Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Science: Indonesian Journal of Science

Analisis Determinan Gejala Sisa Dengan Status Gizi Penyintas Covid-19 Birwin, Alib
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i2.35

Abstract

Sudah setahun dunia dan Indonesia berperang menghadapi pandemi Coronavirus disease 2019 (covid-19) yang mengharuskan sumber daya manusia beradaptasi dengan situasi pandemi. Di Indonesia, kasus pertama covid-19 dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. Kasus terus bertambah dan menyebar di 34 provinsi dengan 508 kabupaten/kota di Indonesia. Sampai 12 Maret 2021, kasus yang terkonfirmasi positif berjumlah 1.410.134 kasus dengan case fatality rate (CFR) sebesar 2,7%. (Kemenkes RI, 2021). Di DKI Jakarta, sampai 12 Maret 2021 tercatat kasus kumulatif positif covid-19 sebanyak 357.742 kasus dengan CFR sebesar 1,7%. Provinsi Banten, sebagai provinsi yang terdekat dengan DKI Jakarta, kasus positif covid-19 sampai dengan 12 Maret 2021 sebanyak 31.579 kasus dengan CFR sebesar 2,02%. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis Determinan Gejala Sisa Dengan Status Gizi Penyintas Covid-19 di Jakarta dan Banten Tahun 2021. Luaran akhir dari penelitian ini dikembangkannya suatu model tentang pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi penyintas covid-19 dengan dilaksanakannya kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative serta memperkuat sistem surveilens dalam upaya menurunkan insidensi covid-19. Penelitian ini dilaksanakan di dua Provinsi yaitu kelurahan Cijantung Jakarta Timur DKI Jakarta dan Kelurahan Muara Ciujung Timur Rangkasbitung Lebak Banten pada bulan April - Agustus 2021 . Populasi dalam peneltian ini adalah populasi kasus dan populasi kontrol. Sampel Kasus: Orang yang pernah dinyatakan positif covid- 19 melalui hasil swab-test, menjalani isolasi di rumah sakit atau mandiri, setelah 2 minggu isolasi dinyatakan sembuh melalui hasil swab test negative. Sampel Kontrol: Orang tinggal satu rumah dengan kasus, dinyatakan negative covid-19 melalui hasil swab-test. Data dikumpulkan menggunakan instrument kuesioner. Karena sulitnya mendapatkan sampel kasus penyintas covid 19 maka besar sampel ditentukan dengan quota sampling dimana dikumpulkan 100 kasus (50 kasus di kelurahan Cijantung dan 50 kasus di kelurahan Muara Ciujung Timur). Begitu pula jumlah control 100 orang (50 kontrol di kelurahan Cijantung dan 50 kontrol di kelurahan Muara Ciujung Timur), sehingga total jumlah sampel dalam penelitian ini sejumlah 200 responden.Pengolahan dan analisis data menggunakan aplikasi pengolah data SPSS ver. 20.
Faktor-faktor Berhubungan Kepatuhan Pasien Kontrol Paska Bedah Katarak Wilayah Kerja BKMM Cikampek Syahrul, Auliansyah; Birwin, Alib; Suraya, Izza; Asiah, Nur; Alnur, Rony Darmawansyah; Handayani, Sri Wahyuni
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.242

Abstract

Patuh adalah suka menuruti (perintah), taat (perintah, aturan), kepatuhan (taat) sebagai tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang sesuai dengan yang disarankan oleh dokter atau petugas kesehatan.  adalah suatu sikap atau perilaku seseorang yang sesuai dengan aturan, perintah, atau norma yang telah ditetapkan. Kepatuhan memiliki aspek motivasi dan kemauan dalam kontrol suatu layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan pasien dalam kontrol paska bedah katarak di wilayah balai kesehatan mata masyarakat di Cikampek. Metode penelitian yang digunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistem sample jenuh. Populasi dalam penelitian pasien katarak di balai kesehatan mata masyarakat Cikampek sebanyak 38 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000). Sedangkan tidak ada hubungan antara jenus kelamin (p= 0,078), umur (p= 0,758), pendidikan (p=0.627), pekerjaan (p=0.351), jarak faskes (p=0.951). Berdasarkan hasil tersebut menujukan kesehatan perlu melibatkan keluarga dalam proses edukasi berupa konseling paska bedah katarak dan memberikan pemahaman tentang peran penting mereka dalam mendukung kepatuhan pasien.