Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : CJPP

Dinamika Psikososial pada Dewasa Awal yang Menerima Pola Asuh Otoriter Herwandi Putri, Nadiya Qoulan Tsaqiila; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54593

Abstract

Perbedaan Tingkat Kecerdasan Interpersonal Remaja Akhir Ditinjau dari Persepsi terhadap Kecenderungan Pola Asuh Orang Tua Panca, Al Haviz Dwi; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecerdasan interpersonal remaja akhir ditinjau dari persepsi terhadap kecenderungan pola asuh orang tua. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kausal-komparatif. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan teori Anderson dalam Safaria (2005) terkait dimensi kecerdasan interpersonal dan teori Ningrum (2016) terkait dimensi pola asuh. Populasi dalam penelitian ini adalah 314 anggota aktif UKM Paduan Suara dan Musik Universitas Negeri Surabaya berusia 17-20 tahun. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling, yang menghasilkan 90 sampel penelitian. Analisis data dilakukan dengan uji one way anova menggunakan aplikasi SPSS 25.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada rata-rata tingkat kecerdasan interpersonal remaja akhir ditinjau dari pola asuh orang tua dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
Pemaafan pada Remaja Korban Perundungan Nur'aini, Mufti; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.59244

Abstract

Hubungan Self Control dengan Kecenderungan Mengalami Fear of Missing Out (FoMO) pada Remaja Madya Pengguna Aktif Media Sosial Khuluqiyah, Biatriqil; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1050-1066

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FoMO) merupakan suatu bentuk kecemasan sosial yang membuat individu ingin terus terhubung dengan orang lain dan selalu ingin mengetahui kegiatan yang dilakukan orang lain terutama di media sosial. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya yaitu self control yang kurang baik ketika memainkan media sosial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk dapat mengetahui hubungan self control dengan Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja madya yang aktif menggunakan media sosial. Subjek yang digunakan yaitu remaja madya berdomisili di Bondowoso sebanyak 100 orang. Adapun instrument yang digunakan yaitu skala self control dan skala FoMO. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu adanya hubungan yang signifikan dan arah yang negatif antara self control dengan FoMO dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien (r) -0,497 sehingga dapat dikatakan hipotesis penelitian ini diterima. Kata kunci : Self Control, Fear of Missing Out (FoMO), Remaja Madya The Fear of Missing Out phenomenon (FoMO) is a form of social anxiety that makes individuals want to stay connected with others and always want to know what other people do, especially on social media. This is due to several factors, one of which is poor self-control when playing social media, this study has the aim of being able to find out the relationship of self control with Fear Of Missing out (FOMO) in middle-aged teenagers who are active in social media use. Subjects used are middle-aged teenagers residing in Bondowoso of 100 people. The results obtained in this study are that there is a significant relationship and a negative direction between self control and FoMO with a value of significance 0,000 and coefficient (r) -0,497 so it can be said that the hypothesis of this study is accepted. Key word : Self control, Fear of Missing Out (FoMO), Middle teenager
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ide Bunuh Diri pada Perempuan Dewasa Awal Putri, Adelia; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p844-864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang memengaruhi ide bunuh diri pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat subjek perempuan dewasa awal yang memiliki ide bunuh diri. Analisis tematik yang dilakukan terhadap data mengungkapkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi ide bunuh diri pada perempuan dewasa awal, yaitu faktor internal meliputi faktor biologis, demografi (usia dan jenis kelamin), psikologis dan gaya hidup, dan faktor eksternal mencakup faktor pengalaman hidup yang negatif, lingkungan keluarga, ekonomi, lingkungan pertemanan, hubungan asmara, serta faktor teknologi dan pendidikan. Seluruh faktor tersebut berpengaruh terhadap ide bunuh diri yang dimiliki subjek, terdapat beberapa faktor yang berpengaruh sebagai faktor pendorong dan beberapa sebagai faktor penghambat ide bunuh diri. Yang termasuk faktor penghambat adalah faktor pertemanan, coping, keluarga, hubungan asmara, ekonomi, dan gaya hidup. Sementara faktor pendorongnya yaitu semua faktor yang telah disebutkan di awal, dengan faktor keluarga menjadi faktor terbesar bagi seluruh subjek. Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan dalam pengaruh masing masing faktor terhadap subjek, tidak semuanya dipengaruhi dengan faktor yang sama dengan tingkatan yang sama juga.
Gambaran Altruisme pada Mahasiswa Keperawatan Aruningtyas, Revana; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61906

Abstract

Altruisme merupakan salah satu nilai yang penting yang perlu dimiliki oleh perawat. Mahasiswa keperawatan sebagai calon pemberi pelayanan keperawatan juga perlu memiliki nilai altruisme. Namun altruisme bukan sekadar pelajaran yang bisa diajarkan, hal tersebut merupakan kualitas pribadi yang berkembang dari dalam diri setiap mahasiswa. Kualitas tersebut dapat diambil dari pengalaman hidup dan nilai-nilai pribadi setiap mahasiswa. Dimana setiap orang memiliki pengalaman hidup yang berbeda juga yang kemudian akan mempengaruhi altruisme dari masing-masing mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gambaran altruisme pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan mahasiswa keperawatan dari sebuah universitas di Indonesia sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pertanyaan semi terstruktur, dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa gambaran altruisme pada mahasiswa keperawatan bervariasi. Namun, setiap mahasiswa keperawatan memiliki potensi untuk memberikan layanan keperawatan yang berfokus pada pasien, terlepas dari perbedaan individual yang ditemukan. Penemuan ini dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam memahami dinamika motivasi altruisme di kalangan mahasiswa keperawatan dan implikasinya terhadap praktik keperawatan.
Resiliensi Mahasiswa Rantau di Kota Surabaya yang Mendapatkan Dukungan Sosial dari Komunitas Kristen Purnamasari, Laura Nessy; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p905-921

Abstract

Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, penelitian metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses terbentuknya resiliensi pada mahasiswa Kristen yang merantau di kota Surabaya, melalui dukungan sosial dari komunitas Kristen. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dengan tujuh mahasiswa rantau yang berasal dari luar pulau Jawa, dan dipilih menggunakan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan empat kriteria partisipan. Penelitian ini menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dan ditemukan hasil bahwa walaupun tidak semua sumber resiliensi dimiliki oleh setiap partisipan, dan terdapat perbedaan proses pada setiap diri mereka, namun komunitas Kristen memiliki peran dalam setiap proses partisipan untuk mencapai adaptasi yang lebih baik. Hal tersebut dibuktikan melalui setiap pernyataan yang diberikan partisipan yaitu mereka seringkali menyebutkan kehadiran komunitas Kristen dalam proses adaptasi mereka. Hal itu berkaitan dengan tingkat resiliensi yang dimana ketika partisipan memiliki resiliensi diri yang baik, mereka akan lebih mudah untuk beradaptasi di lingkungan baru. Maka dari itu peran komunitas Kristen sebagai dukungan sosial bagi mahasiswa rantau sangatlah penting.
Profil Efikasi Diri pada Mahasiswa Tingkat Akhir Krismonika, Denok Wahyu; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 3 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n3.p1411-1419

Abstract

Pada tingkat akhir mahasiswa memerlukan adanya efikasi diri agar dapat menghadapi tugas akhir dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil efikasi diri pada mahasiswa tingkat akhir menggunakan skala efikasi diri. Teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan 60 sampel. Metode penelitian menggunakan kuanti deskriptif. Teknik analisa yang digunakan adalah mean empirik dan uji tabulasi silang, data diolah menggunakan SPSS 29. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah profil efikasi diri pada mahasiswa memiliki presentase yang sangat tinggi sebesar 43.3%, tinggi sebesar 38.3%, cukup sebesar 15 % dan rendah sebesar 3.3% dan sangat rendah sebesar 0%.
Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri X Surabaya Wiharja, Radityo Yuda; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p1210-1223

Abstract

Performance is a work result achieved by a person in carrying out the tasks assigned to him which is based on skill, experience, seriousness and time. Performance measurement is necessary for everyone to influence an organization or company to achieve success. SMK X Surabaya already has competent teachers. However, sometimes there is a decline in teacher performance due to decreased work motivation which sometimes changes according to the teacher's condition. The role of the Principal in motivating teachers has often been carried out and there are several teachers who have carried out their duties well. All teachers are quite capable of completing lesson materials and are responsible for their duties but their performance still needs to be improved to achieve school goal. The subjects in this research were 30 teachers at SMK X Surabaya. The data collection technique used was teacher performance and teacher work motivation instruments, and used saturated sampling of teachers including permanent employees to determine research subjects. The analysis technique used is a product moment correlation test using SPSS 20.00 for Windows software.
Psychological Well-Being pada Wanita Dewasa Awal yang Mengalami Perselingkuhan dalam Hubungan Pacaran Ahzani, Syalma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p636-646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi psychological well-being (PWB) perempuan dewasa awal setelah mengalami perselingkuhan dalam hubungan pacaran, dengan mengacu pada enam dimensi kesejahteraan psikologis menurut Ryff (1989). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif. Partisipan berjumlah lima orang perempuan dewasa awal yang mengalami perselingkuhan dalam hubungan pacaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan panduan semi-terstruktur. Analisis data menggunakan thematic analysis berbasis teori (theory-driven). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa perselingkuhan berdampak pada dinamika psychological well-being partisipan secara kompleks. Pada dimensi self-acceptance, partisipan mengalami perasaan tidak berharga dan keterasingan terhadap apresiasi. Pada dimensi positive relations with others, partisipan menunjukkan kehilangan kepercayaan terhadap orang lain serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Pada dimensi autonomy, partisipan mulai menyadari pentingnya menjaga batas diri dan mengambil keputusan secara mandiri. Dalam dimensi environmental mastery, partisipan mengambil alih kendali hidup pasca trauma, termasuk menyusun ulang prioritas dan rutinitas harian. Pada dimensi purpose in life, partisipan mengalami kehilangan arah dan makna hidup setelah perselingkuhan, sebelum kemudian menemukan kembali orientasi hidup yang baru. Sementara itu, pada dimensi personal growth, partisipan mengalami perubahan cara berpikir terhadap hubungan dan batas diri. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengalaman perselingkuhan membawa dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis perempuan dewasa awal, namun juga mendorong terjadinya proses penataan ulang kehidupan yang lebih selaras dengan kebutuhan pribadi. Abstract This study aims to describe the psychological well-being (PWB) conditions of early adult women after experiencing infidelity in romantic relationships, referring to the six dimensions of well-being proposed by Ryff (1989). This research used a qualitative approach with an interpretative phenomenological method. The participants consisted of five early adult women who had experienced infidelity during dating relationships. Data were collected through in-depth interviews using a semi-structured guide, and the data analysis employed theory-driven thematic analysis. The findings reveal that infidelity leads to complex dynamics in the participants' psychological well-being. In the self-acceptance dimension, participants experienced feelings of worthlessness and alienation from appreciation. In the positive relations with others dimension, participants showed a loss of trust in others and a tendency to withdraw from social interactions. The autonomy dimension was reflected in participants' awareness of the need to set personal boundaries and make independent decisions. In the environmental mastery dimension, participants took control of their lives post-trauma, including restructuring their priorities and daily routines. Regarding purpose in life, participants initially lost their sense of direction and life meaning after infidelity, before gradually finding new life orientations. Meanwhile, in the personal growth dimension, participants showed a shift in their perspective on relationships and personal boundaries. These findings indicate that infidelity has a significant impact on the psychological well-being of early adult women but can also trigger a process of restructuring life in alignment with personal needs.