Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE IDENTIFICATION OF BACTERIAL SYMBIONT™S OF THE LARVAE ORYCTES RHINOCEROS L. AND THE ROLE OF THE BACTERIA IN COMPOSTING PROCESS Sijabat, Octanina Sari; Marheni, Marheni; Bakti, Darma
Journal of Community Research and Service Vol. 1 No. 2: July 2017
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jcrs.v1i2.9334

Abstract

AbstractOryctes rhinoceros L. has symbioses with micro organisms in their hind guts which further break down plant material consumed by beetle. The aim of this research is to determine the identification of the existence of the bacterial species in the hind gut larvae of the symbiotic bacteria using biochemical test and analysis based on 16S rRNA. The result of this research indicate that there were two different bacterials: Bacillus siamensis and Bacillus stratosphericus found. The bacteria was used for starting the composting and more specifically, the Bacillus siamensis can speed up composting with the end result at C/N 13.16.Keywords: Larvae O. rhinoceros L, Bacterial Symbionts, 16S rDNA, Composting
Pengaruh Pemberian Jamur Trichoderma Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Gueneensis Jacq) di Main Nursery Sari, Rebeca Novita; Nadhira, Ahmad; Sijabat, Octanina Sari
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/t220pc21

Abstract

Pertumbuhan dan pembibitan tanaman kelapa sawit dilakukan melalui penggunaan Jamur Trcihoderma,Top soil, pasir dan pupuk kandang sebagai media tanam, jenis pupuk kandang yang digunakan yaitu pupuk kandang dari kotoran lembu. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari pemberian Jamur Trichoderma, pemberian Pupuk NPK dan juga pemberian Jamur Trichoderma dibarengi dengan pemberian pupuk NPK sekaligus. Pemberian jamur Trichoderma dan pemberian pupuk NPK dengan dosis yang berbeda bertujuan untuk mengetahui dosis yang tepat pada tanaman kelapa sawit, lalu melihat interaksi kedua perlakuan pada fase pembibitan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada bulan Juni 2022 sampai dengan Desember 2022. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pertama pertama Pupuk Kimia (N) yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu: N1 = NPK (4gr/batang) K2 = NPK (6 gr/batang) Factor kedua pemberian Jamur Trichoderma dengan simbol (J) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu J0= 0 Kontrol (tanpa perlakuan) J1= 20ml/batang J2 = 30ml/batang. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi batang (cm), Panjang daun (cm). Pada penelitian dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial menunjukkan bahwa Hasil dari  perlakuan NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan terhadap panjang daun, serta berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun. Sedangkan perlakuan jamur Trichoderma menunjukkan bahwa perlakuan Trichoderma berpengaruh sangat nyata terhadap panjang daun, dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Sementara hasil penelitian dari interaksi perlakuan NPK dan Trichoderma berpengaruh nyata terhadap panjang daun, dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun. Kata Kunci : Jamur Trichoderma, Pupuk NPK, Kelapa Sawit
Pengabdian Internasional: Pelestarian dan Food Estate Melalui Penanaman Pohon di Ekowisata Beras Basah saragih, Wismaroh Sanniwati; Bejo Slamet; Shiroishi Hidetoshi; Irwan Agusnu Putra; Razali; Lisnawita; Sijabat, Octanina Sari; Dedi Kurniawan
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i2.493

Abstract

Indonesia, as a tropical country, faces significant challenges in preserving its mangrove forests, particularly in the Beras Basah Ecotourism Area, Langkat Regency, which holds high ecological and economic potential. The food estate in mangrove forests aims to develop land for food production, specifically as a source of forage for stingless bees. This community service project aims to preserve the food estate through tree planting in the Beras Basah Ecotourism Area. The methodology includes interviews and discussions, involving 22 participants from Universitas Tjut Nyak Dhien, Tottori University Japan, and Universitas Sumatra Utara. The project results indicate a decline in the stingless bee population due to limited food sources from the mangrove area. Planting fruit trees such as water guava, stone guava, and mango is expected to provide ecological benefits, attract tourists, and support the development of a food estate for stingless bees. With a sustainable approach, this food estate program can serve as a model for the development of mangrove forests as ecotourism areas and strengthen food security in the Beras Basah village, Langkat, North Sumatra. Keywords : Ecotourism; food estate; mangrove; stingless bees
Potensi Pestisida Nabati Dan Beberapa Jenis Refugia Sebagai Pengendalian Hama Kelapa Sawit Di Main Nursery Serta Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Rahmad Ridho; Octanina Sari Sijabat; Ahmad Nadhira; Razali, Razali
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 5: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i5.16081

Abstract

Abstract: Penelitian ini telah dilaksanakan di Jl. Bunga Terompet VI, Sempakata, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, pada bulan Desember 2023 sampai dengan Maret 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan, Faktor pertama Refugia terdiri dari 3 taraf perlakuan, yaitu R0 = Tanpa Refugia, R1 = Turnera sp, R2 = Casiatora, Faktor kedua yakni pestisida nabati dengan tiga taraf perlakuan, yaitu P0 = 0 ml, P1 = 45 ml, dan P2 = 75 ml. Parameter yang diamati yaitu Diameter Batang (mm), Tinggi Tanaman (cm), Luas Daun (cm2), Jumlah Daun dan Potensi skala kerusakan. Pada penelitian ini, perlakuan refugia hanya berpengaruh nyata dan berpengaruh sangat nyata pada parameter luas daun, namun tidak berpengaruh significan terhadap pertumbuhan diameter batang, tinggi tanaman, dan jumlah daun, akan tetapi menghasilkan efek signifikan terhadap potensi skala kerusakan daun pada tanaman. Perlakuan pestisida nabati berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan luas daun dan menghasilkan efek signifikan terhadap potensi skala kerusakan daun tanaman kelapa sawit. Perlakuan interaksi perlakuan beberapa jenis refugia dan pestisida nabati menghasilkan efek yang siginifikan pencegahan hama, dengan perlakuan kombinasi terbaik yaitu R2P2.