Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Mindfulness and Self-Control in Fatherless Adolescents Agustin, Ardianti; Purwaningtyas, Fifin Dwi; Rahmadian, Muhammad Reza; Yulianasari, Vidi
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 23, No 01 (2025): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v23i01.462

Abstract

Adolescence was a transitional phase filled with challenges, where self-control was crucial to prevent negative behaviors. In this context, parental involvement, particularly from fathers, plays a vital role in fostering emotional closeness and effective parenting. However, many adolescents grow up without the presence or optimal role of a father (fatherless), leading to diminished self-control and an increased risk of engaging in negative behaviors. The lack of paternal involvement often leaves adolescents struggling to understand themselves and develop positive character traits. This study aims to evaluate the impact of mindfulness therapy in enhancing self-control among fatherless adolescents. Using an experimental approach with a one-group pretest-posttest design, the study involved 13 adolescents aged 14–17 years residing in Surabaya. The mindfulness therapy intervention was delivered intensively to help participants manage emotions and improve self-awareness. Data were analyzed using the Friedman test to examine differences in pretest, posttest, and follow-up scores. The results revealed a significant improvement in self-control following the intervention (Chi-Square = 25.32; p < 0.05). These findings confirm that mindfulness therapy is an effective intervention for fostering self-control in adolescents, particularly within the fatherless group. This intervention holds potential for broader applications in parenting and educational programs to enhance adolescent psychological well-being.
SDG’s Di Desa Sehat Dengan Penerapan Konsep Hexahelix Melalui Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Jum'ati, Nurleila; Agustin, Ardianti; Usniyah Sari, Mamik; Ayu Rachmania, Risca; Aini Azizah, Nur; Indah Budi Sari Wulan, Dyah Puspita
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan. Satu abad kemerdekaan Indonesia tahun 2045, memiliki jumlah populasi produktif yang tinggi pada tahun 2030, sehingga penting untuk mempersiapkan kualitas remaja sebagai generasi penerus. Masa remaja adalah fase kritis yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial. Untuk menghadapi tantangan bonus demografi, kualitas remaja perlu ditingkatkan melalui edukasi kesehatan, kesadaran diri, dan keterampilan hidup. Desa Bulangkulon menghadapi berbagai masalah remaja seperti pernikahan dini, masalah kesehatan serius, dan perceraian, yang menunjukkan perlunya intervensi. Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat menggunakan pendekatan partisipatif. Prosesnya mencakup identifikasi masalah lewat survei, pemetaan pemangku kepentingan, perencanaan, implementasi program, dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan. Dalam tahap identifikasi, diperoleh kesepakatan penting bahwa Posyandu Remaja perlu mengembangkan manajemen digital. Melalui model hexahelix, kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat sangat penting untuk mendukung remaja. Pelaksanaan program mencakup pelatihan manajemen, penggunaan alat kesehatan dasar, pengadaan sarana prasarana, dan penyediaan website interaktif untuk layanan informasi. Kegiatan mencakup pelatihan tentang kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan pencegahan penyalahgunaan napza. Keberhasilan program PKM diharapkan dapat mendukung pencapaian 6 dari 17 SDGs, yaitu peningkatan kesehatan, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pengurangan ketimpangan, pengembangan komunitas yang berkelanjutan, dan kemitraan untuk mencapai tujuan bersama. Buku panduan dan rencana kerja tahunan akan menjadi pegangan untuk keberlanjutan Posyandu Remaja di masa depan.
Peranan Mindful Parenting Terhadap Stres Pengasuhan Ibu Bekerja Agustin, Ardianti; Mardiyanti, Ressy; Eky Anggraeni, Aprilya Dian; Ayu talita, Alfira
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8458

Abstract

Proses pengasuhan anak merupakan suatu tugas ibu yang penuh dengan tantangan serta tuntutan. Terutama pada ibu yang mempunyai peran ganda sebagai ibu yang bekerja. Kondisi ini memungkinkan ibu rentan mengalami stres pengasuhan dimana harus membagi tugas rumah dengan tugas sebagai wanita pekerja. Penelitian  ini  ditujukan  untuk  menguji  sejauh mana kontribusi  dari mindful parenting terhadap stres pengasuhan ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek ibu bekerja yang memiliki rentang usia antara 25-40  tahun sejumlah 115 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Alat pengukuran mindful parenting yang digunakan adalah skala mindfulness in parenting scale (MIPQ) dan Parental stress scale (PSS). Uji hipotesis menunjukkan bahwa mindful parenting berperan terhadap stres pengasuhan yaitu dengan nilai (F= 8,058, p< 0,05). Selain itu diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,067. Dapat disimpulkan bahwa Mindful Parenting berperan secara negatif terhadap variabel stres pengasuhan sebesar 6,7%, dimana 93,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain.
Efektivitas Art Therapy Untuk Menurunkan Tingkat Kesepian Pada Lansia di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa Surabaya Elisnawati, Eli; Agustin, Ardianti
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Lansia sering mengalami perubahan fisik, sosial, dan emosional yang dapat menimbulkan perasaan kesepian yang berpengaruh pada kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup mereka. Salah satu intervensi yang dapat membantu mengatasi kesepian adalah art therapy, yaitu terapi menggunakan media seni sebagai sarana ekspresi emosi dan perasaan. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas art therapy dalam menurunkan tingkat kesepian pada lansia di Yayasan Cinta Kasih Ibu Teresa Surabaya. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest design. Subjek penelitian adalah lansia berusia 50 tahun ke atas yang memenuhi kriteria mengalami kesepian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala UCLA Loneliness Scale Version 3 dan dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil:  penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,015 (<0,05), yang berarti art therapy efektif dalam menurunkan tingkat kesepian pada lansia. Setelah mengikuti sesi menggambar dan mewarnai, para subjek menunjukkan penurunan skor kesepian serta peningkatan perasaan bahagia, tenang, dan dihargai. Kesimpulan: Art therapy terbukti dapat menjadi alternatif intervensi psikologis yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan emosional dan kualitas hidup lansia.
PEMBERDAYAAN POSYANDU REMAJA MELALUI EDUKASI PSIKOSOSIAL UNTUK PENCEGAHAN KEKERASAN Agustin, Ardianti; Oktaria G, Firsty; Himma, Faighotul; Febiola, Icha Waqiatul
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2699

Abstract

Kekerasan pada remaja merupakan tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan sosial. Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, memiliki Posyandu Remaja yang aktif, namun masih terbatas pada layanan kesehatan fisik dan reproduksi. Belum ada kegiatan terstruktur yang menyasar aspek preventif terhadap kekerasan dan pembinaan keterampilan sosial-emosional remaja. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan psikoedukasi kepada remaja melalui Posyandu Remaja di Desa Lundo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, terkait pencegahan kekerasan dalam kehidupan remaja. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman remaja tentang kekerasan, baik secara fisik, verbal, emosional maupun digital, yang membuat mereka rentan menjadi korban maupun pelaku tanpa disadari. Minimnya komunikasi tentang kekerasan dan cara menjalin hubungan sosial yang sehat juga membuat isu ini jarang dibicarakan di lingkungan keluarga dan komunitas. Solusi yang ditawarkan adalah melalui psikoedukasi berbasis komunitas yang akan disampaikan secara interaktif kepada remaja. Psikoedukasi ini menekankan pada tiga sub topik utama: (1) mengenali jenis-jenis kekerasan dan dampaknya, (2) membangun keterampilan manajemen emosi dan komunikasi asertif, serta (3) menciptakan relasi sosial yang sehat dan empatik di kalangan sebaya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: sosialisasi kepada mitra, pelatihan remaja dan kader Posyandu, penyusunan modul edukasi “Remaja Tangguh Tanpa Kekerasan”, penggunaan media digital dan papan informasi, serta pendampingan dan evaluasi kader remaja sebagai pendidik sebaya.Target luaran dari program ini adalah: (1)Publikasi ilmiah pada prosiding seminar nasional bidang pengabdian masyarakat,(2) Video dokumentasi kegiatan yang diunggah di platform SIRIMAS atau media sosial,(3) Publikasi di media massa lokal atau daring, dan(4) Hasil evaluasi menunjukkan materi edukasi relevan dengan kebutuhan remaja dan mendapat dukungan dari mitra untuk keberlanjutan kegiatan. Remaja;Posyandu;Psikososial;pencegahan;kekerasan
Mindfulness as A Strategy for Emotion Regulation in Fatherless Adolescents Agustin, Ardianti; Oktaria Grahani, Firsty; Zuroida, Aironi; Rahmadian, M.Reza; Yuliana Sari, Vidi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v15i1.25283

Abstract

Adolescents experiencing father absence (fatherless) are vulnerable to difficulties in managing emotions and have a higher risk of mental health disorders, such as anxiety and depression, due to the loss of a significant figure in the emotional learning process. Mindfulness refers to non-judgmental awareness of present-moment experiences that serves as a protective factor in helping individuals manage emotions adaptively. This study aims to examine the effect of mindfulness on emotion regulation among fatherless adolescents. A quantitative approach with a correlational design was applied to 100 fatherless adolescents aged 15–18 years selected through purposive sampling technique with the criteria of not living with their biological father for at least the past three years. Data were collected using the Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Simple linear regression analysis using IBM SPSS Statistics version 25 showed that mindfulness had a positive and significant effect on emotion regulation (p < 0.05; R² = 0.310), with an effective contribution of 31%. These findings confirm mindfulness as a protective factor that strengthens the ability of fatherless adolescents to manage emotions adaptively. The implications of this research recommend the integration of mindfulness-based interventions in school counseling services and social assistance programs, as well as encourage longitudinal research to examine the effectiveness of such interventions and explore other factors contributing to emotion regulation in this vulnerable population.