Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Briket Arang Biomassa Limbah Tongkol Jagung Kelompok Wanita Tani Subur Desa Gondang Kabupaten Lombok Utara Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; Raehanayati; Ni Putu Ety Lismaya Dewi; Andrie Ridzki Prasetyo; Rima Vera Ningsih
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i1.136

Abstract

Permasalahan dalam pengembangan briket arang adalah kurangnya konsep penerapan hasil penelitian briket arang pada masyarakat tentang proses pembuatan briket arang dari pengarangan (karbonisasi) sampai dicetak menjadi briket arang. Dengan penerapan hasil penelitian briket arang pada masyarakat diharapkan dapat memberikan peluang usaha baru dan meningkatkan nilai ekonomis tongkol jagung serta mengurangi limbah tongkol jagung juga didukung keberlanjutan bahan baku tongkol jagung yang mencukupi ditinjau dari potensi luasan lahan pertanian yang cukup tinggi di Nusa Tenggara Barat. Solusi yang ditawarkan berdasarkan permasalahan di atas adalah sebagai berikut: (1) mensosialisasikan cara pembuatan arang dan briket arang, (2) memberikan bantuan peralatan pembuatan arang dan briket arang untuk mendukung pembelajaran bagi kelompok usaha. (3) membangun komitmen dengan pihak kelompok usaha untuk dapat dikembangkan menjadi Usaha Kecil Menengah (UKM), (3) menyusun modul pembuatan arang dan briket arang untuk mendukung pengembangan briket arang sebagai salah satu produk UKM. Beberapa hal yang dapat ditarik dari kegiatan pengabdian briket arang tongkol jagung di desa Gondang adalah sebagai berikut: 1). Peserta sangat antusias untuk mengembangkan produk briket arang karena teknologi yang mudah dan sederhana sehingga peserta mudah memahami dan mengembangkan produk tersebut. 2). Pemberian modul berupa leaflet diharapkan dapat memudahkan peserta kelompok usaha wanita tani subur memahami tahapan dalam pembuatan briket arang. 3). Diharapkan produk briket arang dapat menambah penghasilan tambahan kelompok usaha wanita tani subur dan masyarakat desa Gondang.
PENGARUH BERAT LABUR DAN JENIS KAYU TERHADAP SIFAT FISIKA DAN MEKANIKA PAPAN LAMINASI Febriana Tri Wulandari; Radjali Amin; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 40 No. 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.2.93–104

Abstract

The world's demand for wood is increasing while the amount of solid wood production is decreasing with the depletion of forestsdue to illegal logging and conversion of forest functions as plantation land. To overcome these problems, it is necessary to do theefficiency of wood raw materials so that the use of solid wood can be reduced. One of the efficient ways to use wood raw materials isto utilize optimized wood industrial waste by combining one or more types of wood which are glued together into a single unit,commonly called a laminated board. In this study, we will look at the effect of different types of wood and the weight of the gluespread on the resulting laminated board. Advantages Laminate board can produce a board size that is wide and long as neededbecause the joints are made as long as needed. In the manufacture laminated boards are made with the type of wood, namely jatiputih (Gmelina arborea. Roxb), bajur (Pterospermum javanicum), sengon (Paraserianthes falcataria) and mixtures(jati putih, bajur and sengon) and the glue spread factor is 150 g and 200 g. Then the physical and mechanical properties weretested. The test results showed that the wood type had a significant effect on all physical and mechanical properties except for thethickness shrinkage and MoE tests. The interaction of the lamination glue spread factor and the wood type factor did not significantlyaffect all physical and mechanical properties of mixed wood waste laminated boards. Based on the test results, laminated board isclassified as strong class III which can be used as a lightweight construction material indoors.
DESAIN SISTEM PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN (SPTB) Amin, Radjali; Wulandari, Febriana Tri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/te6ff433

Abstract

Peningkatan tekanan terhadap lahan pertanian, kerusakan lingkungan, dan kebutuhan akan ketahanan pangan mendorong perlunya pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan dan multifungsi. Sistem Pertanian Terpadu Berkelanjutan (SPTB) merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan berbagai elemen produksi seperti tanaman pertanian, tanaman kehutanan, peternakan, perikanan, dan kegiatan ekowisata dalam satu kesatuan sistem yang saling mendukung. Artikel ini merancang model SPTB berbasis agroforestri dan ekowisata yang dikembangkan pada lahan seluas 2 hektar dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip konservasi, keberlanjutan ekologis, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kajian literatur dan analisis konseptual. Agroforestri dirancang sebagai basis produksi dan konservasi yang terdiri dari tanaman keras tahunan dan tanaman pertanian musiman yang dikelola secara ekologis. Sementara itu, ekowisata dikembangkan sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui aktivitas seperti forest healing, agropetik, pengelolaan sampah terpadu, dan pendidikan lingkungan. Pembagian ruang kawasan dilakukan dalam tiga zona utama: 30% untuk tanaman kehutanan, 50% untuk tanaman pertanian, dan 20% untuk fasilitas wisata atau amenities. Seluruh aktivitas dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan dan minim limbah. Model ini menunjukkan bahwa integrasi agroforestri dan ekowisata dalam kerangka SPTB mampu menciptakan sistem yang produktif, konservatif, dan inklusif, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan 13 (aksi terhadap perubahan iklim) dan tujuan 15 (menjaga ekosistem darat). Desain ini diharapkan dapat direplikasi dalam pengelolaan lahan multifungsi berbasis masyarakat. Kata kunci: sistem pertanian terpadu, agroforestri, ekowisata, keberlanjutan, konservasi, SDGs Integrated Agriculture System Design Abstract Increasing pressure on agricultural land, environmental degradation, and the need for food security are driving the need to develop sustainable and multifunctional agricultural systems. The Sustainable Integrated Farming System (SPTB) is an innovative approach that integrates various production elements such as agricultural crops, forestry crops, livestock, fisheries, and ecotourism activities into a single, mutually supportive system. This article designs an agroforestry and ecotourism-based SPTB model developed on a 2-hectare plot of land, considering the principles of conservation, ecological sustainability, and local community empowerment. The research approach uses qualitative descriptive methods through literature review and conceptual analysis. Agroforestry is designed as a production and conservation base, consisting of perennial and seasonal agricultural crops managed ecologically. Meanwhile, ecotourism is developed as a means of education, recreation, and community empowerment through activities such as forest healing, agropetics, integrated waste management, and environmental education. The area is divided into three main zones: 30% for forestry crops, 50% for agricultural crops, and 20% for tourism facilities or amenities. All activities are designed with an environmentally friendly and waste-free approach. This model demonstrates that integrating agroforestry and ecotourism within the SPTB framework can create a productive, conservative, and inclusive system, and support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 13 (action on climate change) and Goal 15 (protecting terrestrial ecosystems). This design is expected to be replicated in community-based multifunctional land management. Keywords: integrated farming system, agroforestry, ecotourism, sustainability, conservation, SDGs
Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat Sabaruddin; Wd. Vitha Purwandari; Triyono; Radjali Amin; Agus Suyanto
Environmental Insight Journal Vol 2 No 1 (2026): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i1.359

Abstract

Efektivitas kebijakan pengelolaan sampah pada area kerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat masih menghadapi tantangan sehingga perlu dievaluasi untuk dapat merumuskan strategi kebijakan yang efektif dan berkelanjutan. Ketidakefektifan ini jika diteruskan maka akan berakibat pada pemborosan anggaran daerah dan berpotensi menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pelaksanaan kebijakan pengelolaan sampah, mengevaluasi efektivitas kebijakan dan penerapan pengelolaan sampah, serta strategi kebijakan dan penerapan pengelolaan sampah yang dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 148 responden dan melibatkan partisipasi aktif dari para pemangku kepentingan lokal sebagai data primer. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang dianalisis secara kualitatif dengan model interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, serta analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah masih menghadapi masalah minimnya infrastruktur hal ini tampak pada fasilitas tempat penampungan sementara sampah, rendahnya partisipasi masyarakat untuk mengelola sampah, dan kurang optimalnya koordinasi antar instansi pemerintah. Efektivitas kebijakan Dinas Lingkungan Hidup perlu ditingkatkan melalui perbaikan regulasi, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Strategi yang diusulkan mencakup pengembangan program berbasis partisipasi masyarakat dan optimalisasi sumber daya untuk mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Keywords: policy, environment, management, waste, SWOT