Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH SIMULASI MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI  TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SDN 86 KOTA BENGKULU Yustisia, Nova; APRILATUTINI, TITIN; UTAMA, TUTI ANGGRIANI
Journal of Nursing and Public Health Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.636 KB) | DOI: 10.37676/jnph.v7i2.888

Abstract

Indonesia merupakan daerah rawan bencana gempa bumi dan provinsi Bengkulu adalah salah satu daerah yang mengalami gempa bumi. Gempa yang terjadi pada tahun 2000 menyebabkan banyak korban. Kebanyakan dari mereka adalah orang tua dan anak-anak. Tidak semua anak dilatih untuk menghadapi bencana, oleh karena itu perlu diadakan pelatihan di sekolah dasar sehingga anak-anak memiliki pengetahuan bagaimana menangani bencana ini jika tiba-tiba terjadi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode simulasi bencana terhadap kesiapan anak-anak. Desain penelitian menggunakan eksperimen semu dengan dua desain pre post test. Sampel diambil dengan menggunakan sampel tota untuk 62 responden dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hipotesis diuji dengan menggunakan U-Man Withney. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh terhadap kesiapan bencana metode simulasi anak dengan nilai P <0,005. Kesimpulan: Pelatihan kesiapan menghadapi bencana gempa meningkatkan level kesadaran anak-anak. Semua siswa tingkat 6 SD N 86 Bengkulu mampu dan terlibat setelah pelatihan diulang 5 kali dan sebagian besar anak-anak menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dikategorikan sebagai kurang siap.
Studi Kualitatif Prosedur Pemasangan Transfusi Darah pada Pasien Anemia Yustisia, Nova; Aprilatutini, Titin; Desfianty, Helda
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 8, No 1 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmu.v8i1.726

Abstract

Anemia is a health problem in the whole world. Anemia cannot be ignored. Treatment varies depending on the cause, if anemia is severe treatment is given with a blood transfusion. Blood transfusion is an interdependent action that must be given according to standard operating procedures (SOP). The purpose of this study was to determine the description of the procedure for blood transfusion in anemic patients in Jasmine Room Dr. M. Yunus Bengkulu. This research is a qualitative descriptive study with a case study approach, involving 10 informants / research subjects. Data collection through interviews and observation of transfusion procedures by nurses. Data analysis techniques used include interview transcripts, data reduction, analysis, data interpretation and triangulation, data which is then concluded. The results of the study showed that the preparation phase of 9 informants prepared complete tools and preparation of patients 2 did not identify the client. The stage of transfusion installation 10 procedures to re-identify patients not in accordance with the SOP, 4 did not wash hands, 1 did not wear gloves. Post-transfusion stage 10 procedures not in accordance with the SOP on the item paying attention to reactions / complications of transfusion and observation of vital signs. Conclusion blood transfusion installation procedures have been carried out according to the SOP, but have not been implemented properly and perfectly, supervision is still lacking and support facilities are inadequate. It is recommended that the results of the study become a baseline for hospitals in improving the quality of services by increasing routine structured supervision, conducting technical training procedures for transfusion installation, and completing supporting facilities. Keywords: SOP, Blood Transfusion, Anemia
Adaptasi Perilaku Caring Perawat pada Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Yustisia, Nova; Utama, Tuti Anggriani; Aprilatutini, Titin
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 8, No 2 (2020): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmu.v8i2.1059

Abstract

Caring is a nursing action based on the desire to understand, help and reduce suffering by taking the best actions for health. Caring behavior must also be given to Covid-19 patients. The research objective was to determine the adaptation of nurses' caring behavior in Covid-19 patients in the RSUD Dr. Isolation room. M. Yunus Bengkulu. This research is a descriptive study with a qualitative approach, involving 10 participants as research subjects. Data collection was carried out through in-depth interviews and observations observing the caring behavior of nurses in providing nursing services to Covid-19 patients. Data analysis techniques include transcripts of interview results, data reduction, analysis, data interpretation and triangulation, which are then concluded. The results of the study were obtained, all the participants had applied aspects of caring, namely caring, responsible, friendly, calm, patient, always ready, motivating, empathetic towards Covid-19 patients and their families, even though there was worry and anxiety in themselves participant. Conclusion, nurses still have caring behavior in providing nursing care and can adapt to apply caring behavior to Covid-19 patients sincerely even though as individuals they have a sense of concern. It is suggested that the spirit of caring should always be turned on in nurses, this requires support from management in improving the physical, mental and spiritual health of nurses so that nurses can provide professional nursing services. Keywords: Adaptation, Behavior, Caring
HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RACIKAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI APOTEK MEDIRA FARMA KOTA BENGKULU BULAN APRIL TAHUN 2021 Yustisia, Nova; Versita, Riana; Yolanda, Sefty; Dominica, Dwi
JURNAL MEDIA KESEHATAN Vol 14 No 2 (2021): Jurnal Media Kesehatan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 14 No 2 Desember 2021
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jmk.v14i2.707

Abstract

Pharmaceutical is a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations with the aim of achieving good results that are sure to improve the quality of life of patients. One of the quality of pharmacy services is waiting time. The purpose of this study was to see the relationship between waiting time for concoction prescription services and patient satisfaction at the Medira Farma Pharmacy, Bengkulu City in April 2021. This study used observational analytic method with astudy approach cross sectional. The research instrument is an observation sheet, the sample of this research is 30 respondents. The sample was determined using purposive sampling technique. Data analysis was carried out using the chi square statistical test.. The results of the study showed that the level of patient satisfaction at the Medira Farma Pharmacy was 86.67% satisfied and 13.33% dissatisfied, while the waiting time for concoction prescription services at Medira Farma Pharmacy was said to be in accordance with the standard of 73.33% and not according to the standard of 26 ,67%. In thestatistical test chi square , the p value = 0.257 with the value = 0.05. The results of the data can be concluded that there is no relationship between waiting time for concoction prescription services to patient satisfaction at the Medira Farma Pharmacy, Bengkulu City with a closeness level of 0.23 which means low. The advice given is that Medira Farma Pharmacy should provide comfortable and adequate waiting room facilities to avoid patients feeling bored.
Pelatihan Kader Lansia dalam Penanganan Gawat Darurat Pada Lansia (GADASIA) di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Yustisia, Nova; Aprilatutini , Titin; Susilawati , Desi
DHARMA RAFLESIA Vol 21 No 2 (2023): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v21i2.29787

Abstract

Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok rentan  dan  beresiko bila terjadi kondisi gawat darurat sehingga perlu pertolongan segera. Permasalahan yang sering terjadi adalah  tindakan yang dilakukan penolong kurang tepat dan upaya penyelamatan belum sesuai prinsip, sehingga hal ini dapat menjadi penentu keselamatan nyawa korban dari ancaman kematian sebelum tenaga kesehatan datang ke lokasi kejadian atau korban dibawa ke rumah sakit, untuk itu masyarakat maupun kader kesehatan yang berada dilokasi kejadian hendaknya mampu memberikan pertolongan awal dengan benar. kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kualitas kader lansia dalam penanganan gawat darurat pada lanjut usia (Gadasia) yang digunakan pada kegiatan ini adalah dengan pemberdayaan kader kesehatan lanjut usia melalui pelatihan gawat darurat lansia. Kegiatan  pengabdian dilaksanakan tanggal 21 Juni 2023. Peserta yang hadir pada kegiatan ini ada 24 orang kader lansia yang terlihat berperan serta aktif dalam kegiatan pelatihan, dan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 51.67 menjadi 87.08. Hasil kegiatan ini tentunya masih perlu pemantauan dan pendampingan secara berkesinambungan, sehingga upaya pelatihan ini dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap masyarakat khususnya kader kesehatan lansia dalam menjalankan perannya di masyarakat sehingga bila terjadi kejadian gawat darurat pada lansia.
KESIAPSIAGAAN KELUARGA DALAM MENGHADAPI BENCANA DI KELURAHAN PASAR BERKAS KOTA BENGKULU Yustisia, Nova; Aprilatutini, Titin; Palida, Tara Putri
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v16i2.384

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Bencana merupakan peristiwa yang tidak dapat diprediksi atau rangkaian yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis yang mengharuskan keluarga untuk siap dan siaga dalam menghadapi bencana. Tujuan penelitian ini diketahuinya gambaran kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami di Kelurahan Pasar Berkas Kota Bengkulu.Metode: Jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proporsional Random Sampling pada 83 kepala keluarga. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner baku Lifi Unesco/Isdr 2006.Hasil penelitian diperoleh pengetahuan tentang bencana (KAP) berada pada kategori hampir siap (33,7%), rencana kesiapsiagaan keluarga dari bencana (EP) berada pada kategori kurang siap (31,32%), peringatan bencana (WS) berada pada ketegori hampir siap (63,86%) dan mobilisasi sumber daya (RMC) berada pada kategori kurang siap (43,37%).Kesimpulan: Kesiapsiagaan keluarga dalam Menghadapi Bencana Di Kelurahan Pasar Berkas Kota Bengkulu dengan kategori kurang siap (73,48%). Diharapkan pihak terkait dapat berperan serta aktif dalam upaya meningkatkan kesadaran dalam berperilaku, peduli dan siaga dalam menghadapi bencana melalui sosialisasi berkala tentang pentingnya kesiapsiagaan keluarga dalam antisipasi bencana.Kata Kunci : Bencana, Kesiapsiagaan, Keluarga ABSTRACKBackground: Disasters are unpredictable events or series that threaten and disrupt people's lives and livelihoods resulting in casualties, environmental damage, property losses, and psychological impacts that require families to be ready and alert in the face of disasters. The purpose of this study was to find out the description of family preparedness in facing earthquake and tsunami disasters in Pasar Berkas Village, Bengkulu City. Methods: Quantitative research type. The sampling technique used was Proportional Random Sampling on 83 family heads. Data collection techniques using the standardized questionnaire Lifi Unesco / Isdr 2006. Results : The results showed that disaster knowledge (KAP) was in the almost ready category (33.7%), family disaster preparedness plan (EP) was in the less ready category (31.32%), disaster warning (WS) was in the almost ready category (63.86%) and resource mobilization (RMC) was in the less ready category (43.37%). Conclusion: Family Preparedness in Facing Earthquake and Tsunami Disasters in Pasar Berkas Village, Bengkulu City with the category of less prepared (73.48%). It is expected that related parties can play an active role in efforts to increase awareness in behaving, caring and being alert in the face of disasters through periodic socialization about the importance of family preparedness in disaster anticipation.Keywords: Disaster, Preparedness, Family
GAMBARAN SELF ESTEEM PADA ANAK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN BULLYING DI SMP NEGERI 15 KOTA BENGKULU Lestari, Puja; Aprilatutini, Titin; Sardaniah, Sardaniah; Sorena, Esti; Yustisia, Nova
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 11 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v11i2.5692

Abstract

A person's opinion of their ability to sustain whatever they want, expressed as agreement or disagreement with their attitudes and beliefs that they are capable, significant, successful, and valued, is known as self esteem. To be able to support self-actualization, the ultimate desire in human life, one must have self esteem. Bullying produces a range of negative physical, psychological and emotional effects, including mental distress, psychological trauma, fear, insecurity and resentment. It also decreases students' learning motivation, concentration, creativity, initiative, and (mental) endurance. The purpose of this study was to determine the description of self esteem in junior high school children as an effort to prevent bullying at SMP Negeri 15 Bengkulu City. This research is quantitative descriptive research. The study population was 291 people, the sample taken was 74 people with stratified random sampling used as a sampling method, and a questionnaire. The instrument used in this study was a questionnaire sheet describing self esteem using the Rosenberg Self Esteem Questionnaire (RSES). The results of this study indicate that most students and female students have high self esteem, namely 54 respondents with a percentage of 73%, while low self esteem is 20 respondents with a percentage of 27%. Most of the respondents are in the high self esteem category. Children who have positive thinking, feel valuable, meaningful, and helpful are children who seek fulfillment or strong self-esteem, so they do not oppress others, and can stop oppressing themselves.
PENGGUNAAN LEMBAR PEMANTAUAN NUTRISI OLEH KELUARGA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA Syahputri, Lea Agustin; Yustisia, Nova; Hasymi, Yusran
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 11 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v11i2.5866

Abstract

CKD (Chronic Kidney Disease) is a damage to the renal kidney which will affect the work function of the kidneys, namely the inability of the kidneys to remove toxins and blood waste. End-stage CKD patients require renal replacement therapy, namely hemodialysis. Routine hemodialysis therapy in patients can be at risk of malnutrition, so regular monitoring of the patient's nutritional status is needed. This study aims to determine the description of the use of nutritional monitoring sheets by families in CKD patients in the Hemodialysis Room at M.Yunus Hospital. Researchers used quantitative research methods, using data analysis with descriptive techniques. This research was conducted in the Hemodialysis Room of Dr. M.Yunus Hospital Bengkulu City, the research time was conducted for 1 month, the variables in this study were nutritional monitoring in CKD patients which included time, meal frequency, composition, and volume. The population in the study amounted to 63 people and the number of samples taken was 54 people, but the number of willing respondents was only 30 people. The results showed that the fulfillment of patient nutrition was not in accordance with the nutrition monitoring sheet, as many as 61.3% (18 people), while patients who fulfilled nutrition according to the nutrition monitoring sheet were only 38.7% (12 people). The results of the study are expected to provide information and input as well as a source of basic data to continue the development of similar studies.
PROFIL SARKOPENIA DAN RISIKO JATUH PADA LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA PAGAR DEWA BENGKULU Yustisia, Nova; Aprilatutini, Titin; Aprisma, Yesi
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 12 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v12i1.6391

Abstract

Lanjut usia adalah bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan, dimana dengan bertambahnya usia juga akan menyebabkan menurunnya kualitas hidup lansia yang akan  mengakibatkan terjadinya kemunduran, maka permasalahan kesehatan mulai bermunculan salah satunya adalah sarkopenia yaitu penurunan massa otot rangka. Penuaan dapat mengurangi massa otot sebagai akibatnya, meningkatkan risiko jatuh dan sarkopenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil atau gambaran sarkopenia dan risiko Jatuh pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Pagar Dewa Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 54 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner SARC-F dan Morse Fall Scale (MSF). Hasil penelitian menunjukan profil  sarkopenia 57,40% dengan katagori tidak terprediksi sarkopenian dan 42,60% terprediksi sarkopenia. Profil risiko jatuh terdapat 16,70% tidak berisiko, 44,40% risiko rendah, dan 38,9% resiko tinggi. Diharapkan pihak panti dapat secara rutin dan berkala melakukan pemantauan kesehatan pada lansia dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar lansia tetap aman bagi lansia dalam upaya mempertahankan kondisi kesehatan dan mencegah menurunnya kualitas hidup lansia.
Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Melalui Otago Exercise Di Puskesmas Kandang Kota Bengkulu Aprilatutini, S.Kep.,M.Pd, Titin; Yustisia, Nova; Slamet, Samwilson; Suryanti, Suryanti
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 2 (2024): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i2.37136

Abstract

Penurunan fungsi tubuh pada lansia tidak jarang dapat menimbulkan terjadinya risiko seperti terjatuh, terpeleset atau cedera yang tiba-tiba. Dampak jatuh dapat menimbulkan masalah kesehatan seperti adanya luka, patah tulang, gangguan mobilitas fisik dan kematian. Status kesehatan lansia semakin menurun seiring bertambahnya usia, yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Penuaan disertai dengan munculnya berbagai penyakit, penurunan fungsi fisik, keseimbangan dan risiko jatuh. Menurunnya status kesehatan lansia berlawanan dengan keinginan lansia untuk tetap sehat, mandiri, dan mampu melakukan aktivitas seperti biasa seperti mandi mandiri, berpakaian mandiri dan beraktivitas. Lansia yang mengalami risiko jatuh menyebabkan mereka mengalami cidera sehingga tidak dapat beraktivitas secara mandiri dan akan mempengaruhi kualitas hidup lansia tersebut. Tujuan pengabdian ini   adalah  untuk  menurunkan risiko jatuh pada lansia dan meningkatkan kemampuan lansia melalui otago exercise sehingga lansia mampu melakukan latihan Metode yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah latihan otago exercise yang dilakukan sebanyak tiga kali dalam satu minggu selama dua minggu. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat rata-rata peningkatan hasil score keseimbangan pada 25 orang lansia yang menjadi peserta yaitu dari 43,68 menjadi 48,92  adanya peningkatan rata-rata hasil risiko jatuh, yang artinya setelah dilakukan latihan otago risiko jatuh menjadi berkurang. Hasil kegiatan ini masih perlu pemantauan dan pendampingan dari Puskesmas khususnya program lansia agar dapat menjadi salah satu kegiatan rutin di Posyandu Lansia.