Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Fasilitasi Steam Sterilizer untuk Meningkatkan Produktivitas dalam Mengembangkan Perekonomian Unit Produksi Baglog Jamur di Istana Jamur Balap, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Tri Widayanti, Vindhya; Septifani, Riska; Diyah Dewanti, Beauty Suestining; Firdausiyah, Nailah; Andriatmoko, Novil Dedy; Danurrendro, Saktyo; Wasbir, Syaifudin; Ramadhani, Intan Fatilah; Puspitasari, Puspa; Dwiyogo, Modo
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6381

Abstract

Penggunaan teknologi sterilisasi uap di Unit Produksi Baglog Jamur Istana Jamur Balap (IJB) di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Alat sterilisasi uap ini memanfaatkan uap panas bertekanan untuk mensterilkan baglog, media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur tiram (Pleurotus sp.). Teknologi ini memungkinkan peningkatan kapasitas produksi baglog dari 1.400 menjadi 2.600 unit per hari, sekaligus mengurangi tingkat kontaminasi, sehingga menghasilkan kualitas jamur yang lebih baik dan diakui oleh pasar. Peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi ini berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi usaha kecil di daerah tersebut. Secara keseluruhan, implementasi alat sterilisasi uap sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh Universitas Brawijaya menunjukkan pentingnya inovasi teknologi dalam mengoptimalkan proses produksi dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini menggarisbawahi peran penting teknologi modern dan pendampingan yang komprehensif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis lokal di sektor budidaya jamur
Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Trenggalek Tahun 2022 Andriatmoko, Novil Dedy; Muljaningsih, Sri; Eka Supriatin, Febriyani; Tausikal, Noa
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.03.34

Abstract

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021 tentang RPJMD Kabupaten Trenggalek Tahun 2021-2026 yang berisikan Visi, Misi serta penjabarannya sampai dengan program-program prioritas yang dicanangkan. Salah satu Indikator yang dapat dipakai untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP). NTP merupakan salah satu Indikator Kinerja Daerah yang harus diukur setiap tahun. Nilai Tukar Petani berdasarkan definisi dari BPS adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Tujuan dari pekerjaan Penyusunan Nilai Tukar Petani (NTP) adalah untuk mengetahui capaian Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Trenggalek Tahun 2022 sebagai salah satu Indikator Kinerja Daerah dalam RPJMD Tahun 2021-2026. Metode perhitungan NTP secara parsial sesuai jenis komoditas serta perhitungan NTP secara agregat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer sebanyak 399 responden dari seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek dan data sekunder dari institusi pemerintahan terkait. Hasil yang didapatkan dari kajian ini Nilai NTP sub-sektor tanaman pangan sebesar 101,73, sub-sektor hortikultura sebesar 102,20, sub-sektor perkebunan sebesar 103,28, dan nilai NTP agregat sebesar 102,40.
Pelestarian Budaya dan Warisan Lokal Masyarakat Sekitar Mikro Wisata Kawasan Penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Andriatmoko, Novil Dedy; Sunarto, Bintar Probo; Ma'ruf, Zulfan Firdaus; Izzati, Erwinda Mufidah; Hilmi, Muhammad Aldian; Aurelia Ludvie, Shakira Khunaira; Jamroni, Mofit
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.01

Abstract

Pariwisata yang berkelanjutan merupakan implementasi tujuan SDGs dalam sektor pariwisata yang bertujuan meminimalisir dampak negatif terhadap aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Keberlanjutan pariwisata dari aspek budaya dapat dilihat dari pelestarian budaya dan warisan lokal di sekitar kawasan wisata, yang dianalisis melalui kepedulian masyarakat dan upaya menjaga budaya tersebut. Penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi dilakukan pada 9 lokasi mikro wisata di sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yaitu Hutan Pinus Semeru, Tumpak Sewu, Kapas Biru, Kopi Rejo, Winong Camping Ground, Puncak B29, Ranu Lingga Rekisi, Madakaripura, dan Seruni Point. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-November 2024, menggunakan purposive sampling dan metode triangulasi untuk validasi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya keragaman budaya seperti Bantengan, Jaranan, Reog, Wayang Kulit, Tari Legong, dan lain-lain, serta warisan lokal seperti Punden, Sungai Umbulan, Candi Jawa, dan berbagai tradisi kuliner dan situs bersejarah. Tingkat kepedulian masyarakat terhadap budaya dan warisan lokal terlihat dari peran mereka sebagai pelaku seni maupun penikmat budaya tersebut. Upaya pelestarian dilakukan melalui pembentukan kelompok seni dan penyebaran pengetahuan tentang budaya kepada wisatawan. Secara keseluruhan, pariwisata berkelanjutan ini tidak hanya menjaga kelestarian budaya dan warisan lokal, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata.
Pendampingan Rukun Pangan Bumdesa: Membangun Ketahanan Pangan dan Kemandirian Desa Purnomo, Mangku; Siswantoro, Ajik; Andriatmoko, Novil Dedy; Sunarto, Bintar Probo; Ma’ruf, Zulfan Firdaus; Izzati, Erwinda Mufidah; Hilmi, Muhammad Aldian
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.05

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan kemandirian desa melalui pendampingan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) dalam pengelolaan Rukun Pangan di Jawa Timur. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial dan operasional pengurus Bumdesa, penyusunan sistem tata kelola yang efisien, serta penguatan jejaring distribusi dan pemasaran produk pangan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, asistensi langsung, dan evaluasi partisipatif bersama warga serta pemerintah desa. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan pengelolaan usaha pangan, pembentukan struktur organisasi yang lebih tertata, serta peningkatan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga terjangkau. Program ini juga berhasil memicu keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan Rukun Pangan, mendorong pola konsumsi lokal yang berkelanjutan, dan menumbuhkan semangat kewirausahaan desa. Secara umum, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas dan membangun fondasi kemandirian ekonomi desa. Diharapkan, model pendampingan ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan adaptasi kontekstual sesuai karakteristik lokal masing-masing desa.
Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan dan Packaging Kopi Bagi Petani Kecil Di Kabupaten Blitar Jawa Timur: Training And Assistance In Coffee Processing And Packaging For Small Farmers In Blitar District, East Java Andriatmoko, Novil Dedy
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Blitar Regency, as one of the robusta coffee producing areas, faces common problems such as the lack of knowledge of post-harvest technology, lack of packaging quality, and the selling value of farmers' products. Community service activities were conducted with the aim of increasing the capacity of smallholder farmers in Blitar Regency in terms of coffee processing and packaging. The activity was carried out with a participatory and educative approach involving 50 farmers from three main coffee-producing districts. The workshop covered fermentation techniques, drying, roasting, to modern packaging design and marketing strategies. The results showed significant improvements in participants' knowledge and skills, with post-test scores increasing 42% from the pre-test. The main constraints found were limited infrastructure, capital, and market access. As a long-term solution, sustainable mentoring, the improvement of market access through e-commerce, and the establishment of coffee processing centers at the district level are suggested. This program is proven to have a positive impact on improving product quality and farmers' welfare and has the potential to improve the regional economy.
The Impact of Implementing Good Aquaculture Practices (GAP) on Productivity of Shrimp Farmers in Bangil District, Pasuruan Regency, East Java: Good Aquaculture Practices and Productivity Wijadmono, Erzhafira Nur Salsabila Putri; Andriatmoko, Novil Dedy; Satria, Awang Tri
Journal of Tropical Rural Development Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Socio-Economic Department, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background and purpose – East Java is one of the centers of shrimp production in Indonesia. However, productivity from 2021 to 2023 has decreased significantly by 62.5%. This decline occurred because there are still many farmers who apply cultivation practices that are not in accordance with SOPs. As a result, the mortality rate of shrimp increases which causes a decrease in productivity. This study aims to analyze the level of GAP practices of farmers, factors that influence farmers' decisions to apply GAP, and the impact of GAP implementation on productivity. Methodology – This research was conducted on shrimp farmers in Bangil District with using accidental sampling. The level of GAP practices of farmers was measured using descriptive statistics, then the factors influencing farmers' decisions were analyzed using probit regression, and the impact of GAP implementation on productivity was analyzed using Propensity Score Matching (PSM). Findings – The results showed that the level of GAP practices of farmers was still relatively low at 41.62%. Factors that influence the decision of farmers to adopt GAP are access to counseling, distance to the pond, education, cultivation experience, and off-farm work. high level of GAP implementation has a significant positive effect on increasing productivity. Implications – To improve the implementation of GAP, training, improved facilities, and support from the government or related institutions. Access to extension variables have a positive and significant effect on farmers' decisions to implement GAP practices, so that the government and extension workers can improve extension programs and training as well as equal distribution of information related to Good Aquaculture Practices (GAP) to farmers so that all farmers have access to extension.
Factors Influencing Poverty Among Shrimp Farming in East Java: Poverty Among Shrimp Farmers Gimnastiar, Muhammad Akbar; Andriatmoko, Novil Dedy
Journal of Tropical Rural Development Vol. 2 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Agriculture Socio-Economic Department, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background and purpose – Poverty among shrimp farming households remains a significant challenge despite the sector’s potential to generate substantial income and contribute to rural economic growth. In regions such as Bangil District, Pasuruan Regency, East Java, many shrimp farmers face persistent poverty due to constraints related to household demographics, limited resources, and restricted access to services. This study aims to identify and quantify the factors influencing the likelihood of shrimp farmers being above or below the poverty line, providing empirical evidence to inform targeted poverty reduction strategies in the aquaculture sector. Methodology – Primary data were collected from 78 randomly selected shrimp farmers in Bangil District through structured interviews, observations, and documentation during October–November 2024. The study employed a probit regression model to analyze the effect of ten explanatory variables—cultivation experience, household size, education level, land area, age, number of working household members, land ownership, access to healthcare, access to information, and farmer group participation—on poverty status. Findings – The results indicate that five variables significantly influence poverty status: number of family members, length of formal education, land area, number of working family members, and land ownership. Larger households are associated with a higher likelihood of poverty, while greater education, larger pond size, more working members, and secure land ownership reduce poverty risk. Conversely, cultivation experience, age, access to healthcare, access to information, and farmer group participation show no statistically significant effect. Implications – The findings suggest that policies aiming to reduce poverty among shrimp farmers should focus on improving education and technical training, ensuring secure and equitable land access, promoting off-farm income opportunities, and strengthening household labor capacity. Integrated strategies involving credit access, infrastructure development, and market linkages are essential to enhance resilience and raise household welfare in shrimp farming communities.