Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Millennial Agricultural Extension Communication at the Self-Help Agricultural and Rural Training Center (P4S) in Gogodeso Village, Kanigoro District, Blitar Regency Shunerelyne Kharisma Kirana Chakti; Sumaryati
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2627

Abstract

P4S merupakan lembaga penyuluhan pertanian yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh petani yang telah swadaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model komunikasi yang dilakukan P4S sebagai lembaga penyuluh dalam melakukan penyuluhan progra Petani Milenial yang dilakukan di Desa Gogodeso Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif lapangan. Hasil penelitian men unjukkan bahwa ada dua fase dalam penyuluhan petani milenial. Pada pra penyuluhan hingga saat penyuluhan, model komunikasi yang digunakan linear sehingga pada pra penyuluhan model yang diterapkan adalah SMCR searah dan SMCR dua arah. Pada pasca penyuluhan, model komunikasi yang digunakan adalah model komunikasi jejaring dan model komunikasi media forum.
Analysis of Constraints, Perceptions, and Determining Factors for Success in Implementing the Merdeka Belajar Curriculum in Indonesia: A Case Study at Muhammadiyah Kasihan Bantul Middle School, Special Region of Yogyakarta Sukmayadi, Trisna; Sumaryati; Tarmuji, Ali
Journal of Pedagogy and Education Science Vol 5 No 01 (2026): Article in Press - Journal of Pedagogy and Education Science
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.jpes.001170

Abstract

This research aims to analyze the obstacles, perceptions, and success factors in implementing the Merdeka Belajar Curriculum at Muhammadiyah Kasihan Middle School. The method is a descriptive qualitative approach, utilizing in-depth interviews with Pancasila and Civic Education (Pendidikan Pancasial dan Kewarganegaraan or PPKn) teachers at various levels. The results showed that the main obstacles lie in understanding the new curriculum, limited references, and a lack of relevant training. Nevertheless, teachers' perceptions of curriculum change tend to be positive when supported by adequate training and sufficient resources. The implications of this study demonstrate the importance of strengthening teacher capacity as well as providing systematic support to make curriculum implementation work more effectively.