Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan aplikasi android berbentuk education games berbasis budaya lokal untuk keterampilan membaca permulaan bagi siswa kelas 1 SD/MI Giri Indra Kharisma; Faizal Arvianto
Premiere Educandum : Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.446 KB) | DOI: 10.25273/pe.v9i2.5234

Abstract

Pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD/MI harus sesuai dengan dunia anak yang lekat dengan kegiatan bermain. Education games menjadi solusi yang tepat dalam menggabungkan kegiatan belajar dan bermain sehingga dapat melatih kemampuan berfikir, berbahasa, serta melatih motorik halus dan motorik kasar anak. Pemilihan jenis permainan yang nantinya digunakan dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa melupakan kelestarian budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa aplikasi android berbentuk education games berbasis budaya lokal Nusa Tenggara Timur untuk keterampilan membaca permulaan bagi siswa kelas 1 SD/MI. Model desain penelitian dan pengembangan ini merupakan modifikasi dari R2D2 milik Willis dan ASSURE dari Heinich, dkk. Dari hasil modifikasi tersebut, diperoleh prosedur penelitian yang terdiri atas 3 kegiatan utama yakni tahap pendefinisian, tahap perancangan desain dan pengembangan, serta tahap desiminasi. Hasil penilaian dari ahli pembelajaran bahasa Indonesia SD, ahli media pembelajaran, dan praktisi menyebut bahwa produk aplikasi yang dikembangkan layak diimplementasikan karena memperoleh persentase skor lebih dari 75%. Hasil uji coba terbatas yang dilakukan kepada 28 siswa kelas 1 MIN Timor Tengah Utara juga menunjukkan bahwa produk aplikasi pembelajaran ini layak untuk diimplementasikan karena memperoleh persentase nilai lebih dari 85%.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Android terhadap Kemampuan Memahami Teks Prosedur Siswa Kelas VII Giri Indra Kharisma
Belajar Bahasa Vol 5, No 2 (2020): BELAJAR BAHASA: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v5i2.2795

Abstract

Salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran yakni media pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini berupa aplikasi android yang dapat diakses melalui gawai siswa. Aplikasi tersebut berisi materi dan latihan memahami struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur. Aplikasi media pembelajaran ini diharapkan mampu membantu siswa dalam memahami konsep teks prosedur, membangkitkan minat, motivasi, dan rangsangan belajar siswa. Selain itu, media pembelajaran ini juga bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mengakses materi ajar dimanapun dan kapanpun serta dapat memfasilitasi siswa belajar dengan teman atau guru melalui jejaring sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran berbasis android terhadap kemampuan siswa dalam menentukan stuktur dan ciri kebahasaan teks prosedur. Subjek dalam penelitian ini yakni siswa kelas VII MTS Nurul Falah yang berjumlah 27 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan jenis rancangan berupa pretes-postes kelompok tunggal (tanpa kelas kontrol). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aplikasi pembelajaran berbasis android memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuan siswa dalam menentukan struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur. Hal tersebut tampak dari hasil uji beda antara nilai rata-rata pretest sebesar 74,3 dengan nilai rata-rata posttest sebesar 86,1. 
Efektivitas Metode Mind Mapping dalam Penulisan Kreatif Teks Cerita Pendek di SMP Negeri Kota Baru Melalui Gerakan Literasi Sekolah Uman Rejo; Giri Indra Kharisma
Darmabakti : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Peneliian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Madura (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31102/darmabakti.2021.2.2.52-60

Abstract

Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan perlatihan kepada siswa berkait dengan penulisan kreatif teks cerita pendek dengan menggunakan metode mind mapping secara efektif melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan ini diikuti peserta sebanyak 15 siswa. Kegiatan ini terdiri atas tiga tahapan, yakni dimulai dengan tahap survey lapangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Pada tahap survey lapangan, tim kegiatan melakukan kunjungan ke SMP Negeri Kota Baru. Tahap kedua, yakni tahap implementasi berupa pengenalan dan penerapan metode mind mapping dalam penulisan kreatif teks cerita pendek pada siswa. Tahap ketiga, yakni tahap evaluasi terhadap implementasi kegiatan yang telah dilakukan berdasarkan produk yang dihasilkan. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menambah pengetahuan dan keterampilan berbahasa siswa dalam penulisan teks cerita pendek. Metode yang dikenalkan dinilai sangat efektif untuk digunakan dalam penulisan kreatif ini. Kendala yang dihadapi, siswa masih belum mengenal dan memahami karakteristik penulisan teks cerita pendek secara khusus.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM PENYAJIAN MAKALAH DISKUSI KELOMPOK Giri Indra Kharisma; Ita Meiarni
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 3 (2020): Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v5i3.2880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrispikan kesalahan berbahasa mahasiswa dalam penyajian makalah diskusi kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi (content analisis). Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pascasarjana Prgram Studi Pendidikan Bahasa Universitas Negeri Jakarta yang bertindak sebagai penyaji makalah dalam diskusi kelompok pada mata kuliah Analisis Kontrastif dan Analisis Kesalahan Berbahasa. Data dalam penelitian ini adalah seluruh kalimat-kalimat tidak efektif yang dituturkan oleh penyaji makalah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah alat perekam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 45 data kesalahan berbahasa pada penyaji dalam presentasi kelompok tersebut. Kesalahan berbahasa meliputi kesalahan penggunaan kalimat efektif yang meliputi aspek kesepadanan, kesatuan, kesejajaran dan paralelisme, penekanan, kehematan, dan kevariasian. Pada aspek kesepadanan ditemukan 11 kesalahan, aspek kesatuan ditemukan 14 kesalahan, aspek kesejajaran dan paralelisme ditemukan 1 kesalahan, aspek penekanan ditemukan 1 kesalahan, dan aspek kehematan ditemukan 19 kesalahan.
MODEL PEMBELAJARAN TIM GAME TURNAMEN (TGT) PLUS UNTUK PEMBELAJARAN TEKS EKSPOSISI Giri Indra Kharisma
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 4, No 1 (2019): Metalingua, Edisi April 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.641 KB) | DOI: 10.21107/metalingua.v4i1.6119

Abstract

Model pembelajaran konvensional masih marak digunakan oleh guru dalam mengajarkan teks eksposisi. Akibatnya kualitas pembelajaran masih belum maksimal. Model pembelajaran TGT Plus menawarkan inovasi dalam mengajarkan teks eksposisi. Model ini mengkolaborasikan pembelajaran dalam bentuk tim, turnamen, penilaian sejawat, dan media pembelajaran. Model pembelajaran TGT Plus merupakan model pengembangan dari model pembelajaran TGT (Tim Game Turnamen). Letak pengembangannya terdapat pada tahap langkah kegiatan. Jika dalam model pembelajaran TGT hanya terdiri dari 5 tahap, model pembelajaran  TGT Plus mengembangkannya hingga menjadi 8 tahapan, yaitu tim, game, turnamen, rekognisi tim, menulis, mengoreksi, merevisi, hingga menyajikan. Artinya, model pembelajaran TGT Plus tidak hanya sampai pada proses memahami, seperti pada model TGT, namun juga sampai proses menulis, menyunting, hingga menyajikan hasil tulisan.
MENUMBUHKAN NILAI-NILAI BUDAYA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL: Cultivating Cultural Values through the Indonesian Language Learning Model Based on Local Wisdom Giri Indra Kharisma; Maria Rosalinda Talan
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jbi.v8i1.4305

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan penerapan pembelajaran bahasa Indonesia berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang bertujuan memaparkan hasil kajian dari berbagai sumber pustaka yang memuat informasi tentang teori pendidikan, pembelajaran bahasa Indonesia, dan kearifan lokal. Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal merupakan model pembelajaran bahasa Indonesia yang digunakan untuk mendeskripsikan, menafsirkan, dan merespons budaya lokal. Pembelajaran tersebut diintegrasikan dengan kearifan lokal. Bentuk integrasi tersebut dapat berupa metode, media, strategi maupun materi pembelajaran Bahasa Indonesia.
Students' Understanding of Local Wisdom and Environmental Issues in Short Stories Afandi, Iswan; Kharisma, Giri Indra
Lingua Cultura Vol. 18 No. 2 (2024): Lingua Cultura (In Press)
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to describe students' understanding, which includes themes, character education (figures) who care about the environment, environmental issues, local wisdom, and students' expectations after reading short stories. The theories used are ecocriticism theory, local wisdom, and literary reception. This study is a descriptive qualitative study. Data sources, namely: 1) a questionnaire containing students' opinions on short stories and 2) five short stories by Jemmy Piran. Research data, namely student opinions, contained in the questionnaire. Data collection was carried out through a questionnaire. The data collection stage began with reading the five short stories, and then, students answered the questions in the questionnaire. The results of the analysis of students' understanding, namely: 1) the theme of the sea amounted to 0.80% and the theme of Harin Botan 0.25%; 2) data on students' understanding of environmentally conscious character figures as much as 1.60%; 3) data on fish population damage 0.51% and marine pollution 0.29%; 4) local wisdom includes traditional rituals amounting to 0.74%, beliefs 0.27%, local knowledge 0.27%, and customary law 0.09%; and 5) data on student readers' expectations about environmental preservation and local culture amounting to 1.34%. This study shows that local wisdom, such as traditional rituals and customary laws, is not only a culture but also an effective strategy for preserving the environment. The implication is that this understanding can enrich students' literacy regarding the importance of maintaining traditional values ​​in facing modern environmental challenges.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri Naiola Opat, Ermelinda Elu; Kristanti, E; Kharisma, Giri Indra
MARDIBASA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jpbsi.2024.4.2.75-86

Abstract

Learning to write expository texts is one of the lessons that students need to master. Students are required to be able to convey strong ideas or arguments accompanied by facts in accordance with the structure and linguistic characteristics of expository texts. To achieve this goal, there needs to be an appropriate learning model. This research aims to determine the influence and response of students to the application of the Problem Based Learning model in learning to write expository texts in class VIII of SMPN Naiola, North Central Timor Regency, NTT. This research is a pre-experimental research with a one-group pretest-posttest design. Data collection is through pretest and posttest procedures as well as questionnaires. Sampling used random sampling technique. Data analysis uses descriptive statistical tests, prerequisite tests, hypothesis tests and N-Gain tests. The research results obtained a tcount value of 7,247>2,160 (ttable). Thus it can be concluded that the problem based learning model has a very significant influence in improving the ability to write expository texts with a significance value of 0.000>0.05 and students' responses to the probem based learning model are also very good.
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL BERBASIS MOBILE LEARNING SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 4.0 Kristanti, Elsa; Kharisma, Giri Indra; Sari, Nila Puspita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.216 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.28915

Abstract

Di era pendidikan 4.0, perlu adanya pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, salah satunya dalam aktivitas evaluasi pembelajaran. Namun, muncul tantangan dari sumber daya manusia, yakni guru dan siswa, yang belum menggunakan atau bahkan mengenal aplikasi evaluasi pembelajaran berbasis TIK. Oleh sebab itu, tujuan dari pengabdian ini yakni memberikan pelatihan penyusunan soal berbasis mobile learning menggunakan aplikasi quizizz. Pengabdian ini dilaksanakan di SMPN 1 Kefamenanu dan dihadiri oleh 20 guru sebagai peserta pelatihan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini ialah pelatihan terbimbing. Peserta dibimbing hingga mampu membuat soal menggunakan quizizz dan menerapkannya ke dalam pembelajaran di kelas. Selama kegiatan pelatihan ini, peserta terlihat antusias ketika mencoba mengerjakan soal dan paham ketika menyusun soal menggunakan quizizz. Tim pengabdi juga melakukan pendampingan kepada peserta untuk dapat mengimplementasikan quizizz di kelas. Setelah ujicoba kepada siswa, seluruh siswa merasa senang karena tampilannya yang menarik dan hasilnya dapat langsung diketahui.
Internalisasi Nilai Karakter Islam pada Siswa Kelas 1 MIN Timor Tengah Utara Melalui Gerakan Literasi Sekolah Kharisma, Giri Indra; Rahayu, Imaniah Kusuma; Rejo, Uman
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.4724

Abstract

Internalisasi nilai-nilai Islam merupakan kegiatan menanamkan nilai-nilai Islam kepada siswa yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist. Hal tersebut penting bagi siswa agar dapat dijadikan bekal dan menjadi benteng yang kuat dalam menjaga akidahnya agar tidak terjerumus ke dalam pemikiran yang sesat, liberal, hingga radikal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan nilai karakter Islam kepada siswa kelas 1 Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Timor Tengah Utara melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kegiatan tersebut berupa pembacaan cerita kepada siswa tentang kisah nabi, rasul, dan para sahabat yang sarat akan nilai-nilai Islam yakni akidah, ibadah, dan akhlak. Adapun langkah-langkah kegiatan terdiri dari tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Pada tahap persiapan, kegiatan yang dilakukan yakni observasi kelas, telaah pustaka, dan prabaca. Tahap pelaksanaan berisi kegiatan apersepsi, kegiatan inti, dan refleksi. Selama kegiatan, siswa mampu memahami setiap cerita dan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita dengan baik. Namun, terdapat beberapa kendala yang dirasakan ketika kegiatan berlangsung. Kendala pertama yakni terdapat beberapa siswa yang sulit fokus hingga akhir cerita. Kendala kedua ialah tidak adanya proyektor yang disediakan oleh sekolah.