p-Index From 2021 - 2026
7.011
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Universa Medicina Jurnal Kedokteran Anatomica (Anatomica Medical Journal) Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Journal of Islamic Medicine Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Jurnal Medika Malahayati Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan Health and Medical Journal Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Journal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia UMI Medical Journal Jurnal PORKES Nommensen Journal of Medicine AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh Keluwih: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung) International Islamic Medical Journal The Avicenna Medical Journal GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Indonesian Journal of Cancer Ahmad Dahlan Medical Journal Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Prominentia Medical Journal Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Medical and Health Journal Biomedika Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : UMI Medical Journal

Peran dari Biopsi Miokard: Review dari Sudut Pandang Kardiologis Laksono, Sidhi; Nurusshofa, Zahra; Hosea, Grace Trifena
UMI Medical Journal Vol 9 No 1 (2024): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v9i1.258

Abstract

Latar Belakang: Endomyocardium biopsy (EMB) merupakan salah satu modalitas diagnosis invasif yang kontroversial dan sudah mulai berkurang karena teknologi pencitraan semakin berkembang dan bisa digunakan untuk mendiagnosis penyakit jantung lain tanpa melakukan prosedur invasif. Studi ini bertujuan untuk membahas perkembangan dan peran dari EMB sebagai modalitas diagnostik. Isi: EMB sering digunakan untuk menilai penolakan transplantasi jantung dan mendiagnosis penyakit kardiomiopati inflamatorik dan infiltratif. Akses melalui arteri radialis pada EMB ventrikel kiri berhubungan dengan komplikasi vaskular yang lebih rendah. Vena jugularis interna umum digunakan untuk EMB ventrikel kanan pada pasien transplantasi jantung, sedangkan vena femoralis kanan untuk pasien yang tidak menjalani transplantasi. Prosedur EMB memiliki komplikasi aritmia, abnormalitas konduksi, kerusakan katup, emboli, perforasi, dan kematian dan komplikasi tersebut sangat bergantung terhadap pengalaman operator. Kesimpulan: EMB sebagai alat diagnosis dapat digunakan terutama saat alat diagnosa lainnya tidak memadai untuk menegakkan diagnosa dan juga untuk memonitor reaksi penolakan transplantasi jantung. Untuk meminimalisir trauma dan meningkatkan akurasi, dikembangkan alat mikro biopsi yang sampai sejauh ini masih di uji coba kepada hewan.
Layanan Paliatif Pasien Gagal Jantung: Suatu Narasi Singkat Laksono, Sidhi; Hosanna, Cliffian
UMI Medical Journal Vol 9 No 2 (2024): UMI Medical Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/umj.v9i2.311

Abstract

Latar belakang: Gagal jantung merupakan penyakit dengan prevalensi cukup tinggi dengan angka mortalitas yang juga tinggi. Di samping itu, meskipun pengobatan dilakukan secara optimal, masih terdapat kemungkinan terjadinya perburukan. Isi: Dalam kasus gagal jantung lanjut, di mana fungsi atau struktur jantung telah mengalami kerusakan signifikan, penerapan terapi maksimal sesuai pedoman tidak lagi mampu mengatasi gejala. Populasi pasien gagal jantung lanjutan memiliki angka harapan hidup pasien yang lebih pendek. Gejala sesak dan nyeri juga akan mengganggu kualitas hidup pasien. Pasien dengan gagal jantung perlu dirujuk ke layanan paliatif sedini mungkin, terutama ketika prognosis pasien diketahui buruk dan harapan hidupnya rendah. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk memberikan gambaran kajian ilmiah tentang layanan paliatif bagi pasien gagal jantung yang bertujuan untuk meringankan keluhan dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dan keluarga. Metodologi tinjauan literatur dengan melalui pencarian basis data medis pada jurnal kedokteran, pedoman, dan artikel medis. Kesimpulan: Peran layanan paliatif pada pasien dengan gagal jantung lanjutan telah direkomendasikan berbagai perkumpulan kardiologi di berbagai macam negara karena dapat membantu pasien mendapat pelayanan paling optimal sesuai dengan keinginan pasien.