Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ELABORATION OF THE HISTORY OF ISLAMIC EDUCATION IN THE DUTCH COLONIAL PERIOD Mokodenseho, Sabil; Kurdi, Muqarramah Sulaiman; Idris, Muh; Rumondor, Prasetio; Solong, Najamuddin Petta
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2590

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia erat kaitannya dengan proses sejarah yang panjang. Pada awalnya pendidikan Islam di Indonesia mengalami pasang surut, kemudian menunjukkan perubahan-perubahan besar yang luar biasa. Perubahan kebijakan terkait pendidikan Islam di Indonesia ini tidak lepas dari pengaruh kolonialisme. Berangkat dari fakta sejarah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa literatur terkait sejarah maupun kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda didapatkan melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai bahan pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa hegemoni pendidikan Belanda dalam mengatur kebijakan pendidikan Islam, khususnya yang diusung lembaga pendidikan Islam didasarkan pada nalar politik, ideologis, dan kultural ala kolonialis untuk memaksakan pengaruh pemerintahannya terhadap Muslim Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Belanda merugikan Muslim Indonesia. Kesimpulannya, kebijakan kolonial Belanda terhadap pendidikan Islam di Indonesia adalah dikotomis dan diskriminatif, sehingga membuatnya kaku dan sulit berkembang. Meski begitu, semangat mempertahankan dan memperjuangkan pendidikan Islam di Indonesia terus diwujudkan oleh para ulama. Semangat para ulama ini dibuktikan dengan semakin eksisnya lembaga pendidikan Islam (pesantren dan madrasah) hingga saat ini.  
Kebiasaan yang Menjadi Hukum Adat Lintas Keluarga (Studi Kasus Kunjungan Setiap Hari Raya Besar antar Umat Beragama di Sulawesi Utara) Rumondor, Prasetio; Tumiwa, Anisa Jihan
Al Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama Vol 4 No 2 (2019): Al-Mabhats : Jurnal Penelitian Sosial Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Purpose of writing this articles is to find out the interactions and habits of the people on major holidays between religious communities in North Sulawesi. This study uses qualitative research methods, with data collection techniques based on observations, interviews and documentation studies, as well as sociological approaches with studies cross-sectional. The results of this study show that interfaith visits, especially by each family, are still strongly bound by kinship but have distance and boundaries from each religion. Then, there are legal causes and legal consequences that occur from customary law visit when religious feast day are smaller in scope, namely the family which will automatically influence the interaction of the people of North Sulawesi.
Analisis Pengaruh Adaptabilitas Emosional, Sistem Penjaminan Mutu dan Aplikasi Gamifikasi dalam Pembelajaran Terhadap Kinerja Guru: Penelitian Lahiya, Arkam; Novelti, Novelti; Sakti, Bayu Purbha; Haddar, Gamar Al; Rumondor, Prasetio; Aswadi, Dana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.1310

Abstract

Peningkatan kinerja guru menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi yang tangguh dan mampu bersaing secara global. Dalam konteks pembangunan bangsa, guru dengan kinerja tinggi adalah aset yang sangat berharga. Perhatian terhadap peningkatan kinerja guru tidak hanya menjadi tugas pribadi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Tanpa guru yang profesional, berdedikasi, dan berprestasi, cita-cita meningkatkan mutu pendidikan akan sulit tercapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan dan memahami secara mendalam bagaimana adaptabilitas emosional, sistem penjaminan mutu sekolah, serta penerapan gamifikasi memengaruhi kinerja guru. Sebanyak 30 informan, yang terdiri dari guru dan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, dipilih secara purposive. Kesimpulan penelitian menunjukkan seluruh variabel adaptabilitas emosional, sistem penjaminan mutu dan penerapan gamifikasi dalam proses pembelajaran memberikan dampak terhadap kinerja guru. Manajemen sekolah perlu memberikan dukungan menyeluruh baik dalam aspek pengembangan kompetensi emosional guru, penguatan sistem mutu, maupun penyediaan pelatihan dan fasilitas yang mendorong inovasi pembelajaran.
Implementasi Konsep Belajar Humanistik pada Siswa dengan Tahap Operasional Formal di SMK Miftahul Khair Maslukiyah, Nailil; Rumondor, Prasetio
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 25 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol25.iss1.art8

Abstract

Konsep belajar yang diusung humanistik adalah memanusiakan manusia, dan lebih menekankan proses dari pada hasi l belajar. Penel i ti an i ni di lakukan untuk mengetahui pengimplementasian konsep belajar humanistik bagi siswa tahap operasional formal di SMK Miftahul Khair yang berada di bawah naungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Hal itu dilakukan untuk mengetahui validitas dan konsistensi data yang diperoleh. Adapun hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa strategi yang digunakan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran humanistik pada siswa, yaitu: (1) Memberikan respon positif terhadap siswa baik verbal maupun nonverbal, seperti menghargai siswa, memberikan apresiasi (misal pujian), berlaku adil, tersenyum, dan lain-lain; (2) Memberikan cerita inspiratif untuk menumbuhkan serta meningkatkan hasrat dan minat belajar siswa, di mana hal tersebut berdampak terhadap perubahan siswa (meliputi pengetahuan, sifat, dan perilaku siswa); (3) Pemilihan metode belajar yang tepat dan menyenangkan agar proses pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa; dan (4) Membuat siswa merasa nyaman dengan tidak memberikan ancaman atau kecaman terhadap siswa, sehingga siswa merasa bebas berekspresi dalam pembelajaran.Kata Kunci: belajar humanistik, sekolah menengah kejuruan, tahap operasional formalThe Implementation of Humanistic Learning Concept on Students with Formal Operational Stage at Miftahul Khair Vocational SchoolAbstract. The concept of learning which so called humanistic was humanizing human beings and emphasizes the process rather than learning outcomes. This research was conducted to determine the implementation of the concept of humanist learning for students in the formal operational stage at the Miftahul Khair’s Vocational High School under the auspices of the Pesantren. The study used a descriptive qualitative approach. The data collection, however, used semi-structured interviews and observations. it was done to determine the validity and consistency of the data obtained. The results stated that there were several strategies used by teachers in implementing humanistic learning in students, namely: (1) Giving positive responses to students both verbally and non-verbally such as respecting students, giving appreciation (ex: praise), acting fairly, smil ing, etc.; (2) Provide inspirational stories to foster and increase the desires and interest in student learning, where it has an impact on student change (including knowledge, nature, and behavior of students); (3) The selection of appropriate and fun learning methods so that the learning process becomes meaningful for students; and (4) Make students feel comfortable by not giving threats or criticism to students, so students feel free to express themselves in learning. Keywords: formal operational stages, humanistic learning, vocational high schoolArticle History:Received 31 January 2020Revised 20 April 2020Accepted 30 May 2020
ELABORATION OF THE HISTORY OF ISLAMIC EDUCATION IN THE DUTCH COLONIAL PERIOD Mokodenseho, Sabil; Kurdi, Muqarramah Sulaiman; Idris, Muh; Rumondor, Prasetio; Solong, Najamuddin Petta
Journal of Islamic Education Policy Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v8i2.2590

Abstract

Kebijakan pendidikan Islam di Indonesia erat kaitannya dengan proses sejarah yang panjang. Pada awalnya pendidikan Islam di Indonesia mengalami pasang surut, kemudian menunjukkan perubahan-perubahan besar yang luar biasa. Perubahan kebijakan terkait pendidikan Islam di Indonesia ini tidak lepas dari pengaruh kolonialisme. Berangkat dari fakta sejarah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian berupa literatur terkait sejarah maupun kebijakan pendidikan Islam pada masa kolonial Belanda didapatkan melalui pembacaan dan kajian mendalam terhadap berbagai bahan pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa hegemoni pendidikan Belanda dalam mengatur kebijakan pendidikan Islam, khususnya yang diusung lembaga pendidikan Islam didasarkan pada nalar politik, ideologis, dan kultural ala kolonialis untuk memaksakan pengaruh pemerintahannya terhadap Muslim Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah Belanda merugikan Muslim Indonesia. Kesimpulannya, kebijakan kolonial Belanda terhadap pendidikan Islam di Indonesia adalah dikotomis dan diskriminatif, sehingga membuatnya kaku dan sulit berkembang. Meski begitu, semangat mempertahankan dan memperjuangkan pendidikan Islam di Indonesia terus diwujudkan oleh para ulama. Semangat para ulama ini dibuktikan dengan semakin eksisnya lembaga pendidikan Islam (pesantren dan madrasah) hingga saat ini.