Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Regional Specialization And Regional Leakages As An Impact Of Center- Hinterland Interaction (Case: Kupang City And Regencies In West Timor) Klau, Anggelina Delviana; Taena, Werenfridus; Blegur, Fried Markus Allung
Eko-Regional: Jurnal Pembangunan Ekonomi Wilayah Vol 19 No 2 (2024): September 2024
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32424/er.v19i2.15040

Abstract

The research aims to analyze: (1) the basic sector and regional specialization of regencies/cities in West Timor, (2) the impact of center and hinterland interactions on regional leakage in regencies/cities in West Timor. The research was carried out in 5 regencies and 1 city in West Timor. The research uses secondary data and primary data (obtained using the snowball technique). The research results state that interactions occur due to the existence of basic commodities, but not necessarily regional specialization. The research results also found that there was a leak from the Hinterland area to the center in West Timor of IDR 757,606,232,- because the benefit center was IDR 1,164,004,961,- while the hinterland benefit was IDR 406,398,729,-. Belu Regency is the regency that received a surplus (IDR 44,746,514). Therefore, each district/city is obliged to determine base commodities and strive for specialization so as to obtain a surplus from center-hinterland interactions.
Analisis Pendapatan Petani Pisang Di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka: Analysis of income of bananas farmers in the village of Weoe Nahak, Maria Narida; Kiha, Emilia Khristina; Klau, Anggelina Delviana
Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 5 No. 4 (2023): Ekopem: Jurnal Ekonomi Pembangunan
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jep.v5i4.4358

Abstract

Sebagian besar penduduk di Kabupeten Malaka bermata pencaharian sebagai petani dengan usaha tani usaha panen seperti padi, jagung, dan kacang-kacangan. Dari tingkat kesuburan tanah, kabupaten malaka kususnya di daerah dataran (fehan) sangat cocok juga untuk pengembangan tanaman pertanian umur panjang seperti pisang, kelapa, kemiri dan dll. Khusus tanaman pisang ambon, pisang Mas, pisang kapok, pisang uli, pisang tanduk, pisangraja semulah hanya sekedar tanaman pelengkap tanaman kebun dan hanya untuk kebutuhan sendiri. Dalam perjalanan waktu tanaman tersebut bernilai ekonomis untuk menambah pendapatan keluarga. Masalah dalam penelitian ini adalah pendapatan petani pisang di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka dimana tidak terlepas dari beberapa indicator makro ekonomi seperti luas lahan, jumlah produksi dan jenis pisang di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara Luas lahan Jumlah Produksi dan jenis pisang terhadap Pendapatan petani pisang baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini berlokasi di Desa Weoe Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Hasil analisis menunjukan bahwa secara parsial memiliki pengaruh signifikan antara variabel Luas Lahan terhadap variabel Pendapatan Petani Pisang, memiliki pengaruh signifikan antara variabel Jumlah produksi terhadap variabel Pendapatan Petani Pisang, memiliki pengaruh signifikan variabel Jenis Pisang terhadap variabel Pendapatan Petani Pisang. Secara simultan maka memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan antara variabel Luas Lahan, variabel Jumlah Produksi danJenis Pisang terhadap variabel Pendapatan Petani Pisang.
PELATIHAN PENERAPAN TATA KELOLA KEUANGAN PADA UMKM PABRIK ROTI BINTANG SEBAGAI UPAYA PENGUATAN KAPASITAS KEUANGAN Redjo, Paulina Rosna Dewi; Manane, Desmon Redikson; Klau, Anggelina Delviana
Perwira Journal of Community Development Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Unperba Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54199/pjcd.v2i2.121

Abstract

Kabupaten Timur Tengah Utara  tepatnya di Ibu Kota Kabupaten yakni Kota Kefamenanu terdapat banyak UMKM yang belum menerapkan pencatatan dan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi. Salah satunya adalah  UMKM “ Pabrik Roti Bintang” yang berada di kelurahan Kefa Selatan. Pelaku entitas UMKM perlu diberikan dorongan dan pemahaman mengenai manfaat dan pencatatan akuntansi, misalnya pencatatan transaksi, baik bagi pelaku usaha sendiri maupun dalam hubungannya dengan pihak ketiga seperti institusi perijinan dan lembaga pembiayaan (Andrian L. dkk : 2014). Berdasarkan permasalahan ini, maka perlu diadakan kegiatan pelatihan bagi UMKM “Pabrik Roti Bintang” dalam hal mengelola keuangan dengan menggunakan standar akuntansi. Program pelatihan yang ditawarkan berupa pelatihan tata kelola keuangan akuntansi sederhana bagi UMKM tersebut.Hal ini sesuai dengan penelitian Hasyim (2013) yang menjelaskan bahwa faktor kendala dalam pengembangan UMKM berupa informasi keuangan. Sebesar 77,5% UMKM tidak memiliki laporan keuangan dan sisanya, sebesar 22,5% yang memiliki laporan keuangan. Dari sisi jenis laporan keuangan yang dimiliki UMKM, sebesar 23,2% menyusun neraca, sebesar 34,3% menyusun laba rugi, 34,4% menyusun arus kas dan persediaan barang sebesar 30,9%. Walaupun relatif jauh dari yang diharapkan, sebesar 53% hanya memiliki catatan mengenai uang masuk dan keluar. Dengan demikian, profesionalisme pengelolaan keuangan menjadi kendala dalam pengembangan UMKM.
Leading sectors, multiplier effects, and economic spillovers among the islands of East Nusa Tenggara Province Taena, Werenfridus; Klau, Anggelina Delviana; Kase, Marce Sherly; Blegur, Fried Markus Alung; Afoan, Felisisima; Buan, Febrya Christin Putri Handayani
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ppd.v13i4.41468

Abstract

Regional economic disparities and fragmented inter-island linkages remain key challenges in East Nusa Tenggara (NTT), one of Indonesia’s archipelagic provinces with diverse resource endowments. This study analyzes the structure and dynamics of NTT’s regional economy by identifying its leading sectors through intersectoral linkage analysis, estimating the magnitudes of multiplier effects, and examining spillover effects across the province’s major islands. The research utilizes the 2016 Input–Output Table of NTT Province and the accumulated Gross Regional Domestic Product (GRDP) data of regencies and cities across the Timor, Flores, and Sumba islands for the 2016–2023 period. Analytical methods include linkage analysis, multiplier effect estimation, and the Vector Error Correction Model (VECM). The results show that agriculture, manufacturing, electricity, trade, and transportation constitute the leading sectors due to their strong forward and backward linkages. At the same time, agriculture and manufacturing also generate the largest multiplier effects. These sectors further create significant inter-island spillover effects, characterized by spread effects between Sumba–Timor, Sumba–Flores, and Timor–Sumba, and backwash effects between Timor–Flores and Flores–Sumba. The findings highlight that strengthening productive linkages in agriculture and manufacturing is vital for enhancing spatial equity and promoting inclusive regional growth. Conceptually, this study contributes to the literature by integrating intersectoral, multiplier, and spillover analyses to explain spatial economic interdependence in archipelagic regions and by offering practical policy implications for fostering sustainable inter-island integration in NTT Province.
Analisis Ketimpangan Investasi di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat tahun 2015-2020 Hidayah, Ulul; Klau, Anggelina Delviana; Prima, Suci Rahmawati
Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol 11 No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jep.v11i2.467

Abstract

Investment is one of the essential factors in regional development because it can increase the attractiveness of a location for doing business and encourage economic growth. Increased investment is needed to encourage regional development in Indonesia, including the border area of ​​West Kalimantan. This study aims to analyze the level of inequality in development investment in the border and non-border areas of West Kalimantan and examine more deeply the level of inequality within the region and between regions in the border area of ​​West Kalimantan. The inequality analysis method used in this study is the Williamson Index and Theil Entropy Index. The analysis results show that the per capita investment inequality in non-border areas is higher than in border areas. Inequality in per capita investment in border areas is in the moderate category, but this inequality has tended to increase in the last five years. The investment disparity between the five regencies in the border area is higher when compared to the level of investment disparity between the border and non-border herd.
Pemanfaatan Google Sites dalam Pemasaran Digital UMKM KTH Permata Timo, Fredirikus; Gelu, Leonard Peter; Klau, Anggelina Delviana
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v5i1.5872

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) of the Forest Farmer Group (KTH) Permata have traditionally marketed local products such as instant ginger herbal drink, instant turmeric herbal drink, instant temulawak, and forest honey using conventional methods, resulting in limited market reach and suboptimal income. Marketing through social media platforms such as Facebook and WhatsApp has not been fully optimized due to limited understanding of digital marketing management, particularly the use of websites as official marketing media. This community service activity aimed to provide training and mentoring for MSMEs KTH Permata members on the utilization of Google Sites as a digital marketing medium. The methods included observation to identify existing conditions and problems, discussions with partners to formulate solutions, documentation, implementation of Google Sites management training, and evaluation through questionnaires to measure improvements in participants’ skills. The results showed that the training and mentoring activities improved participants’ understanding and skills, with 80% of members successfully creating and publishing Google Sites websites independently, while 70% were able to manage and update product content on a sustainable basis. The outputs of this activity included the availability of an official marketing website for MSMEs KTH Permata featuring business profiles, product catalogs, and contact information, which contributed to expanding market reach and increasing product visibility. In conclusion, limited knowledge and skills were the main barriers to digital marketing adoption; however, the training and mentoring proved effective in strengthening MSME capacity to utilize Google Sites as a digital marketing tool.
Pengembangan Agroforestri Sirih dalam Meningkatkan Ekonomi Petani dan Mewujudkan Konservasi Sumberdaya Alam di Desa Femnasi Klau, Anggelina Delviana; Taena, Werenfridus; Binsasi, Yeremias; Nino, Jefrianus; Taena, Emanuel Tati
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21217

Abstract

Background: Petani di Desa Femnasi khsusnya kelompok tani Beslat mengusahakan tanaman sirih secara konvensional menyebabkan alih fungsi lahan, produktivitas rendah dan pendapatan mengalami penurunan. Kegiatan PKM  ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang budidaya tanaman sirih dengan sistem agroforestri dan tumpangsari dengan tanaman hortikultura guna meningkatkan ekonomi dan mewujudkan konservasi lingkungan, (2) meningkatkan ketrampilan teknis petani dalam menggunakan pupuk kompos biochar dan PGPR serta irigasi tetes dalam sistem agroforestri sirih untuk meningkatkan kesuburan dan daya tahan terhadap hama dan penyakit tanaman, (3) meningkatkan kemampuan manajemen kelompok tani untuk mempermudah usahatani dan pemasaran sirih. Jumlah petani yang aktif dalam program agrofoirestri sirih sebanyak 25 orang dari anggota kelompok tani Beslat Desa Femnasi. Metode: Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini meliputi sosialisasi, praktek pembuatan pupuk kompos biochar, pembibitan, budidaya dan pemeliharaan agroforestri sirih yang ditumpangsarikan dengan hortikultura. Hasil: Hasilnya meningkatkan kompetensi petani tentang budidaya tanaman sirih dengan sistem agroforestri dan pola tumpangsari dengan tanaman sayuran sehingga bermanfaat secara ekonomi dan ekologi. Petani juga memiliki ketrampilan dalam pembuatan dan penggunaan pupuk kompos biochar, serta pemanfaatan pupuk PGPR untuk meningkatkan kesuburan dan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit tanaman. Petani juga memiliki kemampuan manajemen kelompok tani yang lebih baik terutama terkait manajemen pemasaran sehingga memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Kesimpulan: Peningkatan kemampuan manajemen dan teknis usahatani diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat dan lingkungan tetap lestari sehingga pembangunan berkelanjutan dapat terwujud.