Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kepuasan Pelayanan Makanan Terhadap Sisa Makanan Di Afif Catering Surakarta Marfuah, Dewi; Setya Wardana, Agung; Tyas Nur Anggraeni, Hervina
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 19 No. No.2 (2022): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v19iNo.2.102

Abstract

Kepuasan konsumen merupakan titik awal tumbuhnya loyalitas pelanggan sehingga penting untuk mengetahui penilaian terhadap kepuasan. Faktor – faktor pelayanan makanan yang mempengaruhi kepuasan konsumen yaitu ketepatan waktu distribusi makanan, sisa makanan yang tidak dihabiskan, variasi menu makanan, cita rasa makanan, kebersihan alat dan penampilan petugas dalam menyajikan makanan. Sisa makanan adalah jumlah makanan yang tidak habis dikonsumsi setelah makanan disajikan. Salah satu faktor yang mempengaruhi sisa makanan adalah tingkat kepuasan makanan. Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan kepuasan makanan dengan sisa makanan di Afif Catering Surakarta. Metode penelitian : menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sebanyak 25 sampel. Tempat penelitian di Afif Catering Surakarta. Data kepuasan makanan diperoleh menggunakan kuesioner sedangkan data sisa makanan diperoleh dari Comstock. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian : didapatkan kategori sebagian besar kepuasan makanan cukup puas sebanyak 78%, dan sebagian besar sisa makan tidak bersisa sebanyak 98%. Hubungan antara kepuasan makanan dengan sisa makanan (p = 0,838). Kesimpulan penelitian : ada hubungan kepuasan makanan dengan sisa makanan di Afif Catering Surakarta.
Hubungan Kepuasan Makan dengan Sisa Makanan Pasien Diet di Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta Marfuah, Dewi; Setya Wardana, Agung; Nurrahma, Fina; Qurratu, Nisrina; Nuralif Sutrisno, Aini
Journal Healthy Purpose Vol. 3 No. 2: November 2024
Publisher : PT. Bangun Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56854/jhp.v3i2.438

Abstract

Latar Belakang: Banyaknya sisa makanan pasien di rumah sakit menggambarkan pemberian makanan yang kurang optimal, sehingga sisa makanan dapat dijadikan sebagai salah satu indikator untuk mengevaluasi keberhasilan dalam pelayanan gizi di rumah sakit. Tingginya angka sisa makanan dapat mengakibatkan asupan gizi tidak adekuat hingga malnutrisi pada pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan makan dengan sisa makanan pada pasien diet rawat inap. Metode: Penelitian analisis deskriptif dengan desain studi cross sectional. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah simple purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 21 orang. Penelitian ini menggunakan variabel dependen yaitu sisa makanan dan variabel independen yaitu sisa makanan pada pasien rawat inap berupa makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayur. Instrumen pengambilan data penelitian ini adalah dengan observasi sisa makanan dilakukan dalam satu kali makan dalam satu hari, kuesioner survei kepuasan pasien. Hasil: Dalam penelitian ini ditemukan sebagian sampel mempunyai tingkat kepuasan puas sebanyak 12 orang (57,14%), sebagian besar sampel tidak mempunyai sisa makanan sedikit sebanyak 12 orang (57,14%), dan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan sisa makanan pasien di RS TK III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta.. Kesimpulan: tidak ada hubungan kepuasan makan dengan sisa makanan pasien diet rawat inap. Evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan terhadap penyelenggaraan makanan di rumah sakit dapat meningkatkan kepuasan makan pada pasien rawat inap sehingga dapat menurunkan sisa makanan.
EDUKASI GIZI DAN PENILAIAN STATUS GIZI LANSIA DI DESA KARANGASEM SUKOHARJO Retno Dewi Noviyanti; Agung Setya Wardana; Hervina Tyas Anggreini; Dewiyanti Fitria
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): Juni: Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jppmi.v1i1.233

Abstract

Status Gizi merupakan unsur yang sangat penting bagi kesehatan lansia. Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 50 tahun ke atas dan rentan terhadap gizi. Asupan energi yang cukup dan seimbang memegang peranan yang sangat penting dalam status gizi dan kesehatan lansia dalam jangka panjang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan gizi lansia dan mengukur status gizi lansia. Kegiatan sosialisasi masalah gizi lansia telah dilakukan di Desa Karangasem, Sukoharjo yang diikuti oleh 29 lansia dengan rentang usia 50-65 tahun. Ada dua kegiatan utama yaitu edukasi gizi pada lansia menggunakan media leaflet dan power point, dan mengukur status gizi berdasarkan berat badan menggunakan timbangan digital stamping dan tinggi badan menggunakan microtoa kemudian menghitung indeks massa tubuh atau IMT untuk mengetahui status gizi di. dari pretest dan posttest yang dilakukan pada saat pemberian pendidikan gizi terjadi peningkatan pengetahuan pada lansia. Ditemukan juga bahwa rata-rata kategori status gizi lansia adalah obesitas. Hal ini tidak berbanding lurus dengan hasil pretest dan posttest yang menunjukkan tingkat pengetahuan lansia rata-rata berada pada kategori baik. Upaya yang perlu dilakukan adalah pengaturan jenis dan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh lansia. Dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi dan penilaian status gizi sangat penting karena dapat meningkatkan derajat kesehatan lansia. Adanya pendidikan gizi dan pengkajian status gizi dapat memberikan pemahaman tentang jenis dan pola asupan gizi yang tepat pada lansia.
PENINGKATAN PENGELOLAAN POSYANDU, PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN KADER DALAM PENANGANAN DIABETES MELLITUS Noviyanti, Retno Dewi; Wijayanti; Dodik Luthfianto; Agung Setya Wardana; Safira Faza Azhari; Puji Sri Lestari
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): MEI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gemassika.v9i1.1306

Abstract

The number of elderly people nationally and internationally tends to increase every year, one of the non-communicable diseases that elderly people often experience is diabetes mellitus (DM). Even though DM is a chronic disease that does not cause death directly, it can have fatal consequences if it is not managed properly. Management of DM requires multidisciplinary treatment which includes non-drug therapy and drug therapy. One of the non-drug therapies is rice bran varieties Situbagendit and IR64. Partner problems include the implementation of posyandu not being optimal, inadequate infrastructure, limited health examination tools, limited number of cadres, lack of knowledge of cadres and the discovery of elderly people suffering from DM. The aim of the activity is to overcome partner problems by increasing the knowledge and skills of posyandu cadres regarding management of posyandu for the elderly, nutrition and DM diet for the elderly, training in making processed rice bran varieties IR64. The methods used in this service are one group pretest posttest design, lectures and discussions, group discussions, demonstrations, providing supporting tools. Location of Salak Songgorunggi Posyandu Dagen Jaten Karanganyar. Time is September 2023. Data analysis technique uses Wilcoxon. The average knowledge results before education were 74.5 ± 1.09 and after education 89.0 ± 6.41, with an average increase in value of 14.5. The results of the difference test obtained a value of p = 0.000. The conclusion is that there is a difference in the value of knowledge before and after providing education.
Protein Content and Overrun Value of Ice Cream made from Cashew Nut Milk Substitution with the Addition of Sorghum Flour Choirunnisa, Yumna; Kurnia, Pramudya; Sofyan, Aan; Wardana, Agung Setya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation) B
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Ice cream is a frozen product made from milk, cream, and a combination of various other ingredients that are in great demand by the public. This ice cream research uses the basic ingredients of cashew nut milk with sorghum flour addition as a treatment. Objective : To determine the protein content and overrun value in cashew nut milk ice cream products with the addition of sorghum flour. Method : Experimental method with Completely Randomized Design (CRD). The independent variables are protein content and overrun value, while the dependent variable is the variation of the addition of sorghum flour with 2 replications and times analysis, respectively. Results : The protein content of cashew nut milk ice cream from the four treatments, the addition of 0% sorghum was 4.058%, the addition of 0.1% sorghum was 3.274%, the treatment of adding 0.2% sorghum was 3.816%, and the addition of 0.3% sorghum was 3.891%. There was no effect of protein content on the addition of sorghum flour (p=0.097) using the Kruskal Wallis test. The overrun value of cashew nut milk ice cream from the four treatments: the addition of 0% sorghum was 45.86%, the treatment of adding 0.1% sorghum was 39.56%, the treatment of adding 0.2% sorghum was 43.37%, and the addition of 0.3% sorghum treatment was 37.61%. There was an effect of the overrun value based on the four treatments (p=0.003) using the One Way Anova test followed by the DMRT test. There was a difference in the treatment of adding 0% sorghum with the addition of 0.1% and 0.3% and the addition of 0.3% and 0.2% sorghum. The protein content and overrun value have met the ice cream quality requirements in accordance with SNI 3713:2018. Conclusion : The highest protein content and overrun value were in the treatment of adding 0% sorghum and have met the ice cream quality requirements according to SNI 3713:2018.
Analisis Protein, Kalsium, dan Magnesium Nugget Keong Sawah (Pila ampullacea) dengan Substitusi Tepung Cangkang Telur Ayam Ras (Gallus gallus domesticus) Indah, Dhevy Restu; Wardana, Agung Setya; Luthfianto, Dodik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nugget merupakan makanan yang digemari anak-anak, namun nugget daging ayam memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan daging keong dengan diversifikasi produk Nugget keong sawah, yang memiliki nilai gizi lebih tinggi dengan harga murah. Tujuan penelitian mengetahui kadar protein, kalsium, dan magnesium Nugget keong sawah dengan penambahan tepung cangkang telur ayam ras. Penelitian menggunakan Jenis penelitian eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan tiga kali pengulangan. Penambahan tepung cangkang telur ayam dilakukan dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Analisis protein menggunakan metode Kjeldahl, analisis kadar kalsium dan magnesium menggunakan alat spektrophotometry. Analisis data kadar protein dan kalsium menggunakan uji Kruskal Wallis dan analisis data magnesium menggunakan One Way Anova analisis kadar protein dengan hasil tertinggi pada perlakuan 0% sebesar 6,06%, kadar kalsium dengan hasil tertinggi pada perlakuan 15% sebesar 0,42%, dan magnesium didapatkan hasil tertinggi pada perlakuan 15% sebesar 555,46 ppm. Hasil uji kadar protein didapatkan nilai p = 0,130, kalsium nilai p = 0,014, dan magnesium nilai p = 0,000. Penelitan ini tidak ada perbedaan kadar protein Nugget keong dengan penambahan tepung cangkang telur. ada perbedaan kadar kalsium dan magnesium pada Nugget keong dengan penambahan tepung cangkang telur ayam.
Analisis Kadar Zat Besi, Vitamin C, Dan Daya Terima Es Krim Kurma Dengan Penambahan Sari Lemon Putri, Yayu Ayuning Mustika; Wardana, Agung Setya; Luthfianto, Dodik
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah kurma atau yang dikenal dengan nama latin Phoenix dactylifera merupakan salah satu jenis tumbuhan palem yang buahnya memiliki rasa manis sehingga dapat dikonsumsi oleh banyak orang. Sedangkan Lemon sejenis buah yang dapatdimanfaatkan untuk penyegar dan penyedap. Kurma kaya akan kandungan gizi terutama zat besi dan lemon banyak mengandung vitamin C. Metode Penelitian : jenis penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), tiga kali pengulangan dan tiga perlakuan penambahan kurma dan sari lemon. Hasil : rata rata kadar zat besi tertinggi pada es krim kurma (Phoenix dactylifera) dengan penambahan sari lemon (Citrus limon) sebesar 66,56 ppm dan kadar vitamin C rata rata sebesar 1,92 mg. Uji kenormalan data dari analisis kadar zat besi dan vitamin C menggunakan uji Shapiro Wilk diperoleh data berdistribusi normal (p>0,05), sedangkan untuk uji analisis kadar zat besi (Fe) menggunakan uji One Way Analysis Of Variance (ANOVA) (p: 0,000) dan uji analisis kadar vitamin C menggunakan uji kruskal wallis (p: 0,046). Hasil uji statistik daya terima menggunakan uji Friedman untuk warna (p: 0,234), aroma (p: 0,558), tekstur (p: 0,627) dan tekstur (p: 0,000). Kesimpulan ada perbedaan kadar zat besi, vitamin C, dan daya terima rasa dan untuk daya terima warna, aroma dan tekstur tidak ada perbedaan.
Food Sanitation Hygiene Education in Increasing Knowledge and Behavior of Food Handlers at Alhikmah Catering Surakarta Marfuah, Dewi; Wardana, Agung Setya; Naresti, Faiza
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 17th University Research Colloquium 2023: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hygiene behavior of food handlers is inseparable from attitudes and knowledge regarding food hygiene and sanitation. Knowledge, attitude and personal hygiene of food handlers is very important in food handling so that the food produced is protected from contamination. The purpose of this study was to determine the effect of food sanitation hygiene education on knowledge and hygiene behavior of food handlers at Alhikmah Surakarta Catering. Research method: This type of research is quasi-experimental using a one group pretest posttest design. The sample in this study were food handlers at Alhikmah Surakarta Catering in October 2022. Sampling was carried out by purposive sampling with inclusion criteria, namely food handlers who can read and are willing to be samples, so that the sample in this study was 18 people. Food sanitation hygiene education is carried out every 2 weeks for 3 weeks using leftleat media. Test analysis of differences in knowledge of food handlers before and after food using the Wilcoxon test and test analysis of differences in behavior of food handlers before and after food using the Wilcoxon test. The results of the study showed that the difference in the knowledge of food handlers before and after food sanitation hygiene education obtained a P value = 0.046 and the difference in the behavior of food handlers before and after food sanitation hygiene education obtained a P value = 0.000. Conclusion: There is an increase in the knowledge and behavior of food handlers after being given food sanitation hygiene education at Alhikmah Surakarta Catering.