Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Decline of Pesantren: Examining Leadership, Financial Constraints, and Social Transformation Taufikin, Taufikin; Solihuddin, Moh
TA`DIBUNA Vol 14 No 3 (2025): Juni
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v14i3.19292

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) are central to Indonesia's Islamic education system. However, in recent decades, many pesantren have faced significant challenges, ultimately leading to their closure. This study aims to identify the key factors contributing to this phenomenon, focusing on leadership, management, financial constraints, and socio-cultural changes. The research employs a qualitative approach, utilizing case studies of several pesantren in Central Java that have ceased operations. Data were collected through interviews with pesantren administrators, Kiai descendants, alumni, and local community members. Additionally, participatory observation and document analysis were conducted to gain a comprehensive understanding of the conditions preceding the closure of these institutions. The findings indicate that the lack of leadership regeneration is one of the primary factors causing institutional instability in pesantren. Many pesantren remain overly dependent on the Kiai figure without a precise succession mechanism, challenging leadership transitions. Furthermore, unprofessional management practices, such as the absence of transparent financial record-keeping and data-driven decision-making, have exacerbated the decline of these institutions. Financial constraints also pose a serious challenge, as most pesantren rely heavily on unstable community donations without implementing a diversified funding strategy. Socio-cultural factors, including shifts in societal preferences toward formal education based on science and technology and urbanization, have further diminished parental interest in enrolling their children in pesantren. This study provides valuable insights for stakeholders in Islamic education, particularly in designing policies that support pesantren sustainability. Reforming leadership systems, implementing modern management practices, diversifying funding sources, and integrating modern skill-based curricula are strategic steps that must be taken to ensure that pesantren remain relevant and sustainable in the era of globalization.
INTERNALISASI NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DAN TASAWUF MELALUI PEMBACAAN SHOLAWAT ASNAWIYYAH PADA SANTRI PUTRI KUDUS Achmad Rafif Ramadhan; Dwi Qothrun Nada; Muhammad Abdullah Najih; Moh Sholihuddin
Jurnal Spiritual Healing Vol 7 No 1 (2026): Spiritual Healing
Publisher : Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/sh.v7i1.32526

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dan tasawuf melalui pembacaan Shalawat Asnawiyyah di MA Qudsiyyah Putri Kudus serta menganalisis kontribusinya terhadap pembentukan spiritualitas, moralitas, dan rasa nasionalisme santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Shalawat Asnawiyyah menjadi medium efektif internalisasi nilai melalui tiga tahap: pemahaman kognitif terhadap makna tasawuf dan pesan kebangsaan, penghayatan afektif melalui irama dan praktik spiritual kolektif, serta penguatan perilaku melalui kebiasaan (habituasi) yang membentuk karakter religius dan stabilitas emosional. Selain itu, praktik ini memperkuat identitas kultural dan nasionalisme santri melalui syair berbahasa daerah dan simbol-simbol kebangsaan yang menumbuhkan rasa solidaritas dan kecintaan terhadap tanah air. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Shalawat Asnawiyyah bukan hanya praktik ritual, tetapi merupakan model pendidikan psiko-spiritual yang integratif dan efektif dalam membentuk kepribadian santri secara utuh, mencakup dimensi moral, spiritual, emosional, dan kebangsaan. Kata Kunci: Shalawat Asnawiyyah, Tasawuf, Pendidikan Karakter, Internalisasi Nilai, Nasionalisme.