Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Rhizobia

PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var aggregatum L.): THE EFFECT OF GIVING MICORIZE AND NUTIARA NPK FERTILIZER ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF ONION CROPS (Allium cepa var aggregatum L.) Rosalyne, Irawaty; Girsang, Warlinson; Damanik, Andri Novaldi
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Februari 2019
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v8i1.74

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Sirube-Rube, Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun dengan ketinggian tempat ± 1000 meter diatas permukaan laut, penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hinggaDesember 2015.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Mikoriza dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: bibit bawang merah,  pupuk Mikoriza, pupuk NPK Mutiara, insektisida dan fungisida. Alat yang digunakan adalah: cangkul, garpu, sprayer, ember, timbangan, gembor, papan nama dan kalkulator,    Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor, pertama Dosis pupuk Mikoriza, C0 (tanpa pupuk Mikoriza), C1 (25 g/plot, C2 (50 g/plot), C3 (75 g /plot). Faktor kedua: Dosis pupuk NPK Mutiara, D0 (tanpa pupuk NPK Mutiara), D1(15 g/plot), D2 (25 g/plot), D3 (35 g/plot), diperoleh 16 kombinasi dan diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah siung (buah), produksi siung segar tanaman sampel (g), dan produksi siung per plot (Kg).Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Mikoriza dan pupuk NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) Umur 4 dan 6 MST dan tidak berpengaruh nyata untuk kombinasi serta pada parameter  jumlah siung per rumpun (buah), berat siung per tanaman (g), dan berat siung basah per plot (kg).
PENGARUH PELAKUAN DOSIS PUPUK FOSFAT DAN KONSENTRASI AIR KOLAM IKAN LELE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG MERAH (Vigna angularis): THE EFFECT OF PHOSPHATE FERTILIZER DOSAGE AND WATER CONCENTRATION OF LELE FISH ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF RED BEANS (Vigna angularis) Purba, Rosmadelina; Rosalyne, Irawaty; Widodo
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Agustus 2019
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v8i2.79

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Perlakuan Dosis Pupuk Posfat dan Konsentrasi Air Kolam Ikan Lele Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Merah (Vigna angularis) Penelitian dimulai bulan Juli sampai bulan Oktober 2018. Dilaksanakan di Desa Sugarang Bayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dengan ketinggian ± 200 meter dpl. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk fosfat dan konsentrasi air kolam ikan lele serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Faktor pertama: Perlakuan dosis pupuk Posfat terdiri dari 3 taraf yaitu : (P1 = 4,5g/tanaman),(P2 = 6,7g/tanaman)dan (P3 = 8,9g/tanaman). Faktor Kedua: Konsentrasi air kolam ikan lele terdiri dari 3 taraf yaitu : (I0 = 0%),(I1 = 100%),dan : (I2 = 50%)Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk Posfat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, produksi per tanaman dan produksi per plot. Perlakuan Posfat P2, menghasilkan tanaman tertinggi umur 3, 5 dan 7 MST masing-masing (16,69 cm), (39,38 cm), dan (49,75 cm), jumlah cabang terbanyak yaitu (7,24), jumlah polong terbanyak ( 13,63 buah) berat polong tertinggi (32,71 g). Perlakuan P3 menunjukkan berat biji tertinggi (10,65 g) dan produksi per plot tertinggi (1,90 kg). Konsentrasi air kolam ikan lele I2, menghasilkan tanaman tertinggi umur 5 dan 7 MST masing-masing (38,74 cm) dan (49,58 cm), jumlah polong tertinggi (12,93 buah), Konsentrasi I1 menunjukkan jumlah cabang tertinggi yaitu (7,71 buah), berat biji tertinggi (10,96 g) dan produksi per plot tertinggi (1,67 kg).Interaksi pemberian dosis pupuk Posfat dan konsentrasi air kolam ikan lele berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, dan berat biji tetapi berpengaruh nyata pada produksi per plot. Interaksi P3I2 menghasilkan tanaman tertinggi umur 3 MST yaitu (17,25 cm) dan produksi per plot tertinggi (2,18 kg). Interaksi P2I2 menghasilkan tanaman tertinggi umur 5 dan 7 MST yaitu, (40,23 cm) dan (50,70 cm), jumlah polong terbanyak yaitu (14,53 buah). Interaksi P2I1 menghasilkan jumlah cabang terbanyak yaitu (8,13 buah), bobot polong tertinggi yaitu (41,00g), dan bobot biji per sempel tertinggi yaitu (12,20 g).
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DOLOMIT DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) HIBRIDA BISI-2: THE EFFECT OF DOLOMITE DOSAGE AND POTASSIUM FERTILIZER DOSAGE ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF CORN (Zea mays L) HYBRID BISI-2 Poerba, Ambursius; Rosalyne, Irawaty; suryadi
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Agustus 2020
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v9i2.332

Abstract

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor perlakuan dimana faktor pertama pemberian dolomit terdiri dari 3 taraf dosis yaitu D1: 3000 kg/ha (840 gr/plot) ,D2: 5000 kg/ha (1400gr/plot), D3: 7000 kg/ha (1960gr/plot), sedangkan faktor kedua pemberian pupuk kalium (KCl) terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K: 85 kg/ ha (24 gr/ plot) ,K2: 100 kg/ ha (28 gr/ plot) ,K3: 125 kg/ ha (35gr/ plot). Parameter yang diamati dalam penelitian ini diantarnya: tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), panjang tongkol(cm),luas daun (cm2), berat tongkol dengan kelobot (gr), berat tongkol kering (kg), Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pemberian dosis pupuk dolomit menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4,6,8 MST, diameter batang umur 8 MST, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Perlakuan terbaik pada pemberian kapur dolomit 7000 kg/ha (1960 gr/plot) (D3). Perlakuan pemberian dosis pupuk kalium menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4,6,8 MST, diameter batang umur 8 MST, panjang tongkol, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Perlakuan terbaik pada pemberian kalium 125 kg/ha (35 gr/plot) (K3). Interaksi antar perlakuan dosis kapur dolomit dan dosis kalium terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida bisi-2 menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
PENGARUH BAHAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI BENIH KOPI(Coffea Arabica L): THE INFLUENCE OF INGREDIENTS AND SOURING TIME ON THE DORMANCE SOLUTION OF COFFEE SEEDS (Coffea Arabica L) Rosalyne, Irawaty; Sihaloho, Arvita; Suseno, Taufiq
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Februari 2021
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v10i1.460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh bahan yang tepat untuk perendaman, lama waktu perendaman serta interaksi bahan dan lama waktu perendaman terhadap perkecambahan benih kopi (Coffea Arabica L). Penelitian mengunakan RAK Faktorial dua faktor, faktor pertama bahan perendaman (P) 3 taraf yaitu, P: Kontrol, P1: Giberelin 1,5 ml/L Air, P2: Sitokinin 1,5 ml/L Air.Faktor kedua lama waktu perendaman (W) 3 taraf yaitu, W: Kontrol, W1: 4 Jam, W2: 8 Jam.Bila terdapat pengaruh nyata,dilanjutkan uji BNTtaraf 5%.Parameter yang diamati Umur Berkecambah (hari), Tinggi Kecambah(cm), Panjang Akar(cm) dan Berat Akar(gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwaperlakuan terhadap benih yang direndam dengan Giberelin menghasilkan rata-rata umur berkecambah kopi tercepat, kecambah tertinggi umur, sedangkan perlakuan perendaman Sitokinin menghasilkan panjang akar terpanjang dan akar terberat.Perlakuan terhadap benih yang direndam selama 4 jam menghasilkan panjang akarterpanjang dan berat akar terberat. Perlakuan benih yang direndam selama 8 jam menghasilkan umur berkecambah benih tercepat, tinggi kecambah tertinggi Interaksi bahan dan lama waktu perendaman berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Interaksi yang terbaik untuk umur berkecambah terdapat pada perlakuan P1W2 menghasilkan umur berkecambah benih tercepat, tinggi kecambah tertinggi P1W1, panjang akar terpanjang P2W1 serta berat akar terberat P1W1 dan P2W2.