Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DISKURSUS ILMU PENDIDIKAN ISLAM PADA PERIODE TABI’IN Moh. Sholihuddin
Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 17 No. 02 (2021): September
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The evolutionary process that occurred from the khulafahurrasydin period was then taken over by the tabi'in. then the emergence of generations in the field of science in accordance with their expertise. Education that occurred in the tabi'in era underwent very significant changes. Referring to the field of science in accordance with the subject matter of each field of the tabi'in who learned and studied a lot by friends. Initiating very broad knowledge with various descriptions of subject matter to be taught to students and the next generation, subject matter taught to students includes religious knowledge such as the Qur'an, Hadith, Fiqh, Tafsir, Morals, Arabic and general sciences such as History , Literature, Arts and Natural Sciences. Thus the development of science is increasingly rapid until the times
Tantangan Dan Solusi Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran PAI Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Di SD Darul Fathonah Kudus Dian Rusydianti; Abdul Hakim Majid; Muhammad Nur Latif; Moh. Solihuddin
IHSANIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/ihsanika.v3i2.2762

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Islamic Religious Education (PAI) for students with special needs (ABK) is a strategic issue in realizing inclusive and equitable education. This study aims to identify the challenges and formulate solutions for implementing the Merdeka Curriculum in PAI learning at SD Darul Fathonah Kudus, an inclusive school. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal several key challenges, including the limited competence of teachers in inclusive pedagogy, lack of adaptive learning resources and media, learning gaps among students with different diagnoses, and inadequate disability-friendly facilities. These results highlight the urgency of continuous teacher training, the development of responsive instructional media, and systemic support from schools and policymakers. This research contributes to the strengthening of contextual and humanistic models of Islamic education within inclusive settings. The implications call for synergy among practitioners, academics, and stakeholders, and suggest further exploration through multi-site studies and data triangulation to deepen understanding of PAI learning dynamics for students with special needs.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SANTRI DI PONPES AL HIDAYAT LASEM PASCA PENETAPAN LASEM SEBAGAI KAMPUNG TOLERANSI Sholihuddin, Moh
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2023): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v7i1.15322

Abstract

Abstark Kota lasem sejak dahulu sudah terkenal sebagai kota multi etnis diama tidak hanya suku jawa namun etnis china dan arab sudah banyak menghuni kota tersebut. Kota lasem sendiri sudah dikenal sebagai kota yang penuh dengan toleransi agama dimana dikota tersbeut tidak hanya multi etnis namun juga banyak agama dan dapat hidup berdampingan dengan baik. kota lasem juga banyak terdapat pondok pesntren. Pondok pesantren yang ada menjadi penopang utama dalam mencetak santri yang berkepribadian washatiyah. Dimana melalui pendidikan pondok pesantren diharapkan dapat memberikan pemahaman islam yang moderat. dengan adanya kegiatan ini diharapkan yang pertama adalah pemahaman santri Ponpes Al Hidayat terhadap paham radikalisme dan pentingnya konsep islam moderat. Yang kedua, peran santri dalam mewujudkan kota Lasem sebagai kampung toleransi. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatakan deskriptif dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama adalah tahap persiapan dan observasi awal. Dan tahap kedua melakukan FGD dengan mengahdirkan dua pemateri utama dengan berfokus pada penguatan moderasi beragama dan pemahaman dan penguatan kebangsaan. Dan hasil dari kegiatan tersebut di peroleh  yang pertama. Pemahaman para santri terhadap moderasi beragama perlu untuk diberikan pembelajaran atau pemahaman yang terstruktur. Yang kedua, pemahamaman akan konsep moderasi beragama akan semakin tumbuh manakala para santri diajak langsung berinteraksi dengan lingkungan yang multi keyakinan dan suku.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA TERHADAP SANTRI DI PONPES AL HIDAYAT LASEM PASCA PENETAPAN LASEM SEBAGAI KAMPUNG TOLERANSI Sholihuddin, Moh
At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora Vol 7, No 1 (2023): AT-TAZAKKI: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/attazakki.v7i1.15322

Abstract

Abstark Kota lasem sejak dahulu sudah terkenal sebagai kota multi etnis diama tidak hanya suku jawa namun etnis china dan arab sudah banyak menghuni kota tersebut. Kota lasem sendiri sudah dikenal sebagai kota yang penuh dengan toleransi agama dimana dikota tersbeut tidak hanya multi etnis namun juga banyak agama dan dapat hidup berdampingan dengan baik. kota lasem juga banyak terdapat pondok pesntren. Pondok pesantren yang ada menjadi penopang utama dalam mencetak santri yang berkepribadian washatiyah. Dimana melalui pendidikan pondok pesantren diharapkan dapat memberikan pemahaman islam yang moderat. dengan adanya kegiatan ini diharapkan yang pertama adalah pemahaman santri Ponpes Al Hidayat terhadap paham radikalisme dan pentingnya konsep islam moderat. Yang kedua, peran santri dalam mewujudkan kota Lasem sebagai kampung toleransi. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatakan deskriptif dengan beberapa tahapan. Tahap yang pertama adalah tahap persiapan dan observasi awal. Dan tahap kedua melakukan FGD dengan mengahdirkan dua pemateri utama dengan berfokus pada penguatan moderasi beragama dan pemahaman dan penguatan kebangsaan. Dan hasil dari kegiatan tersebut di peroleh  yang pertama. Pemahaman para santri terhadap moderasi beragama perlu untuk diberikan pembelajaran atau pemahaman yang terstruktur. Yang kedua, pemahamaman akan konsep moderasi beragama akan semakin tumbuh manakala para santri diajak langsung berinteraksi dengan lingkungan yang multi keyakinan dan suku.
The Role of Technological Innovation in Enhancing Islamic Education Management in the Digital Era Muhammad Wazid Husni; Moh. Solihuddin; Iqbal Ahsanul Aula; Nazih Sadatul Kahfi
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 3 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v3i3.1452

Abstract

The rapid development of digital technology has brought significant changes to the management of Islamic education, particularly in enhancing administrative efficiency, teaching quality, and stakeholder communication. This study aims to analyze how technological innovations can be applied to improve various aspects of Islamic education management and to identify the challenges and solutions involved. Employing a literature review method, the research draws on recent journal articles, books, and reports related to Islamic education and digital transformation. The results show that the use of digital-based Learning Management Systems (LMS) and Management Information Systems (MIS) has improved administrative and learning outcomes. Nevertheless, disparities in internet access and availability of devices remain pressing issues. The study concludes that comprehensive strategies, including infrastructure development, educator training, and multi-stakeholder collaboration, are essential to ensure the successful and equitable implementation of technology in Islamic education management
Empowering Youth through Maslahat-Based Education: The Role of IPNU-IPPNU Mentoring in the Nahdlatul Ulama Family Welfare Movement in Rembang Moh. Sugihariyadi; Moh. Sholihuddin; Muh. Misbahul Munir; M. Mahbubi; Hosaini Hosaini
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 2 (2025): JUNE 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i2.7123

Abstract

This study examines the influence of the Maslahat Benefits Relations Education and IPNU-IPPNU mentoring program within the Nahdlatul Ulama’s Rembang Maslahat Family Movement. The research aims to assess how this initiative contributes to the educational and leadership development of IPNU-IPPNU cadres, grounded in the philosophical principles of Nahdlatul Ulama. A participatory community service approach was employed, engaging mentors and youth participants through interviews, surveys, and direct observation. This method facilitated active involvement and allowed for a comprehensive evaluation of the program’s outcomes. Findings demonstrate a significant improvement in participants’ leadership skills, social responsibility, and critical thinking. The mentoring program fostered a deeper alignment with Nahdlatul Ulama’s values, particularly in promoting community empowerment and collective well-being. Participants exhibited an increased capacity to implement practical leadership in real-world community settings. The mentoring initiative proved effective in developing well-rounded young leaders who not only benefit personally but also contribute to the broader community. The integration of educational theory with community service highlights the program’s dual impact—enhancing individual competence and reinforcing communal frameworks. This study underscores the importance of structured mentoring in shaping future leaders. By aligning personal development with community-based values, such programs offer a sustainable model for leadership cultivation in line with Nahdlatul Ulama’s mission.
Strategi Internalisasi Akidah dan Akhlak Berbasis Kitab Turats di MA NU Ibtidaul Falah Kudus Muhammad Syaifuddin Arif; Roihanatuzzulfa; Muhammad Miftah; Moh Sholihuddin; Rofiq Faudy Akbar
Pekerti: Journal Pendidikan Islam dan Budi Pekerti Vol. 8 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam, IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/pekerti.v8i1.7183

Abstract

Pembelajaran akidah akhlak di madrasah menghadapi kesenjangan antara nilai Islam dan perilaku peserta didik, terlihat dari lemahnya penghayatan nilai, rendahnya kedisiplinan ibadah, serta pengaruh lingkungan yang tidak sejalan dengan ajaran Islam. Di MA NU Ibtidaul Falah Kudus, kitab turats digunakan sebagai instrumen internalisasi melalui sorogan, bandongan, pembiasaan ibadah, dan kegiatan keagamaan, meski masih terdapat kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi, kendala, dan solusi internalisasi akidah akhlak berbasis kitab turats. Menggunakan teori pedagogi dan andragogi dengan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara serta dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan strategi yang komprehensif, kontekstual, dan adaptif memperkuat internalisasi nilai, namun terhambat kemampuan bahasa Arab, motivasi belajar rendah, keterbatasan waktu, pengaruh lingkungan negatif, kurangnya dukungan keluarga, dan minimnya sumber belajar. Solusi meliputi diferensiasi pembelajaran, pelatihan guru, komunikasi orang tua, pemanfaatan teknologi, dan kepemimpinan transformasional.  
Integrating Creative Digital Content in Pesantren: Improving Santri’s Digital Literacy And Islamic Learning Taufikin Taufikin; Sri Nurhayati; Habib Badawi; Ahmad Falah; Moh. Sholihuddin
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 10 No 1 (2025): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v10i1.10326

Abstract

Pesantren faces challenges in adapting traditional teaching methods to the development of digital technology. The digital literacy gap and limited infrastructure are the main obstacles to implementing the digitalization of learning. One solution is using creative digital content to improve learners' digital literacy and creativity. This study aims to analyze the implementation of creative digital content in learning in pesantren and assess its impact on digital literacy and creativity of students. In addition, this study also examines the main challenges of pesantren digitalization and proposes strategic solutions to ensure its effectiveness and sustainability. A qualitative approach with a case study at PPATQ Raudlatul Falah Bermi Gembong Pati Central Java was used as the research location, and the Observations were also made at four Islamic boarding schools in the Central Java region. Data were collected through interviews with Santri and Ustadz, joint observation and document analysis. The data were analyzed thematically to identify patterns in the pesantren education system. The results showed that digitization improved santri's understanding of learning materials and their memory. Santris, who actively participates in digital content creation, is more creative and has better digital skills than traditional methods. However, some challenges include inadequate teacher training and limited internet access. Therefore, strategies are needed to control and strengthen the infrastructure. This study contributes to developing digital learning models in Pesantren and provides policy recommendations for Pesantren leaders and stakeholders to support the transformation of Islamic education through technology
The Decline of Pesantren: Examining Leadership, Financial Constraints, and Social Transformation Taufikin, Taufikin; Solihuddin, Moh
TA`DIBUNA Vol 14 No 3 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i3.19292

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) are central to Indonesia's Islamic education system. However, in recent decades, many pesantren have faced significant challenges, ultimately leading to their closure. This study aims to identify the key factors contributing to this phenomenon, focusing on leadership, management, financial constraints, and socio-cultural changes. The research employs a qualitative approach, utilizing case studies of several pesantren in Central Java that have ceased operations. Data were collected through interviews with pesantren administrators, Kiai descendants, alumni, and local community members. Additionally, participatory observation and document analysis were conducted to gain a comprehensive understanding of the conditions preceding the closure of these institutions. The findings indicate that the lack of leadership regeneration is one of the primary factors causing institutional instability in pesantren. Many pesantren remain overly dependent on the Kiai figure without a precise succession mechanism, challenging leadership transitions. Furthermore, unprofessional management practices, such as the absence of transparent financial record-keeping and data-driven decision-making, have exacerbated the decline of these institutions. Financial constraints also pose a serious challenge, as most pesantren rely heavily on unstable community donations without implementing a diversified funding strategy. Socio-cultural factors, including shifts in societal preferences toward formal education based on science and technology and urbanization, have further diminished parental interest in enrolling their children in pesantren. This study provides valuable insights for stakeholders in Islamic education, particularly in designing policies that support pesantren sustainability. Reforming leadership systems, implementing modern management practices, diversifying funding sources, and integrating modern skill-based curricula are strategic steps that must be taken to ensure that pesantren remain relevant and sustainable in the era of globalization.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DAN TASAWUF MELALUI PEMBACAAN SHOLAWAT ASNAWIYYAH PADA SANTRI PUTRI KUDUS Achmad Rafif Ramadhan; Dwi Qothrun Nada; Muhammad Abdullah Najih; Moh Sholihuddin
Jurnal Spiritual Healing Vol 7 No 1 (2026): Spiritual Healing
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/sh.v7i1.32526

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dan tasawuf melalui pembacaan Shalawat Asnawiyyah di MA Qudsiyyah Putri Kudus serta menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan spiritualitas, moralitas, dan rasa nasionalisme santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Shalawat Asnawiyyah menjadi medium efektif internalisasi nilai melalui tiga tahap: pemahaman kognitif terhadap makna tasawuf dan pesan kebangsaan, penghayatan afektif melalui irama dan praktik spiritual kolektif, serta penguatan perilaku melalui kebiasaan (habituasi) yang membentuk karakter religius dan stabilitas emosional. Selain itu, praktik ini memperkuat identitas kultural dan nasionalisme santri melalui syair berbahasa daerah dan simbol-simbol kebangsaan yang menumbuhkan rasa solidaritas dan kecintaan terhadap tanah air. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Shalawat Asnawiyyah bukan hanya praktik ritual, tetapi merupakan model pendidikan psiko-spiritual yang integratif dan efektif dalam membentuk kepribadian santri secara utuh, mencakup dimensi moral, spiritual, emosional, dan kebangsaan. Kata Kunci: Shalawat Asnawiyyah, Tasawuf, Pendidikan Karakter, Internalisasi Nilai, Nasionalisme.