Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Decreasing Ground Potential Rise by Lessening Soil Resistance in Arrester Grounding System Putra, Dian Eka; Yani, Raden Ahmad; Siahan, Michael Solafide; Rizal, Choirul; Nofiansah, Nofiansah
IJEEIT : International Journal of Electrical Engineering and Information Technology Vol 6 No 2 (2023): September 2023
Publisher : NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/ijeeit.v6i2.2180

Abstract

ANALISIS SETTING RELAY PENGAMAN MOTOR INDUKSI PENGGERAK BELL CONVEYOR (BLC) Darma, Surya; Putra, Dian Eka; Matra, Ikahariya Pratiwi; S, Budiman
Jurnal Teknik Elektro Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36546/jte.v14i2.1343

Abstract

Dewasa ini energi listrik yang tersedia di Indonesia sebagian besar dikonsumsi oleh industri. Penggunaan Energi dalam industri banyak diserap oleh pemakaian motor listrik. Penggunaan motor ini sebagai penggerak peralatan-peralatan produksi. Untuk industri berskala menengah dan besar diperlukan jumlah motor listrik yang banyak. Motor listrik yang biasa digunakan umumnya adalah motor arus bolak-balik asinkron atau biasa disebut motor induksi. Motor induksi banyak digunakan disebabkan oleh beberapa alasan, antara lain konstruksinya yang sederhana, harganya yang relatif murah. Menjaga kontinuitas atau kelancaran produksi merupakan hal pokok dalam suatu industri, hal ini berarti bahwa menjaga agar motor penggerak dapat terus beroperasi secara optimal merupakan hal yang sangat penting. Dalam pengoperasiannya sering dijumpai kondisi yang tidak diinginkan yang dapat mengganggu dan bahkan dapat merusak jalannya motor penggerak.salah satunya terjadinya beban lebih atau over load. Salah satu penyebab gangguan pada motor induksi yang digunakan sebagai penggerak conveyor BLC yaitu gangguan beban lebih. Sistem proteksi yang digunakan pada pengaman motor induksi yang digunakan sebagai penggerak conveyor BLC di PT Dizamatra Powerindo yaitu menggunakan Thermal Overload Relay. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan yang telah dilakukan yang digunakan bahwa rating pada TOR yang terpasang adalah sebesar 340 Ampere sedangkan berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai sebesar 349.68 Ampere untuk mengamankan penggerak conveyor BLC di PT Dizamatra Powerindo sudah tepat karena sesuai hasil perhitungan.
Pengontrolan Suhu Otomatis pada Kandang Ayam Broiler Achdy Muhadis Berbasis Internet Of Things dan Bot Telegram Ramadhani, Suci; Ikhsan, Ikhsan; Putra, Dian Eka
Jurnal Pustaka Robot Sister (Jurnal Pusat Akses Kajian Robotika, Sistem Tertanam, dan Sistem Terdistribusi) Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Pustaka Robot Sister (Pusat Akses Kajian Robotika, Sistem Tertanam, dan Si
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakarobotsister.v3i1.469

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan sensor otomatis untuk ayam broiler menggunakan (IoT) Internet of Things dan bot Telegram sebagai platform komunikasi. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi budidaya ayam dengan mengurangi kebutuhan intervensi manual dan memberikan pemantauan lingkungan yang lebih akurat. Sensor DHT11 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban secara real-time. Data dikirim ke mikrokontroler ESP32, yang mengatur suhu agar mencapai kondisi ideal. Bot Telegram memungkinkan peternak untuk memantau sistem dari jarak jauh, menerima notifikasi tentang suhu kandang dan kondisi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menjaga suhu kandang ayam broiler secara otomatis dengan akurasi tinggi, sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Sistem ini juga memberikan notifikasi secara real-time melalui bot Telegram, sehingga peternak dapat memantau dan mengontrol kondisi kandang kapan saja dan di mana saja. Penggunaan sistem ini akan meningkatkan produktivitas, kualitas, dan keamanan ayam broiler. Memanfaatkan teknologi Internet of Things untuk memantau suhu broiler ayam diharapkan menjadi solusi inovatif dalam industri peternakan modern.
PENGARUH PARALEL PENTANAHAN TRANSFORMATOR DAN PENTANAHAN ARRESTER TERHADAP KINERJA RESISTANSI PENTANAHAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 250 KVA GARDU BA 005 di PT. PLN (PERSERO) UP3 BENGKULU ULP TELUK SEGARA Rizki, Pebi Muhammad; Putra, Dian Eka
Jurnal Ampere Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i2.5057

Abstract

The grounding system in the distribution transformer substation is very important for the reliability of the supply of electrical energy and protects humans and equipment from overvoltages or leakage currents, besides that the mainly good neutral grounding system will produce the perfect voltage. To protect humans and distribution substation equipment BA 003 Distribution Transformer 250 KVA from touch voltage, especially in the dry season, sunny weather and peak loads using a 250 KVA Transformer requires parallel grounding Arrester and Grounding Body or Transformer shell. From the measurement results, the peak load occurs at night with the loading reaching 54% of the 250 KVA distribution transformer capacity of 194 KVA. For the measurement of the largest resistance on the grounding of the Transformer Arrester of 8.1 Ω, occurs at 14.00 - 15.00 WIB, the greatest resistance on the grounding of the Transformer Body or Shell of 8.3 Ω occurs at 14.00 - 15.00 WIB. From the parallel measurement of the grounding installation of the Transformer Arrester and the Transformer Body or Shell of 7.7 Ω at 14.00 - 15.00 WIB, with sunny weather conditions during the day.ABSTRAK Sistem Pentanahan  pada gardu transformator distrbusi sangatlah penting untuk kehandalan suplai energi listrik serta melindungi manusia dan peralatan dari tegangan lebih atau arus bocor, selain itu sistem pentanhan terutaman pentanhan netral yang baik akan menghasilkan  tegangan yang sempurna. Untuk melindungi manusia serta perangakat gardu distribusi BA 003 Transformator Distribusi 250 KVA dari tegangan sentuh terutama pada musim kemarau, cuaca cerah dan  beban puncak penggunaan Transformator 250 KVA diperlukan paralel grounding Arrester dan Grounding Bodi atau cangkang Transformator. Dari hasil pengukuran  Beban puncak terjadi pada malam hari dengan pembebanan mencapai 54% dari kapasitas transformator distribusi 250 KVA sebesar 194 KVA. Untuk pengukuran Resistansi terbesar  pada pentanahan Arrester Transformator sebesar 8,1 Ω tejadi pada pukul 14.00 – 15.00 Wib, Resistansi terbesar pada pentanahan Bodi atau Cangkang Transformator sebesar 8,3 Ω terjadi pada pukul 14.00 – 15.00 Wib. Dari pengukuran  Paralel Instalasi pentanahan Arrester Transformator dan  Bodi atau Cangkang Transformator sebesar  7,7 Ω pada pukul 14.00 – 15.00 Wib, dengan kondisi cuaca pada siang hari Cerah
EVALUASI RESISTIVITAS TANAH DAN RESISTANSI PENTANAHAN PADA LAHAN TANAH PASIR BASAH Putra, Dian Eka; Sunawiri, Sunawiri; Yansuri, Daeny Septi; Mutiar, Mutiar; Sukarta, Epi
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 1 (2022): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i1.7807

Abstract

Permasalahan pembumian yang selalu dialami adalah resistivitas tanah atau lahan dimana pada lahan tanah berpasir meliliki resistivitas tanah yang cukup tinggi, bila menggacu pada PUIL 2011 resitivitas tanah pada tanah berpasir  bernilai 200 Ω. Sehingga untuk menurunkan resistivitas pada tanah pasir, maka untuk penanaman elektroda batang diperlukan  resitivitas tanah yang rendah, maka dipilihlah lokasi saluran air bekas pada lahan tanah berpasir yang basah.  Pemilihan lahan tanah berpasir yang basah menunjukan penurunan resistivitas tanah yaitu mencapai 129,27 Ω. Dengan resistivitas tanah yang rendah akan lebih mudah memproteksi manusia dan peralatan-peralatan listrik terhadap sentuhan langsung dari arus bocor atau tegangan induksi sehingga arus bocor tersebut langsung dialirkan kedalam tanah. Dengan turunnya resistivitas lahan tanah berpasir tentunnya terjadi penurunan pada resistansi pentanahan, pada penelitian ini pengujian penanaman grounding rod untuk menentukan nilai resistansi pentanahan dilakukan didaerah desa sukomoro kabupaten banyuasin yang memiliki spesifikasi tanah berpasir. Dengan metode pengukuran 3 titik maka dari hasil pengujian didapat nilai resistansi terbesar dengan menggunakan satu elektroda batang mendapatkan nilai resistansi pentanahan sebesar 67,4 Ω. Nilai resistansi pentanahan terjadi penurunan dengan menambahkan elektroda batang yang dipasang sejajar berjarak 3 meter disetiap penanaman elektroda batang, pada pengukuran menggunakan dua batang elektroda yang dipasang sejajar nilai resistansi yang didapat sebesar 43,6 Ω dan terjadi penurunan Kembali bila dipasang dengan tiga batang elektroda yang dipasang sejajar yaitu 24,4 Ω. Sehingga pemasangan elektroda batang pada lahan berpasir basah yang digenangi air memiliki dampak penurunan resistivitas pentanahan dan penurunan resistansi pentanahan.Kata kunci : Resistivitas tanah, Resistansi pentanahan, Lahan tanah pasir basah.
CCR PERFORMANCE AGAINST ILLUMINATION OF AIRCRAFT RUNWAY LIGHTS AT SULTAN THAHA AIRPORT JAMBI Yani, Raden Ahmad; Julianda, Eka Herta; Putra, Dian Eka; Rizal, Choirul; Subianto, Subianto
Jurnal Ampere Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v7i2.9360

Abstract

Keselamatan pengguna transfortasi sangat penting diperhatikan terutama pada dunia penerbangan konmersil, salah satu faktor pendukung keselamatan terletak pada landasan pacu pesawat terbang atau runway, pengunaan landasan pacu pesawat terbang bukan hanya pada siang hari tetapi juga pada malam hari, untuk pendaratan dan lepas landas pada malam hari diperlukan penerangan pada sisi landasan pacu, penelitian ini sangat penting dikarenakan  penerangan inilah yang menjadi acuan keselamatan penumpang dan transfortasi udara terutama untuk pendaratan pada malam hari dan pada cuaca yang buruk, untuk mempertahankan intensitas penerangan pada landasan pacu diperlukan CCR (Constan Current Regulator) terutama pada keadaan gelap dan berkabut, selain kinerja CCR kinerja kuat penerangan pada lampu landasan pacu perlu dievaluasi untuk keselamatan dan kenyamanan pendaratan pesawat terbang. Maka dari itu pada penelitian ini didapatkan intensitas penerangan tertinggi dengan nilai sebesar 177,1 lux dan arus listrik yang digunakan untuk penerangan landasan pacu pada CCR sebesar 6,6 ampere. 
Efisiensi Penggunaan Daya Listrik Di Hotel Carrissima Palembang Yansuri, Daeny Septi; Putra, Dian Eka; Subianto, Subianto; Anggara, Rio
Jurnal Ampere Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v8i1.9634

Abstract

The research was conducted by assuming when the hotel room was fully occupied by guests. This research is to find out in more detail about the use of energy, especially for electrical energy at the Carrissima Hotel Palembang, to find out and implement energy saving opportunities and increase the efficiency of electricity use. The research method used is the literature method, interview method, and observation method. From the calculations carried out, the results obtained for hotel lighting, especially in the hotel lobby, cannot be said to be effective in the use of electrical energy, from the calculations obtained the intensity of lighting is 16.25 Watt/m2, while the maximum limit specified is 20 Watt/m2, while for rooms hotels, the intensity of lighting is 5.16 Watt/m2, while the maximum limit specified is 17 Watt/m2. So the intensity of the Carrissima hotel room does not have an indication of energy wastage, but it is not efficient, lastly for the use of Air Conditioning (AC) at the Carrissima hotel, from the results of these calculations based on the Energy Consumption Index (IKE), where the level of comfort and energy saving in air-conditioned buildings is 23.75 to 37.75 W/m2. The use of air conditioning at the Carrissima hotel is above the convenience of wasting energy. The highest AC power intensity is on the 2nd and 3rd floors, which is 18.33 W/m2, while the lowest intensity is on the 1st floor, which is 1.38 W/m2.
PERBANDINGAN RESITANSI PENTANAHAN ANTARA HASIL PERENCANAAN DAN HASIL COMMISSIONING TEST DI GARDU DISTRIBUSI 20 KV: distribution substation grounding system Junaidi, Junaidi; Putra, Dian Eka; Rizal, Choirul
Jurnal Ampere Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Ampere
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v9i1.14795

Abstract

Penelitian ini mengkaji perencanaan dan pengukuran sistem pentanahan pada gardu distribusi 20 kV diDesa Danau Gerak dan Desa Plencur, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Hasilanalisis menunjukkan bahwa kedalaman elektroda batang dan jenis tanah berpengaruh signifikan terhadapnilai resistansi pentanahan. Perencanaan awal memperkirakan nilai resistansi pentanahan, namun hasilpengukuran lapangan mengindikasikan adanya perbedaan. Di Desa Danau Gerak, nilai resistansipentanahan mengalami sedikit perbedaan antara perencanaan (4,91 Ω) dan hasil lapangan (rata-rata 4,52Ω). Sementara itu, di Desa Plencur, perbedaan lebih signifikan; perencanaan menunjukkan nilai 4,47 Ω,sedangkan hasil pengukuran commisioning test menunjukkan nilai sebesar 1,31 Ω saat tanah basah pascahujan. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi kelembaban tanah berpengaruh secara signifikan terhadap nilairesistansi pentanahan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya evaluasi dan pengujian yang cermat terhadapkarakteristik tanah dan kondisi lingkungan saat pengukuran pentanahan pada instalasi listrik.
Using copper-coated round rod electrodes at various depths in freshwater marshes Putra, Dian Eka; Nawawi, Zainuddin; Jambak, M. Irfan
Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Vol. 1 No. 4 (2023): November
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jomaps.v1i4.1787

Abstract

Purpose: High-voltage electrical equipment requires grounding installation to protect lives in freshwater swamps with a hydrogen potential of 6.75. To build a grounding structure, it is necessary to know the resistance value and grounding materials, namely, copper-coated rod electrodes at different depths. Research methodology: The research was conducted in a freshwater swamp close to the shampooing substation using field observations and direct measurements of soil resistance values, followed by a literature review and comparisons using COMSOL simulation and FEM Analysis. Results: The results of direct research and simulations indicate that to accomplish a grounding resistance value < 5 ? according to the PUIL 2011 standard for a single-rod system made of copper, it is necessary to optimize the depth of the grounding electrode within a range of 10 m, which differs from the simulation results of ground resistance measurement and the Comsol application. The percentage error was 1.05%. Conclusion: The findings demonstrate that increasing electrode depth effectively reduces grounding resistance in freshwater swamp environments, though variations exist between field and simulated data. Limitations: This study analyzed the results of measurements and grounding analysis using COMSOL Multiphysics at a depth of 1 m for a particular type of copper-coated round rod electrode at depths of 1, 1.5, and 2 m. Contributions: The results of this study offer information on the usefulness of grounding resistance in freshwater wetlands with a pH greater than 6, where several rod electrode types can be utilized for comparison in future research.
Comparison of Grounding Resistance Using Grounding Rod Electrodes with Different Fault Current Types in Podzolic Soil at Prabumulih Substation Putra, Dian Eka; Pardede, Gamaliel PV; Kurniawan, Falupi; Saputra, Muhammad Willianto; Sinaga, Rahmawan; Rahmanda, Andu; Rudini, Bambang; Putra, Reza Eka; Salis, Muhammad Waladun
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v3i1.10270

Abstract

For protection against electric shock in electrical equipment, particularly in control or instrument installations in substation equipment, a quality earthing system is required. The earthing system is also affected by soil resistivity with different soil types. In the equipment grounding system, knowledge of the types of electrodes and the type of soil is required. At the Prabumulih substation, Podzolic soil is required to evaluate the stress distribution that happens in the soil in order to reduce Ground Potential Rise (GPR). In addition to obtaining the economic value of the rod electrode type employed. In this study the resistivity value of the podzolic soil type is very decisive so that the resistivity value of the podzolic soil type at the pre-selection substation land is 150 Ωm.