Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Cultural Intervention Model in Education Based on Local Wisdom of Kankain Karkara for the Prevention of Gender-Based Violence in Biak Numfor Tamher, Fatmah W.; Nursida, Andi; Salehuddin, Salehuddin; Utomo, Jepri
Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora Vol 16, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j-psh.v16i2.98893

Abstract

Gender-based violence remains a pressing issue in Biak Numfor Regency, Papua, with official data reporting dozens of cases involving women and children each year. However, these figures do not fully reflect the actual conditions, as many cases go unreported due to social stigma and a prevailing culture of silence. Within the local Biak context, the indigenous wisdom of Kankain Karkara which emphasizes sitting together, reflecting, and resolving issues through customary deliberation offers significant potential as a cultural foundation for educational interventions aimed at preventing gender-based violence. The values of solidarity, consensus, adherence to customary norms, and peace embedded in Kankain Karkara provide a strong basis for developing an educational model that fosters gender-sensitive environments. This study aims to formulate an educational model rooted in local wisdom to strengthen collective awareness and build a gender-responsive educational ecosystem. The research employed a qualitative approach with a participatory case study design. Data were collected through in-depth interviews with customary leaders, officials from DP3AKB/UPTD PPA, NGO activists, teachers, and students; participatory observations in schools and indigenous communities; as well as document analysis. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, comprising data reduction, display, and conclusion drawing. Model validation was carried out through focus group discussions (FGDs) involving key local stakeholders. The findings demonstrate that integrating Kankain Karkara into education can serve as an effective strategy to overcome cultural silence, reduce stigma, and enhance gender literacy among younger generations. In conclusion, education based on local wisdom is not only contextually relevant but also functions as a transformative strategy that bridges indigenous values, formal policies, and educational practices. This model has the potential to be replicated in other regions with similar cultural characteristics to promote the creation of more just and gender-equitable societies.
Penerapan Etika Bisnis Islam Dalam Lingkungan Organisasi Bisnis Pada Era Globalisasi Salehuddin, Salehuddin
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Organisasi Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Bulan Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ektasi.v3i2.4289

Abstract

Dalam era globalisasi dan digitalisasi, etika bisnis menjadi aspek penting dalam menjaga kelangsungan dan reputasi perusahaan. Persaingan yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada keuntungan, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Etika bisnis Islam hadir sebagai sistem nilai yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, amanah, transparansi, serta larangan terhadap praktik yang diharamkan seperti riba, gharar, dan maysir. Nilai-nilai ini tidak hanya membentuk perilaku individu, tetapi juga menciptakan tatanan ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Dalam praktik pemasaran, konsumen kini semakin kritis terhadap cara perusahaan beroperasi, sehingga penerapan etika dalam pemasaran menjadi sangat penting untuk membangun kepercayaan dan loyalitas. Meskipun etika bisnis Islam menawarkan solusi terhadap berbagai permasalahan moral dalam dunia usaha, penerapannya masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi ekonomi syariah dan belum optimalnya dukungan regulasi. Oleh karena itu, sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat implementasi nilai-nilai etika dalam dunia bisnis modern.