Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KEIKUTSERTAAN IBU DALAM KELOMPOK KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS JUATA LAUT KOTA TARAKAN Yuni Retnowati; Doris Noviani; Susanti Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v1i2.341

Abstract

Kegiatan penyuluhan pada umumnya dilakukan melalui konsultasi per orangan pada waktu ibu memeriksakan kandungan atau pada kegiatan posyandu namun memiliki kelemahan yaitu pengetahuan hanya terbatas pada masalah yang dialami sehingga ilmu yang diberikan hanyalah pengetahuan yang dimiliki petugas saja. Kelas ibu hamil diharapkan menjadi satu solusi metode pembelajaran dan tukar pengalaman antara ibu - ibu hamil dan petugas kesehatan. Dari data tahun 2014 jumlah ibu hamil yang ada diwilayah kerja Puskesmas Juata Laut sebanyak 375 orang, namun hanya 114 orang (30,4 %) yang mengikuti kelas ibu hamil. Pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya kelas ibu hamil masih rendah karena masih kurangnya pendekatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Maksud dari kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya Kelas Ibu hamil yang mencakup kehamilan perawatan selama masa kehamilan, persalinan, perawatan masa nifas, perawatan bayi, Keluarga Berencana, Penyakit Menular, dan Akte Kelahiran. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan (sosialisasi) tentang pentingnya kelas ibu hamil dan pendampingan ibu dalam kelas ibu hamil yang dilaksanakan di Puskesmas dan beberapa posyandu yang ada di wilayah pesisir Juata Laut. Penyuluhan tersebut telah meningkatkan pengetahuan ibu sehingga keikutsertaan ibu dalam mengikuti kelas ibu hamil meningkat yaitu 71,05%. Peningkatan keikutsertaan ibu hamil dalam kelas ibu hamil tidak saja dipengaruhi oleh tenaga kesehatan namun juga peran dari pemberdayaan masyarakat/kader.
ANALISIS POTENSI ASAM LEMAK OMEGA 3, OMEGA 6, DAN OMEGA 9 DARI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) PADA PENINGKATAN NUTRISI BALITA Nurasmi Nurasmi; Susanti Susanti
Jurnal Borneo Saintek Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v2i1.639

Abstract

Nutrisi sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Salah satu nutrisi tersebut adalah Asam lemak essensial yang diperlukan oleh janin dan bayi yang berperan utama dalam perkembangan system syaraf dan dapat meningkatkan kemampuan memori serta daya pembelajaran. Rumput laut merupakan tumbuhan laut yang berpotensi sebagai sumber pangan yang mengandung asam lemak essensial. Asam lemak omega-3, omega-6 dan omega-9 banyak terdapat pada ikan laut, Namun, harga ikan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan rumput laut. Salah satu kekayaan sumber daya alam di Tarakan adalah rumput laut yang dibudidayakan oleh masyarakat Binalatung. Adanya kekayaan tersebut memiliki potensi untuk pengembangan pengelolaan rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii. Tujuan penelitian ini untuk untuk menganalisis potensi asam lemak omega-3, omega-6 dan omega-9 dari Kappaphycus alvarezii di Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu HPLC (high performance liquid chromatography). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Kappaphycus alvarezii mengandung asam lemak omega-3 9,4 g/100 gr, asam lemak omega-6 23,7 gr/100gr dan asam lemak omega-9 9,7 gr/100gr. Kandungan tertinggi dalam kandungan Kappaphycus alvarezii adalah asam lemak omega-6 sebesar 23,7 g/100 gr
SKRINING KELAYAKAN DAN PERENCANAAN KEHAMILAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU Nur Indah Noviyanti; Susanti Susanti; Gusriani Gusriani
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 1 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.704 KB) | DOI: 10.35334/neotyce.v1i0.2269

Abstract

Keluarga berencana (KB) merupakan pelayanan kesehatan bagi perempuan yang tujuannya untuk mencegah masalah kesehatan pada wanita. Tindakan dari pelayanan KB ini adalah agar terhindar dari kelahiran yang tidak diinginkan, menunda kehamilan, mengatur jarak kehamilan, serta menghentingkan kehamilan. Tujuan dari program KB yang dibentuk oleh pemerintah adalah untuk membentuk keluaraga yang sejahtera secara kesehatan, ekonomi dan sosial. Program KB ini dapat terlaksana dengan metode penggunaan alat kontrasepsi hormonal dan non hormonal. Gunung lingkas merupakan salah satu kelurahan di kota Tarakan yang memiliki kepadatan jumlah penduduk yaitu 1369 jiwa dengan 390 kepala keluarga (KK), tingkat kesertaan akseptor KB aktif yang kurang/dibawah rata-rata, rendahnya partisipasi keluarga dalam kegiatan ketahanan keluarga, serta perekonomian yang cukup rendah.  Hal ini membuat perlunya dilakukan inovasi untuk menjembatangi pemerintah melalui Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), dan kader dapat bersinergi dalam meningkatkan layanan penyuluhan kepada masyarakat khususnya Psangan Usia Subur (PUS) untuk mendukung nawacita presiden.Permasalahan mitra yang ada di keluruhan Gunung Lingkas adalah rendahnyanya partisipan akseptor KB dan ditambah dengan masalah pandemi COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru yang mengakibatkan pembatasan pelayanan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan KB. Hal ini, mengakibatkan masyarakat lebih memilih untuk tidak melanjutkan akseptor KB.. Indikasi inilah yang menjadi pemicau kehamilan yang tidak diinginkan (unwated).  Kehamilan yang tidak diinginkan    menjadikan kehamilan yang tidak berkualitas yang berdampak luas terhadap kasus-kasus terkait peningkatan angka kematian dan kesakitan ibu dan anak, seperti kasus aborsi, perdarahan, anemia selama hamil, malnutrisi , premature, berat bayi lahir rendah, dan kurangnya pemenuhan kebutuhan psikologis karena anak yang terlahir tidak diinginkan. Untuk mencegah adanya “baby boom” dan kehamilan yang tidak diinginkan maka solusi yang ditawarkan adalah melakukan penyuluhan panduan pelayanan KB selama masa pandemic COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru. Selain itu pentingnya melakukan skrining kelayakan dan perencanaan kehamilan pada PUS agar terciptanya keluarga bahagia dan sejahtera. Pelaksanaan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran PLKB dan Kader dalam melakukan penyuluhan Panduan pelayanan KB selama masa COVID-19 dan adaptasi kebiasaan baru. Hal ini tentunya akan meningkatkan aktifitas pelayanan KB di wilayah Kelurahan Gunung Lingkas.
ADVOKASI DAN BIMBINGAN PRANIKAH TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI BAGI CALON PENGANTIN Susanti Susanti; Mega Octamelia; Yogho Prastyo
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 2 NOMOR 1 TAHUN 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.111 KB) | DOI: 10.35334/neotyce.v2i1.2426

Abstract

Konseling pranikah adalah layanan pemberian bantuan yang dapat diberikan kepada individu sebelum melangsungkan pernikahan. Konseling pranikah dalam masalah kesehatan dan seks mendiskusikan mengenai fisiologi reproduksi manusia, perencanaan keluarga serta nilai – nilai emosional penting dalam berhubungan seksual. Aspek medis seringkali diabaikan dalam perencanaan pernikahan. Padahal pemeriksaan kesehatan pranikah diperlukan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Tujuan dari kegiatan bimbingan pranikah tentang kesehatan reproduksi adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi dan ruang lingkupnya. Upaya edukasi atau pemberian infomasi mengenai kesehatan reproduksi dilakukan melalui bimbingan dengan metode edukatif yang dapat memberikan gambaran umum dan spesifik mengenai kesehatan reproduksi, mempersiapkan  calon pengantin dalam melaksanakan kehidupan rumah tangga yang sehat dan sejahtera. Kegiatan bimbingan dan edukasi diberikan dengan metode ceramah tanya jawab (CTJ) dengan materi seputar kesehatan reproduksi dan ruang lingkupnya selama 2 jam. Materi disampaikan menggunakan media powerpoint presentasi yang mencakup materi konsep kesehatan reproduksi, ruang lingkup kespro, kekerasan dalam rumah tangga, kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui, Keluarga Berencana, Infertilitas, dan Penyakit Menular Seksual. Penyampaian materi kesehatan reproduksi diberikan kepada 22 orang calon pengantin dengan memberikan edukasi dan bimbingan pranikah tentang kesehatan reproduksi dapat diterima dengan baik oleh peserta bimbingan.
UPAYA PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DAN KANKER PAYUDARA MELALUI PEMERIKSAAN IVA DAN SADANIS DI WILAYAH PESISIR KOTA TARAKAN Susanti Susanti; Selvia Febrianti; Yogho Prastyo; Tri Astuti Sugiyatmi
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 3 NOMOR 1 TAHUN 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v3i1.3434

Abstract

Penyakit kanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang menjadi penyebab kematian wanita pada usia produktif. Tujuan dilakukan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perempuan agar bersedia melakukan deteksi dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan deteksi dini payudara melalui pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Metode pelaksanaan pengabdian dengan memberikan edukasi berupa penyuluhan dan demostrasi, kemudian dilakukan pemeriksaan IVA dan SADANIS. Jumlah peserta penyuluhan sebanyak 36 orang, dan jumlah peserta yang melakukan pemeriksaan IVA dan SADANIS sebanyak 14 orang. Tenaga kesehatan perlu memberikan lebih banyak informasi dan meningkatkan motivasi untuk melakukan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Setiap perempuan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini secara rutin.
EDUKASI PENGENALAN DAN PENANGANAN TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN ALUR RUJUKAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DAN KELUARGA DI WILAYAH PESISIR Idha Farahdiba; Susanti Susanti; Annisa Eka Permatasari; Reza Bintangdari Johan; Yogho Prasetyo; Eka Darmayanti Putri Siregar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44347

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kota Tarakan yang menunjukkan peningkatan kasus pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh komplikasi seperti perdarahan. Salah satu faktor penyebab tingginya AKI adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan alur rujukan yang tepat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2024, Puskesmas Juata tercatat memiliki cakupan kunjungan kehamilan K1 dan K4 terendah di kota tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan keluarganya di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Juata Laut, tentang tanda bahaya kehamilan dan alur rujukan persalinan melalui edukasi yang interaktif dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi dengan ceramah, diskusi kelompok, dan penggunaan media edukatif seperti poster dan leaflet, serta evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 86% ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang tanda bahaya kehamilan, sementara 71% memahami alur rujukan persalinan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil di daerah pesisir. Edukasi yang berkelanjutan sangat penting dilakukan secara rutin untuk mendukung kesiapan persalinan yang aman dan menurunkan risiko kematian ibu.
Generasi Sehat dan Percaya Diri: Sosialisasi Menstruasi dan Personal Hygiene untuk Menyambut Masa Pubertas Tanti Tri Lestary; Nur Indah Novianti; Rusmiati Rusmiati; Vinny Alvionita; Susanti Susanti
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v8i1.26092

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang perlu mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi karena pada usia 10–12 tahun mereka mulai memasuki masa pubertas dan menghadapi menarche. Minimnya pengetahuan mengenai menstruasi, personal hygiene, serta perubahan tubuh dapat menimbulkan ketidaksiapan fisik maupun emosional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menarche, pubertas, dan praktik kebersihan diri yang benar. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi interaktif yang dipadukan dengan yel-yel dan permainan edukatif, disertai penyampaian materi menggunakan media presentasi. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan pemberian pretest sebelum penyampaian materi dan posttest setelah kegiatan selesai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan awal peserta berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 67, dengan miskonsepsi yang dominan terkait personal hygiene, khususnya penggunaan sabun untuk membersihkan vagina. Setelah mengikuti sosialisasi, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest sebesar 82 yang termasuk kategori baik. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi, aktif berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan terkait perubahan tubuh dan kesehatan reproduksi. Interaksi dua arah terbukti efektif dalam mendukung pemahaman dan menciptakan ruang aman bagi remaja untuk berbagi pengalaman. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai menarche, personal hygiene, dan pubertas, serta mempersiapkan mereka menghadapi masa pubertas dengan lebih percaya diri dan sehat.