Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN OBAT YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN MINYAK VARASH DAN MINYAK KUTUS-KUTUS Nurrachmania, Meylida; Rosalyne, Irawaty
Jurnal Akar Vol. 2 No. 1 (2020): Februari Jurnal Akar
Publisher : PRODI KEHUTANAN UNIVERSITAS SIMALUNGUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jar.v9i1.192

Abstract

Abstrak: Salah satu diantara jenis obat tradisional yang banyak digunakan dalam masyarakat dan sudah dipasarkan ataupun dikomersilkan secara luas yaitu minyak Varash dan minyak Kutus-Kutus. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi jenis dan bagian tumbuhan serta kegunaan tanaman obat yang terkandung di dalam minyak Varash dan minyak Kutus-Kutus yang diproduksi dan dipasarkan secara luas. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah Data yang dikumpulkan berupa habitus tanaman obat, jumlah jenis tanaman obat,  yang dilakukan dengan cara teknik studi pustaka dengan menggunakan buku identifikasi tanaman obat. Data sekunder meliputi data tentang manfaat dan khasiat dari minyak Varash dan minyak Kutus-Kutus. Bahan pembuatan Minyak Varash diklaim terdiri dari 108 tanaman herbal sedangkan untuk Minyak Kutus-Kutus diklaim terdiri atas 69 Jenis tanaman herbal.  Bahan yang digunakan tidak hanya dari daun-daunan namun juga dari akar, bunga, buah, batang dan kulit pohon.    
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var aggregatum L.): THE EFFECT OF GIVING MICORIZE AND NUTIARA NPK FERTILIZER ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF ONION CROPS (Allium cepa var aggregatum L.) Rosalyne, Irawaty; Girsang, Warlinson; Damanik, Andri Novaldi
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 1 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Februari 2019
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v8i1.74

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Sirube-Rube, Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun dengan ketinggian tempat ± 1000 meter diatas permukaan laut, penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hinggaDesember 2015.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Mikoriza dan pupuk NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: bibit bawang merah,  pupuk Mikoriza, pupuk NPK Mutiara, insektisida dan fungisida. Alat yang digunakan adalah: cangkul, garpu, sprayer, ember, timbangan, gembor, papan nama dan kalkulator,    Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor, pertama Dosis pupuk Mikoriza, C0 (tanpa pupuk Mikoriza), C1 (25 g/plot, C2 (50 g/plot), C3 (75 g /plot). Faktor kedua: Dosis pupuk NPK Mutiara, D0 (tanpa pupuk NPK Mutiara), D1(15 g/plot), D2 (25 g/plot), D3 (35 g/plot), diperoleh 16 kombinasi dan diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah siung (buah), produksi siung segar tanaman sampel (g), dan produksi siung per plot (Kg).Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian Mikoriza dan pupuk NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman (cm) Umur 4 dan 6 MST dan tidak berpengaruh nyata untuk kombinasi serta pada parameter  jumlah siung per rumpun (buah), berat siung per tanaman (g), dan berat siung basah per plot (kg).
PENGARUH PELAKUAN DOSIS PUPUK FOSFAT DAN KONSENTRASI AIR KOLAM IKAN LELE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG MERAH (Vigna angularis): THE EFFECT OF PHOSPHATE FERTILIZER DOSAGE AND WATER CONCENTRATION OF LELE FISH ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF RED BEANS (Vigna angularis) Purba, Rosmadelina; Rosalyne, Irawaty; Widodo
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Agustus 2019
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v8i2.79

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Perlakuan Dosis Pupuk Posfat dan Konsentrasi Air Kolam Ikan Lele Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Merah (Vigna angularis) Penelitian dimulai bulan Juli sampai bulan Oktober 2018. Dilaksanakan di Desa Sugarang Bayu, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun dengan ketinggian ± 200 meter dpl. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk fosfat dan konsentrasi air kolam ikan lele serta interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Faktor pertama: Perlakuan dosis pupuk Posfat terdiri dari 3 taraf yaitu : (P1 = 4,5g/tanaman),(P2 = 6,7g/tanaman)dan (P3 = 8,9g/tanaman). Faktor Kedua: Konsentrasi air kolam ikan lele terdiri dari 3 taraf yaitu : (I0 = 0%),(I1 = 100%),dan : (I2 = 50%)Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk Posfat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, produksi per tanaman dan produksi per plot. Perlakuan Posfat P2, menghasilkan tanaman tertinggi umur 3, 5 dan 7 MST masing-masing (16,69 cm), (39,38 cm), dan (49,75 cm), jumlah cabang terbanyak yaitu (7,24), jumlah polong terbanyak ( 13,63 buah) berat polong tertinggi (32,71 g). Perlakuan P3 menunjukkan berat biji tertinggi (10,65 g) dan produksi per plot tertinggi (1,90 kg). Konsentrasi air kolam ikan lele I2, menghasilkan tanaman tertinggi umur 5 dan 7 MST masing-masing (38,74 cm) dan (49,58 cm), jumlah polong tertinggi (12,93 buah), Konsentrasi I1 menunjukkan jumlah cabang tertinggi yaitu (7,71 buah), berat biji tertinggi (10,96 g) dan produksi per plot tertinggi (1,67 kg).Interaksi pemberian dosis pupuk Posfat dan konsentrasi air kolam ikan lele berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong, dan berat biji tetapi berpengaruh nyata pada produksi per plot. Interaksi P3I2 menghasilkan tanaman tertinggi umur 3 MST yaitu (17,25 cm) dan produksi per plot tertinggi (2,18 kg). Interaksi P2I2 menghasilkan tanaman tertinggi umur 5 dan 7 MST yaitu, (40,23 cm) dan (50,70 cm), jumlah polong terbanyak yaitu (14,53 buah). Interaksi P2I1 menghasilkan jumlah cabang terbanyak yaitu (8,13 buah), bobot polong tertinggi yaitu (41,00g), dan bobot biji per sempel tertinggi yaitu (12,20 g).
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS DOLOMIT DAN DOSIS PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L) HIBRIDA BISI-2: THE EFFECT OF DOLOMITE DOSAGE AND POTASSIUM FERTILIZER DOSAGE ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF CORN (Zea mays L) HYBRID BISI-2 Poerba, Ambursius; Rosalyne, Irawaty; suryadi
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Agustus 2020
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v9i2.332

Abstract

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, dengan 2 faktor perlakuan dimana faktor pertama pemberian dolomit terdiri dari 3 taraf dosis yaitu D1: 3000 kg/ha (840 gr/plot) ,D2: 5000 kg/ha (1400gr/plot), D3: 7000 kg/ha (1960gr/plot), sedangkan faktor kedua pemberian pupuk kalium (KCl) terdiri dari 3 taraf dosis yaitu K: 85 kg/ ha (24 gr/ plot) ,K2: 100 kg/ ha (28 gr/ plot) ,K3: 125 kg/ ha (35gr/ plot). Parameter yang diamati dalam penelitian ini diantarnya: tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), panjang tongkol(cm),luas daun (cm2), berat tongkol dengan kelobot (gr), berat tongkol kering (kg), Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan pemberian dosis pupuk dolomit menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4,6,8 MST, diameter batang umur 8 MST, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Perlakuan terbaik pada pemberian kapur dolomit 7000 kg/ha (1960 gr/plot) (D3). Perlakuan pemberian dosis pupuk kalium menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 4,6,8 MST, diameter batang umur 8 MST, panjang tongkol, berat tongkol dengan kelobot, berat kering tongkol. Perlakuan terbaik pada pemberian kalium 125 kg/ha (35 gr/plot) (K3). Interaksi antar perlakuan dosis kapur dolomit dan dosis kalium terhadap pertumbuhan tanaman jagung hibrida bisi-2 menunjukan pengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.
PENGARUH BAHAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI BENIH KOPI(Coffea Arabica L): THE INFLUENCE OF INGREDIENTS AND SOURING TIME ON THE DORMANCE SOLUTION OF COFFEE SEEDS (Coffea Arabica L) Rosalyne, Irawaty; Sihaloho, Arvita; Suseno, Taufiq
Jurnal Ilmiah Rhizobia Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Rhizobia Edisi Februari 2021
Publisher : Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/rhizobia.v10i1.460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmemperoleh bahan yang tepat untuk perendaman, lama waktu perendaman serta interaksi bahan dan lama waktu perendaman terhadap perkecambahan benih kopi (Coffea Arabica L). Penelitian mengunakan RAK Faktorial dua faktor, faktor pertama bahan perendaman (P) 3 taraf yaitu, P: Kontrol, P1: Giberelin 1,5 ml/L Air, P2: Sitokinin 1,5 ml/L Air.Faktor kedua lama waktu perendaman (W) 3 taraf yaitu, W: Kontrol, W1: 4 Jam, W2: 8 Jam.Bila terdapat pengaruh nyata,dilanjutkan uji BNTtaraf 5%.Parameter yang diamati Umur Berkecambah (hari), Tinggi Kecambah(cm), Panjang Akar(cm) dan Berat Akar(gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwaperlakuan terhadap benih yang direndam dengan Giberelin menghasilkan rata-rata umur berkecambah kopi tercepat, kecambah tertinggi umur, sedangkan perlakuan perendaman Sitokinin menghasilkan panjang akar terpanjang dan akar terberat.Perlakuan terhadap benih yang direndam selama 4 jam menghasilkan panjang akarterpanjang dan berat akar terberat. Perlakuan benih yang direndam selama 8 jam menghasilkan umur berkecambah benih tercepat, tinggi kecambah tertinggi Interaksi bahan dan lama waktu perendaman berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Interaksi yang terbaik untuk umur berkecambah terdapat pada perlakuan P1W2 menghasilkan umur berkecambah benih tercepat, tinggi kecambah tertinggi P1W1, panjang akar terpanjang P2W1 serta berat akar terberat P1W1 dan P2W2.
Respon Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Dengan Perlakuan Dosis Kompos Rumput Lapangan (Axonopus Compressus) Dan Pupuk Entec Purba, Rosmadelina; Rosalyne, Irawaty; Girsang, Christin Imelda; Wilanda, Yola Nia
Media Ilmu Volume 1 No. 1 Desember 2022
Publisher : Jurnal Media Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v1i1.3910

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 di Sibatu-batu, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kompos rumput lapangan dan pupuk Entec terhadap pertumbuhan tanaman jagung (Zea mays L.) Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, terdiri dari dua faktor, yaitu : Faktor pertama pemberian dosis kompos rumput lapangan (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = tanpa perlakuan, K1= 6000 g/plot, K2 = 9000 g/plot dan dengan Faktor kedua pemberian NPK Entec yang terdiri dari 3 taraf yaitu E0 = tanpa perlakuan, E1 = 90 g/plot, E2 = 180 g/plot. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan pemberian kompos rumput lapangan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat biji per sampel dan berat biji per plot. Perlakuan pemberian pupuk Entec berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, berat biji per sampel dan berat biji per plot. Perlakuan interaksi kompos rumput lapangan dan pupuk Entec berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur, bobot biji per sampel, dan bobot biji per plot. Sedangkan terhadap diameter batang dan luas daun tidak berpengaruh nyata. Kata kunci : jagung; kompos rumput lapangan; pupuk entec
Effect of applying NPK 17+17+17 fertilizer and GDM liquid organic fertilizer (POC) on growth and production of cucumber (Cucumis sativus L.) Rosalyne, Irawaty; Situmeang, Ringkop; Sinaga, Hengky Fernando
Contributions of Central Research Institute for Agriculture Vol. 18 No. 3 (2024): July: Agriculture and related sciences
Publisher : Central Research Institute For Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59651/cceria.v18i3.172

Abstract

This research used a factorial Randomized Block Design (RAK), with two treatment factors, where the first factor was the administration of a dose of NPK 17+17+17 Kuda Sakti (N) fertilizer consisting of 4 levels, namely, N0 = No Treatment, N1 = 150 kg /ha (60 g/plot), N2 = 300 kg/ha (120 g/plot), N3 = 450 kg/ha (180 g/plot). The second factor is the dose of liquid organic fertilizer (POC) GDM (G) which consists of 4 levels, namely, G0 = No Treatment, G1 = 6.7 ml POC GDM/1 liter of water, G2 = 13.4 ml POC GDM/1 liter of water, G3 = 20 ml POC GDM/ 1 liter of water. The parameters observed were primary stem length (cm), number of fruit per plant (fruit), number of fruit per plot (fruit), fruit weight per plant (kg), and fruit weight per plot (kg). The interaction of NPK 17+17+17 fertilizer treatment and GDM liquid organic fertilizer (POC) had a significant effect on primary stem length at 14, 28, and 42 DAT, number of fruit per plant, fruit weight per sample, and fruit weight per plot, but had no effect real impact on the number of fruits per plot. The interaction between the two treatments with the highest mean for each parameter, namely primary stem length at 14, 28, and 42 HST respectively, was highest at N3G3 (15.14 cm), (120.08 cm), (184.12 cm), number of fruit per plant The highest number is found in N3G3 (10.00 pieces), the highest number of fruit per plot is found in N3G3 (39.00 pieces), the heaviest fruit weight per plant is found in N3G3 (2.73 kg), the heaviest fruit weight per plot is found in N3G3 ( 14.76 kg). The parameters observed in this research included: Plant Height (cm) at 30, 45 HST, Number of Branches, Number of Pods per Plant (fruit), Pod Weight per Plant (g) and Pod Weight per Plot (g).
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS SORGUM (Sorghum bicolor L Moench) DENGAN PEMBERIAN BERBAGAI JENIS PUPUK KANDANG DI BERBAGAI KETINGGIAN TEMPAT Sihaloho, Arvita Netti; Purba, Tioner; Rosalyne, Irawaty
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4041

Abstract

This study was conducted to ascertaining varieties appropriate to a kind of manure at an altitude of a place. This study was conducted in three locations different level of the height of Perdagangan, Sidamanik, and Pematangsiantar, using Randomized Block Design Factorials consisting of three factors that are to be repeated three times in every location, so that in total there were 81 tenement experiment. Every factor consisting of three level, Variety: V1(Numbu), V2(Kawali), V3(UPCA). The second factor is the type of manure: P1(chicken manure), P2(cow manure), P3(goat manure) and the third factor is the height of place: T1(250 mdpl), T2(500 mdpl), T3(750 mdpl). Result showed that treatment of several varieties various kinds of manure and interaction between several varieties with the provision of various types of manure at various altitudes place indicates the influence was not significant to all the parameters but treatment of various altitudes place indicates the influence was significant. Numbu was best variety for weight panicles of the plot and 1000 grains weights.  Goat Manure was best kind of the manure for flowering day and weights panicles of plot and 1000 grains weights.  An elevation place is best 250 mdpl for weight panicles of sample, weight panicles of plot and weihts of 1000 grains, followed an elevation place of 500 mdpl for height plant, number of leaves and long panicles. The worst is on an elevation place of 750 mdpl for flowering day and day of harvest. Keywords: altitude place, manure, variety INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas yang sesuai untuk jenis pupuk kandang pada ketinggian suatu tempat. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga lokasi yang berbeda tingkat ketinggian yaitu Perdagangan, Pematangsiantar dan Sidamanik, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 faktor yang diulang sebanyak 3 kali pada masing-masing lokasi, sehingga secara keseluruhan terdapat 81 petak percobaan. Faktor pertama yaitu varietas terdiri atas 3 taraf yaitu: V1: Numbu, V2: Kawali, V3: UPCA, faktor kedua yaitu jenis pupuk kandang, terdiri atas 3 taraf yaitu P1: pupuk kandang ayam, P2: pupuk kandang lembu, P3: pupuk kandang kambing. Faktor ketiga yaitu ketinggian tempat, terdiri atas 3 taraf yaitu T1= 250 mdpl, T2= 500 mdpl, T3= 750 mdpl. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa perlakuan beberapa varietas, berbagai jenis pupuk kandang dan interaksi antara beberapa varietas dan pemberian berbagai jenis pupuk kandang di berbagai ketinggian tempat berpengaruh tidak nyata untuk semua parameter pengamatan. Perlakuan berbagai ketinggian tempat berpengaruh nyata untuk semua parameter pengamatan. Numbu merupakan varietas terbaik untuk berat malai per plot dan berat 1000 butir. Pupuk kandang kambing merupakan jenis pupuk kandang terbaik untuk  umur berbunga, berat malai per plot dan berat 1000 butir. Ketinggian tempat terbaik terdapat pada 250 m dpl untuk berat malai per sampel, berat malai per plot dan berat 1000 butir, diikuti ketinggian tempat 500 m dpl untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang malai serta terjelek adalah pada ketinggian tempat 750 mdpl untuk umur berbunga dan umur panen. Kata Kunci: ketinggian tempat, pupuk kandang, varietas
Pengaruh Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Galur F7 Kacang Kedelai (Glycine max L.) Sihaloho, Arvita Netti; Rosalyne, Irawaty; Ramadhani, Dita
Vegetalika Vol 14, No 3 (2025): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101530

Abstract

One of the essential macro nutrients that is highly needed in plant growth because its function cannot be replaced by other nutrients is Potassium. Soybean plants require a high amount of potassium because the growth of soybean plants is greatly influenced by potassium. This study aims to obtain the best dose of Potassium fertiliser for one F7 soybean strain selected from several strains studied so that one selected strain can be obtained. The research was conducted from October 2023 to December 2023, at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Simalungun with an altitude of 400-500 m above sea level. Factorial Randomised Block Design with two factors was used in this study. The first factor was 5 F7 soybean strains (G) used, namely G1 = F7.5.82.87.166.71.35.1; G2 = F7.5.82.87.166.71.35.2; G3 = F7.5.82.87.166.71.35.3; G4 = F7.5.82.87.166.75.40.1; G5 = F7.5.82.87.184.12.75.38. The second factor of KCl fertiliser (K) used was three levels, namely K1 = 75 kg/ha (18 g/plot), K2 = 150 kg/ha (36 g/plot), K3 = 225 kg/ha (54 g/plot). There were 15 treatment combinations and each combination was repeated 3 times, resulting in 45 research plots. The parameters observed were plant height (cm), number of branches (branches), number of pods per plant (pods), seed weight per plant (g), seed weight per plot (kg) and 100 seed weight (g). If the analysis of variance shows an effect, the analysis will continue using the 5% BNT test. The results showed that the strain F7.5.82.87.166.71.35.2 was the selected strain to be continued because this strain interacted best with the dose of potassium fertiliser 225 kg/ha (54 gr/plot), by producing a large and significantly different correlation value between the number of branches to the number of pods per plant, seed weight per plant and seed weight per plot (0.944**, 0.936**, 0.873**).
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK BOKASHI LIMBAH PERTANIAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI EM4 BAGI PETANI Sihaloho, Arvita Netti; Girsang, Warlinson; Purba, Rosmadelina; Meriaty, Meriaty; Rosalyne, Irawaty; Girsang, Christin Imelda; Girsang, Jhon Aldi; Darta, Jon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6d7kar48

Abstract

Tujuan kegiatan yang telah dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui tentang cara pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan bahan-bahan limbah pertanian dengan teknologi EM4, agar masyarakat petani mampu menyiapkan pupuk kompos untuk diri sendiri dan tidak selamanya bergantung membeli dari pedagang, dan  mengurangi atau meminimalkan biaya produksi petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 19 dan 26 Mei 2024, diikuti 20 orang petani Huta Pamurpuran Nagori Saributongah Kecamatan Dolog Masagal. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan (demonstrasi). Metode penyajian materi disampaikan dalam bentuk ceramah dan penjelasan serta demonstrasi (penerapan praktek). Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan hasilnya tidak secara otomatis dapat diketahui, karena sifatnya tidak terukur. Sebagaimana kegiatan penyuluhan yang insidentil, hasil yang diperoleh tidak serta merta terlihat. Namun demikian, berdasarkan jawaban peserta atas pertanyaan pre test dan jawaban pertanyaan post test, hasil evaluasi memperlihatkan ada manfaat keberhasilan penyuluhan. Tanggapan petani pada saat sesi diskusi, juga mencerminkan keingintahuan yang lebih banyak akan penggunaan teknologi EM4 untuk proses pembuatan pupuk kompos. Kedepan, tim abdimas Prodi Agroteknologi Faperta USI menargetkan kegiatan lanjutan secara berkala untuk mengevaluasi hasil manfaat kegiatan pengabdian yang dilakukan. Pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan mendapat respon yang positif dan antusiasme yang tinggi dari petani mitra. Melalui proses penyuluhan dan pelatihan yang sudah diikuti petani, mayoritas petani peserta telah mememiliki tambahan pengatahuan yang benar tentang pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pupuk organik dengan memanfaatkan teknologi EM4