Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF-EFFICACY PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN HEMODIALISA Wasalamah, Bardah; Sasmita Saputra, Muhamad Andika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 6, No 2: Agustus 2021 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v6i2.645

Abstract

Latar belakang: Pembatasan asupan cairan merupakan regimen paling sulit diikuti oleh Pasien Hemodialiasa (HD), sehingga menyebabkan peningkatan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dengan berbagai komplikasi.  Self-efficacy mejadi faktor utama yang mempengaruhi perilaku perawatan diri (self-care behavior) pasien penyakit kronik dan prediktor utama kepatuhan pembatasan cairan pasien HD. Dengan menilai dan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap self-efficacy perawat akan terbantu dalam memprediksi serta menjadi dasar untuk memodifikasi perilaku pasien terkait regimen pengobatan maupun pembatasan cairan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan self-efficacy pembatasan cairan pada pasien HD. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 di ruang HD RSUD M. Yunus Bengkulu dengan melibatkan 80 responden yang direkrut menggunakan tekhnik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Indonesian Fluid Intake Appraisal Inventory (I-FAI). Analisa data dilakukan dengan uji Independent T-test. Hasil:  Dari 80 responden, 38,8% berusia 46-55 tahun, 51,3% berjenis kelamin perempuan, 35% berpendidikan menengah, 50% tidak bekerja, 95% telah menikah, dan 63% disertai penyakit hipertensi, 43,8% sudah menjalani HD selama 13 bulan-5 tahun, 60,0% mengalami anuria, 51,3% menjalankan ibadah puasa ramadhan, skor rata-rata self-efficacy pembatasan cairan adalah 218 dengan rentang nilai 164 hingga 276. Terdapat hubungan bermakna antara puasa ramadhan dengan self-efficacy pembatasan cairan pasien hemodialisa (p=0,006), dan tidak ada hubungan bermakna antara lama hemodialisa dan daly urine output dengan self-efficacy pembatasan cairan pasien HD. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi dengan guideline puasa ramadhan pada pasien HD karena puasa merupakan faktor yang signifikan berhubungan dengan self-efficacy pembatasan cairan. Kata Kunci: Self-efficacy, Pembatasan Cairan, Hemodialisa.
Pengaruh Penerapan Model Charting By Exception (CBE) Terhadap Nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisa di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu Wasalamah, Bardah; Yustisia, Nova; Komala, Encik Putri Ema; Aprilatutini, Titin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.37492

Abstract

Hemodialisa (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang paling banyak dijalani oleh pasien PGK di Indonesia dengan persentase sebesar 82%. Pembatasan cairan merupakan regimen yang paling sulit untuk dijalani oleh pasien HD yang menyebabkan terjadinya peningkatan nilai Interdilytic Weight Gain (IDWG) dengan berbagai komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Pembatasan cairan menjadi faktor utama yang menyebabkan masalah paling sering pada pasien HD. Penerapan model Charting by Exception (CBE) merupakan salah satu metode inovatif yang dapat dilakukan oleh pasien secara mandiri dalam melakukan monitoring cairan. Diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kontrol nilai IDWG sebagau marker onjektif dari kepatuhan pembatasan cairan. Penelitian bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penerapan model Charting by exeption  (CBE) terhadap nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien yang menjalani hemodialisa. Desain penelitian ini adalah quasy experiment pre and post-test with control group design. Penelitian dilakukan di RS Harapan dan Doa Kota Bengkulu dengan melibatkan 52 responden. Responden dibimbing melakukan monitoring cairan menggunakan My hemodialysis Journal yang telah dikembangkan berdasarkan teori model dokumentasi CBE oleh peneliti. IDWG diukur secara konsisten selama 1 bulan atau delapan kali Hemodialisa. Penerapan model CBE secara signifikan dapat menurunkan nilai Interdialytic Weight Gain (IDWG) pasien Hemodialisa dengan p-value 0,021. Penurunan nilai IDWG pada kelompok intervensi lebih tinggi dengan rata-rata nilai IDWG adalah 1,96 dibandingkan kelompok kontrol 2,42 setelah diberikan intervensi.
PRAKTEK PEMBUATAN NATA DE COCO BUNGA TELANG SEBAGAI MINUMAN ALTERNATIF BAGI PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSKJSP PROVINSI BENGKULU Komala, Encik Putri Ema; Yuwita, Fitri; Putri, Elsa Lolita; Wasalamah, Bardah; Hasymi, Yusran
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2255

Abstract

Bunga telang banyak tumbuh liar disekitar lingkungan kita. Bunga telang diketahui memiliki banyak manfaat salah satunya adalah dapat membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus. Unit Rehabilitasi psikososial Rumah Sakit Khusus Jiwa Soeprapto Provinsi (RSKJSP) Bengkulu telah mengolah tanaman bunga telang ini dengan cara membuat sirup bunga telang. Namun pengolahan bunga telang menjadi panganan lain sekaligus sebagai pengontrol gula darah bagi pasien Diabetes Mellitus belum diketahui secara baik oleh unit rehabilitasi psikososial RSKJSP Bengkulu. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang  manfaat bunga telang, serta memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang praktek membuat nata de coco bunga telang kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan instruktur rehabilitasi psikososial. Metode yang digunakan adalah metode survey, diskusi, edukasi dan sosialisasi serta praktek langsung. Tim pengabdi melakukan survey awal dan diskusi terhadap mitra tentang kendala yang dihadapi mitra. Selanjutnya memberikan edukasi tentang manfaat bunga telang bagi Kesehatan. Setelah edukasi kegiatan dilanjutkan dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan terhadap ODGJ dan instruktur rehabilitasi saat praktek membuat nata de coco bunga telang. Hasil dari kegiatan ini yaitu dihasilkan nata de coco bunga telang yang dapat dikonsumsi dan dijadikan  makanan  alternatif yang tidak meningkatkan kadar gula darah bagi pasien Diabetes Mellitus. Selain itu ODGJ dan instruktur rehabilitasi dapat membuat nata de coco bunga telang secara mandiri. Kesimpulan yang didapatkan adalah ODGJ dan instruktur rehabilitasi dapat mempraktekan cara membuat nata de coco bunga telang dan nata de coco yang dihasilkan dapat dikonsumsi oleh pasien Diabetes Mellitus.
PEMBERDAYAAN ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA MELALUI KEGIATAN PEMBUATAN DESINFEKTAN ORGANIK MENGGUNAKAN BAHAN BAKU ECOENZYM Komala, Encik Putri Ema; Wasalamah, Bardah; Putri, Elsa Lolita; Hermansyah, Oky; Rachmawaty, Suci
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2060

Abstract

Organic waste is abundant around us, including at the Soeprapto Special Mental Hospital (RSKJS) in Bengkulu Province. This organic waste has not been fully utilized at RSKJS in Bengkulu Province, and the service team aims to maximize the utilization of organic waste by empowering People with Mental Disorders (ODGJ) through the production of organic disinfectants using ecoenzyme raw materials. This service activity aims to provide new knowledge and skills to ODGJ so that they are better prepared to reintegrate into society, particularly in the processing of organic waste, namely the production of ecoenzymes. The activities involve education, simulation (practice), and mentoring. The service team coordinates with the psychosocial rehabilitation unit at RSKJS in Bengkulu Province to discuss the current challenges faced by partners, and then develop a plan for producing organic disinfectants using ecoenzyme raw materials. The production of ecoenzymes is carried out entirely by ODGJ, while the production of disinfectants is done by professionals. The results of this service activity include products such as ecoenzymes and organic disinfectants. Keywords: Empowerment, ODGJ, Ecoenzyme, Disinfectant
Pengaruh Edukasi terhadap Pengetahuan Pengawasan Menelan Obat Pasien Tuberculosis Wasalamah, Bardah; Dianti, Feni Eka; Hasymi, Yusran
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 16 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v16i2.198

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular secara global. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan pengawasan menelan obat (PMO) pasien tuberculosis. Desain penelitian "Quasi experiment" dengan rancangan pretest and posttest non-equivalent control group design. Penelitian dilakukan di puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu bulan Maret-April 2022. Hasil uji paired t-test menunjukkan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada kelompok intervensi.
Stress Management Education Among Housewife in Kebun Dahri Urban Village Bengkulu Wasalamah, Bardah; Komala, Encik Putri Ema; Aprilatutini, Titin; Yustisia, Nova; Susilawati, Desi
Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas) Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan (Abdigermas)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/abdigermas.v1i2.29

Abstract

Stress is a universal phenomenon that can be experienced by everyone in everyday life. Stress can be defined as a condition that fully of worry and mental tension caused by a bad situation. It can cause negative impact to physical condition, psychological, intellectual and spiritual. The important thing that must be understood is how to control it in facing stress experienced. Health education as a community service activity is aim to provide an understanding of stress management for housewife. It is very important because there is still many people don't know about it. If people's knowledge is good so people can manage stress better. Health education was carried out in Kebun Dahri Urban Village, Bengkulu involving 29 housewife. It was provided with a leaflet as supporting media for education. Pre-test and post-test activity was carried out to evaluate knowledge before and after education. The results showed that there was an increase of knowledge about stress management among housewife after health education given. It wasn’t expected to increase knowledge only but also change behavior, so knowledge gained can be applied in everyday life.
EDUKASI MANAGEMEN CAIRAN PADA FAMILY CAREGIVER YANG MERAWAT PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD ARGA MAKMUR Wasalamah, Bardah; Susilawati, Desi; Komala, Encik Putri Ema
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.45154

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan Noncommunicable disease (NCDs) dan menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama dunia. Pasien PGK harus menjalani terapi pengganti ginjal untuk mempertahankan kesehatan dan kualitas hidupnya. Hemodialisa (HD) merupakan terapi pengganti ginjal yang paling banyak dijalani. Banyakanya regimen terapi yang harus dijalani, membuat resiko ketidakpatuhan sangat tinggi. Pembatasan cairan merupakan regimen yang paling sulit dijalani oleh pasien hemodialisa, dibuktikan dengan masih rendahnya kepatuhan pasien dalam membatasi cairan. Pada manajemen terpadu pasien PGK disarankan untuk melibatkan Family Caregiver atau keluarga, karena mereka dapat memberikan dukungan dan motivasi yang dapat mengubah perilaku pasien. Peran perawatan yang dilakukan Family caregiver dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan nya, terutama dalam membimbing dan mengawasi pasien dalam managemen cairan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi (teaching), dan bimbingan (guiding) pada Family Caregiver tentang managemen cairan pasien GGK. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan bimbingan. Hasil pre test menunjukkan 10 orang (42%) berpengetahuan kurang, 8 orang (33%) berpengetahuan cukup, dan 6 orang (25%) berpengetahuan baik, dan setelah diberikan edukasi dan bimbingan terjadi peningkatan pengetahuan yakni sebagian besar 12 orang (50%) orang berpengetahuan baik. Terjadi peningkatan pengetahuan family caregiver setelah diberikan edukasi dan bimbingan managemen cairan.
Peningkatan pengetahuan tentang penanganan fraktur pra hospital pada Siswa SMA Negeri 5 Kota Bengkulu dengan metode demonstrasi Rosyadi, Imron; Hasymi, Yusran; Yustisia, Nova; Wasalamah, Bardah; Sorena, Esti; Susilawati, Desi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36144

Abstract

AbstrakKondisi gawat darurat pada anak usia SMA memiliki potensi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan anak usia SMA memiliki aktivitas yang sangat tinggi di luar rumah. Kondisi gawat darurat seperti fraktur dapat menimpa siswa SMA saat berada di sekolah. Sehingga kemampuan untuk melakukan pertolongan pertama pada saat kejadian sangat dibutuhkan. SMA Negeri 5 Kota Bengkulu terletak di pusat Kota Bengkulu dengan lalu lintas yang cukup padat. Hal ini menjadi faktor yang kuat bagi pengabdi untuk memilih SMA Negeri 5 menjadi lokasi pengabdian masyarakat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang penanganan fraktur pra hospital dengan menggunakan metode demonstrasi dengan diawali penyuluhan kesehatan. Peserta pengabdian masyarakat adalah siswa kelas XI yang berjumlah 50 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan memberikan pretest terlebih dahulu. Selanjutnya pengabdi memberikan edukasi kesehatan dan demonstrasi penanganan fraktur pada peserta. Setelah itu pengabdi memberikan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman siswa dalam menangani fraktur. Hasil yang didapatkan adalah adanya peningkatan skor pengetahuan siswa. Rerata nilai pretest adalah 75 dan rerata nilai posttest adalah 85. Hasil pengabdian ini menunjukkan pemberian edukasi kesehatan dan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA dalam memberikan pertolongan gawat darurat pra hospital pada korban yang mengalami fraktur. Kata kunci: fraktur; pra hospital; edukasi kesehatan; demonstrasi AbstractEmergency conditions in high school students have a high potential. This is because high school students have very high activities outside the home. Emergency conditions such as fractures can occur to high school students while at school. Therefore, the ability to provide first aid at the time of the incident is crucial. State Senior High School 5 in Bengkulu City is located in the center of Bengkulu City with heavy traffic. This is a strong factor for volunteers to choose State Senior High School 5 as the location for community service. The aim of this community service is to improve students' understanding of pre-hospital fracture management using a demonstration method preceded by health education. The participants of the community service are 50 students in grade XI. The implementation method includes conducting a pretest first. Then, the volunteers provide health education and demonstrate fracture management to the participants. After that, a posttest is given to measure the students' level of understanding in handling fractures. The results show an increase in students' knowledge scores. The average pretest score is 75 and the average posttest score is 85. This community service project demonstrates that health education and demonstration methods are effective in improving high school students' understanding of providing pre-hospital emergency assistance to victims with fractures. Keywords: fracture; pre-hospital; health education; demonstration