Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH SENAM HIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA Tina, Yuliana; Handayani, Sri; Monika, Rika
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 12 No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.442 KB) | DOI: 10.55426/jksi.v12i2.150

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: WHO melaporkan sedikitnya 1,13 milyar jiwa di Dunia menderita hipertensi atau 1 dari 3 orang di Dunia didiagnosa dengan hipertensi. Angka diprediksi akan terus bertambah, dimana diprediksikan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 1,5 milyar penduduk dunia akan menderita hipertensi. Di Indonesia sendiri penderita hipertensi paling banyak ditemukan pada lansia. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada lansia. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian pre ekspreimen (one group pre-test and post –test). Sampel penelitian ini sebanyak 35 lansia yang mengalami hipertensi dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan analisa. Hasil: hasil penelitian kepada 35 orang wanita, berusia 60 – 70 tahun dan memiliki rantang tekanan sistolik antara 140 -180 mmHg yang diberikan senam hipertensi selama dua minggu (dua kali kegiatan setiap minggu selama 30 menit) memperlihatkan perubahan pada tekanan darah sistolik dimana terjadi penurunan sebanyak 22 mmHg dan distolik mengalami penurunan sebanyak 3,4 mmHg (p < 0.05). Kesimpulan: senam hipertensi mampu menurunkan tekanan baik sistolik dan diastolic kepada lansia. ABSTRACT Background: The World Health Organization records about 1,13 billion people in the world suffer from hypertension or one in three people in the world diagnosed with hypertension . The number of people with hypertension in the world continues to increase every year, estimated by 2025 there will be 1,5 billion people affected by hypertension. In Indonesia, the incindence is most commonly found in elderly. Objective: to determine the effect of gym hypertension on blood pressure in elderly. Methods: This type of research is pre- experimental research with one group pre-test and post-test designThe sample in this study 35 respondents using Purposive Sampling. Results: Thirty-five woman who is have hypertension (range of systolic blood preasure 140 – 180 mmHg) with age range 60 – 70 years old given an exercise for hypertension.The results showed that after being given exercise for two weeks ( twicea week every thirty minutes), it was found systolic blood pressure decreased 22 mmHg and diastolic blood pressure decreased 3,4 mmHg (p < 0.05) Conclusion: there was the effect of exercise on decreasing blood pressure in elderly people who have hypertension.
Dampak Pandemik COVID-19 dan Kualitas Hidup Lansia Pristo, Pristo; Monika, Rika; Iskamto, Bambang
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i1.196

Abstract

Latar belakang: Pandemik COVID-19 dan protokol kesehatan yang diberlakukan tidak dapat dipungkiri mempengaruhi kondisi kehidupan manusia. Dampak yang dirasakan akibat dari situasi tersebut diperkirakan dapat mempengaruhi kehidupan lansia. Tingkat kualitas hidup lansia rentang dengan kejadian yang terjadi disekitar merika seperti perubahan lingkungan, sosial, psikologis dan fisik. Tujuan: mengetahui hubungan dampak Covid-19 terhadap kualitas hidup lansia. Metode: desain penelitian cross sectional, dilakukan pada 94 orang lansia yang diambil dengan pendekatan purposive sampling. Instrument mengunakan WHOQOL_BREF untuk kualitas hidupa dan CAIR (C-PIQ) untuk dampak Cobvid-19. Hasil : hasil penelitian kepada 94 lansia dengan rentang usia 60 – 80 tahun didapatkan sebanyak 68,1% lansia merasakan Covid-19 memberikan dampak sedang pada kehidupannya dan sebanyak 87,2% lansia mempunyai kualitas hidup sedang selama masa pandemik Covid-19. Hasil uji analisa didapatkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara dampak Covid-19 dengan kualitas hidup lansia di masa pandemik (p = 0.000). Kesimpulaan: selama masa pandemik lansia merasakan dampak akidat Covid – 19 dalam rentang sedang yang juga memberikan efek pada perubahan tingkat kualitas hidup lansia. kata kunci : Covid – 19, Dampak pandemik, Kualitas hidup, Lansia
Gambaran faktor eksternal yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24 – 59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tepus II Gunungkidul Wahyudi, Wahyudi; Khoeriyah, Salis Miftahul; Monika, Rika
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 1 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i1.199

Abstract

Background: The incidence of stunting among children under five in the world is estimated at 149.2 million (22%) and the prevalence of stunting in Indonesia ranks third highest in Southeast Asia. The impact of stunting is an obstacle in achieving optimal growth and development. Objective: To determine the description of external factors that influence the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of ​​the Tepus II Public Health Center Gunungkidul Methods: This research used a descriptive study with a cross sectional approach. Sampling using total sampling, all mothers who have toddlers aged 24-59 months with short and very short criteria in the work area of ​​the UPT Puskesmas Tepus II Gunungkidul as many as 59 respondents. Data analysis used univariate analysis Results: the mother's education level is mostly low as many as 36 respondents (61.02%), the number of respondent's family members is at most more than 4, namely 34 respondents (57.63%), the respondent's family income is at most less than Rp. 1,705,000 (less than the minimum wage) i.e. 44 respondents (74.58%), most of the stunting toddlers amounting to 48 (81.36%) received exclusive breastfeeding, and the majority of family marriage age was more than 19 years, namely 36 respondents (61, 02%). Conclusion: External factors related to the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months in the working area of ​​the Tepus II Gunungkidul Health Center include most of the mothers with low education, having more than 4 family members, income below the minimum wage, getting exclusive breastfeeding and age of marriage are > 19 years old.
LITERATURE REVIEW: THE INFUENCING FACTORS OF EARLY MARRIAGE IN ADOLESCENTS Handayani, Sri; Kora, Firmina Theresia; Monika, Rika; Rahayu, Amin Dwi
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 13 No 02 (2022): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v13i02.229

Abstract

Background: Early marriage is a problem arised among teenagers. Early marriage has negative impacts including reproductive health, especially for women, and the impact on adolescent emotions. Objective: to analyze the journals with specific topic to show readers what has been studiedfrom the topic and what has not been researched yet, to look for factors influencing early marriage. Methods: The study used literature review strategy. Results: From the results of the literature review, it was obtained twelve journals related to factors that affect the early marriage in adolescents. There are nineteen factors that influence early marriage, namely: education, knowledge, socio-cultural, parents, social norms, economy, gender, ethnicity, age of respondents, age of menarche, premarital pregnancy, media exposure, attitudes, peer influence, region, number of family members, income, place of residence, and religion. While the factors that do not affect the early marriage are the phenomenon of maturity, fulfillment of romance, work, stigma, poverty, family support. Conclusion:the factors influencing early marriage were education, income, knowledge, economy, family members, social and gender norms, ethnicity, age of respondents, media exposure, parents, culture, age of menarche, attitudes.
GAMBARAN PENGGUNAAN GADGET SMARTPHONE PADA KELOMPOK ANAK USIA SEKOLAH DI CONDONG CATUR D.I YOGYAKARTA monika, rika; aida, nur; Alfirdausiy, Amrianti Nurazizah
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 15 No 01 (2024): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v15i01.293

Abstract

Latar belakang: Smartphone merupakan salah satu bukti dari kemajuan teknologi. Smartphone memiliki dampak negatif jika penggunaannya melebihi batas normal, seperti anak sekolah yang Sebagian besar menggunakan smartphone > 2 jam. Tujuan: mengetahui gambaran penggunaan smarthphone pada kelompok anak usia sekolah. Metode: Desain penelitian survey analatik yang dilakukan pada 120 orang murid yang diambil dengan teknik stratified random sampling dan menggunakan instrumen kuesioner penggunaan smartphone. Hasil : Hasil penelitian kepada 120 orang murid dengan rantang usia 9 – 12 tahun menunjukkan bahwa sebagian siswa menggunakan smartphone dengan durasi >2 jam sebanyak 78 responden (65%), sedangkan penggunaan smartphone mayoritas digunakan untuk mengakses konten musik sebanyak 38 responden (31,7%), memainkan game action sebanyak 88 responden (73,3%) dan mengakses Tiktok sebanyak 57 responden (47,5%). Kesimpulan: kelompok anak usia sekolah mayoritas menggunakan smartphone lebih dari 2 jam sehari, dimana mayoritas penggunaannya untuk akses youtube, game dan sosial media
Screening kesehatan sebagai upaya peningkatan kesehatan pada komunitas pedagang teras 2 Malioboro M YUHDI, ISTICHOMAH; Kora, Firmina Theresia; Monika, Rika; Rosyad, Yafi Sabila; Handayani, Sri; Khoeriyah, Salis Miftakhul
Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Harapan Ibu (JPHI)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/jphi.v5i2.822

Abstract

Upaya peningkatan kesehatan pada masyarakat dengan komunitas pedangang terus ditingkatkan. Hal ini karena masyarakat pedagang menjadi komunitas yang tidak begitu diperhatikan oleh pemerintah, terlebih dengan kondisi kesehatannya. Untuk itu, STIKes Yogyakarta bersama dengan Koperasi Tri Dharma yang menaungi para pedagang teras Malioboro melaksanakan kegiatan pengabdian berupa screening kesehatan bagi pada pedagang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa sebanyak 81 orang atau 60% pedagang mengalami hipertensi dan beberapa pedagang tidak mengetahui bahwa dirinya mempunyai tekanan darah yang tinggi. Hal ini akan berdampak pada fungsi organ tubuhnya, sehingga perlu adanya pemeliharaan kesehatan lebih lanjut. Dari hasil pengabdian masyarakat diketahui bahwa perlunya pelaksanaan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala sehingga masyarakat dalam meningkat status kesehatannya. Kata kunci : peningkatan kesehatan, screening, pedagang
Penerapan MTBS di puskesmas dan skrining tumbuh kembang balita disertai edukasi keluarga pada kunjungan rumah di wilayah puskesmas Bantul Khoeriyah, Salis Miftahul; Kora, Firmina Theresia; Monika, Rika; Rosyad, Yafi Sabila; Ratri, Tifany Hayuning
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 1 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i1.234

Abstract

Tumbuh kembang yang sehat pada balita tampak pada fisik yang sehat, keamanan yang optimal serta mental dan emosional yang sejahtera. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan balita adalah pelayanan kesehatan balita sehat dan pelayanan kesehatan balita sakit. Sasaran pengabdian sebanyak 65 balita di puskesmas-puskesmas wilayah Kabupaten Bantul dengan tujuan mengetahui masalah kesehatan dengan MTBS, mengetahui tumbuh kembang balita dengan skrining Denver II dan meningkatkan pengetahuan keluarga dengan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan adalah metode MTBSdan skrining DDST. Hasil MTBS didapatkan sebanyak 57% balita mengalami masalah kesehatan batuk-pilek, status gizi BB/U adalah normal sebanyak 79%, status gizi berdasrkan TB/U adalah normal sebanyak 63%. Hasil skrining Denver II didapatkan 100% normal. Kegiatan pengelolaan MTBS, skrining tumbuh kembang dan edukasi pada kunjungan rumah memberikan manfaat bagi kesehatan balita dan keluarga
Pengaruh Waktu Aplikasi Dan Konsentrasi Pgpr Akar Bambu Dalam Menekan Penyakit Moler Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Monika, Rika; Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrium Vol 22 No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v22i1.21204

Abstract

Bawang merah menjadi salah satu komoditas rempah yang banyak dikonsumsi oleh rumah tangga Indonesia. Karena kebutuhannya tinggi, produksi bawang merah di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi PGPR akar bambu dan pengaruh konsentrasi aplikasi PGPR akar bambu dalam menekan penyakit moler terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah serta interaksi kedua perlakuan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra selama 3 bulan yang dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2024. Rancangan Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor, yaitu faktor Waktu Aplikasi PGPR Akar Bambu (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 = 7 HST, A2 = 14 HST, A3 = 21 HST dan A4 = 28 HST serta faktor konsentrasi PGPR Akar Bambu (K) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: K0 = Kontrol, K1 = 15 ml/l, dan K2 = 20 ml/l. Hasil dari penelitian ini waktu aplikasi PGPR akar bambu berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Adapun konsentrasi 15 ml/l PGPR akar bambu berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun 30 HST yaitu sebanyak  33,2 helai daun.
Digital Education as an Innovative Strategy for Stunting Prevention: A Literature Review Khoeriyah, Salis Miftahul; Monika, Rika; Kora, Firmina Theresia; Lestari, Ega; Tahanora, Risti Tamara
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.7035

Abstract

Stunting is a public health problem that is still high in Indonesia and other developing countries. Prevention efforts require an innovative approach, one of which is through digital education that is able to reach targets quickly and effectively. This article aims to examine the various digital education interventions used in stunting prevention and analyze their effectiveness based on evidence from original research. This study is a review of the narrative literature on 11 original research articles published between 2020–2025. A total of 372 articles were initially identified through database searches (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, and ResearchGate). After applying the inclusion and exclusion criteria and removing duplicates, 11 articles met the eligibility criteria and were included in the analysis. Article selection follows the PICOS criteria and the PRISMA process. Digital education in the form of mobile applications, voice and text messages, and online media has been proven to improve nutrition knowledge, change feeding behavior, and improve children's nutritional status. The effectiveness of interventions is greatly influenced by consistent message exposure, support of health cadres, and readiness of digital infrastructure. Digital education is a relevant and adaptive strategy in stunting prevention. Integration with community and cross-sector approaches is critical to ensuring the success and sustainability of the program.
Penggunaan Gadget Smartphone dan Interaksi Sosial Pada Kelompok Anak Usia Sekolah Alfirdaus, Amrianti Nurazizah \; monika, rika
Jurnal Kesehatan Samodra Ilmu (JKSI) Vol 16 No 01 (2025): JURNAL KESEHATAN SAMODRA ILMU (JKSI)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55426/jksi.v16i01.355

Abstract

Latar belakang: Penggunaan smartphone meningkat pada kelompok usia 5-12 tahun dengan penggunaan berlangsung lebih dari 4 jam dalam sehari. Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat membuat anak akan cenderung lebih individualis, sulit bergaul, serta kecanduan smartphone. Tujuan: mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional yang dilakukan pada 120 orang murid SD di Wilayah Condong Catur D.I Yogyakarta yang diambil dengan teknik stratified random sampling dan menggunakan instrumen kuesioner penggunaan smartphone dan interaksi sosial yang dianalisa menggunakan uji spearman rank. Hasil : mayoritas murid dengan rantang usia 9 – 12 tahun menggunakan smartphone dengan durasi >2 jam sebanyak 78 responden (65%), tanpa pendampingan selama menggunakan smartphone sebanyak 66 (55%), mayoritas digunakan untuk mengakses konten musik di youtube sebanyak 38 (31,7%), mayoritas digunakan untuk memainkan game action sebanyak 88 responden (73,3%) dan mengakses Tiktok sebanyak 57 responden (47,5%). Sedangkan mayoritas responden menunjukkan interaksi sosial berada dalam kategori baik sebanyak 116 responen (96,7%). Hasil uji hubungan didapatkan tidak ada hubungan antara durasi penggunanaan smartphone (p = 0,67), konten youtube (p = 0,33), konten game (p = 0,22), dan akses media sosial (p = 0,79) dengan interaksi sosial. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial pada anak usia sekolah.