Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Pengontrolan Suhu Ruang pada Alat Pengering Daun Stevia dengan Kendali PID Berbasis Mikrokontroler Almayda, Fabian Musyaffa; Siswojo, Bambang; Nusantoro, Goegoes Dwi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas mendorong  penggunaan Stevia rebaudiana sebagai alternatif pemanis rendah kalori.  Salah satu tahapan kritis dalam pengolahan daun stevia adalah proses  pengeringan yang memerlukan kontrol suhu yang presisi dan stabil.  Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem  pengontrolan suhu otomatis pada alat pengering daun stevia  menggunakan kontroler PID berbasis mikrokontroler Arduino Uno. Sistem  yang dikembangkan terdiri dari sensor suhu DS18B20 sebagai pembaca  suhu, heater PTC 12V sebagai elemen pemanas, driver mosfet IRF540N sebagai pengatur daya, serta kipas BLDC untuk sirkulasi udara. Parameter  kontroler PID ditentukan menggunakan metode tuning Ziegler-Nichols tipe pertama dengan target suhu (setpoint) sebesar 55°C. Hasil pengujian  menunjukkan bahwa sensor DS18B20 memiliki tingkat akurasi 97,1%  dengan rata-rata error 2,9% terhadap termometer digital. Sistem mampu  mencapai setpoint dalam waktu kurang lebih 3 menit dengan error steady  state sebesar 0,15% dan maximum overshoot 2,44% yang memenuhi  spesifikasi desain (<5%). Pengujian respons terhadap gangguan  menunjukkan sistem mampu kembali ke kondisi stabil dengan waktu  pemulihan 71 detik setelah terjadi penurunan suhu akibat masuknya udara ruangan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sistem pengontrolan  suhu berbasis PID dapat bekerja secara efektif dan stabil untuk menjaga  suhu pengeringan daun stevia sesuai target yang ditetapkan.
Rancang Bangun Sistem Pengontrolan pH dan EC pada Budidaya Tanaman Selada Keriting Hijau Menggunakan Pengontrolan Fuzzy Berbasis Mikrokontroler Raflesia, Febrian Albeth; Siswojo, Bambang; Nusantoro, Goegoes Dwi
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertanian modern menuntut adanya inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mutu hasil pertanian. Hidroponik merupakan  metode budidaya tanpa tanah yang memanfaatkan larutan nutrisi sebagai  sumber utama unsur hara. Dalam sistem hidroponik, kestabilan nilai pH  dan Electrical Conductivity (EC) merupakan faktor krusial yang  memengaruhi penyerapan nutrisi tanaman. Pengaturan manual pH dan EC sering menimbulkan fluktuasi dan keterlambatan koreksi, sehingga  diperlukan sistem otomatis berbasis kendali cerdas. Penelitian ini  bertujuan merancang sistem otomasi pengendalian pH dan EC menggunakan logika fuzzy. Sistem dikembangkan menggunakan Arduino  Uno, sensor pH-4502C, sensor TDS Meter v1.0, serta pompa DC dan pompa  peristaltik sebagai aktuator pengatur larutan pH Up, pH Down, dan nutrisi.  Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menjaga kestabilan pH pada  kisaran 5,8–6,2 dan EC pada 1,8–2,1 mS/cm dengan deviasi ±0,1. Sistem  otomatis ini terbukti meningkatkan efisiensi kontrol serta mendukung  penerapan pertanian presisi modern.Kata Kunci— Selada, Nutrisi Tumbuhan, Kontrol Fuzzy, Hidroponik.
Design of a Decoupling Control System for pH and TDS in Hydroponics Putri, Ina Rahmawati; Siswojo, Bambang; Rusli, Mochammad
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 20 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v20i1.1899

Abstract

Hydroponics was a sustainable cultivation method that optimized land and water use efficiency. The stability of the nutrient solution in this system was strongly influenced by pH and Total Dissolved Solids (TDS) parameters, which were closely interrelated. Changes in pH values could affect TDS concentration, and vice versa, creating coupled dynamics that complicated precise control. This study applied a decoupling control strategy that separated interaction effects so that pH and TDS could be controlled more independently. The system was developed using a pH sensor, a TDS sensor, an Arduino Uno microcontroller, and three peristaltic pumps for adding pH up, pH down, and nutrient solutions. The results showed that the decoupling control system in simulation-maintained pH stability with a rise time of 6.04 s, a settling time of 31.04 s, an overshoot of 9.59%, and a steady-state error of 0, while TDS achieved a rise time of 84.79 s, a settling time of 161.45 s, and a steady-state error of 0.0005%. The hardware implementation demonstrated similar performance with a pH rise time of 42.62 s, a settling time of 46 s, an overshoot of 10%, a steady-state error of 0.68%, and TDS with a rise time of 62.35 s, a settling time of 91 s, an overshoot of 2.40%, and a steady-state error of 0.72%. This study proved that the decoupling method provided more optimal nutrient control performance in hydroponic systems.
PERANCANGAN DAN SIMULASI MODEL PREDICTIVE CONTROL (MPC) UNTUK PENGENDALIAN SUHU PADA SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER Dhivasena, Alvin Arya; Rusli, Moch.; Siswojo, Bambang
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shell and tube heat exchanger merupakan komponen penting dalam  industri yang memerlukan pengendalian suhu yang presisi. Permasalahan  utama yang sering terjadi adalah adanya time delay dan gangguan pada  proses perpindahan panas, yang menyebabkan respons sistem menjadi  lambat dan suhu keluaran tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk  merancang dan mesimulasikan sistem pengendalian suhu pada shell and  tube heat exchanger menggunakan Model Predictive Control (MPC). Model matematis plant menggunakan pendekatan First Order Plus Dead Time  (FOPDT). Parameter MPC ditentukan menggunakan metode tuning dan  dioptimalkan melalui variasi nilai Prediction Horizon (Np), Control Horizon  (Nc), bobot kesalahan (Q), dan perubahan sinyal kendali (R). Simulasi  dilakukan menggunakan Matlab Simulink dan diuji pada skenario setpoint  change serta load disturbance. Hasil simulasi menunjukkan bahwa  kombinasi parameter optimal Np=55, Nc=3, Q=1, dan R=1,3 mampu  menghasilkan respon dengan rise time 106,10 detik, settling time 205,40  detik, overshoot 0%, dan error steady state 0%. Pada pengujian setpoint  change kontroler MPC memiliki performa yang baik dalam mengikuti  perubahan setpoint dan pada pengujian load disturbance kontroler MPC  menghasilkan recovery time sebesar 132 detik untuk gangguan kenaikan  beban 10% dan 156 detik untuk gangguan penurunan beban 20% tanpa  memicu agresivitas pada sinyal kendali. Dengan demikian, pengendali MPC  terbukti efektif dalam menjaga kestabilan pengendalian suhu heat  exchanger terhadap variasi beban dan gangguan. Kata kunci—Model Predictive Control, Shell and Tube Heat Exchanger, Pengendalian Suhu, FOPDT, MATLAB 
PENGONTROLAN KELEMBAPAN DRY BOX KAMERA DIGITAL SINGLE LENS REFLEX BERBASIS ESP32 MENGGUNAKAN KONTROLER FUZZY PID Ramadhan, Raafi Athaa; Siswojo, Bambang; Yudaningtyas, Erni
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dry box kamera digital single lens reflex adalah perangkat penyimpanan  penting bagi fotografer untuk mencegah kerusakan akibat lingkungan  dengan kelembapan tinggi yang memicu pertumbuhan jamur pada  peralatan fotografi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan  mengimplementasikan sistem kontrol kelembapan otomatis pada dry box  kamera digital single lens reflex berbasis ESP32 menggunakan kontroler  fuzzy PID untuk menjaga kelembapan relatif tetap pada setpoint 45% RH.  Model plant menggunakan First Order Plus Dead Time dan diuji secara real time pada kondisi normal serta diberi gangguan berupa pembukaan pintu  dry box selama 10 detik. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kontroler  fuzzy PID memberikan performa terbaik dibandingkan sistem tanpa  kontroler maupun PID dengan tuning Ziegler Nichols dan IMC, dengan rise  time 96 detik, settling time 156 detik, overshoot 0%, dan error steady state  0,0250222%. Performa ini lebih baik dibandingkan respons sistem tanpa  kontroler (rise time 654 detik, settling time 1,205 detik, error steady state  0,4917%), PID tuning Ziegler Nichols yang menghasilkan overshoot 10%,  maupun PID tuning IMC dengan settling time 535 detik. Pada pengujian  gangguan, sistem tanpa kontroler tidak dapat kembali ke setpoint dengan  error steady state 1,105%, sedangkan kontroler fuzzy PID mampu  mengembalikan nilai kelembapan ke setpoint dalam 46 detik tanpa  overshoot dan error steady state 0,0170933%, mengungguli Ziegler Nichols  dengan recovery time 248 detik serta IMC yang tidak dapat kembali ke  setpoint dengan error steady state 0,879891%.  Kata kunci: dry box, kamera  DSLR, kelembapan, fuzzy PID,  ESP32.