Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROHITA

PENGARUH SUHU PEMANASAN TERHADAP KUALITAS SABUN CAIR BERBAHAN BAKU MINYAK JELANTAH KELAPA SAWIT DAN EKSTRAK BUAH PINANG (Areca catechu L) Maylvin Fortino Samosir; Nur Ariyani Agustina
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3916

Abstract

Kualitas Sabun dipengaruhi oleh Suhu Pemanasan pada proses pembuaatannya dikarenakan salah satu faktor yang mempengaruhi laju reaksi. Penambahan ekstrak buah pinang sebagai antiseptik menambah nilai manfaatnya. .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Suhu Pemanasan terhadap Kualitas Sabun Mandi Cair Berbahan Baku Campuran Minyak Jelantah Kelapa Sawit yang telah dimurnikan Dan Ekstrak Buah Pinang (Areca catechu L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah Suhu Pemanasan yaitu : A1 :  Suhu 40ºC,  A2 : Suhu 60ºC, A3 : Suhu 80ºC  dan A4 : Suhu 100 ºC. Data Penelitian dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Tukey HSD menggunakan software SPSS versi 22.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh suhu pemanasan terhadap kualitas campuran minyak jelantah kelapa sawit yang telah dimurnikan dan ekstrak buah pinang berpengaruh nyata terhadap pH, Bilangan Penyabunan dan Kadar air sedangkan pada Organoleptik, Tinggi busa, dan stabilitas busa tidak memberikan pengaruh yang nyata. Hasil terbaik terdapat pada Perlakuan A4 Suhu 100ºC, dengan rata-rata pH standar 10,92, tinggi busa awal 12 cm, tinggi busa akhir 10,92 cm, stabilitas busa 84%, kadar air 45,80%, bilangan penyabunan 78,54 dan telah memenuhi standar untuk sabun mandi cair (Standar Nasional Indonesia 06 – 3235- 1994).
PENGARUH PENGADUKAN TERHADAP KUALITAS SABUN BERBAHAN MINYAK JELANTAH DENGAN EKSTRAK DAUN BIDARA (Ziziphus spina-christi L) Nur Ariyani Agustina; Abdul Rahman Juliadi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 6, No 1 (2021): Jurnal AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v6i1.3914

Abstract

Sabun adalah kombinasi minyak atau lemak (nabati, seperti minyak zaitun atau hewani, seperti lemak kambing) dengan basa atau basa larut (seperti natrium atau kalium hidroksida) melalui interaksi yang dikenal sebagai saponifikasi. Lemak akan dihidrolisis oleh basa, menciptakan gliserol dan sabun mentah. daun bidara sebagai sabun mandi menambah nilai keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh varietas dalam waktu pengadukan terhadap sifat sabun mandi cair yang dihasilkan menggunakan campuran minyak jelantah kelapa sawit dan daun bidara arab terpisah (Ziziphus spina-christi L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan lama perlakuan pencampuran, yaitu 60 menit, 70 menit, 80 menit dan  90 menit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan hasil penelitian lamanya pengadukan dilakukan hasil uji; pH, kadar air, kadar air, tinggi buih, bilangan penyabunan. Hasil terbaik didapatkan pada perlakuan lama waktu pencampuran yaitu 60 menit, dengan pH standar normal 10,7, Bilangan penyabunan 103,785, Tinggi Busa Awal 6,5 cm, Tinggi Busa Akhir 5,8 cm, Kandunga Alkali Bebas 0,0954, Kadar air 54% .
PERBANDINGAN RENDEMEN TANAMAN MENGHASILKAN (TM II) PADA VARIETAS DUMPY DAN VARIETAS BAKRIE SPRING Binsar Munthe, Binsar; Agustina, Nur Ariyani; Afrianti, Suratni
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 3 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i3.16977

Abstract

Tanaman kelapa sawit umur empat sampai tujuh tahun dikatagorikan tanaman menghasilkan (TM II) mampu memberi produktivitas minyak CPO yang baik. Rendehnya rendemen CPO dapat dilihat dari penggunaan bibit kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rendemen pada bibit kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM II) antara varietas Dumpy dan varietas Bakrie Spring yang berada di PT Sinar Gunung Sawit Raya. Penelitian ini menggunakan survei langsung dengan metode eksperimen. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan sejak 01 November 2023 – 31 Januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan varietas Dumpy umur 6 tahun memiliki rendemen OER 22,79% dan rendemen KER 5,66%, varietas Dumpy umur 7 tahun memiliki rendemen OER 24,65%, rendemen KER 3,26%, varietas Bakrie Spring umur 6 tahun memiliki rendemen OER 23,10%, rendemen KER 5,11%, varietas Bakrie Spring umur 5 tahun memiliki rendemen OER 22,65%, rendemen KER. Selain itu, faktor kurangnya penyerbukan kelapa sawit, dan adanya serangan hama Oryctes rhinoceros, tikus, gulma anakan sawit liar, genangan air, jarak tanam yang terlalu rapat, jumlah pelepah yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas dan bobot kelapa sawit sehingga dapat menyebabkan penurunan rendemen kelapa sawit