Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Sosialisasi Bahan Pangan Fungsional: Peran Antioksidan dan Prebiotik Inovasi Olahan Buah Naga dan Pisang Sebagai Minuman Sehat Mohammad Sultan Arifin; Yolanda Dewi; Alfirda Ananda Firdauz; Farhan Arya Suta; Mirwa Adiprahara Anggarani
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n1.p8-16

Abstract

Pola konsumsi masyarakat modern mengalami pergeseran ke arah makanan cepat saji yang praktis namun sering kali rendah gizi, sehingga berpotensi menurunkan kualitas kesehatan. Dalam konteks tersebut, pangan fungsional yang mengandung prebiotik dan antioksidan menjadi alternatif penting untuk mendukung kesehatan tubuh. Prebiotik merupakan senyawa non-cerna yang berfungsi merangsang pertumbuhan mikrobiota baik dalam saluran pencernaan, sedangkan antioksidan berperan melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas yang dapat merusak sel. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai peran antioksidan dan prebiotik bagi kesehatan keluarga sekaligus membekali peserta keterampilan dalam mengolah buah menjadi minuman sehat. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi pembuatan smoothie dari buah naga dan pisang sebagai sumber alami prebiotik dan antioksidan. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai bahaya radikal bebas, manfaat antioksidan, dan pentingnya prebiotik dalam menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, peserta juga mampu mempraktikkan pembuatan minuman sehat berbahan dasar buah naga dan pisang untuk mendukung gaya hidup sehat keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga bermanfaat bagi kesehatan keluarga.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Bombay Merah (Allium cepa L.) terhadap Total Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Telang (Clitoria ternatea L.) Mirwa Adiprahara Anggarani; Dzikra Nasyaya Mahfudhah
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101541

Abstract

Pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) sebagai langkah optimalisasi budidaya tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) yang khasiatnya telah dikenal massif di tengah-tengah masyarakat diperlukan untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas bunga telang, sehingga nilai ekonomi bunga telang juga akan semakin bertambah, utamanya dalam konteks budidaya tanaman dan pengembangan industri pertanian. Penggunaan ZPT alami yang lebih ramah lingkungan dan harga terjangkau jika dibandingkan dengan ZPT sintetik yang berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang menjadi salah satu opsi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT alami bawang bombay merah (Allium cepa L.) terhadap total fenolik dan aktivitas antioksidan bunga telang. Budidaya bunga telang dilaksanakan di Desa Burneh, Bangkalan Madura pada bulan Juni 2023 sampai Oktober 2023. Metode penelitian ini berbasis kuantitatif, dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor, yakni variasi konsentrasi ZPT terdiri dari 0% sebagai kontrol, 1%, 3%, 5%, 7%, dan 10%, dimana masing-masing konsentrasi direplikasi 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPT alami berpengaruh positif terhadap total fenolik dan aktivitas antioksidan bunga telang, dimana hasil tertinggi diperoleh pada variasi konsentrasi ZPT 10% dengan total fenolik sebesar 21,570 mgGAE/g ekstrak dan nilai IC50 sebesar 51,04 ppm yang termasuk kategori antioksidan kuat.
Segar, Sehat, Serat: Mulai Gaya Hidup Sehat dengan Jus Prebiotik Alfiah Putri Wardani; A'inun Makiyyah; Adinda Zalyanti Azzahra; Ligika Cahya Wangi; Andi Sri Rezky Dian Batari; Mirwa Adiprahara Anggarani
Dedikasi: Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/dedikasi.v3n2.p70-76

Abstract

Ilmu Kimia Pangan berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap komponen kimia dalam pangan yang berdampak pada kesehatan, termasuk senyawa prebiotik sebagai bagian dari pangan fungsional. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai prebiotik serta memperkenalkan jus buah prebiotik sebagai alternatif minuman sehat berbasis bahan lokal. Sasaran kegiatan adalah remaja dan orang tua di Desa Gilang, Sidoarjo. Metode yang digunakan berupa pelatihan yang mencakup penyuluhan materi dan demonstrasi pembuatan jus berbahan dasar pisang ambon dan buah naga merah sebagai sumber prebiotik alami, dengan desain one-group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui angket pretest untuk mengukur pengetahuan awal serta uji hedonik skala 1–5 untuk menilai penerimaan organoleptik produk. Hasil menunjukkan bahwa hanya 16% peserta memahami konsep dasar prebiotik, sementara 84% mampu menyebutkan contoh sumbernya. Setelah intervensi, terjadi peningkatan pemahaman peserta, dan uji hedonik menunjukkan tingkat penerimaan tinggi, terutama pada aspek warna (80%) dan rasa (60%). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan literasi gizi masyarakat mengenai pentingnya prebiotik bagi kesehatan pencernaan. Selain itu, produk jus prebiotik berbasis buah lokal menunjukkan tingkat penerimaan yang baik, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif minuman sehat yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara lebih luas, penelitian ini memberikan dampak positif terhadap penguatan edukasi pangan fungsional di tingkat komunitas, mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber prebiotik alami, serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam peningkatan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis sains dan praktik langsung.
IMPLEMENTATION OF PROJECT-BASED LEARNING IN THE FOOD CHEMISTRY COURSE THROUGH THE SOCIALIZATION OF FOOD INNOVATION AND TECHNOLOGY BY MAKING TEMPEH HEALTH SMOOTHIES Aida Mustafida A; Celyta Nirmala Putri Talia; Nur Khofifah; Ersa Sania Azzahro'; Mirwa Adiprahara Anggarani
UNESA Journal of Chemical Education Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ujced.v15n1.p88-95

Abstract

Abstract This study aims to assess the capability of project-based learning (PjBL) methods in introducing innovations in the field of food and technology by making healthy tempeh smoothies, as a product of food chemistry courses, in order to deepen students' understanding of local foods. This study is based on the importance of understanding food chemistry that includes aspects of formulating, processing, and storing quality food products. The PjBL model was chosen because it can increase students’ learning motivation, creativity, and critical thinking skills in dealing with contextual problems. The study was conducted on 14 grade X students of Khadijah High School with a One Group Pretest-Posttest design. The research instrument was a multiple-choice test based on Bloom’s taxonomy and a Likert scale response questionnaire. The results showed a significant increase from a pretest score of 92,86 to a posttest score of 99,29. The N-Gain value of 0,89 and an effectiveness level of 88,89% indicated an increase in understanding in the high category and effective learning. Students were able to recognize tempeh as a local food with high nutritional value, understand the fermentation process, health benefits, and its potential for development into a modern beverage product. The questionnaire results showed a very positive response. The hands-on activity of making tempeh health smoothies increased student engagement, confidence, and motivation, including interest in simple entrepreneurial opportunities. Overall, PjBL learning was effective in strengthening local food literacy and fostering an appreciative and innovative attitude toward the use of tempeh as a health smoothies.
COMMUNITY CAPACITY FOR QUALITY STANDARDIZATION OF LIQUID FERTILIZER BASED ON LOCAL DAIRY COW MANURE POTENTIAL IN BRAU-BATU Muhammad Ikhlas Abdjan; Maria Monica Sianita; Pirim Setiarso; Nur Hayati; Samik; Mirwa Adiprahara Anggarani; Fani Deapsari
Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services) Vol. 10 No. 2 (2026): JURNAL LAYANAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A training activity on liquid fertilizer quality standardization based on the potential of dairy cow manure was conducted in the Brau region of ​​Gunungsari Village, Batu City, it initiative aims to increase community capacity in producing liquid fertilizer that meets national quality standards. The program uses a participatory approach that involves livestock farmers and community groups in identifying needs, providing training, conducting quality testing, and providing support for the production process. The training included an introduction to quality parameters according to SNI 4958:2015 and Ministry of Agriculture regulations, a pH measurement demonstration, self-testing practices, and assistance with the production process. Evaluation results showed that participants experienced increased knowledge and skills in independently testing the quality of liquid fertilizer. All participants were able to use measuring instruments correctly and understood basic product standardization procedures. Questionnaire results (n=10) indicated a very positive response to the training and mentoring methods provided, as well as increased participant confidence in implementing quality control on their products. These findings demonstrate that a training approach integrating theory and practice has proven effective in improving community technical literacy and opening opportunities for the development of local liquid fertilizer products that meet quality standards and are ready to enter the formal market.
PROYEK LINTAS JENJANG SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN SIKAP DAN MOTIVASI BELAJAR IPA BAGI SISWA DISABILITAS: - Mirwa Adiprahara Anggarani; Aris Rudi Purnomo; Erlix Rakhmad Purnama; Dinda Herli Septiana; M. Nasir Nasir
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v11i2.48389

Abstract

Putra Harapan Special Needs School in Waru, Sidoarjo, is a special needs school that provides education for students with disabilities or exceptional intelligence, either inclusively (joining a regular school) or as a special education unit. Several obstacles exist in the implementation of education, particularly in the teaching of science subjects. The physical, emotional, mental, or social limitations of students with special needs, coupled with the supporting infrastructure, often cannot optimally support science learning. These problems result in low attitudes and motivation to learn science among students with disabilities. The goal of the PKM program is to explore cross-level project methods suitable for students with disabilities to improve low attitudes and motivation to learn science. This is crucial to accommodate the learning needs of students with disabilities at both the individual and school level. Furthermore, specifically related to science material, learning this material requires a longer time compared to basic skills such as measurement and observation. In other words, cross-project learning has the benefit of time efficiency without minimizing the learning experience of students with disabilities. The novelty of this project is the collaboration between students with disabilities at different levels when completing science projects. Furthermore, the learning process, connected to the UDL concept, is an example of disability-friendly learning while still teaching critical thinking and problem-solving skills. The topic chosen in this cross-level science learning project is “My Telang My Expression”, where at the elementary school level, students are taught to recognize the parts of the telang tree, at the junior high school level, students are taught to cultivate telang and at the senior high school level, students are taught to make ecoprint bags from telang flowers. Through this program, there has been an increase in the quality of science learning which is reflected in the increase in attitudes and motivation to learn science thus improving science learning outcomes. In addition, there has been an increase in student learning outcomes at each level and an increase in teacher creativity in presenting learning materials. In this Abdimas Research scheme, a number of data will be produced as a representation of the program, which is also the research data that underlies the production of this cross-level project method.
Sosialisasi Ketahanan Pangan Lokal melalui Project Based Learning Berbasis Kimia Pangan pada Siswa SMA Al Falah Ketintang Surabaya Galuh Clarisa; Yanti Mulyasari; Shonya Elvana Ni’matul Khusna; Fissilmi Kaaffah; Mirwa Adiprahara Anggarani
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Khidmatuna: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/khidmatuna.v6i2.4669

Abstract

Ketahanan pangan lokal merupakan isu strategis yang perlu diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan edukatif yang kontekstual. Namun, pemahaman siswa sekolah menengah terhadap konsep ketahanan pangan lokal dan pemanfaatan bahan pangan lokal masih relatif terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi ketahanan pangan lokal kepada siswa SMA melalui penerapan Project Based Learning (PjBL) berbasis kimia pangan dengan memanfaatkan ubi ungu sebagai bahan pangan lokal. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas X-B SMA Al Falah Ketintang Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian pretest, penyampaian materi ketahanan pangan dan kimia pangan, pelaksanaan proyek pengenalan serta pengolahan produk berbasis ubi ungu, dan evaluasi kegiatan melalui posttest serta angket respons siswa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 86,09 pada pretest menjadi 98,84 pada posttest dengan nilai N-gain sebesar 0,917 (kategori tinggi). Selain itu, hasil angket menunjukkan respons siswa yang sangat positif dengan persentase sebesar 90,98% (kategori sangat baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi ketahanan pangan lokal melalui Project Based Learning berbasis kimia pangan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa serta menumbuhkan kesadaran terhadap pemanfaatan bahan pangan lokal. Kegiatan ini berpotensi menjadi model edukasi kontekstual yang dapat diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan sekolah
Potensi Ekstrak Daun Kelor sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Berdasarkan Uji Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Putri Wulandari; Mirwa Adiprahara Anggarani
AGRIEKSTENSIA Vol. 25 No. 1 (2026): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v25i1.3966

Abstract

Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) sintetis dalam budidaya tanaman dapat menimbulkan risiko terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengembangan ZPT alami sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung berbagai fitohormon dan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai ZPT alami. Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi ZPT dari ekstrak daun kelor berdasarkan uji fitokimia dan aktivitas antioksidan. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% hingga diperoleh ekstrak berbentuk kental. Karakterisasi meliputi penentuan rendemen, kadar air, pH, uji fitokimia (fenolik, flavonoid, dan tanin), serta pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 10,5%, kadar air 18%, dan pH 4,58 yang tergolong asam lemah. Uji fitokimia menunjukkan hasil positif terhadap senyawa fenolik, flavonoid serta tanin. Hasil aktivitas antioksidan dari ekstrak daun kelor menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 149,98 ppm yang masuk dalam kategori antioksidan sedang. Hasil tersebut menyatakan bahwa ekstrak daun kelor berpotensi digunakan sebagai ZPT alami yang stabil dan memiliki aktivitas biologis, sehingga berpeluang dikembangkan lebih lanjut dalam mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.
Effect of PGRs from Combination Extracts of Moringa and Sprouts on Soybean Phenolic and Antioxidant Activity Mirwa Adiprahara Anggarani
Vegetalika Vol 15, No 3 (2026): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.118633

Abstract

Soybean is one of the important food commodities rich in bioactive compounds and has great potential as a natural antioxidant source. Efforts to improve the functional quality of soybeans can be made through the application of plant growth regulators (PGRs) derived from plant extracts. This study aimed to evaluate the effect of applying a combination of PGRs from moringa leaves and sprout extracts on the total phenolic content and antioxidant activity of harvested soybeans. The extracts were obtained through maceration using 96% ethanol and then formulated into six combination treatments (A–F), along with one control. Total phenolic content was analyzed using the Folin–Ciocalteu reagent and expressed as mg GAE/g, while antioxidant activity was tested using the DPPH method by determining the IC₅₀ value measured with a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 515.9 nm. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by DMRT at a 5% significance level. The results showed that the combination of PGRs significantly affected both total phenolic content and antioxidant activity of soybeans. Treatment F produced the highest total phenolic content of 24.32 ± 0.07 mg GAE/g and the lowest IC₅₀ value of 196.47 ± 0.77 ppm, both classified as moderate categories. Thus, the application of combined moringa leaf and sprout extracts, particularly treatment F, proved effective in enhancing the bioactive compound content and antioxidant capacity of soybeans.