Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMANFAATAN URINE MANUSIA MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK TANAMAN PAKCOY (Brassica chinensis L.) Amin, Radjali; Fataha, Malik; Fandeli, Chafid
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.8890

Abstract

The need for more healthy food is increasing in line with population growth and human awareness. The use of fertilizers to increase productivity is a must and the choice of using organic fertilizers can be a solution to answer that need. Human urine has the potential to become liquid organic fertilizer (LOF). The objective of the study was to compare the growth of B. chinensis treated with human urine LOF, NPK fertilizer, and well water as the control, and to determine the best concentration of LOF. This research was conducted experimentally using a complete randomized design (CRD) with three repetitions. The treatments applied in this study were the treatment of LOF concentration variations with doses of 5 ml/1, 20 ml/1, 35 ml/1, 50 ml/1 and 65 ml/1, NPK fertilizer 10 grams/1 and well water. The data from this study were tabled, then analyzed descriptively, ANOVA analysis, and DMRT. The fermented LOF increased N by 0.6%, P2O5 by 0.8%, K2O by 0.9%. It was concluded that the best treatment in the growth of B. chinensis, which was observed from the parameters of width of leaf, height, wet weight, dry weight of plants, was in the treatment of NPK fertilizer 10 grams/1 and followed by LOF treatment 65 ml/1. The number of leaves parameter was less representative in expressing the impacts of LOF treatment, NPK fertilizer, and even the Well Water Treatment.
PENGARUH KOMBINASI KAYU SENGON (Falcataria moluccana) DAN BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP SIFAT FISIKA PAPAN LAMINASI Wulandari, Febriana Tri; Amin, Radjali; Habibi; Ety Lisma, Ni Putu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 42 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2024.2368

Abstract

Sengon wood can be strengthened by mixing with bamboo in making laminated boards.  The aim is to determine whether the combination of sengon wood and petung bamboo produces an increase in strength class and to determine the effect of pressure and weight on the physical properties of laminated boards made from sengon wood and petung bamboo.  The test results of the characteristics of physical and mechanical properties of the combination of sengon wood and petung bamboo resulted in an increase in strength class to strength class III according to JAS SE-7 2003 and SNI 01-6240-2000 standards. The felt pressure of laminated boards has a significant effect on moisture content and thickness development, but density and thickness shrinkage have no significant effect on the felt pressure of laminated boards. Adhesive weight significantly affected the physical properties of the board; adhesive weight and felt pressure together had no significant effect on the physical properties of the board.
KARATERISTIK MUTU BRIKET ARANG DARI LIMBAH KAYU KEMIRI, TEMPURUNG KELAPA DAN TONGKOL JAGUNG Wulandari, Febriana Tri; Radjali Amin; Dhimas Mardyanto Prasetyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 43 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2025.5548

Abstract

Potensi tanaman kemiri di Nusa Tenggara Barat mencapai 2.254,10 hektar begitu pula juga dengan kelapa dan jagung, luas area kelapa bisa mencapai 46 ribu ha di tahun 2021 dan luas area jagung bisa mencapai 91 ribu ha di tahun 2020. Berdasarkan potensi tersebut tentu akan menghasilkan limbah, maka perlu upaya mengelola limbah tersebut agar dapat dikelola kembali dengan cara dijadikan sebagai bahan baku briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu briket arang dari limbah tongkol jagung, tempurung kelapa dan cangkang kemiri dengan melakukan uji proximate serta menentukan kelayakan penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan standar SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan jenis bahan baku dan 3 kali ulangan. Pengujian kadar air briket arang menunjukan semua briket arang memenuhi standar kecuali pada briket arang tongkol jagung. Pengujian kadar abu briket arang menunjukan semua briket arang tidak memenuhi Standar SNI 01-6235-2000 tetapi masuk dalam standar Amerika kecuali briket arang Campuran Tongkol Jagung dan Tempurung Kelapa tidak memenuhi semua standar mutu. Pengujian kadar zat terbang hanya tongkol jagung yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000 dan briket arang lainnya masuk dalam standar Jepang. Pengujian nilai kalor briket arang hanya cangkang kemiri dan tongkol jagung yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000. Pengujian kadar karbon terikat briket arang tidak memenuhi standar SNI 01-6235-2000 tetapi masuk dalam standar Jepang, Amerika dan Inggris. Berdasarkan standar mutu maka briket arang cangkang kemiri dan tongkol jagung layak digunakan karena memiliki nilai kalor dan karbon terikat masuk dalam standar SNI 01-6235-2000
Analisis kualitas air dan pengendalian pencemaran Sungai Bangkok di Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan Jawa Timur Sutrisno, Sutrisno; Rukmini, Rukmini; Amin, Radjali; Nasirudin, Nasirudin; Silviani, Silviani
e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2025): e-Jurnal Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan
Publisher : Konsentrasi Ekonomi Sumberdaya Alam dan Manusia, Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jesl.v14i1.41040

Abstract

This study analyzes the water quality and pollution control of the Bangkok River in Gempol District, Pasuruan Regency, East Java, which is increasingly under anthropogenic pressure, including industrial waste, agricultural runoff, and domestic waste. The main objective of this research is to evaluate the current water quality conditions using the Pollution Index (IP) and STORET methods, as well as to identify the primary pollutants affecting water quality. Samples were collected from three monitoring points—upstream, middle, and downstream—using grab sampling. Parameters analyzed included BOD, COD, NH3-N, DO, and fecal coliform, which were compared to Indonesia’s Class II water quality standards. The results showed that the concentrations of BOD, COD, NH3-N, and fecal coliform exceeded the threshold, particularly downstream, indicating high pollution loads. Based on the IP and STORET assessments, the river was classified as moderately to heavily polluted. These findings highlight the need for stricter industrial waste management and an integrated water management strategy to restore the river's ecosystem.
Pemanfaatan Botol Plastik Sebagai Media Filter Pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal Di Dusun Sonopakis Kidul, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul Amin, Radjali; Juliastowo, Anang Surya
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i1.336

Abstract

Salah satu pemecahan masalah pencemaran air adalah dengan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dengan skala pelayanan rata-rata untuk 100 kepala kelurga (KK). Salah satu komponen penting IPAL adalah media penyaringan secara anaerobic (anaerobic filter - AF) yang kinerjanya ditentukan oleh labirin penyaringannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penambahan botol plastik ke dalam AF yang diukur terhadap Peraturan Daerah Yogyakarta No. 7 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah domestik. Penelitian ini menggunakan metode pengukuran langsung kualitas air limbah di inlet dan di outlet pada beberapa kondisi AF yang telah direkayasa menggunakan botol plastik. Hasil penelitian ini menunjukkan efisiensi AF dengan penambahan botol plastik yang tercermin dari tingkat efisiensi penyisihan pada outlet untuk parameter pH sebesar 3,6%, TSS 95,6%, BOD 56,3%, COD 54,6%, minyak & lemak 3,8%. Botol plastik dapat meningkatkan efektifitas penyaringan IPAL komunal dan mengkonfirmasi kalau botol plastik dapat di-reuse di dalam IPAL komunal.
Hubungan Kondisi Curah Hujan dan Kualitas Udara Ambien terhadap Kejadian Penyakit ISPA di Sorowako Provinsi Sulawesi Selatan Siti Halimah Tusaddiah; Amin, Radjali; Aliman, Rukmini; Nasirudin; Fandeli, Chafid
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i2.352

Abstract

ISPA sering menjadi penyakit dengan jumlah penderita tertinggi. Pada tahun 2022, Puskesmas Nuha mencatat 3759 kasus ISPA, menempatkannya sebagai penyakit terbanyak. Kualitas udara dan kondisi curah hujan, dapat mempengaruhi kesehatan dan jumlah kasus ISPA. Curah hujan membantu menurunkan konsentrasi polutan udara melalui deposisi basah. Penelitian ini mengkaji korelasi antara curah hujan, kualitas udara, dan tingginya penderita ISPA di Sorowako. Penelitian ini menggunakan metode potong lintang, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari dinamika hubungan antara faktor risiko dengan efek. Kualitas udara dinilai berdasarkan konsentrasi SO2, PM10, PM2,5 dan tingkat curah hujan yang kemudian dihubungkan dengan penyakit ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata curah hujan di Sorowako pada tahun 2022 hingga 2023 adalah sebesar 247,30 mm per bulan. Sedangkan rata-rata konsentrasi PM2,5 adalah 19,48 μg/m3, PM10 adalah 22,18 μg/m3 dan SO2  sebesar 8,99 μg/m3. Rata-rata penderita penyakit ISPA per bulan di Sorowako pada rentang tersebut adalah sebanyak 292 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa parameter kualitas udara dengan kejadian penyakit ISPA. Pengaruh curah hujan juga tidak secara signifikan menjelaskan variabilitas dalam kejadian ISPA. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang dapat berkontribusi pada kejadian ISPA.
Pemulihan Fungsi Lahan Reklamasi Bekas Tambang Di Area Roto Samurangau PT Kideco Jaya Agung Handoyo, Muhamad; Amin, Radjali
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i2.358

Abstract

Revegetasi lahan bekas tambang adalah kewajiban perusahaan tambang yang harus dilaksanakan untuk mengembalikan fungsi-fungsi ekosistem. Kriteria keberhasilan revegetasi telah ditetapkan oleh pemeritah dan menjadi acuan strategi revegetasi. Fungsi-fungsi ekosistem belum ada kriteria keberhasilannya sehingga lebih bersifat deskriptif di dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat strategi revegetasi PT Kideco Jaya Agung dan memaparkan pemulihan fungsi- fungsi ekosistem lahan reklamasi. Metode penelitian ini adalah survey matematis deskriptif dimana data primer, seperti diameter, tinggi, umur, dan species tanaman revegetasi dikumpulkan di lapangan. Data ini dihitung secara matematis menggunakan rumus alometrik untuk mengetahui cadangan karbon dan produksi oksigen (O2). Rumus alometrik cadangan karbon dikumpulkan dari data sekunder dengan melakukan kajian pustaka dan dipilih yang paling mirip dengan kondisi di lapangan. Strategi revegetasi telah berhasil memenuhi kriteria keberhasilan revegetasi melalui pengaturan jarak tanam dan penerapan hydroseeding. Keberhasilan revegetasi ini telah berangsur- angsur memulihkan fungsi ekosistem setempat dengan penyerapan gas CO2 dan produksi oksigen (O2). Perhitungan cadangan karbon dari pohon pioner revegetasi, Albizia falcataria dan Acacia mangium, adalah masing-masing 7,8 ton/ha dan 12,0 ton/ha atau sebesar 19,8 ton/ha secara total. Produksi O2 adalah sebesar 0,4 ton/ha dari A. falcataria dan sebesar 0,7 ton/ha dari A. mangium atau sebesar 1,1 ton/ha dari kedua species ini.
Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat Sabaruddin; Purwandari, Wd. Vitha; Triyono; Amin, Radjali; Suyanto, Agus
Environmental Insight Journal Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i1.359

Abstract

Efektivitas kebijakan pengelolaan sampah pada area kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat masih menghadapi tantangan sehingga perlu dievaluasi untuk dapat merumuskan strategi kebijakan yang efektif dan berkelanjutan. Ketidakefektifan ini jika diteruskan maka akan berakibat pada pemborosan anggaran daerah dan berpotensi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah, mengevaluasi efektivitas kebijakan dan penerapan pengelolaan sampah, serta strategi kebijakan dan penerapan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 148 responden dan melibatkan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan lokal sebagai data primer. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, serta analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah masih menghadapi masalah minimnya infrastruktur hal ini tampak pada fasilitas tempat penampungan sementara sampah, rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah, dan kurang optimalnya koordinasi antar instansi pemerintah. Efektivitas kebijakan Dinas Lingkungan Hidup perlu ditingkatkan melalui perbaikan regulasi, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Strategi yang diusulkan mencakup pengembangan program berbasis partisipasi masyarakat dan optimalisasi sumber daya untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Keywords: policy, environment, management, waste, SWOT
The Physical Properties Characteristics of Laminated Board of Jackfruit, Mahogany, and Petung Bamboo Amin, Radjali; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i1.8383

Abstract

Wood laminates offer a luxurious appearance and beautiful ornamental value. Petung bamboo has a very good material to be applied into laminated boards, besides the sturdy stem wall, the bamboo has a long life and is free from pests and diseases. The purpose of this study was to identify the strength class of laminated boards for construction use by analyzing the effect of the combination of jackfruit mahon wood with petung bamboo. The study showed that there was no significant difference in the strength of solid and laminated boards. The mahogany (Swietenia mahagoni L. Jacq.) and jackfruit (Artocarpus heterophyllus Lamk.) woods have medium specific gravity (0.53-0.72 for mahogany and 0.51-0.58 for jackfruit) and strength class II-III, which makes them suitable for laminated boards. The combination significantly impacts density and moisture content, but has no impact on expansion or shrinkage. Each physical examination complies with JAS SE-7 2003. This laminated board combination is classified as strength class III and is suitable for use as a building material.
Analisis Kelas Kuat Papan Laminasi Kombinasi Kayu Sengon dan Bambu Petung: Analysis Of Strength Class of Laminated Board of Combination of Sengon Wood and Petung Bamboo Wulandari, Febriana; Amin, Radjali
HUTAN TROPIKA Vol 18 No 2 (2023): Volume 18 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v18i2.10675

Abstract

Fluctuations in raw wood supply from year to year can be a challenge for wood processing businesses. Sengon wood is one type of fast-growing wood that can be developed by the government as one of the solutions. Sengon wood is a fine to coarse wood with a specific gravity of 0.33 which is included in the light specific gravity range (0.29-0.56) and strength class III-IV. The sengon wood is laminated with bamboo laminate to strengthen the strength of the board. By testing the physical and mechanical properties of laminated boards made from sengon wood and petung bamboo, this study aims to determine whether there is an increase in strength class.  The research design used was an experimental factorial design with two components, four treatments, and three replications. Except for the MoE test, all tests evaluating the physical and mechanical characteristics of laminated boards made from sengon wood and petung bamboo were accepted under the JAS 234: 2007. After being converted into laminated boards, the strength class of sengon wood increased from strength class III-IV to strength class III. Sengon wood and petung bamboo can be combined to make laminated boards that can be used for heavy construction.