Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PARTISIPASI DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA ( Suatu Kasus pada Obyek Wisata di Desa Gununglarang Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka ) Sulaksana, Jaka; dinar, dinar; Maulana, Hilman
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 1 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i1.2235

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gununglarang Kecamatan  Bantarujeg Kabupaten Majalengka pada obyek wisata Pasir Ole-Ole mulai bulan Mei-September 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimana gambaran tingkat partisipasi masyarakat dan untuk mengetahui pengaruh partisipasi terhadap kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu deskriptif  kuantitatif dengan teknik penentuan responden menggunakan Purposive Sampling yaitu total sampel 42 orang, terdiri dari penjaga spot, penjaga karcis, parkir, dan pedagang. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan Regresi Linear Sederhana menggunakan aplikasi SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekowsiata pasir ole-ole termasuk kategori baik, seperti kontribusi, pengorganisasian dan pemberdayaan wisata misalnya penjagaan obyek wisata, pembuatan toilet dan pembaharuan spot foto. Partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat dengan hasil 17,8% dan sisanya di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata Kunci      : Partisipasi masyarakat, Ekowisata, Kesejahteraan
Analisis Tingkat Kepuasan Anggota Terhadap Pelayanan Kelompok Tani Sulaksana, Jaka; Dinar, Dinar; Hidayat, Ega Syaiful
Paradigma Agribisnis Vol 2 No 2 (2019): paradigma agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v2i2.3159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji gambaran pelayanan kelompok terhadap anggota dan tingkat kepuasan anggota terhadap pelayanan kelompok tani. Penelitian dilaksanakan di Kelompok tani Binangkit Desa Girimulya Kecamatan Banjaran. Hasil penelitian menunjukkan indicator/atribut kemudahan untuk menjadi anggota mendapat skor tertinggi sedangkan jumlah mesin produksi tani mendapat skor yang terendah. Skor ini didapat dari perbandingan antara kinerja (fakta) dengan harapan anggota. Indikator lainnya berada pada tingkat yang ideal yaitu di atas 80 persen. Secara total, tingkat kinerja Kelompok Tani Binangkit di Dusun Garasiang Desa Girimulya cukup memuaskan dengan rata-rata tingkat kesesuaian total 90 %. Ini menunjukan bahwa pelayanan yang di berikan sudah ideal karena idealnya tingkat kesesuaian 80%. Kata kunci :  Kepuasan anggota, pelayanan kelompok   
PERAN MEDIASI MOTIVASI KERJA DALAM HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN KINERJA PEGAWAI Dinar, Dinar; Syahran, Syahran
Manajerial dan Bisnis Tanjungpinang Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Manajerial dan Bisnis Tanjung Pinang vol 8 no 2 2025
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52624/manajerial.v8i2.2545

Abstract

Kinerja pegawai pada layanan kesehatan primer berperan penting dalam peningkatankualitas layanan publik, khususnya di wilayah terpencil seperti Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Permasalahan terkait rendahnya komitmen organisasi, lingkungan kerja yang belum optimal, serta fluktuasi motivasi kerja masih menjadi hambatan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran mediasi motivasi kerja dalam hubungan antara komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei terhadap pegawai UPTD Puskesmas dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, serta motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja terbukti memediasi hubungan antara komitmen organisasi serta lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan komitmen organisasi dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai pada layanan kesehatan primer.
Aksesibilitas Petani Terhadap Lembaga Pembiayaan Agribisnis Mangga Gedong Gincu Fajrin, Nadjwa Aulia; Dinar, Dinar; Sumantri, H.K
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21406

Abstract

Sidamukti Village is one of the main centers for the cultivation of gedong gincu mangoes in Majalengka Regency. However, recently the mango farmers in the village have faced challenges of limited capital due to the unstable productivity of gedong gincu mangoes. This limitation in capital impacts the use of whatever funds are available in the following season. To address these issues, farmers need to seek alternative financing sources that can optimally support their capital needs. This research aims to find out the capital structure of farmers, the sources and types of agricultural financing, and the accessibility of farmers to financial institutions. The sampling method used in this study is saturated sampling, where all members of the population are used as samples, totaling 30 respondents. The analytical methods used are descriptive analysis and difference test analysis. The research results show that the capital structure of farmers in the Ciandeu Farmers Group consists of self capital comprising 20 respondents or 67%, while 10 respondents or 33% use borrowed capital. The funding sources for farmers in the Ciandeu Farmers Group include KUR Bank BRI, middlemen, and family loans. Farmers' accessibility to financing institutions is quite easy, especially for those borrowing from formal institutions such as banks, due to the existence of unlimited loans, predetermined interest rates, and flexibility in repayment. However, the problem is different for new farmers who experience difficulties in obtaining loans from financial institutions. After analysis using difference tests, there were no significant differences in accessibility among the three financing groups. However, in general, the majority of farmers prefer to go through formal institutions.
Comparative Analysis of Integrated Crop Management (ICM) Implementation on Hybrid Maize Production and Farmers’ Income (Zea mays L.) Dinar, Dinar; Marina, Ida; Syamsiah, Milla; Umyati, Sri; Sukmawati, Dety
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 2 (2026): In Progress
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i2.14306

Abstract

Hybrid maize (Zea mays L.) is one of the strategic commodities in Indonesia that plays an important role in supporting national food security and farmers’ income. One of the technologies introduced to improve maize productivity is Integrated Crop Management (ICM), which integrates several agronomic practices such as the use of improved varieties, optimal plant population, balanced fertilization, and integrated pest management. However, the level of ICM adoption among farmers is still varied, which may affect production performance and farm income. This study aimed to evaluate the implementation of Integrated Crop Management (ICM) technology and to compare the production and income of hybrid maize farmers who implement ICM technology and those who do not. The research used a quantitative survey approach involving hybrid maize farmers as respondents. Data was collected through field observations, interviews, and farm records. The results showed that the implementation of ICM technology significantly improved hybrid maize production and farmers’ income. Farmers implementing ICM technology achieved an average income of IDR 6,247,824 per hectare per planting season, while farmers applying non-ICM practices earned IDR 2,475,494 per hectare per planting season. The higher income was mainly driven by better crop management practices, including optimal plant population, balanced fertilization, and integrated pest management. These findings indicate that Integrated Crop Management technology contributes to improving production efficiency and farm profitability. Therefore, strengthening the dissemination and adoption of ICM technology is important to enhance the sustainability of hybrid maize farming systems