Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search
Journal : CJPP

Hubungan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Konsumen pada Konsumen di Minimarket X Surabaya Pebriyanti, Norma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p171-188

Abstract

Berdasarkan proses observasi dan wawancara diketahui konsumen Minimarket X mengungkapkan rasa tidak puas terhadap kasir pembayaran karena tersedia hanya satu, rak-rak terkadang masih terlihat kosong dan jarak rak yang terlalu dekat sehingga lalu lalang pengunjung agak sesak saat ramai, dan penempatan pricetag yang tidak sesuai dengan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen Minimarket X di Surabaya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 90 konsumen. Hasil analisis data korelasi Pearson Product Moment diketahui p (0,000) < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,437 dengan arah hubungan positif. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini diterima, yakni terdapat hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada unit usaha Minimarket X di Surabaya. Tinggi atau rendahnya kualitas pelayanan berkaitan dengan tinggi atau rendahnya kepuasan pada konsumen. Implikasi hasil penelitian ini perusahaan dapat mempertimbangkan perencanaan programĀ  pelatihan terstruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan karyawan sehingga kepuasan konsumen meningkat. Abstract Based on the observation and interview process, it is known that Minimarket X consumers expressed dissatisfaction with the payment cashier because there is only one available, the shelves sometimes still look empty and the distance between the shelves is too close so that the traffic is a bit crowded when visitors are busy, and the placement of price tags that do not match the product. This study aims to determine the relationship between service quality and consumer satisfaction at Minimarket X in Surabaya. This research method is quantitative correlational with purposive sampling technique involving 90 consumers. The results of the Pearson Product Moment correlation data analysis are known to be p (0.000) < 0.05 and a correlation coefficient value of 0.437 with a positive relationship direction. This means that the hypothesis in this study is accepted, namely there is a relationship between service quality and consumer satisfaction at Minimarket X business units in Surabaya. High or low service quality is related to high or low satisfaction in consumers. The implication of the results of this study is that companies can consider planning structured training programs to improve the quality of employee service so that consumer satisfaction increases.
PENGARUH PROBLEMATIC INTERNET USE TERHADAP RUMINASI PADA DEWASA AWAL PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI SURABAYA Nalendra, Bimayuda Annajma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p150-157

Abstract

Penggunaan internet yang semakin intens pada dewasa awal, khususnya melalui media sosial, berpotensi memunculkan pola penggunaan yang maladaptif dan berdampak pada kesehatan mental. Salah satu dampak psikologis yang dapat muncul adalah ruminasi, yaitu kecenderungan berpikir berulang mengenai masalah tanpa diikuti upaya penyelesaian yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problematic Internet Use (PIU) terhadap ruminasi pada individu dewasa awal pengguna aktif media sosial di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel penelitian terdiri atas 303 individu dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) untuk mengukur tingkat PIU dan Rumination Response Scale (RRS) untuk mengukur tingkat ruminasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi robust untuk menguji pengaruh PIU terhadap ruminasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa PIU berpengaruh signifikan terhadap ruminasi dengan koefisien regresi sebesar 0,236 dan nilai signifikansi p < 0,001. Meskipun besarnya pengaruh tergolong lemah, temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku penggunaan internet yang bermasalah tetap berkontribusi terhadap meningkatnya kecenderungan ruminasi pada dewasa awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PIU merupakan salah satu faktor yang berperan dalam munculnya ruminasi pada pengguna media sosial. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya pencegahan dan intervensi psikologis terkait penggunaan internet yang sehat pada dewasa awal. Abstract The increasing intensity of internet use among early adults, particularly through social media, has the potential to foster maladaptive usage patterns that negatively affect mental health. One psychological consequence that may arise is rumination, defined as repetitive thinking about problems without engaging in effective problem-solving efforts. This study aimed to examine the effect of Problematic Internet Use (PIU) on rumination among early adult active social media users in Surabaya. This research employed a quantitative approach with a causal associative design. The sample consisted of 303 early adult participants selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) to measure levels of problematic internet use and the Rumination Response Scale (RRS) to assess rumination. Data analysis was conducted using robust regression to test the effect of PIU on rumination. The results indicated that PIU had a significant effect on rumination, with a regression coefficient of 0.236 and a significance value of p < 0.001. Although the magnitude of the effect was classified as weak, the findings demonstrate that higher levels of problematic internet use contribute to an increased tendency toward rumination among early adults. This study concludes that PIU represents a contributing factor to rumination in social media users. These findings have important implications for psychological prevention and intervention efforts aimed at promoting healthier internet use among early adults.
Hubungan Antara Career Decision Self-Efficacy dengan Career Adaptability pada Mahasiswa Akhir dengan Pengalaman Organisasi Hamdani, Achmad Akmal; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p325-336

Abstract

Dinamika ketenagakerjaan di era kemajuan teknologi menjadi tantangan besar bagi tenaga kerja khususnya di Indonesia, termasuk mahasiswa tingkat akhir yang akan memasuki dunia kerja. Terlebih lagi laporan angka PHK yang cukup tinggi dalam konteks Indonesia dan kemajuan teknologi yang diperkirakan dapat menggeser peran manusia. Hal ini memberikan sinyal akan kebutuhan suatu modal psikologis, bukan lagi hanya soal teknis, melainkan kemampuan yang adaptif. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara career decision self-efficacy CDSE dengan career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir dengan pengalaman organisasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Adapun partsipan penelitian ini adalah mahasiswa akhir dengan pengalaman organisasi. Jumlah responden sebanyak 114 mahasiswa, adapun pengambilan sampelnya sendiri menggunakan teknik convenience. Penggalian data dilakukan secara daring dengan menggunakan skala CDSE-SF dan CA-SF yang telah diadaptasi oleh penelitian sebelumnya. Teknik analisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment, hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan bersifat positif (r = 0,604; p=,001/<,05) antar kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara career decision self-efficacy dengan career adaptability pada mahasiswa akhir dengan pengalaman organisasi, selain itu temuan ini memperkuat studi-studi terdahulu, sekaligus secara teoritis yang menjelaskan bahwa CDSE merupakan kerangka internal dalam membentuk adaptabilitas karier individu. Abstract The dynamics of employment in the era of technological advancement pose a significant challenge for the workforce, particularly in Indonesia, including final-year students who are about to enter the workforce. Moreover, reports of relatively high layoffs in the Indonesian context and technological advancements that are expected to displace human roles further emphasize this issue. This signals the need for psychological capital, not just technical skills, but adaptive abilities. The aim of this research is to examine the relationship between career decision self-efficacy (CDSE) and career adaptability among final-year students with organizational experience. This study employs a correlational quantitative research method. The research participants are final-year students with organizational experience. The total number of participants is 114 students, and the sampling was conducted using a convenience sampling technique. Data collection was conducted online using the CDSE-SF and CA-SF scales, which had been adapted in previous research. The analysis technique used the Pearson Product Moment correlation, and the results showed a significant and positive relationship (r = 0.604; p = 0.001/<0.05) between the two variables. The conclusion of this study is that there is a relationship between career decision self-efficacy and career adaptability in final-year students with organizational experience. Additionally, these findings reinforce previous studies and theoretically explain that CDSE serves as an internal framework in shaping an individual's career adaptability.