Hariri Kurniawan
Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ma'arif Kalirejo

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Adat Istiadat Sunda Ritonga, Anas Habibi; Kurniawan, Hariri; Yandi, Ali
Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Vol 3, No 2 (2021): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v3i2.3972

Abstract

We can find community empowerment based on traditional values in the indigenous people of Kampung Cirendeu. The indigenous people of Kampung Cireundeu are able to empower the community through traditional values. Community empowerment is basically a process that is carried out towards a state from inability to being able from helplessness to being empowered. The purpose of this study is to analyze and find out how the implementation of community empowerment and the process of the indigenous people of Kampung Cireundeu building a system of traditional values. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach. The results of this study found the facts that: First, the traditional values found in the traditional community of Kampung Cirendeu are the source of the creation of a food self-sufficiency system. Second, the very simple process carried out by the indigenous people of Kampung Cireundeu in building a system of traditional values through the concepts of pamali, nirukeun, and ngabisakeun. Third, based on the results of the researcher's analysis of the implementation of the empowerment of the indigenous people of Kampung Cireundeu, it was carried out through the first, Bina Jalmi. Second and Business Development.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ISTIQRA’I UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN NAHWU SISWI KELAS VII-A SEMESTER GENAP MTs DARUL HUFFAZH PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 M: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ISTIQRA’I Hariri Kurniawan; Muhammad Wisnu Khumaidi; Nurkholis
An Naba Vol. 2 No. 1 (2019): An Naba : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Fattah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.705 KB) | DOI: 10.2512/annaba.v2i1.17

Abstract

This research is conducted based on the difficulty of students in understanding the rules of nahwu that are taught in the class and based on the low grades they got from this subject. This is based on observations that show the low average value of students on Arabic. Based on this background, the researcher is interested in applying the istiqra'i method so that students' understanding of the nahwu rules increases. The formulation of the problem in this study is: Does the application of the istiqra'i learning model can improve the students’ ability in class VII A of MTs Darul Huffaz to understand the rules of nahwu? This research uses Classroom Action Research (CAR). The purpose of this research is to determine the role of the application of the istiqra'i method to the ability of students to understand nahwu rules. The subjects of this research are the 20th grade students of VIIA. This research is conducted in 2 cycles. Based on the results of student evaluation tests in cycle 1 and cycle 2, it can be concluded that the application of the istiqra'i method is quite instrumental in increasing students' understanding of the nahwu rules because the acquisition of the average value of all aspects of the understanding of nahwu taught has increased. The average value of the test results of all aspects of the pretest was 50 and then increased to 89.67 in the first cycle test and increased again to 93.33 in the second cycle. This means the average value of all aspects from the pretest to the test cycle 1 increased by 79.34% and from cycle 1 test to cycle 2 test increased by 4.04%.
Konsep Keluarga Sakinah Menurut Hamka: (Studi Atas Tafsir Al-Azhar) Hariri Kurniawan; Titin Nurngaini; Zidan Mubarok; Afrina Afrina
Jurnal Kajian Pendidikan Islam Volume 1 Nomor 2 Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.145 KB) | DOI: 10.58561/jkpi.v1i2.33

Abstract

Konsep Keluarga Sakinah Menurut Hamka (Studi atas Tafsir Al-Azhar). Hamka adalah salah seorang mufasir Indonesia yang berkiprah penting dalam bidang keilmuan baik itu dari segi sastra, sejarah, tasawuf dan Agama. Karya Hamka dalam bidang Agama yang sampai saat ini terus berkembang hingga kitapun juga bisa merasakannya salah satunya adalah tafsir karya beliau yaitu tafsir Al-Azhar, yang mana tafsir ini merupakan rujukan primer dari penelitian ini. Keluarga merupakan hal yang penting di kehidupan manusia, dimana keluarga merupakan tempat pertama kali manusia mendapatkan pelajaran dan pendidikan untuk meneruskan hidup mereka. Kemudian dari sebuah keluarga itulah akan terbentuk ummat, dan dalam ummat itulah akan tegak masyarakat Islam. Adanya kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi yang baik antara suami istri, dapat menimbulkan ketidak harmonisan dalam sebuah hubungan keluarga bahkan bias saja terjadinya perceraian. Maka dari itu perlu adanya konsep untuk membangun sebuah keharmonisan dalam suatu keluarga, sehingga terciptalah keluarga yang “Sakinâh mawaddah wa rahmah”. Konsep keluarga sakinah menurut Hamka inilah yang perlu dimunculkan sebagai usaha untuk mewujudkan keluarga yang “Sakinâh mawaddah wa rahmah”. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dalam menafsirkan ayat-ayat yang berhubungan dengan konsep keluarga sakinah Hamka mengkaitkannya dengan hadis-hadis Nabi dan dengan pemikiran tokoh-tokoh serta para mufasir lainnya, Hamka juga terkesan analitis dalam penafsirannya karena Hamka menjelaskan ayat-ayat al-Qur’an dengan panjang lebar dan mencakup berbagai aspek yang terkandung di dalam ayat sesuai dengan keahlian dan keilmuannya.Sedangkan konsep dalam keriteria keluarga sakinah menurut Hamka dibagi menjadi empat, yaitu; Beriman, Tanggungjawab, Ketenangan, dan Mu’asyârah bi al-ma’rûf.
Konsep Pengembangan Modul Pembelajaran Rozak Hanafi, Ilyas; Astuti, Sundari; Rofiudin, Rofiudin; Kurniawan, Hariri
MindSet : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/mindset.v3i1.151

Abstract

Konsep pengembangan yang digunakan dalam teori ini adalah model pengembangan Analysys, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE). Adapun prosedur pengembangan modul pembelajaran melalui tahap-tahap berikut : (1) Analisis, (2) Mendesain draft modul, (3) Mengembangkan draft modul pembelajaran, (4) Menerapkan modul pembelajaran di kelas, (5) Melakukan tahap evaluasi. Teknik pengumpulan data yang dugunakan dalam teori ini adalah kajian pustaka. Mengembangkan ini tentang bagaimana konsep pengembangan modul pembelajaran itu dapat di buat dan dilaksanakan oleh pendidik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ISTIQRA’I UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN NAHWU SISWI KELAS VII-A SEMESTER GENAP MTs DARUL HUFFAZH PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014 M: PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ISTIQRA’I Hariri Kurniawan; Muhammad Wisnu Khumaidi; Nurkholis
An Naba Vol. 2 No. 1 (2019): An Naba : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Fattah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is conducted based on the difficulty of students in understanding the rules of nahwu that are taught in the class and based on the low grades they got from this subject. This is based on observations that show the low average value of students on Arabic. Based on this background, the researcher is interested in applying the istiqra'i method so that students' understanding of the nahwu rules increases. The formulation of the problem in this study is: Does the application of the istiqra'i learning model can improve the students’ ability in class VII A of MTs Darul Huffaz to understand the rules of nahwu? This research uses Classroom Action Research (CAR). The purpose of this research is to determine the role of the application of the istiqra'i method to the ability of students to understand nahwu rules. The subjects of this research are the 20th grade students of VIIA. This research is conducted in 2 cycles. Based on the results of student evaluation tests in cycle 1 and cycle 2, it can be concluded that the application of the istiqra'i method is quite instrumental in increasing students' understanding of the nahwu rules because the acquisition of the average value of all aspects of the understanding of nahwu taught has increased. The average value of the test results of all aspects of the pretest was 50 and then increased to 89.67 in the first cycle test and increased again to 93.33 in the second cycle. This means the average value of all aspects from the pretest to the test cycle 1 increased by 79.34% and from cycle 1 test to cycle 2 test increased by 4.04%.
Transformasi Nilai - Nilai Aspek Pendidikan Agama Islam Melalui Kepemimpinan Kepala Madrasah Asror, Muhamad; Susanto, Susanto; Riadi, Selamat; Yasin, Muhamad; Kurniawan, Hariri
MindSet : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 3 Nomor 2 September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/mindset.v3i2.199

Abstract

Tata Nilai Agama Islam Mempunyai Sifat Hakiki yang datang dari Allah SWT, Sehingga kebenaranya diakui mutlak oleh para penganutnya. Yang membedakan pada aspek nilai-nilai ajaran Islam yang terbagi kedalam tiga macam hal, pertama nilai aqidah/keyakinan adalah mengajarkan manusia untuk percaya akan adanya Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa serta menciptakan alam semesta ini, yang senantiasa mengawasi dan memperhitungkan segala perbuatan manusia di dunia, kedua nilai ibadah mengajarkan pada manusia agar dalam setiap perbuatanya senantiasa dilandasi hati dan niat yang ikhlas guna menciptakan ridho Allah, ketiga nilai akhlak mengajarkan kepada manusia untuk bersikap dan berperilaku yang baik seperti jujur, sikap rela berkorban, sopan, santun, tawakal, adil dan sabar. Peneliti tertarik melakukan penelitian ini karna walaupun background madrasah tapi latar belakang pendidikan setiap peserta didik berbeda-beda maka penanam nilai-nilai agama sangatlah lebih diprioritaskan dan peneleliti memfokuskan pada: bagaimana peran kepala Madrasah dalam penanaman nilai-nilai agama Islam pada peserta didik di Madrasah Aliyah 04 Kalirejo, dan faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam penanaman nilai-nilai agama Islam pada peserta didik di Madrasah Aliyah 04 Kalirejo. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Jenis data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu data tertulis dan data yang tidak tertulis. Seluruh data di peroleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara menelaah seluruh data yang ada, reduksi data, pengecekan keabsahan data, ketekunan pengamatan dan triangulasi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian yaitu, Peran kepala sekolah dalam penanaman nilai-nilai agama islam pada peserta didik di Madrasah Aliyah 04 Kalirejo, hal penting yang perlu di perhatikan ialah menumbuhkan dan melatih akidah, ibadah dan akhlaknya cara yang di terapkan oleh kepala Madrasah dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam pada peserta didik adalah membina kedisiplinan di sekolah, memotivasi peserta didik, memberi ketauladanan kepada peserta didik, membuat program kegiatan di madrasah, melalui perantara guru. Faktor pendukung adanya fasilitas yang memadai dan adanya dukungan kerjasama anatara guru dan orang tua peserta didik, faktor Penghambat adalah berasal dari peserta didik sendiri dan perbedaan pemberian keteladanan pada peserta didik antara di sekolah dengan di rumah.
ANALISIS KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM KURIKULUM MERDEKA Muhajiroh, Ninik; Susanto, Susanto; Hanafi, Ilyas Rozak; Anwar, Khoirul; Kurniawan, Hariri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i2.5620

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education is a learning process that aims to apply or realize Islamic teachings and values ??in everyday life. This is in line with research that shows that Islamic religious education is a conscious effort made by educators to foster and guide students in schools so that after completing their education they are able to understand, appreciate, and practice Islamic teachings. The research method used is a descriptive qualitative method through field research and data collection techniques consisting of observation, interviews and documentation as well as through triangulation analysis. The results of the study show that the Islamic Religious Education Curriculum at SMA Negeri 1 Kalirejo, Central Lampung has a significant impact on the development of character and understanding of Islamic values ??in students. With a more flexible approach, this curriculum allows students to be actively involved in the learning process that can strengthen students' faith and morals. Religious education plays an important role in the Indonesian educational landscape. This type of education emphasizes character development, especially the instillation of Akhlakul Karimah (noble morals) in students, which is an important foundation for the development of moral and personal integrity. However, religion-based education not only contributes to the formation of students' character, but also encourages the development of positive traits and performance in teachers, which ultimately contributes to increased satisfaction with the effectiveness of teacher teaching. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam merupakan suatu proses pembelajaran yang bertujuan untuk menerapkan atau merealisasikan ajaran dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam merupakan suatu usaha sadar yang dilakukan oleh pendidik untuk membina dan membimbing peserta didik di sekolah agar setelah menyelesaikan pendidikannya mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan dengan metode kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan dan teknik pengumpulan data terdiri dari obervasi, wawancara dan dekomentasi serta melalui analisis triangulasi. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Kalirejo Lampung Tengah berdampak signifikan terhadap pengembangan karakter dan pemahaman nilai-nilai Islam siswa. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kurikulum ini memungkinkan siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang dapat memperkuat keimanan dan akhlak siswa. Pendidikan agama memegang peranan penting dalam lanskap pendidikan Indonesia. Jenis pendidikan ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, khususnya penanaman Akhlakul Karimah (akhlak mulia) pada peserta didik, yang menjadi landasan penting bagi pengembangan integritas moral dan pribadi. Namun demikian, pendidikan berbasis agama tidak hanya berkontribusi dalam pembentukan karakter siswa, tetapi juga mendorong pengembangan sifat-sifat dan kinerja positif pada diri guru, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kepuasan terhadap efektivitas pengajaran guru.
Peran Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Sekolah Yasin, Muhamad; Asror, Muhamad; Rofi’udin, Rofi’udin; Kurniawan, Hariri
MindSet : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 4 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Ma`arif Kalirejo Lampung Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58561/mindset.v4i1.265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah berbasis Islam dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah Islam. Kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam memiliki potensi besar untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif, berfokus pada pengembangan akademik dan karakter peserta didik. Dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi literatur yang relevan, mencakup teori-teori kepemimpinan Islam dan temuan dari penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Islam seperti amanah, keadilan, kebijaksanaan, dan syura memberikan dampak positif dalam membentuk iklim sekolah yang mendukung pembelajaran dan pengembangan karakter. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam penerapan kepemimpinan berbasis Islam, seperti resistensi terhadap perubahan dan kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai Islam. Kesimpulan menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis Islam berperan signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah Islam, meskipun masih terdapat tantangan yang perlu diatasi.