Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Socialization and Training on Organic Waste Shredding Machine for Waste Management in Schools Jati, Dian Rahayu; Jumiati, Jumiati; Sulastri, Aini; Desmaiani, Herda; Saziati, Ochih
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8186

Abstract

The issue of waste management remains a major challenge in Indonesia and has also extended to regional areas, including the City of Pontianak. The volume of waste in Pontianak City as of 2024 is recorded at 150,366 tons, this figure is the second largest in West Kalimantan Province. One of the waste-producing sectors is schools, with the composition of waste tending to vary according to the school's activities and geographical conditions. Generally, school organic waste consists of food scraps and leaves. This activity aims to increase the understanding of waste management and provide practical skills in the use of organic waste shredding machines. The implementation of this activity is carried out through several methods, namely (1) Socialization, (2) Demonstrati01101on of the Use of Machines, (3) Training and Composting, (4) Assistance and Maintenance. This activity was well organized, and evaluation results indicated that 80% of the participants were able to explain the functions and benefits of the shredding machine, and 70% were able to practice its use independently. The activity contributes to improving the skills of school residents in organic waste management. This activity is expected to be a reference for the application of environmental education with the implementation of simple technology in other target groups.Sosialisasi dan Pelatihan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Pengelolaan Sampah di Sekolah Kota PontianakABSTRAKPersoalan sampah selain masih menjadi tantangan di Indonesia, namun juga menyebar hingga ke daerah, termasuk Kota Pontianak. Volume sampah kota pontianak per tahun 2024 tercatat sebanyak 150,366 ton, angka ini kedua terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu sektor penghasil sampah adalah sekolah, dengan komposisi sampah cenderung beragam sesuai aktivitas dan kondisi geografis sekolah. Umumnya sampah organik sekolah terdiri dari sisa makanan dan daun-daun. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah dan memberikan keterampilan praktis penggunaan mesin pencacah sampah organik. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode, yaitu (1) Sosialisai, (2) Demonstrasi Penggunaan Mesin, (3) Pelatihan dan Pembuatan Kompos, (4) Pendampingan dan perawatan. Kegiatan ini terselenggara dengan baik, ditunjukkan hasil evaluasi bahwa 80% peserta mampu menjelaskan kembali fungsi dan manfaat mesin pencacah, serta 70% mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Kegiatan berkontribusi pada peningkatan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penerapan edukasi lingkungan dengan implementasi teknologi sederhana pada kelompok sasaran lainnya.Kata Kunci :edukasi lingkungan; kompos; mesin pencacah; sampah organik.
Pelatihan Implementasi Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pengajar Pancasila (P5) rekayasa teknologi di tingkat satuan pendidikan melalui Kegiatan IHT (In House Training) SMP Negeri 19 Kota Pontianak Hadary, Ferry; Saziati, Ochih; Putri, Lisa Astridni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35481

Abstract

Abstrak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Satu diantara tema yang dapat diterapkan  untuk mendukung pembelajaran adalah rekayasa dan teknologi. Rekayasa teknologi menawarkan kemudahan untuk membantu pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu cara untuk mengenalkan dan mengembangkan rekayasa teknologi di lingkungan masyarakat adalah dengan melaksanakan pelatihan dasar In House Training (IHT) di tingkat sekolah. Kegiatan pelatihan IHT merupakan bentuk dari usaha untuk mengenalkan rekayasa teknologi dengan memberikan pemahaman secara teori, demonstrasi alat, pembuatan prototipe, dan uji coba alat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang rekayasa teknologi, terbukti dari hasil presentase kuisioner yang dibagikan diperoleh rata-rata pada kategori sangat setuju mencapai 47% dan setuju mencapai 53%. Hal kuisioner ini membuktikan peningkatan pemahaman peserta dari penyajian materi dan meningkatkan penggunaan dan pengembangan rekayasa teknologi serta meningkatkan motivasi belajar untuk mengaplikasikan rekayasa teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memiliki dampak sangat positif bagi mitra untuk menghadapi era digital dengan ide dan gagasan baru terkait rekayasa teknologi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di sekitar. Kata kunci: in house training; P5; rekayasa teknologi; SMP Negeri 19 Pontianak. Abstract The Strengthening Pancasila Student Profile Project (P5) represents a strategic initiative to cultivate the competencies and character traits outlined in the Pancasila Student Profile, as mandated by the Graduate Competency Standards (SKL). As a project-based co-curricular activity, P5 integrates thematic learning to reinforce holistic education. One such theme—engineering and technology—offers practical innovations that enhance effectiveness and efficiency in daily tasks. To introduce and promote technological engineering within school communities, basic-level In-House Training (IHT) programs have been implemented. These training sessions aim to build foundational understanding through theoretical instruction, equipment demonstrations, prototype development, and tool testing. This approach not only fosters technical literacy but also supports the broader goal of character and competency development in line with Pancasila values. This program successfully increased participant knowledge of engineering technology, as evidenced by the results of the questionnaire distributed, which showed an average of 47% strongly agreed and 53% agreed. This questionnaire proves the increase in participants understanding of the material presented and increases the use and development of engineering technology as well as increasing motivation to learn to apply engineering technology in everyday life. This program activity has a very positive impacton partners in facing the digital era with new ideas and concepts related to engineering technology to solve existing problems. Keywords: in-house training; P5; technological engineering; SMP Negeri 19 Pontianak