan baik dan menyeluruh oleh Sebagian besar sekolah di Probolinggo, termasuk sekolah mitra MI Muhammadiyah 2 Pendil. Hal ini menjadi tantangan bagi sekolah mitra untuk mendapatkan informasi menyeluruh untuk memahami kurikulum merdeka dan mempersiapkan implementasi kurikulum merdeka, khususnya dalam Menyusun Modul Ajar. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada sekolah mitra dalam pemahaman tentang Kurikulum Merdeka, best practice pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah, dan pendampingan pengembangan Modul Ajar. Sejalan dengan tujuan tersebut, rangkaian kegiatan disusun dalam 3 tahapan yaitu tahap persiapan, inti, dan evaluasi. Tahap persiapan dilaksanakan koordinasi dengan sekolah mitra terkait jadwal pelaksanaan seminar dan pendampingan. Selanjutnya, tahap inti dilakukan dengan kegiatan seminar materi tentang kurikulum merdeka secara luring dan daring, kegiatan pendampingan pengembangan modul ajar selama 3 kali pertemuan secara daring. Modul Ajar yang dikembangkan oleh bapak ibu guru sekolah mitra menjadi produk akhir untuk dievaluasi dan menjadi salah satu ukuran ketercapaian kegiatan. Tahap evaluasi dilakukan pada tahap pelatihan dan pendampingan melalui lembar observasi dan angket evaluasi pengembangan modul ajar. Setelah rangkaian kegiatan pengabdian selesai dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian terlaksana dengan baik dan diikuti antusias oleh bapak ibu guru sekolah mitra. Hasil pengembangan modul ajar menunjukkan bahwa tidak kurang dari 60% guru sekolah mitra dapat mengembangkan Modul Ajar dengan komponen lengkap. Sedangkan Modul Ajar lainnya masih perlu disempurnakan. Kesulitan guru sekolah mitra dalam mengembangkan Modul Ajar berupa LKPD dan Instrumen penilaian juga sejalan dengan hasil penelitian dan pengabdian yang telah ada, dimana guru harus memiliki kecermatan terhadap penentuan indiaktor penilaian dan memahami dengan tepat model pembelajaran yang dipilih. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; modul ajar; implementasi kurikulum merdeka Abstract The Merdeka Curriculum is not yet well and comprehensively known by most schools in Probolinggo, including the MI Muhammadiyah 2 Pendil partner school. It is a challenge for school partners to obtain comprehensive information to understand the independent curriculum and prepare for the implementation of the independent curriculum, especially in preparing teaching modules. Therefore, this activity aims to assist school partners in understanding the Independent Curriculum, best practices for implementing the independent curriculum in schools, and assistance in developing Teaching Modules. In line with this aim, the series of activities is organized into three stages: preparation, core and evaluation. The preparation stage is carried out in coordination with partner schools regarding the seminar and mentoring schedule. Next, the core stage was carried out with material seminar activities about the independent curriculum offline and dare and mentoring activities for developing open modules during three bold meetings. The Teaching Module developed by the partner school teachers becomes the final product to be evaluated and one measure of activity achievement. The evaluation stage is carried out at the training and mentoring stage through observation sheets and open module development evaluation questionnaires. After the series of service activities were completed, it could be concluded that the service activities were carried out well and were enthusiastically participated in by the partner school teachers. The results of developing teaching modules show that no less than 60% of partner school teachers can develop teaching modules with complete components. Meanwhile, other teaching modules still need to be refined. Assisting partner school teachers in developing teaching modules along with student reading materials, LKPD, and assessment instruments that are also in line with the results of existing research and service, where teachers must be careful in determining assessment indicators and understand the appropriate learning model chosen.. Keywords: training; mentoring; teaching modules; implementation of the independent curriculum