Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah metode sederhana untuk mengevaluasi status gizi seseorang. Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah belajar dan berkaitan dengan kapasitas individu dalam hal memori, pemahaman, penerapan, evaluasi, dan pertumbuhan intelektual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara hasil belajar kognitif siswa di SMPN 8 Tanjung Selor dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) siswa. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa mengalami malnutrisi atau gizi kurang, hasil belajar kognitif mereka sangat baik. Nilai p-value, atau tingkat signifikansi, menurut hasil Uji Spearman adalah 0,055 > 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa tidak berhubungan secara signifikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Secara teoritis, penelitian ini memajukan bidang pendidikan dan ilmu kesehatan, terutama terkait hubungan antara keberhasilan akademik dan status gizi. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi panduan bagi para pendidik, orang tua, dan sekolah, memotivasi mereka untuk berfokus pada motivasi, strategi pembelajaran, dan lingkungan belajar, di samping pertimbangan pola makan, guna meningkatkan hasil belajar siswa.