Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

AL-QUR’AN DAN TASAWUF SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN MENTAL DALAM MENGHADAPI FENOMENA JUDI ONLINE PADA MASYARAKAT Muhammad Syuhrawardi; Norhidayat; Ahmad Mujahid
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1556

Abstract

Fenomena judi online (judol) telah menjadi masalah lintas generasi yang serius, ditandai dengan peningkatan prevalensi signifikan dan dampak negatif luas, mulai dari kerugian finansial, stres, depresi, hingga paparan pada anak-anak usia di bawah 10 tahun. Studi kepustakaan ini mengusulkan solusi ketahanan mental yang bersifat preventif dan kuratif, berakar pada perspektif Al-Qur’an dan tasawuf, khususnya melalui telaah Tafsir Ibn 'Ajībah. Solusi ini dirumuskan dalam akronim SAKTI (Sabar, Awas, Kasb, Takziyah, dan Ingat). Sabar ditekankan untuk melawan sifat serakah (thama’) dan menolak godaan kekayaan instan; Awas (Muraqabah dan Muhasabah) bertujuan membangun kesadaran diawasi Allah (wa huwa ma'akum ayna ma kuntum) untuk mencegah perilaku tersembunyi judol dan mengarahkan pada rezeki yang diperoleh secara bertahap; Kasb (Usaha Halal) menggantikan perolehan harta secara bathil (judi) dengan usaha yang sah, menjadikannya sebagai perdagangan spiritual yang mendekatkan diri kepada Kebenaran (al-Haqq); Takziyatun Nafs (Penyucian Jiwa) berfokus pada keberhasilan meraih keinginan dan terhindar dari kefasikan (judol) dengan memilih ketaatan ; dan terakhir, Ingat (Dzikrullah) adalah jalan untuk mencapai ketenangan hati sejati (iṭmi'nān), yang menggantikan kegelisahan (qalaq) dan ketergantungan pada materi yang cepat hilang dengan kekayaan spiritual (ghina). Melalui transformasi batin SAKTI, individu dapat membangun benteng spiritual yang kuat untuk menanggulangi dampak destruktif judi online.
Etika Sufistik dalam Pencegahan Bullying: Perspektif Tafsir Isyari Ibnu ‘Ajibah Muhammad Husein; Norhidayat; Ahmad Mujahid
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Januari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i1.1558

Abstract

This research seeks to revitalize Sufi ethics as a transformative behavioral framework to prevent bullying in the modern era, focusing on the interpretation of QS. Al-Hujurat [49]: 11 through the perspective of Ibn ‘Ajibah. The study employs a Sufi hermeneutic approach consisting of three methodological steps: textual explanation, uncovering esoteric meanings (ishari), and applying these insights to contemporary ethical and spiritual contexts. The findings indicate that bullying is not merely a social phenomenon but a manifestation of spiritual maladies such as arrogance, malice, and hypocrisy. Textual analysis of the verse reveals a hierarchical prohibition, ranging from outward social conduct to deeper spiritual transgressions. Sufi exegesis highlights fundamental concepts—such as spiritual unity, divine manifestation (tajalli), and self-purification (tazkiyat al-nafs)—as the moral foundation for countering bullying. When applied to cyberbullying, these values yield digital ethical principles, including benevolence in digital interactions, online humility, and digital communal harmony. The research concludes that the revitalization of Sufi ethics offers a more holistic and profound solution compared to conventional approaches by emphasizing the transformation of self-consciousness as the primary preventive measure. These results suggest practical implementations in character education that integrate digital and spiritual dimensions, restorative counseling based on Sufi values, and the integration of spiritual approaches with psychological interventions in bullying cases