Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Agroprimatech

ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEMPOYAK DURIAN PEKAWAI (Durio kutejensis (Hassk.) Becc.) Permatasari, Indah; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2987

Abstract

Durian pekawai (Durio kutejensis) merupakan buah endemik Kalimantan yang belum banyak dikenal masyarakat. Umumnya buah ini dikonsumsi segar dan belum banyak diolah menjadi produk makanan, oleh karena itu untuk meningkatkan daya simpan durian pekawai diolah menjadi tempoyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap karakter tempoyak durian pekawai dan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai serta untuk mengetahui genus bakteri asam laktat yang terlibat dalam proses fermentasi durian pekawai. Tempoyak dibuat dengan penambahan garam sebanyak 3%, 6% dan 9%. Masing-masing konsentrasi dilakukan duplo dan difermentasi selama 10 hari. Parameter pengamatan yang dilakukan terhadap tempoyak meliputi tekstur, warna, aroma, rasa, nilai pH, penurunan kadar gula, total asam laktat dan jumlah bakteri asam laktat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi garam yang digunakan maka tekstur tempoyakyangdihasilkan semakin lunak dan berair serta rasa asam. Peningkatan konsentrasi garam yang digunakan menyebabkan penurunan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai. Bakteri asam laktat yang diperoleh dari isolasi tempoyak durian pekawai berasal dari genus Streptococcus dan Lactobacillus.
KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA SEBAYAN KABUPATEN SAMBAS Noerhandayani, Yunita; Turnip, Masnur; Ifadatin, Siti
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2988

Abstract

Jamur makroskopis merupakan organisme sederhana yang memiliki inti, spora, berupa sel atau benang bercabang-cabang, tidak memiliki klorofil dan berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Penelitian yang berkaitan dengan jamur makroskopis di Kalimantan Barat sudah pernah dilakukan, akan tetapi belum pernah dilakukan di perkebunan kelapa sawit, salah satunya di perkebunan kelapa sawit yang ada di Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang ada di perkebunan kelapa sawit Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel jamur menggunakan metode jelajah dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian ditemukan 18 jenis jamur makroskopis yang terdiri dari 5 ordo, 12 famili, dan 16 genus. Jamur yang paling banyak ditemukan berasal dari Ordo Agaricales dan Polyporales sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah Ordo Dacrymycetales, Ordo Auriculariales, serta Ordo Russulales.
POTENSI UJI DAYA HAMBAT BAKTERI ASAM LAKTAT ISOLAT Lactobacillus sp. (KG61) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Komara, Dina; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2990

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan mikroorganisme yang aman ditambahkan ke dalam pangan. Bakteri asam laktat mampu menghambat bakteri patogen. Salah satu dari kelompok bakteri asam laktat yang menghasilkan antibakteri adalah genus Lactobacillus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan lama waktu inkubasi yang baik isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Pengujian uji daya hambat menggunakan metode sumuran pada media Nutrient Agar (NA) dengan perlakuan inkubasi 7 hari dan 14 hari serta ciprofloxacin (kontrol positif) dan aquades steril (kontrol negatif) dengan waktu inkubasi 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat berpotensi dalam menghambat E. coli dan S. aureus yang baik pada inkubasi 14 hari dengan rata-rata zona hambat 7,76 mm dan 31,17 mm dengan kategori sedang dan sangat kuat
Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Hutan Tembawang Kemoyu, Dusun Layau, Kabupaten Sanggau Natalsiani, Yolanda Denisia; Turnip, Masnur; Linda, Riza
Agroprimatech Vol. 8 No. 1 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i1.4802

Abstract

Ferns (Pteridophyta) have an important role in maintaining the forest ecosystems, but land use change affects the decline in the number of fern species. This study aims to determine the types of ferns that exist in the Tembawang Kemoyu Forest, area in Layau Hamlet, Sanggau Regency. The research will be conducted from March to September 2023 in the Tembawang Kemoyu Forest area in Layau Hamlet, Sanggau Regency. The research method used is the cruise method. The results of the study found 18 species of ferns consisting of 11 families, namely Asplenium nidus, Drymoglossum piloselloides, Drynaria quercifolia, Nephrolepis bisserata, Phegopteris connectilis, Stenochlaena palustris, Selaginella intermedia, Selaginella willdenowii, Lindsaea ensifolia, Lygodium circinnatum, Pteris vieillardii, Asplenium adiantum, Adiantum latifolium, Taenitis blechnoides, Gleichenia linearis, Vittaria elongata, Elaphoglossum callifolium and Selaginella velutina.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA TEMPOYAK DURIAN PEKAWAI (Durio kutejensis (Hassk.) Becc.) Permatasari, Indah; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2987

Abstract

Durian pekawai (Durio kutejensis) merupakan buah endemik Kalimantan yang belum banyak dikenal masyarakat. Umumnya buah ini dikonsumsi segar dan belum banyak diolah menjadi produk makanan, oleh karena itu untuk meningkatkan daya simpan durian pekawai diolah menjadi tempoyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi garam terhadap karakter tempoyak durian pekawai dan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai serta untuk mengetahui genus bakteri asam laktat yang terlibat dalam proses fermentasi durian pekawai. Tempoyak dibuat dengan penambahan garam sebanyak 3%, 6% dan 9%. Masing-masing konsentrasi dilakukan duplo dan difermentasi selama 10 hari. Parameter pengamatan yang dilakukan terhadap tempoyak meliputi tekstur, warna, aroma, rasa, nilai pH, penurunan kadar gula, total asam laktat dan jumlah bakteri asam laktat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah konsentrasi garam yang digunakan maka tekstur tempoyakyangdihasilkan semakin lunak dan berair serta rasa asam. Peningkatan konsentrasi garam yang digunakan menyebabkan penurunan jumlah bakteri asam laktat pada tempoyak durian pekawai. Bakteri asam laktat yang diperoleh dari isolasi tempoyak durian pekawai berasal dari genus Streptococcus dan Lactobacillus.
KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA SEBAYAN KABUPATEN SAMBAS Noerhandayani, Yunita; Turnip, Masnur; Ifadatin, Siti
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2988

Abstract

Jamur makroskopis merupakan organisme sederhana yang memiliki inti, spora, berupa sel atau benang bercabang-cabang, tidak memiliki klorofil dan berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Penelitian yang berkaitan dengan jamur makroskopis di Kalimantan Barat sudah pernah dilakukan, akan tetapi belum pernah dilakukan di perkebunan kelapa sawit, salah satunya di perkebunan kelapa sawit yang ada di Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur makroskopis yang ada di perkebunan kelapa sawit Desa Sebayan, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Pengambilan sampel jamur menggunakan metode jelajah dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian ditemukan 18 jenis jamur makroskopis yang terdiri dari 5 ordo, 12 famili, dan 16 genus. Jamur yang paling banyak ditemukan berasal dari Ordo Agaricales dan Polyporales sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah Ordo Dacrymycetales, Ordo Auriculariales, serta Ordo Russulales.
POTENSI UJI DAYA HAMBAT BAKTERI ASAM LAKTAT ISOLAT Lactobacillus sp. (KG61) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Komara, Dina; Turnip, Masnur; Kurniatuhadi, Rikhsan
Agroprimatech Vol. 6 No. 2 (2022): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v6i1.2990

Abstract

Bakteri asam laktat (BAL) merupakan mikroorganisme yang aman ditambahkan ke dalam pangan. Bakteri asam laktat mampu menghambat bakteri patogen. Salah satu dari kelompok bakteri asam laktat yang menghasilkan antibakteri adalah genus Lactobacillus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan lama waktu inkubasi yang baik isolat bakteri asam laktat Lactobacillus sp. (KG61) dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Pengujian uji daya hambat menggunakan metode sumuran pada media Nutrient Agar (NA) dengan perlakuan inkubasi 7 hari dan 14 hari serta ciprofloxacin (kontrol positif) dan aquades steril (kontrol negatif) dengan waktu inkubasi 24 jam dan 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri asam laktat berpotensi dalam menghambat E. coli dan S. aureus yang baik pada inkubasi 14 hari dengan rata-rata zona hambat 7,76 mm dan 31,17 mm dengan kategori sedang dan sangat kuat
Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Hutan Tembawang Kemoyu, Dusun Layau, Kabupaten Sanggau Natalsiani, Yolanda Denisia; Turnip, Masnur; Linda, Riza
Agroprimatech Vol. 8 No. 1 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i1.4802

Abstract

Ferns (Pteridophyta) have an important role in maintaining the forest ecosystems, but land use change affects the decline in the number of fern species. This study aims to determine the types of ferns that exist in the Tembawang Kemoyu Forest, area in Layau Hamlet, Sanggau Regency. The research will be conducted from March to September 2023 in the Tembawang Kemoyu Forest area in Layau Hamlet, Sanggau Regency. The research method used is the cruise method. The results of the study found 18 species of ferns consisting of 11 families, namely Asplenium nidus, Drymoglossum piloselloides, Drynaria quercifolia, Nephrolepis bisserata, Phegopteris connectilis, Stenochlaena palustris, Selaginella intermedia, Selaginella willdenowii, Lindsaea ensifolia, Lygodium circinnatum, Pteris vieillardii, Asplenium adiantum, Adiantum latifolium, Taenitis blechnoides, Gleichenia linearis, Vittaria elongata, Elaphoglossum callifolium and Selaginella velutina.
Studi Etnobotani Tumbuhan Obat-Obatan Tradisional Suku Melayu di Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau Selpi, Selpi; Turnip, Masnur; -, Rafdinal
Agroprimatech Vol. 8 No. 1 (2024): Agroprimatech
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Agro Teknologi Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/agroprimatech.v8i1.4890

Abstract

Medicinal plants are plants that contain active substances that can be utilized as disease healers as well as medicinal properties. The utilization of medicinal plants has been widely practiced by the Malay community in Mungguk Village. The purpose of this study was to determine the number of species with medicinal properties, plant parts, processing methods and the use value of medicinal plants. This research was conducted from March to April 2023 located in Mungguk Village, Sekadau Regency, West Kalimantan. This research used semi-structured interview techniques with sample collection using the snowball sampling method. The results of the research on potential medicinal plants in Mungguk Village found 35 species in 20 families. The frequency of citation of families with the largest utilization value was 70% in the Zingiberaceae family, while the lowest was 10% in the Amaryllidaceae family, Lauraceae family, Malvaceae family, and Pedaliaceae family. The highest species use value (SUV) was 0.5 and the lowest was 0.1.