Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

White Onion (Allium sativum) Extract as a Vegetable Larvicide in Blowfly (Calliphoridae) Control Wahyuni, Denai; Sari, Nila Puspita; Hanjani, Della Lucky
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i2.20578

Abstract

One way to control blowflies is by using chemical pesticides; however, it causes negative effect to human, environment, and other organisms. One alternative effort is to apply garlic as insecticide and larvicide to control infestation. The study aimed to investigate the effect of garlic extract towards the mortality of blowfly’s larvae and effective concentrations using LC50 and LC90. Ten blowfly larvae were used for each of these concentrations: 0.5%, 1%, 2%, 4%, with negative control of 5 repetitions, observed every 6 hours within 2x24 hours. The Kruskal-Wallis test result showed a Sig value of 0.001<0.05, while Spearman analysis found Sig value of 0.001<0.025, which meant that there was a significant effect of increasing garlic extract concentration toward blowfly larvae mortality. Mann-Whitney test found Sig value of 0.001<0.05. Probit analysis showed LC50 and LC90 values were at 2.701% and 5.498% concentrations. 4% concentration caused the most larvae mortality. It is suggested to use garlic liquid extract to control blowflies.
DETERMINAN RENDAHNYA PARTISIPASI IBU HAMIL DALAM MENGIKUTI KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI SALAK TAHUN 2018 warlenda, sherly vermita; Sari, Nila Puspita; Faridawati, Endang; Wahyudi, Arief
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i1.749

Abstract

ABSTRAK Kelas ibu hamil adalah salah satu strategi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan bayi yang turut mendukung penurunan Angka Kematian Ibu. Keikutsertaan Ibu Hamil dalam Kelas Ibu Hamil di wilayah kerja Puskesmas Sungai Salak hanya 38,80 % dan masih ditemui kematian ibu hamil/bersalinpada tahun 2016 dan 2017. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi mendalam tentang determinan rendahnya partisipasi ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Salak. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam. Penentuan subyek penelitian dilakukan secara purposive sampling dan memenuhi prinsip keseuaian dan kecukupan, yaitu 2 orang tenaga kesehatan (Bidan) sebagai informan kunci, 6 orang ibu hamil yang tidak mengikuti kelas ibu hamil secara rutin sebagai informan utama dan 5orang keluarga / suami sebagai informan pendukung. Hasil penelitian didapatkan bahwa determinan rendahnya partisipasi ibu hamil dalam mengikuti kelas ibu hamil karena kurangnya pengetahuan ibu hamil dan kurangnya dukungan keluarga / suami. Sikap positif ibu dan dukungan tenaga kesehatan terhadap kelas ibu hamil tidak menentukan partisipasi ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil. Diharapkan kepada Puskesmas Sungai Salak agar dapat meningkatkan upaya penyampaian informasi tentang kelas ibu hamil tidak hanya melalui penyuluhan, tetapi dapat melalui penggunaanmedia informasi yang lebih baik agar masyarakat dapat menerima informasi dengan baik. Daftar Pustaka : 24 (2010-2018)Kata Kunci      :           Kelas ibu hamil, pengetahuan ibu, sikap ibu, dukungan keluarga/suami, dukungan tenaga kesehatan.
Faktor Meteorologi dan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Irawan, Angki; Arifin, Zainal; Sari, Nila Puspita
Wellness And Healthy Magazine Vol 3, No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.144312021

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akut yang bersifat endemik dan nyamuk Aedes sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang berkembang pada daerah tropis dengan temperatur lebih dari 16 derajat C dan pada ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Faktor iklim berpengaruh terhadap vektor DBD antara lain curah hujan, kelembaban dan suhu, di mana hujan menciptakan genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk dan kelembaban berpengaruh terhadap umur nyamuk. Analisis yang digunakan adalah analisi univariat dan bivariat dengan uji korelasi regresi sederhana. Penelitian ini juga menunjukan hubungan kekuatan korelasi antar variabel. Populasi pada penelitian ini adalah rata-rata jumlah (DBD, curah hujan, kelembaban dan suhu) per bulan mulai Januari 2013 sampai dengan Desember 2017. Sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah 60 sampel. Hasil uji korelasi regresi sederhana menunjukkan nilai p-value(0,658) lebih dari a(0,05); r(0,058) untuk hujan, sedangkan nilai p-value(0,658) lebih dari a(0,05); r(0,059) untuk suhu dan nilai p-value(0,050) dan r(0,254) untuk kelembaban. Kesimpulan penelitian, tidak ada hubungan yang bermakna antara curah hujan dan suhu dengan kejadian demam berdarah. Ada hubungan yang bermakna antara kelembaban dengan kejadian demam berdarah di Kota Pekanbaru walaupun hubungannya bersifat lemah. Peneliti selanjutnya dapat memasukan variabel non-iklim serta penambahan jarak waktu penelitian
PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN BERBAHAYA (BORAKS) PADA BAKSO TUSUK YANG DIJUAL DI SEKOLAH DASAR KECAMATAN SALO KABUPATEN KAMPAR Sari, Nila Puspita
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Avicenna
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v15i2.830

Abstract

Boraks adalah jenis nahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya dalam prodak pangan, sebagai pengawet dan pengenyal. Jenis makanan jajanan anak sekolah ditambahkan dengan adanya kandungan boraks salah satunya pada bakso tusuk. Jika bahan ini terus menerus dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah dapat berdampak buruk pada kesehatan karena boraks dapat merusak hati, ginjal dan organ tubuh lainnya. Disamping menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP) menetapkan bahwa boraks merupakan salah satu bahan yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif analitik yaitu untuk melihat dan menemukan kandungan boraks pada bakso tusuk yang dijual di Sekolah Dasar Kecamatan Salo Kabupaten Kampar dengan menggunakan Test Kit. Pemeriksaan kandungan boraks dilakukan pada 16 sampel dengan 2 kali pengulangan dengan hasil 9 sampel positif mengandung boraks. Disarankan kepada instansi terkait Puskesmas dan Lembaga Pendidikan agar memberikan pembinaan, pengawasan, serta evaluasi secara berkala kepada pedagang jajanan anak sekolah.
Hubungan Kondisi Lingkungan Rumah dan Perilaku Anggota Keluarga dengan Suspek TB Paru di Kelurahan Harapan Tani Kabupaten Indragiri Hilir Hayana, Hayana; Sari, Nila Puspita; Rujiati, Sri
Jurnal Kesehatan Global Vol 3, No 3 (2020): Edisi September
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v3i3.4672

Abstract

Data yang diperoleh dari UPT Puskesmas Kempas Jaya memiliki 12 Desa/Kelurahan. Salah satunya adalah Kelurahan Harapan Tani dengan jumlah suspek TB paru yang terbanyak yaitu 32 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan rumah dan perilaku anggota keluarga terhadap suspek TB paru di Kelurahan Harapan Tani Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain case control. Penelitian dimulai dari bulan Agustus hingga Oktober tahun 2018 di Puskesmas Kempas Jaya. Populasi adalah seluruh pasien di Puskesmas Kempas Jaya dengan jumlah sampel sebanyak 74 kelompok kasus dan 74 kelompok kontrol, pengambilan sampel secara simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah rekam medik, kuesioner, dan lembar ceklist. Analisa dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diketahui variabel independen dan dependen yaitu terdapat hubungan antara kepadatan hunian (p-value =0,023, 95% CI: 1,227-7,499), kelembaban (p-value =0,011, 95% CI: 1,372-8,364), ventilasi (p-value= 0,029, 95% CI: 1,181-7,229), pencahayaan (p-value = 0,014, 95% CI: 1,322-8,066), pengetahuan (p-value =0,036, 95% CI: 1,137-6,967) dan sikap (p-value =0,024, 95% CI: 1,137-6,967) berhubungan dengan kejadian TB paru. Diharapkan pihak puskesmas dapat bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk dapat merencanakan pengadaan rumah sehat dan memberikan memberikan penyuluhan yang bisa dilakukan oleh pihak Puskesmas yang bekerjasama dengan lintas sektoral mengenai bahaya TB paru.
Hygiene dan Sanitasi Pada Pedagang Makanan Jajanan Murid Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru, Riau Ismainar, Hetty; Harnani, Yessi; Sari, Nila Puspita; Zaman, Kamali; Hayana, Hayana; Hasmaini, Hasmaini
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 21, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.21.1.27-33

Abstract

Latar belakang: Sanitasi pada makanan merupakan upaya untuk mengamankan dan menyelamatkan agar makanan tetap bersih, aman dan sehat. Masih ditemukan pedagang makanan yang belum memenuhi standar hygienitas terutama pada makanan jajanan anak di Sekolah Dasar (SD). Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan hygiene dan sanitasi pedagang makanan dilihat dari pengetahuan, personal hygiene, kebersihan peralatan, cara penyajian dan lingkungan.Metode: Jenis penelitian observasional, desain cross sectional. Pemilihan sampel berjumlah 35 pedagang makanan pada sebelas SD di Kota Pekanbaru dengan purposive sampling. Penelitian dimulai bulan Juni-Agustus 2019. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Masih terdapat 18 orang (51,4%) hygiene dan sanitasi makanan dengan kategori rendah (<700). Ada hubungan signifikan antara personal hygiene, pengetahuan, kebersihan peralatan, cara penyajian dan lingkungan dengan hygiene dan sanitasi makanan dengan ρ-value ≤ 0,05 dan nilai POR> 1. Sedangkan untuk kebersihan peralatan merupakan faktor dominan dengan POR = 8,400 (1,829-38,568).Simpulan: Kelima variabel yang diteliti berhubungan dengan hygiene dan sanitasi makanan dan merupakan faktor risiko. Perlu koordinasi. peran aktif dan pengawasan pihak sekolah bersama pemerintah dalam penerapan standar kebersihan, keamanan dan makanan sehat bagi siswa SD di Kota Pekanbaru. ABSTRACT Title: Hygiene and Sanitation of Snack Traders for Elementary School Students in Pekanbaru, RiauBackground: Food sanitation is an effort to secure and save food to keep it clean, and healthy. But there are still food traders who do not use hygiene standards, especially in snacks in elementary schools. The study aimed to describe the correlation between hygiene and sanitation of food vendors seen from the knowledge, personal hygiene, equipment cleanliness, sanitary presentation, and the environment.Method: It was observational with a cross-sectional design. The sample selection consisted of 35 food traders at eleven elementary schools in Pekanbaru with purposive Sampling. The study was conducted for three months (June-August). The research instrument used a structured questionnaire. The data analysis used univariate and bivariate  analysis with chi-square test at 95% Confidence Interval.Result: There are still have  18 (51.4%) traders whose food hygiene and sanitation are in a low category (Standart <700). There was a significant correlation between, personal hygiene, knowledge, equipment cleanliness, sanitary presentation, and the environment with food hygiene and sanitation with p-value < 0.05 and POR > 1. Meanwhile, equipment hygiene was the dominant factor with POR = 8,400 (1,829-38,568 ).Conclusion: The five variables studied were related to food hygiene and sanitation as a risk factors. Need coordination. the active role and supervision of the school committee together with the government in implementing hygiene, safety, and healthy food standards for elementary school students in Pekanbaru. 
Bio-insecticide’s Extract of Scented Root (Polygala paniculata) in Controlling the Mosquito Aedes aegypti (L.) Wahyuni, Denai; Sari, Nila Puspita; Jasril, Jasril; Syahri, Jufrizal
Makara Journal of Science Vol. 26, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Controlling Aedes aegypti mosquitoes with chemical insecticides causes resistance on humans, environmental residues, and contaminates food and water. Polygala paniculata is a potential alternative to insecticides in controlling Ae. aegypti. This study aimed to determine the effect of the Insecticide Score of P. paniculata extracts on the mortality of Ae. aegypti mosquitoes based on KT50. A total of 20 mosquitoes for each concentration were used to examine the effectiveness of 10%, 15%, 20%, and 25% concentration of P. paniculata extracts compared to a positive and a negative control with four replications. The results showed that P. paniculata extracts had an effect on Aeaegypti mosquito mortality. There were significant differences in mortality rate between concentrations (Kruskal-Wallis test, p = 0.001). Spearman Correlation test gave a p-value of 0.008 < 0.05. Similarly, there was a weak but significant correlation between plant extract concentration and mortality (Spearman correlation: r = +0.312, p = 0.008). The 10% and 15% concentrations had KT50with Insecticide Scores of 1 and 2, respectively, implying that both had no knockdown effect. A 20% concentration had a KT50 with an Insecticide Score of 3, indicating a weak knockdown effect, whereas a 25% concentration had KT50with an Insecticide Score of 5, signifying a quick knockdown effect. These results show that a 25% concentration has a quick knockdown time on Ae. aegypti mosquitoes. Therefore, extract P. paniculata extract at a concentration of 25% has a potential for use as a bio-insecticide in controlling Ae. aegypti mosquitoes.
PERAN ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZoSS) DALAM MENJAGA KESELAMATAN MASYARAKAT SEKOLAH KHUSUSNYA SISWA/I SDN 132 KOTA PEKANBARU Amin, Makomul; Sari, Nila Puspita; Putri, Rahma Dita Ayu; Lidya, Putri; Rosiani, Ranggi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2024): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v5i1.21899

Abstract

Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 132 yang berada di pinggir jalan raya, serta Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang keberadaannya tidak ada petunjuk khusus, merupakan suatu kondisi yang sangat membahayakan keselamatan siswa/i yang berada di lingkungan sekolah tersebut ketika menyeberang jalan. Kebaruan dalam kegiatan pengabdian ini adalah peran zona selamat sekolah dalam menjaga keselamatan masyarakat sekolah khususnya siswa/i. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan Safety Education terhadap pentingnya penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) kepada siswa/i Sekolah Dasar Negeri (SDN) 132 Kota Pekanbaru dalam rangka peningkatan pengetahuan, perlindungan keamanan, keselamatan serta peningkatan kesadaran siswa/i menyeberang jalan dengan aman dan selamat. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini dalam bentuk penyuluhan, peserta disajikan materi Zona Selamat Sekolah (ZoSS) menggunakan media infokus didepan kelas yang melibatkan mahasiswa, siswa dan guru kelas. Hasil pengabdian memperlihatkan, pengetahuan serta kesadaran siswa/i bertambah terhadap pentingnya penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Siswa/i memahami dan mengetahui bagaimana cara menyeberang jalan yang benar dan bagaimana memanfaatkan Zona Selamat Sekolah (ZoSS), terlihat berdasarkan pemahaman selama proses diskusi berlangsung pada saat kegiatan penyuluhan dilakukan. Kesimpulan dari bahwa pemahaman siswa/i terhadap penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sudah cukup baik.Kata kunci: ZoSS SDN 132 Pekanbaru; Keselamatan masyarakat sekolah; Kondisi Sekolah; Keberadaan ZoSS 
Flood Assessment through Integrated-Mixed-Method in the Western Downstream Area of Citanduy River Basin, Pangandaran Regency Syafitri, Dyah Rina; Arysandi, Safira Arum; Purboyo, Alvian Aji; Fitri, Amelia; Febriani, Yenni; Tjahyanityasa, Wanda Fitri; Sari, Nila Puspita; Mar'ath, Sitti Khafifatul; Safinatunnajah, Safinatunnajah; Satyaningrum, Aghnia Candra; Rahardjo, Noorhadi; Sudrajat, Sudrajat; Mardiatno, Djati; Rachmawati, Rini
Jurnal Pendidikan Geografi Gea Vol 24, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/gea.v24i1.60691

Abstract

Recurring and intensive flooding occurs in the western downstream area of the Citanduy River Basin (including Kalipucang, Padaherang, and Mangunjaya Districts, Pangandaran Regency) and causes massive losses. Land use Changes, fluctuating weather and climate conditions, as well as countermeasures that have not been maximized, have caused losses continuously. This study aims to describe the latest representation of flood vulnerability distribution in the study area using an integrated-mixed-method, includes: 1) AHP weighting based on expert interviews; 2) land use classification by the random forest algorithm; 3) Flood Hazard Map modeling using weighted overlay; and 4) hazard maps validation and historical flood analysis. The flood vulnerability model uses indicators: rainfall, elevation, slopes, distance from the river, and land use. Geographic Information System based on application (ArcGIS) and could (GEE) are the analytical tools in this study, supported by secondary data, such as 1) Sentinel 2A for land use models, 2) DEM for elevation and slope models, 3) buffer models for river distance and 4) CHIRPS for rainfall. The flood hazard with low and very-low levels is so minimal that it is less visible on the map. While the moderate level of flood hazard class counted as 12.6 Ha, mostly located in the eastern part of the study area (Padaherang and Kalipucang sub-districts).The high-level flood hazard class occupied about 2041.17 Ha, spread over built-up land use. The Very-high hazard class is 22652.11 Ha and mostly located in villages directly adjacent to the Citanduy River.
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE IBU RUMAH TANGGA DAN SARANA SANITASI DASAR DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAPTA TARUNA TAHUN 2021: RELATIONSHIP BETWEEN PERSONAL HYGIENE OF HOUSEWIVES AND BASIC SANITATION FACILITIES WITH THE EVENT OF DIARRHEA ON CHILDREN IN THE WORK AREA OF PUSKESMAS SAPTA TARUNA in 2021 Zulfita, Alvia; Sari, Nila Puspita; Wardani, Sri; Yulianto, Beny; Hayana, Hayana
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/kesmas.Vol2.Iss1.512

Abstract

Kondisi rumah yang rapat sehingga sanitasi di lingkungan tersebut yang kurang baik dan tidak terjaga. Pembuangan limbah cair tidak memenuhi syarat seperti aliran pencuci piring tidak memiliki saluran khusus, kakus juga tidak memiliki bangunan yang tertutup sempurna dan bangunan jamban yang diseminisasi tidak sempurna sehingga adanya rongga yang akan mngakibatkan jamban terlihat kotor berpotensi menimbulkan kejadian diare di wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna. Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar secara berlebihan > 3kali sehari serta perubahan konsistensi tinja (menjadi cair atau setengah padat) dengan lendir maupun darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene ibu rumah tangga dan sarana sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sapta Taruna Tahun 2021. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Sapta Taruna Tahun 2021. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita umur 0 bulan - <5 sebanyak 393 ibu dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik “Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan α=5% (0,05) dan derajat kepercayaan CI= 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan personal higiene (OR sebesar 3,367 dan p 0,017), pengetahuan (OR sebesar 3,000 dan p = 0,031), dan tidak adanya hubungan penyediaan air bersih (OR sebesar 2,893 dan p = 0,107), ketersediaan jamban (OR sebesar 2,280 dan nilai p = 0,144). Diharapkan ibu  mengajarkan pada balitanya cara menjaga kebersihan diri terutama saat makan makanan dan minuman, setelah bermain, dan setelah buang air besar maupun buang air kecil The condition of the house is tight so that the sanitation in the environment is not good and not maintained. Disposal of liquid waste does not meet the requirements such as the dishwasher does not have a special channel, the latrine also does not have a perfectly closed building and the latrine building is not properly disseminated so that there are cavities that will cause the toilet to look dirty, potentially causing diarrhea in the working area of ​​the Sapta Taruna Health Center. Diarrhea is a condition in which a person defecates excessively > 3 times a day and changes in the consistency of the stool (to be liquid or semi-solid) with mucus or blood. This study aims to determine the relationship between the personal hygiene of housewives and basic sanitation facilities with the incidence of diarrhea in toddlers in the working area of ​​the Sapta Taruna Health Center in 2021. The location of this research was carried out in the Sapta Taruna Health Center Work Area in 2021. The time of the study was carried out in February 2021. This research is an observational quantitative analytic study with a cross sectional research design. The population of this study were mothers who had toddlers aged 0 months - <5 as many as 393 mothers with a total sample of 80 respondents. In this study, the researcher used the “Purposive Sampling” technique. The data was collected using a questionnaire, the data were analyzed using the chi-square statistical test with a significance level of =5% (0.05) and a degree of confidence CI= 95%. The results showed that there was a personal hygiene relationship (OR was 3.367 and p 0.017), knowledge (OR was 3,000 and p = 0.031), and there was no relationship between clean water supply (OR was 2.893 and p = 0.107), latrine availability (OR was 2.280 and p value = 0.144). Mothers are expected to teach their toddlers how to maintain personal hygiene, especially when eating food and drinks, after playing, and after defecating or urinating.