Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Relawan Tanggap Darurat (WAGARU) berbasis Aplikasi Kreki di Area Wisata Pesisir Pantai Bengkulu eka dianti, Feni; Susilawati, Desi; Hasymi, Yusran
DHARMA RAFLESIA Vol 20 No 2 (2022): DESEMBER (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v20i2.24673

Abstract

Tujuan kegiatan ini agar relawan dapat menerapkan aplikasi KREKI tanggap darurat di area pesisir pantai Bengkulu. Metode kegiatan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Pemberian materi selain anggota pengabmas juga melibatkan mahasiswa D3 Keperawatan UNIB tingkat 3. Khalayak sasaran adalah relawan tanggap darurat kelompok latun di Bengkulu. Kegiatan dilaksanakan bulan Juni, September, November 2022. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah evaluasi minimal 75% dari 10 orang relawan tanggap darurat di area wisata pesisir pantai Bengkulu dapat mengikuti pelatihan ini, minimal 80% Hasil : kegiatan dilakukan pada tanggal 27 Juni 2022 di lokasi wisata Jenggalu dan 6 September dan 4 November 2022 (zoom). Peserta sebanyak 10 orang yang merupakan relawan KREKI dari kelompok Latun Bengkulu. Antusias peserta mengenai aplikasi KREKI dan aktif nya bertanya saat simulasi. Perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah sangat signifikan setelah peserta mendengarkan aplikasi KREKI, rata rata mengalami perubahan sebanyak 90% dari nilai 45%. Perlunya peningkatan pengetahuan peserta mengenai aplikasi KREKI menjadi solusi bagi mitra.
PENGGUNAAN LEMBAR PEMANTAUAN NUTRISI OLEH KELUARGA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA Syahputri, Lea Agustin; Yustisia, Nova; Hasymi, Yusran
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 11 No 2 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v11i2.5866

Abstract

CKD (Chronic Kidney Disease) is a damage to the renal kidney which will affect the work function of the kidneys, namely the inability of the kidneys to remove toxins and blood waste. End-stage CKD patients require renal replacement therapy, namely hemodialysis. Routine hemodialysis therapy in patients can be at risk of malnutrition, so regular monitoring of the patient's nutritional status is needed. This study aims to determine the description of the use of nutritional monitoring sheets by families in CKD patients in the Hemodialysis Room at M.Yunus Hospital. Researchers used quantitative research methods, using data analysis with descriptive techniques. This research was conducted in the Hemodialysis Room of Dr. M.Yunus Hospital Bengkulu City, the research time was conducted for 1 month, the variables in this study were nutritional monitoring in CKD patients which included time, meal frequency, composition, and volume. The population in the study amounted to 63 people and the number of samples taken was 54 people, but the number of willing respondents was only 30 people. The results showed that the fulfillment of patient nutrition was not in accordance with the nutrition monitoring sheet, as many as 61.3% (18 people), while patients who fulfilled nutrition according to the nutrition monitoring sheet were only 38.7% (12 people). The results of the study are expected to provide information and input as well as a source of basic data to continue the development of similar studies.
Konsep Analisis Home-Based Palliative Care di Kawasan Asia Tenggara: Scoping Review Sutrisna, Marlin; Utama, Tuti Anggriani; Hasymi, Yusran; Husni, Husni; Novitasari, Lia; Asmariyah, Asmariyah; Auranissa, Dhea
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.197-207

Abstract

Layanan paliatif merupakan pendekatan holistik dalam peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarga. Pemahaman yang baik dari tenaga kesehatan sangat penting dalam implementasi layanan paliatif pada pasien yang dirawat dirumah sakit maupun dirumah. Meskipun layanan paliatif berdampak positif bagi kualitas hidup pasien, namun situasi saat ini layanan paliatif belum dapat dirasakan oleh pasien yang membutuhkan layanan paliatif. Akibatnya sebagian besar pasien menjalani hidup tanpa layanan paliatif dirumah.. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan konsep analysis perawatan paliatif dirumah. Tinjauan Pustaka, menetapkan peneliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu, artikel ilmiah berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada basis data terpilih dalam rentang waktu publikasi 2015 hingga 2024, dapat diakses secara penuh, dengan populasi target adalah pasien Palliative Care. Kriteria eksklusinya adalah artikel ilmiah dalam bentuk buku, hasil seminar, tesis, maupun abstrak konferensi. Pencarian artikel dilakukan pada Januari 2024 menggunakan enam basis data elektronik yaitu BioMed Central, Clinical Key, EBSCOhost, Google Scholar, PubMed, dan Sage Journals dengan memasukkan kata kunci (Palliative Patient OR Outpatient) AND (Home-Based AND Palliative Care OR Palliative Treatment OR Palliative Therapy OR Hospice Care) AND (Concept OR Concept Analysis) AND (Nursing) AND (Asia OR Asian). Hasil penelusuran pada basis data tahun 2015-2024, didapatkan sebanyak sebanyak 3.215 artikel dan hasil akhir skrining isi didapatkan 7 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian.  Selain itu peneliti mendeskripsikan anteseden, atribut, konsekuensi dalam layanan perawatan paliatif dirumah. Konsep Home-Based Palliative Care (HBPC) dikaitkan dengan kriteria pasien yang menerima pelayanan, tim pemberi pelayanan, dan layanan-layanan yang diberikan.Kata Kunci: Asia, analisis konseptual, perawatan di rumah, perawatan paliatif  
PRAKTEK PEMBUATAN NATA DE COCO BUNGA TELANG SEBAGAI MINUMAN ALTERNATIF BAGI PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSKJSP PROVINSI BENGKULU Komala, Encik Putri Ema; Yuwita, Fitri; Putri, Elsa Lolita; Wasalamah, Bardah; Hasymi, Yusran
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2255

Abstract

Bunga telang banyak tumbuh liar disekitar lingkungan kita. Bunga telang diketahui memiliki banyak manfaat salah satunya adalah dapat membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus. Unit Rehabilitasi psikososial Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi (RSKJSP) Bengkulu telah mengolah tanaman bunga telang ini dengan cara membuat sirup bunga telang. Namun pengolahan bunga telang menjadi panganan lain sekaligus sebagai pengontrol gula darah bagi pasien Diabetes Mellitus belum diketahui secara baik oleh unit rehabilitasi psikososial RSKJSP Bengkulu. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang  manfaat bunga telang, serta memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang praktek membuat nata de coco bunga telang kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan instruktur rehabilitasi psikososial. Metode yang digunakan adalah metode survey, diskusi, edukasi dan sosialisasi serta praktek langsung. Tim pengabdi melakukan survey awal dan diskusi terhadap mitra tentang kendala yang dihadapi mitra. Selanjutnya memberikan edukasi tentang manfaat bunga telang bagi Kesehatan. Setelah edukasi kegiatan dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap ODGJ dan instruktur rehabilitasi saat praktek membuat nata de coco bunga telang. Hasil dari kegiatan ini yaitu dihasilkan nata de coco bunga telang yang dapat dikonsumsi dan dijadikan  makanan  alternatif yang tidak meningkatkan kadar gula darah bagi pasien Diabetes Mellitus. Selain itu ODGJ dan instruktur rehabilitasi dapat membuat nata de coco bunga telang secara mandiri. Kesimpulan yang didapatkan adalah ODGJ dan instruktur rehabilitasi dapat mempraktekan cara membuat nata de coco bunga telang dan nata de coco yang dihasilkan dapat dikonsumsi oleh pasien Diabetes Mellitus.
Peningkatan Kapasitas Relawan Siaga Bencana Desa Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Sriyono, Sriyono; Haryanto, Joni; Sukartini, Tintin; Bakar, Abu; Widyawati, Ika Yuni; Dewi, Yulis Setiya; Zulkarnain, Hakim; Murdiyanti, Dewi; Hasymi, Yusran; Proboningsih, Jujuk; Akbar, Dian Rahmadin; Syahri, Alfi; Susilawati, Desi; Sari, Purwanti; Harigustian, Yayang
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5402

Abstract

Risiko bencana alam yang dapat merusak infrastruktur, mengganggu perekonomian, dan mengancam keselamatan sering kali diperburuk oleh kurangnya kapasitas masyarakat serta minimnya kesadaran mitigasi. Upaya peningkatan kapasitas melalui edukasi dan pelatihan partisipatif diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan kesadaran relawan, memperkuat jejaring lintas sektor, serta menyusun panduan operasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kegiatan dilakukan secara partisipatif, mencakup persiapan, pelaksanaan, simulasi, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi mitigasi bencana, bantuan hidup dasar, evakuasi, dan dukungan psikologis. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan relawan (p<0,05), termasuk pemahaman psychological first aid untuk mengelola trauma pascabencana. Program ini juga menghasilkan SOP bencana yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga kesehatan.  Program ini berhasil meningkatkan kompetensi relawan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendukung terciptanya masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencanaRisiko bencana alam yang dapat merusak infrastruktur, mengganggu perekonomian, dan mengancam keselamatan sering kali diperburuk oleh kurangnya kapasitas masyarakat serta minimnya kesadaran mitigasi. Upaya peningkatan kapasitas melalui edukasi dan pelatihan partisipatif diperlukan untuk menciptakan masyarakat yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan kesadaran relawan, memperkuat jejaring lintas sektor, serta menyusun panduan operasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Kegiatan dilakukan secara partisipatif, mencakup persiapan, pelaksanaan, simulasi, dan evaluasi. Materi pelatihan meliputi mitigasi bencana, bantuan hidup dasar, evakuasi, dan dukungan psikologis. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan relawan (p<0,05), termasuk pemahaman psychological first aid untuk mengelola trauma pascabencana. Program ini juga menghasilkan SOP bencana yang melibatkan pemerintah, institusi pendidikan, dan lembaga kesehatan.  Program ini berhasil meningkatkan kompetensi relawan dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mendukung terciptanya masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana.
Young Generation Emergency Awareness in The Tourism Area of Kemumu Village, North Bengkulu Hasymi, Yusran; Utama, Tuti Angriani; Susilawati, Desi; Dianti, Feni Eka
Indonesian Journal of Community Services Cel Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Services Cel
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.876 KB) | DOI: 10.70110/ijcsc.v1i1.9

Abstract

Kemumu Village is a tourist destination that is visited by many people from various regions. The characteristics of the Kemumu Village tourist area has steep rocky areas, waterfalls, 1000-level stairs, cold temperatures, slippery roads, and has cross-country tourism activities. The problems that occur are frequent accidents due to falls that result in head injuries, spinal injuries, bleeding, drowning, fractures, shortness of breath, respiratory and cardiac arrest, and other emergency conditions. This condition poses a threat of disability and even death to the victim if it is not handled quickly and appropriately in tourist areas. Loss of life in tourists is bad news for the world of tourism. Therefore, it is necessary to carry out community service activities, especially the Young Generation regarding Emergency Alert (Gemu Gadar) in the tourist area of Kemumu Village, North Bengkulu. The activity method applied is lecture, discussion, and simulation for 10 people from Karang Taruna. Before giving the material, a pretest was carried out, followed by the provision of material on emergencies and simulations/practices. After that, posttest measurements were carried out. The results showed an increase in the knowledge and skills of participants in handling emergencies in the Kemumu tourist area.
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Pengawasan Menelan Obat Pasien Tuberculosis Wasalamah, Bardah; Dianti, Feni Eka; Hasymi, Yusran
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 16 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v16i2.198

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular secara global. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan pengawasan menelan obat (PMO) pasien tuberculosis. Desain penelitian "Quasi experiment" dengan rancangan pretest and posttest non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu bulan Maret-April 2022. Hasil uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada kelompok intervensi.
PENGARUH TERAPI AROMA LEMON TERHADAP TINGKAT NYERI PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI sutrisna, marlin; Hasymi, Yusran; Utami, Mutia Sefta
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2482

Abstract

Apendiktomi merupakan tindakan pembedahan untuk mencegah terjadi perforasi pada pasien apendisitis. Dampak dari pembedahan dapat menyebabkan nyeri pada klien. Terapi farmakologi (obat analgetik) dapat menurunkan skala nyeri, namun membutuhkan terapi alternatif untuk meningkatkan kenyamanan pasien setelah 4 jam pemberian analgetik. Terapi lemon menjadi solusi untuk membantu menurunkan nyeri post apendiktomi. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pre-postest one group design without control, artinya hanya menggunakan satu kelompok intervensi tanpa kelompok kontrol. Waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2024. Tempat penelitian  ini di Rumah Sakit Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Responden dalam penelitian ini pasien post apendisitis yang berjunlah 15 responden.  Terapi lemon diberikan setelah 4 jam post operasi apendiktomi. Sebelum diberikan terapi lemon dilakukan pengukuran skala nyeri.. Pemberian aromaterapi lemon setelah 4 jam dari pemberian obat analgetik sehingga membantu menurunkan nyeri pasien. Evaluasi  pemberian terapi lemon dilakukan setelah  3 hari. Data diolah dengan menggunakan uji wilcoxon test. Hasil penelitian ada pengaruh terapi lemon terhadap skala nyeri pasien post apendiktomi. Diharapkan terapi lemon digunakan sebagai terapi adjuvan untuk menurunkan nyeri pasien di rumah sakit maupun dirumah
Peningkatan pengetahuan tentang penanganan fraktur pra hospital pada Siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu dengan metode demonstrasi Rosyadi, Imron; Hasymi, Yusran; Yustisia, Nova; Wasalamah, Bardah; Sorena, Esti; Susilawati, Desi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36144

Abstract

AbstrakKondisi gawat darurat pada anak usia SMA memiliki potensi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan anak usia SMA memiliki aktivitas yang sangat tinggi di luar rumah. Kondisi gawat darurat seperti fraktur dapat menimpa siswa SMA saat berada di sekolah. Sehingga kemampuan untuk melakukan pertolongan pertama pada saat kejadian sangat dibutuhkan. SMA Negeri 5 Kota Bengkulu terletak di pusat Kota Bengkulu dengan lalu lintas yang cukup padat. Hal ini menjadi faktor yang kuat bagi pengabdi untuk memilih SMA Negeri 5 menjadi lokasi pengabdian masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penanganan fraktur pra hospital dengan menggunakan metode demonstrasi dengan diawali penyuluhan kesehatan. Peserta pengabdian masyarakat adalah siswa kelas XI yang berjumlah 50 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan pretest terlebih dahulu. Selanjutnya pengabdi memberikan edukasi kesehatan dan demonstrasi penanganan fraktur pada peserta. Setelah itu pengabdi memberikan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam menangani fraktur. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan skor pengetahuan siswa. Rerata nilai pretest adalah 75 dan rerata nilai posttest adalah 85. Hasil pengabdian ini menunjukkan pemberian edukasi kesehatan dan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA dalam memberikan pertolongan gawat darurat pra hospital pada korban yang mengalami fraktur. Kata kunci: fraktur; pra hospital; edukasi kesehatan; demonstrasi AbstractEmergency conditions in high school students have a high potential. This is because high school students have very high activities outside the home. Emergency conditions such as fractures can occur to high school students while at school. Therefore, the ability to provide first aid at the time of the incident is crucial. State Senior High School 5 in Bengkulu City is located in the center of Bengkulu City with heavy traffic. This is a strong factor for volunteers to choose State Senior High School 5 as the location for community service. The aim of this community service is to improve students' understanding of pre-hospital fracture management using a demonstration method preceded by health education. The participants of the community service are 50 students in grade XI. The implementation method includes conducting a pretest first. Then, the volunteers provide health education and demonstrate fracture management to the participants. After that, a posttest is given to measure the students' level of understanding in handling fractures. The results show an increase in students' knowledge scores. The average pretest score is 75 and the average posttest score is 85. This community service project demonstrates that health education and demonstration methods are effective in improving high school students' understanding of providing pre-hospital emergency assistance to victims with fractures. Keywords: fracture; pre-hospital; health education; demonstration