Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Manajemen Gigitan Ular Dengan Budaya Betatawar (Getah Daun Pepaya) melalui Pendekatan Culture Care Mohtar, M. Sobirin; Mahmudah, Rifa'atul; Ariani, Malisa; Riyanti, Dewi; Erianti; Putri, Nazilatul Audah Surya
Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Smart Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : SMART SCIENTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/smartdedication.v1i1.18

Abstract

Daun pepaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung saponin. Saponin adalah salah satu senyawa yang memacu dalam pembentukan suatu kolagen, yaitu suatu protein struktur yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Senyawa ini merupakan salah satu senyawa flavonoid yang larut dalam air serta dapat diekstrakkan menggunakan etanol 70% Berdasarkan data Lokakarya Nasional Tanaman Obat pada tahun 2010, dari total 40.000 jenis tumbuhan di dunia, Indonesia telah memiliki 30.000 jenis tumbuhan termasuk di antaranya 940 jenis tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat. Pepaya (Carica papaya L.) adalah tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Salah satu bagian dari tanaman pepaya yang berkhasiat sebagai obat ialah daunnya. Daun Carica papaya merupakan salah satu tanaman yang mengandung saponin, sedangkan kulit batang dan akar dari Carica papaya mengandung flavonoid dan alkaloid, selain itu juga daun serta akarnya mengandung polifenol dan bijinya mengandung saponin. Polifenol dan flavonoid memiliki aktivitas yaitu sebagai antiseptic. Pengobatan tradisional adalah pengobatan atau perawatan menggunakan cara maupun obat – obat atau ramuan tradisional yang mengacu pada pengalaman, keterampilan turun temurun dan diterapkan sesuai norma–norma yang berlaku dalam masyarakat Salah satunya getah daun pepaya sebagai pengobatan tradisional pada gigitan ular.
DETEKSI DINI DAN EDUKASI PENYAKIT ASAM URAT DI LINGKUNGAN KELURAHAN KAMBU Armadany, Fery Indradewi; Leorita, Mesi; Mahmudah, Rifa'atul; Akib, Nur Illyyin; Said, Aisyah; Yoga, Dewa Gede Sandhi; Sinta, Dwi; Sridewi, Fina Mei; Syadikin, Intan Permatasari Ali; Riani, Kadek; Sawitri, Ketut Nesa; Ramadhani, Nur Alifa Muliatan
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i1.2199

Abstract

The increasing prevalence of gout in Indonesia, particularly among the elderly, emphasizes the importance of community-based education and early detection. This community service activity aimed to improve the knowledge of residents of Kambu Village regarding gout, including its risk factors, clinical symptoms, and preventive measures. The program was conducted by the Pharmacy Profession Study Program of Halu Oleo University in collaboration with the UHO Educational Pharmacy and Mokoau Community Health Center during November–December 2025. The methods applied included pre-test, health education sessions, leaflet distribution, interactive discussions, post-test, and free examinations of blood pressure and uric acid levels. A total of 43 participants were involved. The results indicated a significant improvement in participants’ knowledge, as reflected by an increase in correct response rates from 59% in the pre-test to 98% in the post-test. This activity is expected to contribute to gout prevention and improvement of community health outcomes.
Pengaruh Pemberian Edukasi Gerakan Cerdas Menggunakan obat (Ge Ma Cermat) dengan Leaflet terhadap tingkat Pengetahuan Masyarakat Desa Wawatu, Kecamatan Moramo Utara Pusmarani, S. Farm., M.Sc., apt.; Dewi, Citra; Putri, Risky Juliansyah; Mahmudah, Rifa'atul
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.523

Abstract

Swamedikasi (mengobati diri sendiri) adalah upaya yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri untuk mengatasi keluhan dari gejala penyakit sebelum meminta pertolongan kepada tenaga kesehatan. Beberapa masalah yang terjadi pada masyarakat Wawatu terkait swamedikasi ini adalah masyarakat Desa Wawatu juga banyak menyimpan obat dalam jangka waktu yang lama, menggunakan kombinasi obat sintetik dan jamu tanpa pendampingan untuk mengurangi gejala penyakit, menggunakan obat yang kemasannya sudah rusak, menggunakan antibiotic ketika mengalami gejala diare atau sakit gigi dan menggunakan antinyeri ketika mengalami kelelahan. Masalah terkait swamedikasi tersebut dapat dicegah melalui pendampingan penggunaan obat oleh apoteker. Selain itu, apoteker juga berperan dalam mencegah kejadian efek samping obat yang tidak diinginkan, resistensi antibiotic, dan memberikan pendampingan kepada masyarakat ketika menggunakan obat, jamu atau kosmetik. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat desa Wawatu dalam menggunakan obat melalui pemberian edukasi gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Ge Ma Cermat) dengan menggunakan leaflet. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah melalui penyuluhan kepada masayarakat desa Wawatu dengan memberikan pre-test dan post-test pada 50 orang dengan kriteria peserta adalah usia dewasa (umur 18-65 tahun), dapat membaca dan menulis, bersedia menjadi peserta dalam kegiatan ini. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling. Hasil uji Chi Square dengan nilai P=0,000<0,05 yang menunjukkan bahwa pemberian edukasi dengan leaflet berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan masyarakat desa Wawatu dalam menggunakan obat secara rasional.
Potensi Antibakteri Ekstrak Terpurifikasi Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Bakteri P.acnes dan S.epidermidis Penyebab Jerawat Mahmudah, Rifa'atul
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9946

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang banyak dialami remaja dan dewasa muda, umumnya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Penggunaan antibiotik sintetis yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi, sehingga dibutuhkan alternatif alami seperti daun sirih hijau (Piper betle L.) yang memiliki senyawa aktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dan menguji potensi antibakteri ekstrak terpurifikasi daun sirih hijau terhadap bakteri penyebab jerawat. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, dilanjutkan purifikasi dengan pelarut n-heksan. Karakterisasi ekstrak mengikuti standar Farmakope Indonesia. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode dilusi cair dan padat pada konsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi memenuhi standar farmakope dan efektif menghambat pertumbuhan S. epidermidis pada semua konsentrasi, serta P. acnes pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Terdapat pertumbuhan bakteri pada konsentrasi 8% terhadap P. acnes. Kesimpulan, ekstrak daun sirih hijau terpurifikasi memiliki potensi sebagai agen antibakteri alami terhadap bakteri penyebab jerawat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku dengan Risiko Diabetes Melitus pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat I Universitas Sari Mulia Banjarmasin Auliani, Raiva; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Basit, Mohammad; Mahmudah, Rifa'atul
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 7 No 1 (2026): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2026
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v7i1.7650

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk pada usia muda. Rendahnya, pengetahuan dan perilaku berisiko menjadi faktor yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku dengan risiko diabetes melitus pada mahasiswa Keperawatan Tingkat I Universitas Sari Mulia Banjarmasin. Metode: penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional. Dengan jumlah sampel 48 responden, ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24), kuesioner perilaku, dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC). Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Sebanyak 52,1% responden memiliki pengetahuan cukup, 64,6% responden menunjukkan perilaku cukup, dan 81,3% responden memiliki risiko rendah terhadap diabetes melitus. Uji korelasi menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (p=0,000; r=0,623), pengetahuan dengan risiko diabetes melitus (p=0,000; r=-0,492), serta perilaku dengan risiko diabetes melitus (p=0,000; r=-0,720). Simpulan: Pengetahuan dan perilaku yang memadai berperan penting dalam menurunkan risiko diabetes melitus. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan pembentukan perilaku sehat sebagai upaya pencegahan, antara lain melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta peningkatan kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan.
EDUKASI DAN LATIHAN RINGAN UNTUK MENGATASI NYERI PINGGANG FLEKSIBILITAS SENDI DENGAN PENDEKATAN FLEKSI WILLIAM Mahmudah, Rifa'atul
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 7 No 1 (2025): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v7i1.872

Abstract

ABSTRAK Penurunan fleksibilitas sendi dan nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan masalah umum pada dewasa dan lansia akibat proses penuaan dan kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menjaga fleksibilitas sendi melalui pendekatan Fleksi William. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif, demonstrasi latihan, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-post test. Kegiatan dilaksanakan di Jl. Sungai Gampa RT.022 Banjarmasin dengan sasaran masyarakat dewasa dan lansia. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan peserta sebesar 52%, dari 44,6 pada pre-test menjadi 94,2 pada post-test. Peserta juga mampu mempraktikkan gerakan Fleksi William dengan benar. Kesimpulannya, edukasi dan latihan Fleksi William efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam manajemen nyeri pinggang secara mandiri. Kata Kunci—Fleksi William, Fleksibilitas Sendi, Latihan Ringan, Nyeri Pinggang ABSTRACT Decreased joint flexibility and low back pain are common issues among adults and the elderly due to the aging process and physical inactivity. This community service activity aims to improve public knowledge and ability to maintain joint flexibility through the William Flexion approach. The implementation methods included educational counseling, exercise demonstrations, direct practice, and evaluation via pre-post tests. The activity was conducted at Jl. Sungai Gampa RT.022, Banjarmasin, targeting adults and elderly residents. The evaluation results showed a 52% increase in the participants' average knowledge score, rising from 44.6 on the pre-test to 94.2 on the post-test. Participants were also able to perform William Flexion movements correctly. In conclusion, education and William Flexion exercises are effective in improving community understanding and skills in managing low back pain independently. Key Words--- William Flexion, Joint Flexibility, Light Exercise, Low Back Pain